Berbeda kelompok.

Hari sabtu kini tiba, akhir pekan datang tidak terasa, waktu yang sedari kemarin Kenzo tunggu untuk bisa menghabiskan malam bersama Tiara sudah di depan mata membuat suasana hati nya begitu berbunga-bunga.

Terlebih sekarang, siang ini dia mendapatkan kiriman informasi dari Mario mengenai ID yang pernah dia kirimkan sebelumnya. "Sepertinya aku harus memeriksa ini di ruangan perpus yang kemarin." Kenzo mulai melihat sekeliling, ponsel yang sedari tadi ia periksa masih tergenggam di tangan, matanya kini melihat sekeliling mencari sosok Tiara yang duduk jauh dari nya.

Karena berbeda anggota kelompok tugas kampus, dia malah terpisah jauh dari istrinya itu. "Rupanya dia di sana?" Sedikit tenang, walau berbeda kelompok rupanya Tiara terlihat satu kelompok dengan Raymond, dan dia bisa sedikit bernafas lega karena lelaki itu cukup baik, Tiara pun pasti akan baik-baik saja saat sekelompok dengan teman barunya itu.

💬 Apa sudah selesai? Jika sudah ayo ikuti aku!"

Sebuah chat sudah dia kirim, bahkan dia tetap menatap Tiara, memastikan istrinya itu membaca chat dari nya.

Tidak ada respon, Istrinya itu terlihat begitu fokus dengan sebuah laptop di depannya, dia sampai tersenyum kecil, itulah Tiara yang dia kenal, jika wanita itu sudah mendapatkan sebuah tugas pasti akan mengerjakannya dengan totalitas.

"Hai!"

Suara wanita tiba-tiba terdengar, Kenzo yang awalnya ingin mengirimkan chat langsung mengangkat wajahnya melihat ke sumber suara.

"Hem," Kenzo hanya menjawabnya dingin, langsung menunduk menatap ponselnya kembali setelah melihat sosok Agahta yang tengah memanggilnya, saking fokus mengerjakan tugas dia baru sadar kalau wanita itu ternyata satu kelompok dengan nya.

"Dia cuek sekali si. Tapi kok malah tambah menarik." Agahta hanya bisa mengeluh, padahal dari tadi dia duduk di samping nya, tapi lelaki ini tidak pernah sedikitpun meliriknya, "Mau berkenalan, kita satu kelompok, bukannya akan lebih nyaman kalau tahu nama satu sama lain," ucapnya lagi berusaha lebih dekat. Padahal seisi kampus pasti sudah tahu siapa dia, tapi lelaki ini malah mengacuhkannya.

"Aku Agahta, namamu siapa?" tanyanya lagi. walau lelaki itu tidak sedikitpun meliriknya dia akan terus berusaha.

"Hem," Kenzo lagi-lagi berucap semaunya tanpa mengangkat wajah, tidak ingin bicara, tangannya langsung bergerak menggerakkan lembaran kertas tugasnya, seolah berkata kalau di kertas itu ada namanya, kenapa masih bertanya.

Bukannya kesal mendapatkan perlakuan dingin itu, Agahta malah dia buat meloyot, kenapa tingkah lelaki ini begitu cool, dia malah semakin tertarik kan, "Kenzo," di bacanya nama itu dengan tersenyum kecil. Akhirnya dia tahu nama lelaki yang sukses menarik perhatian nya. "Untung saja kita satu kelompok, kedepannya kita pasti akan semakin dekat." gumamnya tersenyum kegirangan.

Kenzo mulai risih, tugasnya sudah selesai sepertinya tidak apa-apa jika dia pergi sekarang meninggalkan kelompok nya, "Gue duluan, setelah semuanya selesai berikan tugas kalian, biar Gue yang kasih pada Pak Dosen!" titahnya pada anggota yang lain. Untung saja dia ketua nya, jadi dia bisa bertingkah sesukanya. Dia pun benar-benar pergi, tapi bukan untuk keluar, melainkan menuju arah meja di mana Tiara berada.

Agahta hanya bisa menatap punggung Kenzo yang sudah menjauh pergi, "Tuh kan, Kenzo benar-benar menuju meja itu," gumamnya kesal. Dari tadi dia terus memperhatikan Kenzo, terlebih saat lelaki itu terus memperhatikan Tiara, dia malah kesal sendiri, apa istimewanya si wanita itu, sampai Kenzo terus memperhatikan nya, sedangkan saat bicara padanya begitu dingin.

"Ray." Kenzo langsung menepuk pundak lelaki itu, lekas duduk di samping nya, tanpa mempedulikan sorot mata para anggota kelompok Raymond yang lainnya. Iya bagaimana tidak, dia tiba-tiba datang seolah mau mengganggu tugas mereka. Tapi anehnya, Tiara yang ada di depannya masih cuek-cuek saja, "Suaminya datang, di lihat dong." gerutunya dalam hati, bahkan kakinya sudah menendang pelan kaki Tiara di bawah sana.

Tiara yang sadar akan hal itu, langsung menoleh, tapi belum juga mata mereka bersitapa Kenzo langsung memalingkan wajahnya malah berbicara dengan Raymond, "Aisst, memang paling senang ya dia kalau mengerjai orang." umpatnya dalam hati dengan tersenyum kecil, dia pun kembali menatap layar laptop nya.

"Belum kelar, Ray?" Sungguh seperti bukan dirinya, Kenzo sampai harus mengawali basa-basi demi bisa bergabung di sana. Memang bukan hanya ingin mendekati Tiara, dia ingin kembali meminta bantuan lelaki ini untuk meminjam kembali kunci ruangan perpus yang kemarin. "Bisa meminjam ruangan itu lagi kan?" bisik nya bertanya. Seperti yang di katakan Raymond sebelumnya, tempat itu tidak banyak diketahui mahasiswa lain, bahkan mungkin hanya padanya Raymond memberi tahu ruangan itu.

Raymond sesaat terdiam, sebenarnya dia juga akan menggunakan tempat itu setelah jam kuliah siang ini selesai, "Apa tidak apa-apa jika menggunakaan ruangan itu bersama-sama?" ucapnya bertanya, dia harus membereskan beberapa tugasnya siang ini, tapi tidak mungkin juga melarang Kenzo menggunakan ruangan itu lagi.

Kini Kenzo yang terdiam, kalau ada Raymond berarti tidak bisa mengajak Tiara, sungguh di sayangkan, tapi itu lebih baik dari pada harus memeriksa itu di tempat lain dengan resiko bisa di lihat orang lain, "Iya, baiklah." ucapnya setuju, tidak apa-apa tanpa Tiara, toh malam ini mereka akan ke kontrakan bersama.

"Iya, setelah ini tunggu di depan perpus, aku harus mengambil kuncinya dulu."

...***...

Di sebuah sudut di lorong kampus, Dominic dan keempat rekannya terlihat berjalan beriringan, kelima lelaki yang merupakan penguasa kampus ini terlihat berjalan melewati area locker kampus untuk menuju basecamp mereka, ada sedikit masalah yang harus mereka bereskan, membuat mereka berjalan dengan tergesa-gesa.

"Pak Bernard memang tidak punya sodara, Do. Dia anak tunggal, sepupu Renzela yang kemarin merupakan kerabat dari pihak Ibunya, yang dari Indonesia." Arthur mulai memberi tahu informasi yang dia dapat. Setelah kena marah besar karena ketinggalan satu informasi yang hampir merusak rencana mereka, dia langsung bergerak cepat menguak informasi tentang Kakak sepupu wanita itu, "Kabar yang orang-orang Ayah dapatkan, sepupu nya itu baru tinggal di London." jelasnya lagi. Tidak kurang tidak lebih, itulah informasi yang dia dapatkan, tidak tahu spesifikasinya seperti apa.

"Dasar ceroboh, seharusnya kau sudah tahu itu dari sebelum kita mendekati Renzela, untung saja kemarin kita hanya bertemu dengan waktu yang singkat jadi pergerakan ku tidak mencurigakan." Dominic sampai mengendus kesal, setelah kejadian ini dia benar-benar harus berhati-hati saat mendekati Renzela. Gegabah sedikit saja dia pasti kena masalah.

"Padahal sudah mau berpesta, malah tidak jadi." Austin menimpali. Rasanya win yang dia teguk tidak bisa menghilangkan kekecewaannya. Alih-alih berpesta, mereka harus pulang begitu saja.

Bruk.....

Karena terus berjalan dengan keluh kesah, Dominic sampai tidak sadar ada seseorang di depannya sampai dia tabrak, "Aisst, kenapa menghalangi jalan hah?" decak nya kesal, setelah sadar melihat orang yang dia tabrak, dia sampai mengerutkan keningnya. "Sepertinya tidak asing," batinnya menerka-nerka, ingatannya tidak bodoh sampai tidak sadar kalau dia pernah bertemu dengan lelaki ini sebelumnya. "Seperti Kakak sepupunya Renzela." batinnya lagi begitu cemas.

"Sial, padahal aku sudah berharap tidak pernah di pertemukan dengan lelaki ini." Raymond yang tertabrak sampai gelisah, semoga saja Dominic tidak menyadari kalau dialah yang kemarin menjadi sepupunya Renzela, kalau lelaki itu menyadarinya bisa kacau rencananya.

"Sial, karena kemarin begitu singkat, aku sampai tidak melihat jelas wajah sepupunya Renzela, tapi tidak mungkin dia kan." Dominic sama-sama gelisah, tapi tidak mungkin juga lelaki ini sepupu Renzela, karena jelas dari gestur wajahnya kalau lelaki ini berkebangsaan asli Inggris. "Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" akhirnya dia memberanikan bertanya, berjaga-jaga saja, karena kalau sampai benar, dia tidak boleh bersikap kasar pada nya.

"Tidak," Raymond sampai menjawab cepat. Situasinya semakin tidak nyaman, terlebih keempat lelaki yang ada di belakang Dominic sudah menatapnya dengan kesal.

"Kau kenal dia, Do?" Alfred sampai keheranan, sejak kapan Dominic hanya menatap orang yang berani menabraknya, biasanya juga langsung main hajar.

"Tidak, aku merasa pernah melihatnya, tapi sepertinya salah orang." timpal nya datar. Dia langsung bernafas lega, matanya memang bermasalah sampai mengira kalau lelaki itu sepupunya Renzela.

"Perlu kita bantu untuk memberinya pelajaran, sepertinya gue butuh peregangan setelah latihan kemarin." Alfred sampai menyeringai tipis dan maju satu langkah. Gara-gara kalah dari Kenzo dia terus berlatih keras dan sepertinya sekarang waktu yang bagus untuk mengetes skill baru bela diri nya.

"Sial, inilah mereka, suka menindas orang sesukanya." Perasaan Raymond sudah tidak enak, sepertinya dia harus lekas pergi.

Tapi percuma, baru juga Raymond bergerak satu langkah, pundaknya sudah di tarik Alfred sesukanya.

"Mau ke mana kau, setidaknya terimalah pukulan ku dulu sebelum kau pergi." Alfred sudah ancang-ancang, tangannya sudah mengepal sempurna, kini targetnya adalah perut lelaki ini.

Settt.... Plak.....

Bukannya mengenai perut, pukulan Alfred malah mendarat di telapak tangan Raymond, dan detik selanjutnya terhempas karena Raymond menangkis nya dengan begitu keras.

"Aisst."

"Wah, rupanya lelaki itu jago juga, maju lo Artur," Austin menyeringai, pemandangan yang cukup menarik, lelaki ini sepertinya bisa menjadi tikus percobaan kemampuan baru mereka.

"Sial, padahal aku tidak boleh menarik perhatian mereka, dengan kemampuan bela diri ku ini." Lagi-lagi Raymond berdecak dalam hati, Tidak ada pilihan lain, dia harus mengerahkan kemampuan nya karena lima lelaki sudah terlihat mau menyerangnya bersama-sama.

Terpopuler

Comments

Siti Nuliya

Siti Nuliya

lanjut author 😂😂😂 Raymond sm kenzo kerjasama... pasti seruuu

2022-08-15

0

vee

vee

London bukan landon

2022-08-15

0

💛⃟🤎🏠⃟ᴛᴇᴀᴍ ɢͩᴇͥɴͩᴀᷲᴘͪ🥑⃟𝐐⃟❦

💛⃟🤎🏠⃟ᴛᴇᴀᴍ ɢͩᴇͥɴͩᴀᷲᴘͪ🥑⃟𝐐⃟❦

Semoga aja kenzo datang tepat waktu membantu reymon 💪💪💪💪

Lanjut thorr 🙏👍💪😍

2022-08-15

0

lihat semua
Episodes
1 Keluarga Aunty Naura.
2 Harus terpisah.
3 Anggota Black Swan
4 Percakapan mencurigakan.
5 Akibat huru hara.
6 Sebuah tameng.
7 Target satu, pesuruh baru.
8 Siapa wanita itu?
9 Satu VS Lima
10 Kau berulah, Aku bertingkah.
11 Berusaha menguak informasi.
12 Sebuah acting.
13 Kecolongan.
14 Berjaga-jaga.
15 Kakak sepupu palsu.
16 Berbeda kelompok.
17 Siapa kau?
18 Kerja sama.
19 Berusaha masuk anggota Black Swan.
20 Kekecewaan.
21 Kau permainkan sepupuku, akan ku permainkan adik mu.
22 Jangan mengecewakan ku.
23 Butuh penjelasan.
24 Menanam saham.
25 Titik terang.
26 Kalung yang sama.
27 Lampu hijau.
28 Amarah.
29 Renzela menghilang.
30 Trik licik, Herbert.
31 Pria Asing.
32 Mendapatkan tanda tangan.
33 Ancaman baru.
34 Sinyal ponsel.
35 Lelaki misterius.
36 Rencana makan malam.
37 Saling memanfaatkan.
38 Hotel mewah.
39 Kecolongan.
40 Permainan.
41 Pertolongan.
42 Rasa Terima kasih,
43 Menyeimbangkan kekuatan.
44 Istirahat nya Anggota Black Swan.
45 Perintah Daddy.
46 Meminta bantuan Alberto.
47 Sandiwara
48 Ajakan Dominic.
49 Renzela dalam bahaya.
50 Ketakutan.
51 Akan menjelaskan.
52 Tamparan.
53 Surat perjanjian.
54 Persiapan tugas kampus.
55 Pengumuman update.
56 Sebuah Buku.
57 Obat-obatan.
58 Durian runtuh.
59 Berhati-hati.
60 Keroyokan.
61 Akan pulang.
62 Terjebak.
63 Karena Renzela.
64 Kecelakaan
65 Kalian mulai, kita layani.
66 Aku baik-baik saja.
67 Hati yang terluka.
68 Bersitegang.
69 Hubungan Darah.
70 Surat wasiat.
71 Mulai terbuka.
72 Kegelisahan.
73 Hampir putus asa.
74 Saran yang tidak masuk akal.
75 Kriteria yang pas.
76 Membujuk Renzela.
77 Seleksi awal.
78 Akhirnya memutuskan memilih calon suami.
79 Ibu dari anak-anakku.
80 Kisah tentang Renzela sudah hadir
81 Negosiasi.
82 Orang-orang memuakkan.
83 Sogokan yang sempurna.
84 Keuntungan satu Miliar.
85 Bagi hasil saham.
86 Membutuhkan Karyawan Baru
87 Pelamar Kerja.
88 Rencana Tiara.
89 Menggemparkan kantor.
90 Masuk perangkap.
91 Gara-gara Seblak.
92 Di kira Settingan.
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Keluarga Aunty Naura.
2
Harus terpisah.
3
Anggota Black Swan
4
Percakapan mencurigakan.
5
Akibat huru hara.
6
Sebuah tameng.
7
Target satu, pesuruh baru.
8
Siapa wanita itu?
9
Satu VS Lima
10
Kau berulah, Aku bertingkah.
11
Berusaha menguak informasi.
12
Sebuah acting.
13
Kecolongan.
14
Berjaga-jaga.
15
Kakak sepupu palsu.
16
Berbeda kelompok.
17
Siapa kau?
18
Kerja sama.
19
Berusaha masuk anggota Black Swan.
20
Kekecewaan.
21
Kau permainkan sepupuku, akan ku permainkan adik mu.
22
Jangan mengecewakan ku.
23
Butuh penjelasan.
24
Menanam saham.
25
Titik terang.
26
Kalung yang sama.
27
Lampu hijau.
28
Amarah.
29
Renzela menghilang.
30
Trik licik, Herbert.
31
Pria Asing.
32
Mendapatkan tanda tangan.
33
Ancaman baru.
34
Sinyal ponsel.
35
Lelaki misterius.
36
Rencana makan malam.
37
Saling memanfaatkan.
38
Hotel mewah.
39
Kecolongan.
40
Permainan.
41
Pertolongan.
42
Rasa Terima kasih,
43
Menyeimbangkan kekuatan.
44
Istirahat nya Anggota Black Swan.
45
Perintah Daddy.
46
Meminta bantuan Alberto.
47
Sandiwara
48
Ajakan Dominic.
49
Renzela dalam bahaya.
50
Ketakutan.
51
Akan menjelaskan.
52
Tamparan.
53
Surat perjanjian.
54
Persiapan tugas kampus.
55
Pengumuman update.
56
Sebuah Buku.
57
Obat-obatan.
58
Durian runtuh.
59
Berhati-hati.
60
Keroyokan.
61
Akan pulang.
62
Terjebak.
63
Karena Renzela.
64
Kecelakaan
65
Kalian mulai, kita layani.
66
Aku baik-baik saja.
67
Hati yang terluka.
68
Bersitegang.
69
Hubungan Darah.
70
Surat wasiat.
71
Mulai terbuka.
72
Kegelisahan.
73
Hampir putus asa.
74
Saran yang tidak masuk akal.
75
Kriteria yang pas.
76
Membujuk Renzela.
77
Seleksi awal.
78
Akhirnya memutuskan memilih calon suami.
79
Ibu dari anak-anakku.
80
Kisah tentang Renzela sudah hadir
81
Negosiasi.
82
Orang-orang memuakkan.
83
Sogokan yang sempurna.
84
Keuntungan satu Miliar.
85
Bagi hasil saham.
86
Membutuhkan Karyawan Baru
87
Pelamar Kerja.
88
Rencana Tiara.
89
Menggemparkan kantor.
90
Masuk perangkap.
91
Gara-gara Seblak.
92
Di kira Settingan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!