Berusaha menguak informasi.

Dominic mengumpulkan semua anggotanya di ruangan basecamp, setelah kemarin malam gagal menundukkan seorang Kenzo kini dia benar-benar marah kepada ke empat rekannya ini terutama Austin dan Arthur, bisa-bisanya percakapan kedua rekannya tentang misi mereka menargetkan sebuah perusahaan terdengar oleh lelaki itu, terlebih setelah tahu kalau Kenzo adalah mahasiswa asal Indonesia membuatnya semakin gelisah takut Kenzo berbuat masalah.

"Kalau si junior itu mengetahui tentang rahasia kita, kemungkinan untuk menundukkan nya sangat susah, kampret. Kenapa kalian ceroboh sekali hah?" decak Dominic kesal. Bagaimana kalau lelaki itu benar-benar cari masalah dan melaporkan mereka, atas penyalahgunaan IT untuk meretas informasi perusahaan orang lain, terlebih perusahaan itu ada dalam penjagaan orang Indonesia Kenzo pasti akan lebih membela perusahaan itu.

Mereka akan terancam pidana karena melanggar hukum dan ganjaran nya bisa di penjara atau membayar denda, dan itu pasti tidak sebentar dan denda yang tidak sedikit.

Keempat lelaki itu sesaat terdiam, tidak bisa mengelak, bukan hanya dibuat babak belur, seorang Kenzo bahkan telah mempersulit hidup mereka, keadaan yang dulunya tenang tiba-tiba kacau gara-gara junior itu.

"Bangsat, padahal sebelumnya tidak ada yang pernah menentang kita." Alfred menimpali, dia yang kecolongan sampai kena tendangan Kenzo sampai geram. Untung saja kejantanannya tidak berubah karena tendangan lelaki itu. "Semuanya sudah terlanjur, Do. Tidak ada cara lain bokap lo harus bergerak cepat untuk mengeksekusi perusahaan itu atau kita mundur jangan mengusiknya sama sekali. Masih banyak perusahaan, kita ganti target saja." ucapnya memberi saran.

"Tidak bisa," Dominic langsung menjawab menolak keras nasehat Alfred, "Kita harus menghancurkan perusahaan itu." ucapnya lagi memberi perintah.

Alfred sampai di buat heran, memanipulasi sebuah perusahaan dan merebut aset nya memang sudah menjadi pekerjaan geng Black Swan dan semua orang tua mereka selama berada di bawah kekuasaan Herbert, dan selama itu dia baru melihat kegigihan seorang Dominic untuk menghancurkan perusahaan targetnya, padahal jelas perusahaan itu sangat susah untuk di sentuh, bahkan Austin yang ahli dalam hal meretas informasi belum bisa menjebol password IP perusahaan itu. "Jika di paksakan ini cukup beresiko, Do. Keamanan Perusahaan itu cukup ketat." timpal nya lagi.

Dominic sampai menatap Alfred dengan geram, lelaki itu sekarang berani melawannya, "Hanya karena itu saja kau mundur, berusaha bodoh. Hancurkan perusahaan itu meski harus memakan waktu cukup lama, bagaimana pun caranya." decak nya geram, dendamnya sangat mendalam pada Tuan Bernard, dia benar-benar harus menghancurkan perusahaan nya, walau sebenarnya keempat rekannya ini tidak pernah dia beri tahu, tentang itu. Yang mereka tahu Ayahnya adalah pencuri aset sebuah perusahaan dan semua orang tua mereka ada di pihak Ayahnya, untuk menjadi rekan seperjuangan.

"Tapi rencana kita sudah bocor, Do." Alfred masih kukuh ingin mundur. Toh masih banyak perusahaan, kenapa harus memaksakan.

Austin pun ikut bicara melerai mereka berdua, "Tenang lah! Kalau hanya karena itu tidak perlu khawatir, Al. Kenzo memang mendengar kita tengah meretas informasi sebuah perusahaan, tapi dia tidak akan bisa mengancam kita dengan informasi itu, karena lelaki tidak akan pernah bisa mendapatkan bukti." ucapnya berusaha mencairkan suasana yang tegang. Mereka akan terancam jika Kenzo punya bukti netral tentang apa yang mereka lakukan. Dan sudah jelas Kenzo tidak akan pernah mendapatkan buktinya, "Aku selalu bergerak halus," lanjutnya lagi. ID yang pernah dia gunakan bahkan sudah dia hapus agar tidak meninggalkan jejak.

"Kau sendiri, apa ada progres dengan wanita itu?" Kini Arthur yang bertanya pada Dominic. Tujuan mereka adalah merebut aset sebuah perusahaan, kenapa sedari awal pergerakan Dominic malah melebar ingin mendekati putri dari pemilik perusahaan yang akan menjadi target mereka. "Kalau tidak ada perubahan, tinggalkan saja dia, biar Tuan Herbert yang bergerak, dan Austin akan berusaha menghack keuangan mereka." timpal nya lagi. Mendekati bocah itu juga tidak ada untungnya bagi mereka. Tujuan mereka hanya ingin mendapatkan uang dan kekuasaan. Wanita itu cukup susah masuk dalam perangkap, maka tinggalkan saja toh mereka bisa bersenang-senang dengan wanita lain.

"Itu urusan ku, jangan ikut campur. Jalankan saja tugas kalian masing-masing, dan jika wanita itu sudah dalam genggaman ku, bersenang-senang lah dengan nya sesuka kalian." Dominic enggan menjelaskan alasannya, ini adalah dendam pribadinya, keempat rekannya tidak perlu tahu tentang ini, "Dan satu lagi, cari tahu siapa wanita yang dekat dengan Kenzo. Jika dia tidak bisa di tundukkan, gunakan orang terdekatnya untuk dijadikan alat! Bila perlu rampas ponselnya informasi nya sudah jelas ada di ponselnya!" titahnya lagi. Sebelum Kenzo mengancam mereka, dia harus mendapatkan dulu titik lemah nya.

......................

Di sebuah sudut ruangan di perpustakaan kampus, terlihat Kenzo sedang duduk di sana, sebuah tempat jauh dari keramaian, bahkan jarang terjamah mahasiswa yang lainnya.

"Heh Mario, sombong banget Lo ya, sampai ganti nomor ponsel segala, sengaja Lo, gak mau gue hubungi." Kenzo mulai menggerutu, bicara pada temannya di balik ponsel. kalau saja bukan karena istrinya yang meminta nomor lelaki ini pada teman wanitanya, dia benar-benar tidak bisa menghubungi nya.

Mario di sebrang sana hanya bisa cengengesan, Kenzo yang dulu dan sekarang memang tidak pernah berubah, selalu memarahi dia sesukanya. "Ponsel gue hilang, nomer-nomer nya juga ikut hilang, Ken." ucapnya memberi penjelasan. Senang juga, walau terhalang jarak jauh rupanya Kenzo masih mengingat nya. "Bagaimana kabar di Landon?" tanyanya. Perasaan nya sudah mulai tidak enak, seorang Kenzo tidak pernah tanpa alasan kalau menghubungi nya.

"Kita baik, cuma gue butuh bantuan Lo," Kenzo langsung to the poin, banyak basa-basi juga percuma, biar temanya itu tahu maksud dia menghubungi nya.

Tuh kan, Mario sampai tersenyum, tebakannya tidak pernah salah, "Et, dah. Gak di Indonesia gak di luar negeri, kerjaan lo memang suka menjajah gue, Ken. Ada apa lagi sekarang?" ya, walau selalu merepotkan, tapi dia akan senang hati membantunya.

"Ada sebuah ID yang meretas masuk ke IP perusahaan, gue butuh informasi siapa di balik ID itu." Kenzo berusaha memberi tahu, Mario sudah ahli dalam hal mengotak-atik komputer, tanpa dia jelaskan pasti sudah tahu apa maksudnya. "Gue butuh informasi itu secepatnya!" pintanya lagi.

Mario sesaat terdiam, ada-ada saja masalah teman satunya ini, memang nasib jadi orang kaya, masalahnya nya pun di luar nalar manusia biasa, "Gue bisa bantu, tapi tidak bisa jamin hasilnya sesuai ekspektasi Lo." ngehack sebuah ID memang gampang, tapi terkadang jika si pengguna ID yang licik akan cukup susah untuk menguak informasi nya.

"Gue percaya pada Lo, nanti gw kirimkan no ID nya. Sebisa mungkin siang ini gue sudah bisa mengetahui hasilnya." titahnya lagi. Semakin cepat semakin baik biar dia bisa tahu langkah apa yang harus dia ambil kedepannya.

"Bunuh saja gue Ken. Ngehack sebuah ID tidak semudah makan siang woi, tidak akan secepat itu lah." Mario sampai mengoceh, walau sudah tidak heran kalau Kenzo selalu begitu, tetap saja dia selalu kewalahan.

"Gue bayar malah, lakukan saja!" titahnya tanpa bergeming. Orang sedang keteteran tidak bisa, Kenzo malah terus memaksa.

"Gue gak butuh uang, gue butuh pasangan hidup."

Kenzo seketika tertawa, "Bangsat Lo." Sudah tahu sedang serius, Mario malah ngelawak. "Kalau hasil kerjaan lo memuaskan Gue kenali Lo sama sepupu gue." timpal nya menawarkan. Tidak ada salahnya mengenalkan Renzela pada Mario, toh lelaki ini orang baik. Dari pada sepupunya itu berpacaran dengan lelaki yang tidak dia kenal.

"Malas LDR-AN gue. Jauh amat ma sepupu lo yang di London."

"Sialan Lo, belum juga lihat orang nya sudah ditolak mentah-mentah," Kenzo sampai mengumpat, awas saja kalau dia membawa Renzela ke Indonesia, dia gak akan pernah ngizinin Mario untuk berkenalan dengan nya, biar gigit jari teman satunya ini.

Mario sampai tertawa, dia kan hanya bercanda, "Iya, iya. Gue kerjain perintah Lo, hasilnya mungkin besok atau malam nanti." ucapnya memberi kesiapan. Walau dia suka mengeluh, tapi sebenarnya dia senang bisa membantu Kenzo. "Ingat kenalin pada sepupu lo ya kalau sudah beres, biar jadi sodara kita." ucapnya lagi sambil cengengesan. Tawaran Kenzo cukup menarik, bisa lebih seru kalau mereka benar-benar terjalin hubungan kekeluargaan.

"Penawaran Gue sudah tidak berlaku, ambil saja sana Shasa kalau mau jadi sodara gue." timpal Kenzo menahan tawa. Salah siapa tadi menolak tawarannya, padahal dia sudah berbaik hati.

"Bangsat, Lo!"

"Hahaha...." Kenzo malah tertawa, cukup menghibur juga teman satunya ini, sesaat dia bisa melupakan segala beban berat di pundaknya.

Terpopuler

Comments

Leni Fatmawati Fatmawati

Leni Fatmawati Fatmawati

othor kapn up,aku dah kangen bngt sama Tiara & kenzo

2022-08-11

0

Rosslian ainun

Rosslian ainun

nextt thorr

2022-08-11

0

Winda Amelia

Winda Amelia

up lg donk thor.....thor ksj kenzo sahabat donk...biar imbang dg lawan

2022-08-11

1

lihat semua
Episodes
1 Keluarga Aunty Naura.
2 Harus terpisah.
3 Anggota Black Swan
4 Percakapan mencurigakan.
5 Akibat huru hara.
6 Sebuah tameng.
7 Target satu, pesuruh baru.
8 Siapa wanita itu?
9 Satu VS Lima
10 Kau berulah, Aku bertingkah.
11 Berusaha menguak informasi.
12 Sebuah acting.
13 Kecolongan.
14 Berjaga-jaga.
15 Kakak sepupu palsu.
16 Berbeda kelompok.
17 Siapa kau?
18 Kerja sama.
19 Berusaha masuk anggota Black Swan.
20 Kekecewaan.
21 Kau permainkan sepupuku, akan ku permainkan adik mu.
22 Jangan mengecewakan ku.
23 Butuh penjelasan.
24 Menanam saham.
25 Titik terang.
26 Kalung yang sama.
27 Lampu hijau.
28 Amarah.
29 Renzela menghilang.
30 Trik licik, Herbert.
31 Pria Asing.
32 Mendapatkan tanda tangan.
33 Ancaman baru.
34 Sinyal ponsel.
35 Lelaki misterius.
36 Rencana makan malam.
37 Saling memanfaatkan.
38 Hotel mewah.
39 Kecolongan.
40 Permainan.
41 Pertolongan.
42 Rasa Terima kasih,
43 Menyeimbangkan kekuatan.
44 Istirahat nya Anggota Black Swan.
45 Perintah Daddy.
46 Meminta bantuan Alberto.
47 Sandiwara
48 Ajakan Dominic.
49 Renzela dalam bahaya.
50 Ketakutan.
51 Akan menjelaskan.
52 Tamparan.
53 Surat perjanjian.
54 Persiapan tugas kampus.
55 Pengumuman update.
56 Sebuah Buku.
57 Obat-obatan.
58 Durian runtuh.
59 Berhati-hati.
60 Keroyokan.
61 Akan pulang.
62 Terjebak.
63 Karena Renzela.
64 Kecelakaan
65 Kalian mulai, kita layani.
66 Aku baik-baik saja.
67 Hati yang terluka.
68 Bersitegang.
69 Hubungan Darah.
70 Surat wasiat.
71 Mulai terbuka.
72 Kegelisahan.
73 Hampir putus asa.
74 Saran yang tidak masuk akal.
75 Kriteria yang pas.
76 Membujuk Renzela.
77 Seleksi awal.
78 Akhirnya memutuskan memilih calon suami.
79 Ibu dari anak-anakku.
80 Kisah tentang Renzela sudah hadir
81 Negosiasi.
82 Orang-orang memuakkan.
83 Sogokan yang sempurna.
84 Keuntungan satu Miliar.
85 Bagi hasil saham.
86 Membutuhkan Karyawan Baru
87 Pelamar Kerja.
88 Rencana Tiara.
89 Menggemparkan kantor.
90 Masuk perangkap.
91 Gara-gara Seblak.
92 Di kira Settingan.
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Keluarga Aunty Naura.
2
Harus terpisah.
3
Anggota Black Swan
4
Percakapan mencurigakan.
5
Akibat huru hara.
6
Sebuah tameng.
7
Target satu, pesuruh baru.
8
Siapa wanita itu?
9
Satu VS Lima
10
Kau berulah, Aku bertingkah.
11
Berusaha menguak informasi.
12
Sebuah acting.
13
Kecolongan.
14
Berjaga-jaga.
15
Kakak sepupu palsu.
16
Berbeda kelompok.
17
Siapa kau?
18
Kerja sama.
19
Berusaha masuk anggota Black Swan.
20
Kekecewaan.
21
Kau permainkan sepupuku, akan ku permainkan adik mu.
22
Jangan mengecewakan ku.
23
Butuh penjelasan.
24
Menanam saham.
25
Titik terang.
26
Kalung yang sama.
27
Lampu hijau.
28
Amarah.
29
Renzela menghilang.
30
Trik licik, Herbert.
31
Pria Asing.
32
Mendapatkan tanda tangan.
33
Ancaman baru.
34
Sinyal ponsel.
35
Lelaki misterius.
36
Rencana makan malam.
37
Saling memanfaatkan.
38
Hotel mewah.
39
Kecolongan.
40
Permainan.
41
Pertolongan.
42
Rasa Terima kasih,
43
Menyeimbangkan kekuatan.
44
Istirahat nya Anggota Black Swan.
45
Perintah Daddy.
46
Meminta bantuan Alberto.
47
Sandiwara
48
Ajakan Dominic.
49
Renzela dalam bahaya.
50
Ketakutan.
51
Akan menjelaskan.
52
Tamparan.
53
Surat perjanjian.
54
Persiapan tugas kampus.
55
Pengumuman update.
56
Sebuah Buku.
57
Obat-obatan.
58
Durian runtuh.
59
Berhati-hati.
60
Keroyokan.
61
Akan pulang.
62
Terjebak.
63
Karena Renzela.
64
Kecelakaan
65
Kalian mulai, kita layani.
66
Aku baik-baik saja.
67
Hati yang terluka.
68
Bersitegang.
69
Hubungan Darah.
70
Surat wasiat.
71
Mulai terbuka.
72
Kegelisahan.
73
Hampir putus asa.
74
Saran yang tidak masuk akal.
75
Kriteria yang pas.
76
Membujuk Renzela.
77
Seleksi awal.
78
Akhirnya memutuskan memilih calon suami.
79
Ibu dari anak-anakku.
80
Kisah tentang Renzela sudah hadir
81
Negosiasi.
82
Orang-orang memuakkan.
83
Sogokan yang sempurna.
84
Keuntungan satu Miliar.
85
Bagi hasil saham.
86
Membutuhkan Karyawan Baru
87
Pelamar Kerja.
88
Rencana Tiara.
89
Menggemparkan kantor.
90
Masuk perangkap.
91
Gara-gara Seblak.
92
Di kira Settingan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!