Siapa wanita itu?

Waktu sudah mulai gelap, rutinitas kampus pun sudah berakhir, para mahasiswa sudah mulai berhamburan pulang ke rumah masing-masing, begitu pula dengan para mahasiswa baru yang masih di wajibkan tinggal di asrama dan mahasiswa lainnya yang memilih tinggal di sana, semuanya sudah memasuki pintu gerbang utama asrama, tapi dari sekian banyak mahasiswa masih ada juga yang keluyuran di luar begitupun dengan Kenzo dan Tiara.

Pasutri itu memilih mengendap-endap menghindari mahasiswa lain untuk menghabiskan makan malam bersama disebuah tempat makan di sekitaran sana.

"Ken, kau yakin kita tidak akan terkena teguran ibu asrama." Tiara mengeluh, suaranya tidak terdengar jelas karena sedang menikmati cake berukuran jumbo yang dia pesan sebagai penutup makan malam nya. Ide suaminya untuk stay di luar memang bagus, tapi ada sedikit gelisah juga, takut terkena masalah. "Ayo kembali sekarang!" ajak nya sambil menyondok cake nya dengan ukuran yang begitu besar dan langsung melahapnya tanpa sisa, dia ingin segera menghabiskan itu agar bisa secepatnya kembali ke asrama.

Kenzo yang melihat itu sampai melebarkan mata, bisa-bisanya wanita itu tidak ada manis-manisnya saat menyantap makanan penutupnya, bahkan mulutnya terlihat begitu penuh, "Ck. Untungnya cinta," gumamnya sambil kembali menatap layar laptop yang sedari tadi iya buka. Setelah menghabiskan makan malam dia memang langsung mengerjakan pekerjaan yang Daddy nya berikan.

"Kenzo!" Tiara kembali memanggilnya, karena lelaki itu masih fokus pada dokumen yang di kerjakan nya. "Ayo kembali!"

"Sebentar! Lagi pula jadwal pengontrolan asrama kan jam delapan." Kenzo langsung melirik jam di layar laptop nya, sekarang masih jam tujuh malam, jika mereka tidak ada di asrama pun mereka tidak akan ketahuan, "Setengah jam lagi." serunya sambil melirik Tiara. Sebenarnya dia bukan tidak bisa mengerjakan dokumen-dokumen itu saat nanti di asrama, hanya saja dia ingin menghabiskan waktu dengan wanita ini.

"Baiklah." Tiara menurut, karena penasaran dengan apa yang Kenzo kerjakan dia langsung menggeser posisi duduk di samping suaminya itu, tidak lupa dia juga membawa cake nya yang masih tersisa. "Kau mau ini?" tanyanya menawarkan, dari tadi lelaki itu hanya menyeruput kopi, apa perutnya tidak kembung.

"Tidak." Langsung di tolak. Membuat Tiara langsung cemberut.

"Aisst, kalau sedang bekerja super juteknya kambuh lagi." ucapnya pelan sambil menyendok cake itu dengan begitu kasar dan langsung melahapnya. "Padahal aku menawarkan ini karena kasihan pada nya." umpatnya lagi masih dengan suara pelan.

Tapi sayang, karena jarak mereka terlalu dekat, Kenzo bisa mendengar itu dengan jelas, "Seperti dia sudah mulai bosan," batinnya langsung menoleh. "Apa itu enak?" tanyanya sambil mendekatkan wajah, seketika dia langsung tersenyum jahil, sepertinya akan lebih nikmat jika dia memakan cake nya langsung dari bibir yang terus mengoceh itu, "Mana bagian ku?" godanya.

Tiara sampai gelagapan, detik selanjutnya matanya langsung melebar sempurna, tatkala bibir Kenzo tanpa aba-aba langsung menempel di bibirnya dan menjulurkan lidah mengemabil cake yang ada di dalam mulutnya, "Kenzo!" Tiara hanya bisa menelan saliva, tidak habis pikir, bisa-bisanya lelaki itu begitu santai mencium bahkan merampas makanan nya, "Apa yang kau lakukan!" protesnya lagi tidak terima, terlebih bagaimana kalau ada orang lain yang melihat adegan itu.

Kenzo sang pelaku hanya tersenyum kecil tanpa dosa, "Manis!" ucapnya setelah menggerakkan lidahnya menjilat sisa-sisa cream cake itu yang menempel di sisi bibirnya. Salah siapa terus mengoceh, dia kan jadi ingin mengerjainya. "Minta lagi!" ucapnya dengan menahan tawa, seolah meminta cake, tapi tatapannya tidak berpaling melihat bibir seksi yang sedang malu-malu itu.

Tiara sampai kaget, dan memundurkan kepala, lelaki itu jika memiliki keinginan pasti selalu di lakukan tanpa tahu situasi dan tempat, "Tidak, kerjakan saja tugas mu agar kita bisa cepat kembali," titahnya sudah celingukan melihat situasi. Tidak ada orang lain yang melihat adegan mereka tadi kan? dan jangan sampai terjadi lagi karena dia yang akan malu.

Kenzo sampai terkekeh dan kembali melihat layar laptopnya. Dia kembali menyusun data-data perusahaan, yang biasanya selalu dia kerjakan. Setelah cukup lama, dia baru ingat ada hal yang harus dia ceritakan. "Tiara,"

"Hem." Tiara langsung menjawab, dari intonasi cara memanggil nya, kali ini suaminya mulai serius.

"Daddy memerintah kita surpay ke kantor Uncle Bernard, dari informasi orang-orang Daddy yang bekerja di sana katanya ada sebuah perusahaan yang cukup besar ingin bekerja sama dengan perusahaan Aunty."

Kenzo berusaha menjelaskan. Sebenarnya dia bisa saja langsung mengajak Tiara pergi ke perusahaan, tapi mengingat mereka masih mahasiswa baru yang full dengan materi kampus, dia memilih membicarakan ini dulu takut Tiara malah jadi kewalahan.

"Apa terjadi sesuatu?" Tiara langsung bertanya, pasti Daddy bukan tanpa alasan meminta mereka turun langsung kelapangan, terlebih sang Daddy tahu mereka baru saja masuk kampus dengan segudang kesibukan.

"Iya, katanya setelah tawaran kerja sama itu ada salah satu ID yang tidak di kenal masuk ke IP perusahaan." timpal nya kembali menjelaskan. Kenzo sendiri juga awalnya enggan, tapi setelah mendengarnya dia merasa punya tanggung jawab untuk memastikan kejanggalan itu. "Untung saja IP yang Daddy buat tanpa sepengetahuan uncle tidak bisa di retas oleh ID itu." lanjutnya lagi.

Tiara sampai menghela nafas, ada-ada saja tingkah orang-orang yang tidak bertanggung jawab, "Apa mungkin karena beda Negara jadi berbeda kode, jadi ID itu tidak bisa meretas pengamanan yang Deddy buat?" tanyanya iseng. Merasa salut pada si pemilik ID itu, bisa-bisanya meretas informasi perusahaan tanpa sepengetahuan pemiliknya. Tapi lebih kagum pada sang Daddy, "Ternyata situs buatan Indonesia tidak kalah saing dengan buatan luar negeri, buktinya mereka tidak bisa meretas IP Daddy." pujinya. Sosok Ayah mertuanya itu memang paling bertanggung jawab dalam segala hal.

"Buatan Indonesia?" Kenzo sesaat tertegun, ucapan Tiara malah mengingatkan nya pada percakapan dua anggota Black Swan yang pernah dia dengan, "Kenapa ini seolah saling berkaitan." batinnya sambil mengerutkan kening, sepertinya dia memang harus mencari tahu tentang ini.

"Kenapa?" Tiara sampai di buat heran melihat ekspresi Kenzo yang tidak biasa.

"Apa minggu ini jadwal kita padat?" tanya Kenzo berusaha mencari waktu yang tepat, untuk bertindak.

"Mungkin hari Jumat, kita hanya ada kelas pagi."

"Kegiatan BEM, apa tidak ada kegiatan yang harus kita ikuti?" tanyanya lagi. Waktu mereka benar-benar harus senggang agar bisa fokus di perusahaan.

"Tidak ada, kegiatan BEM baru akan di laksanakan senin depan." Tiara kembali menjawab, dia yang seorang wanita paling hapal jadwal-jadwal kegiatan mereka.

"Bagus kalau begitu, hari Jumat kita ke kantor Uncle." Kenzo langsung memberikan keputusan. Semoga saja jejak ID yang menyelusup masuk ke IP perusahaan milik sang Aunty bisa dia deteksi. Agar semua kecurigaan nya tentang percakapan anggota Black Swan itu mendapatkan titik terang.

Beberapa menit berlalu, Kenzo dan Tiara kini dalam perjalanan menuju asrama, walau masih di sekitaran area kampus, mereka sedikit bisa leluasa bergandengan tangan karena suasana malam yang terbatas jarak pandang. Terlebih Kenzo harus memastikan istrinya bisa sampai asrama dengan selamat jadi tidak bisa menjauhi wanita itu begitu saja.

"Uncle?" Kenzo tiba-tiba menarik Tiara, bersembunyi di balik tembok jalanan yang mereka lewati, dia begitu terkejut melihat uncle nya ada di sekitaran area kampus malam-malam begini, terlebih pandangan yang dia lihat sungguh mengejutkan.

"Ken! Ada apa?" Tiara sampai kaget, dia langsung melihat ke arah pandangan suaminya itu melihat, "Uncle, Bernard?" Tiara juga ikutan kaget, dia kira mereka kepergok mahasiswa lain karena sudah dekat pintu masuk gerbang utama asrama kampus, ternyata malah sosok pamannya itu yang dia lihat sedang bersama seorang wanita yang di perkirakan seumuran dengan sang Mommy. "Wanita itu siapa, Ken?" tanyanya penasaran, Kenzo tidak pernah bercerita apapun tentang saudara dari Uncle Bernard. Kenapa sang paman terlihat begitu dekat dengan wanita itu, bahkan sekarang mereka sedang berpelukan. Padahal saat dengan Aunty Naura dia tidak pernah melihat adegan pelukan sehangat itu.

"Entahlah." Kenzo sendiri sama-sama tidak tahu, dia tidak pernah di beri tahu tentang sosok Bernard dan tidak pernah ingin tahu, karena sudah telanjur kecewa atas penghianatan nya.

Bak seperti penguntit, mereka terus mengendap-endap di balik dinding, terus melihat pergerakan Bernard yang sekarang tengah masuk mobil dan melajukan mobilnya menjauh dari area asrama kampus.

"Apa wanita itu tadi masuk pintu gerbang utama asrama kampus?" Kenzo berusaha memastikan apa pandangannya tidak salah lihat.

"Iya. Wanita itu masuk ke dalam." Tiara langsung menjawab dengan begitu antusias, sungguh dia menjadi penasaran siapa wanita itu, "Ayo, Ken. Aku penasaran siapa wanita itu," dia langsung menarik tangan Kenzo dan langsung melangkah menuju pintu, tapi langkahnya kembali terhenti karena Kenzo kembali menariknya.

"Hentikan! tidak perlu mencari tahu siapa wanita yang tadi dengan Uncle," Kenzo sebenarnya bukan tidak penasaran, tapi ketimbang memikirkan urusan orang lain, pikirkan dulu keadaan mereka sekarang, "Sebentar lagi jam delapan, kita harus segera sampai di kamar sebelum ketahuan kalau kita keluyuran." serunya dengan tegas, dia langsung memasangkan masker di wajah Tiara yang sedari tadi sudah dia siapakah di saku switer nya.

"Masuk sana, aku akan mengikuti dari belakang!" titah nya lagi, dia sendiri langsung mengenakan topi hitam agar tidak ada mahasiswa lain yang melihat jelas wajah mereka.

Sementara itu di sekitaran asrama putra, terlihat Dominic dan keempat kongco nya sudah stay di sana. Dominic sudah begitu penasaran siapa Maba yang sudah berani mengusik anggota nya. Makanya sengaja di sini untuk membuat perhitungan pada lelaki itu.

"Kau yakin dia belum ada di asrama, kenapa belum muncul juga?" Dominic sampai di buat kesal. Sudah hampir dua jam dia menunggu tapi target belum juga terlihat.

"Belum, Do. Saat gue periksa lelaki itu tidak ada di dalam." Austin yang menjawab. Dia yang lebih tahu seperti apa wajah lelaki yang tengah menghajarnya, jadi dia tidak mungkin salah, lelaki itu belum masuk asrama.

"Padahal dia mahasiswa baru, tapi sudah berani melanggar peraturan." Alfred menimpali, dia semakin penasaran seperti apa Maba yang sudah menumbangkan kedua rekannya. Jika melihat dari cara beradaptasi nya di kampus, sepertinya lelaki itu memang tidak biasa, buktinya sekarang masih keluyuran. "Aku jadi penasaran sejago apa bela dirinya." ucapnya lagi dengan menyeringai.

Tiba-tiba, ponsel Dominic berdering memecah suasana ketegangan mereka, sang empunya langsung melihat itu dan langsung berdecak. "Aisst, mau apalagi ibu menghubungi ku." gumamnya tanpa ada niatan untuk mengangkat panggilan itu.

"Kenapa tidak di angkat?" Alex sampai heran, ekspresi Dominic sampai terlihat masam saat memastikan panggilan itu.

"Tidak penting." Dominic sampai kembali menyimpan ponsel itu. Tapi bukannya berhenti, ponselnya malah terus berdering bahkan sebuah notifikasi chat pun ikut terdengar. Dia pun langsung membaca chat itu.

💬 "Dominic, ibu ingin bertemu dengan mu. Bisakah kau menemui ibu sebentar, Ibu sudah ada di sekitar asrama kampus mu."

"Aisst, dasar tidak tahu malu." decak nya dalam hati. Mau tidak mau dia pun langsung melangkah pergi meninggalkan keempat temannya.

"Mau ke mana, Do?" Alfred sampai heran, lelaki itu pergi begitu saja tanpa kata. Katanya mau memberi perhitungan, kenapa pergi begitu saja.

Bahkan Austin, Arthur dan Alex pun saling menatap heran, mereka hanya bisa melihat punggung Dominic yang sudah berlaju pergi, tanpa kata.

Terpopuler

Comments

vee

vee

survey x ya🙏

2022-08-12

0

Rosslian ainun

Rosslian ainun

nextt bnyak" thorr

semangat thorr

2022-08-08

0

biru langitt

biru langitt

lanjut thor yg bnyk

2022-08-07

0

lihat semua
Episodes
1 Keluarga Aunty Naura.
2 Harus terpisah.
3 Anggota Black Swan
4 Percakapan mencurigakan.
5 Akibat huru hara.
6 Sebuah tameng.
7 Target satu, pesuruh baru.
8 Siapa wanita itu?
9 Satu VS Lima
10 Kau berulah, Aku bertingkah.
11 Berusaha menguak informasi.
12 Sebuah acting.
13 Kecolongan.
14 Berjaga-jaga.
15 Kakak sepupu palsu.
16 Berbeda kelompok.
17 Siapa kau?
18 Kerja sama.
19 Berusaha masuk anggota Black Swan.
20 Kekecewaan.
21 Kau permainkan sepupuku, akan ku permainkan adik mu.
22 Jangan mengecewakan ku.
23 Butuh penjelasan.
24 Menanam saham.
25 Titik terang.
26 Kalung yang sama.
27 Lampu hijau.
28 Amarah.
29 Renzela menghilang.
30 Trik licik, Herbert.
31 Pria Asing.
32 Mendapatkan tanda tangan.
33 Ancaman baru.
34 Sinyal ponsel.
35 Lelaki misterius.
36 Rencana makan malam.
37 Saling memanfaatkan.
38 Hotel mewah.
39 Kecolongan.
40 Permainan.
41 Pertolongan.
42 Rasa Terima kasih,
43 Menyeimbangkan kekuatan.
44 Istirahat nya Anggota Black Swan.
45 Perintah Daddy.
46 Meminta bantuan Alberto.
47 Sandiwara
48 Ajakan Dominic.
49 Renzela dalam bahaya.
50 Ketakutan.
51 Akan menjelaskan.
52 Tamparan.
53 Surat perjanjian.
54 Persiapan tugas kampus.
55 Pengumuman update.
56 Sebuah Buku.
57 Obat-obatan.
58 Durian runtuh.
59 Berhati-hati.
60 Keroyokan.
61 Akan pulang.
62 Terjebak.
63 Karena Renzela.
64 Kecelakaan
65 Kalian mulai, kita layani.
66 Aku baik-baik saja.
67 Hati yang terluka.
68 Bersitegang.
69 Hubungan Darah.
70 Surat wasiat.
71 Mulai terbuka.
72 Kegelisahan.
73 Hampir putus asa.
74 Saran yang tidak masuk akal.
75 Kriteria yang pas.
76 Membujuk Renzela.
77 Seleksi awal.
78 Akhirnya memutuskan memilih calon suami.
79 Ibu dari anak-anakku.
80 Kisah tentang Renzela sudah hadir
81 Negosiasi.
82 Orang-orang memuakkan.
83 Sogokan yang sempurna.
84 Keuntungan satu Miliar.
85 Bagi hasil saham.
86 Membutuhkan Karyawan Baru
87 Pelamar Kerja.
88 Rencana Tiara.
89 Menggemparkan kantor.
90 Masuk perangkap.
91 Gara-gara Seblak.
92 Di kira Settingan.
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Keluarga Aunty Naura.
2
Harus terpisah.
3
Anggota Black Swan
4
Percakapan mencurigakan.
5
Akibat huru hara.
6
Sebuah tameng.
7
Target satu, pesuruh baru.
8
Siapa wanita itu?
9
Satu VS Lima
10
Kau berulah, Aku bertingkah.
11
Berusaha menguak informasi.
12
Sebuah acting.
13
Kecolongan.
14
Berjaga-jaga.
15
Kakak sepupu palsu.
16
Berbeda kelompok.
17
Siapa kau?
18
Kerja sama.
19
Berusaha masuk anggota Black Swan.
20
Kekecewaan.
21
Kau permainkan sepupuku, akan ku permainkan adik mu.
22
Jangan mengecewakan ku.
23
Butuh penjelasan.
24
Menanam saham.
25
Titik terang.
26
Kalung yang sama.
27
Lampu hijau.
28
Amarah.
29
Renzela menghilang.
30
Trik licik, Herbert.
31
Pria Asing.
32
Mendapatkan tanda tangan.
33
Ancaman baru.
34
Sinyal ponsel.
35
Lelaki misterius.
36
Rencana makan malam.
37
Saling memanfaatkan.
38
Hotel mewah.
39
Kecolongan.
40
Permainan.
41
Pertolongan.
42
Rasa Terima kasih,
43
Menyeimbangkan kekuatan.
44
Istirahat nya Anggota Black Swan.
45
Perintah Daddy.
46
Meminta bantuan Alberto.
47
Sandiwara
48
Ajakan Dominic.
49
Renzela dalam bahaya.
50
Ketakutan.
51
Akan menjelaskan.
52
Tamparan.
53
Surat perjanjian.
54
Persiapan tugas kampus.
55
Pengumuman update.
56
Sebuah Buku.
57
Obat-obatan.
58
Durian runtuh.
59
Berhati-hati.
60
Keroyokan.
61
Akan pulang.
62
Terjebak.
63
Karena Renzela.
64
Kecelakaan
65
Kalian mulai, kita layani.
66
Aku baik-baik saja.
67
Hati yang terluka.
68
Bersitegang.
69
Hubungan Darah.
70
Surat wasiat.
71
Mulai terbuka.
72
Kegelisahan.
73
Hampir putus asa.
74
Saran yang tidak masuk akal.
75
Kriteria yang pas.
76
Membujuk Renzela.
77
Seleksi awal.
78
Akhirnya memutuskan memilih calon suami.
79
Ibu dari anak-anakku.
80
Kisah tentang Renzela sudah hadir
81
Negosiasi.
82
Orang-orang memuakkan.
83
Sogokan yang sempurna.
84
Keuntungan satu Miliar.
85
Bagi hasil saham.
86
Membutuhkan Karyawan Baru
87
Pelamar Kerja.
88
Rencana Tiara.
89
Menggemparkan kantor.
90
Masuk perangkap.
91
Gara-gara Seblak.
92
Di kira Settingan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!