Akibat huru hara.

Mobil Dominic terlihat berhenti di depan sebuah gerbang sekolah SMA, rutinitas pagi nya akhir-akhir ini yang selalu dia prioritaskan, berkedok sebuah hubungan untuk mencapai tujuan, "Sudah sampai." ucapnya pada pacar kecilnya itu. Setelah mematikan mesin mobilnya dia langsung menatap wanitanya, "Apa mau turun begitu saja?" tanyanya karena pacarnya itu tidak ada basa basi sama sekali. Setidaknya berilah dia ciuman sebelum pergi.

Tangan yang awalnya ingin membuka pintu mobil langsung terhenti, "Terima kasih Kak, sudah mengantarkan ku." ucap wanita itu dengan tersenyum manis.

Dominic hanya menghela nafas, bukan itu yang dia inginkan. Dia sudah kehabisan akal, berharap mendapatkan ciuman dia hanya mendapatkan ucapan yang membosankan, memang cukup susah mendekati bocah yang baru mengenal pacaran. Wanita ini benar-benar tidak peka.

"Ayolah Renzela, aku bukan kakak mu, jangan panggil Kak, panggil nama saja!" Jangankan mendapatkan ciuman, wanita ini bahkan tidak pandai menyenangkan perasaan orang,

Renzela sampai tersenyum kikuk, dia memang belum lama mengenal kekasihnya ini, dan belum sedekat itu sampai harus memanggil namanya.

"Kenapa? Sepertinya cintaku memang bertepuk sebelah tangan." ucap Dominic karena Renzela masih saja diam.

"Bukan seperti itu, hanya saja, apa tidak apa-apa memanggil nama?" ucap Renzela dengan begitu polos, dia merasa canggung karena itu pertama kalinya dia berpacaran, terlebih pacarnya itu lebih tua dari nya.

Dominic sampai tersenyum simpul, sepertinya dia harus mengajari Renzela bagaimana cara menyenangkan pasangannya, "Tidak apa-apa, justru itu akan terdengar lebih baik." ucapnya berusaha merayu, dia sampai mengubah posisi duduk agar bisa menatap Renzela lebih dekat, bahkan tangannya perlahan bergerak menyentuh rambut panjang wanita nya itu, membelainya perlahan dengan senyuman, "Panggil nama ku!" pintanya lagi.

Jantung Renzela sampai di buat dag dig dug, demi apa, ini pertama kalinya dia bisa melihat wajah Dominic dari jarak sedekat ini, terlebih tangan lelaki itu terasa begitu lembut saat menyentuh wajahnya, "Do-dominic." bibirnya sampai terbata-bata. Situasi ini benar-benar membuatnya berdebar. Bagaimana dia tidak terpesona oleh sosok tampan pacarnya ini.

Dominic sampai tersenyum puas, tangan yang awalnya menyentuh pipi kini sudah menyelusup menelusuri tengkuk Renzela, menatapnya dengan intens, dan mulai memposisikan wajahnya untuk mencium bibir mungil wanita itu.

"Apa Dominic akan mencium ku." Renzela di buat terhanyut, bibir Dominic sudah mendekat bahkan dia sudah bisa merasakan hembusan nafas lelaki itu, "Akh, tidak." tanpa sadar dia refleks menutup bibirnya. Sosok menyeramkan wajah Kenzo tiba-tiba terbersit di kepalanya, "Sadar Renzela, kalau tidak Kak Kenzo benar-benar akan memakan mu hidup-hidup."

"Aisst," Dominic sampai kesal, padahal sedikit lagi, kenapa wanita itu malah memperkeruh suasana dengan menolak ciumannya, "Kenapa?" tanyanya begitu kecewa.

"Maaf," Renzela langsung menunduk memundurkan tubuhnya dan melepaskan tangan lelaki itu, Kenzo sudah melarangnya untuk berpacaran dia tidak ingin terjerumus lebih jauh apalagi kalau harus berkontak fisik dengan lelaki ini. "Sepertinya aku harus segera masuk kelas." ucapnya memberi alasan.

Dominic lagi-lagi menghela nafas, "Aku menunggu sampai kau siap, Renzela." ucapnya mengalah, dia tidak boleh membuat wanita itu malah membencinya. "Sana masuk!" serunya sambil mengelus kepala Renzela dia akan bersabar dan berusaha keras untuk membuat wanita ini jatuh cinta pada nya.

"Dia tidak marah?" Renzela sampai terkejut, alih-alih marah karena dia menolak ciumannya lelaki itu malah bersikap lembut. Tapi tetap saja, lelaki itu menginginkan hal yang lebih, dia pacarnya, berciuman memang hal yang wajar dalam berpacaran kan. "Kalau dia bersikap lembut seperti ini bagaimana aku bisa menolak pesonanya." gumamnya lagi malah melamun. Inilah godaan berpacaran, dia akan serba salah jika tak bisa memenuhi keinginan pasangannya, ataupun dia sendiri yang tidak akan tahan oleh rayuan.

"Kenapa masih diam, bukannya kau sudah kesiangan?" Dominic sampai di buat heran, kenapa sekarang gadis ini malah melamun.

"Akh iya, aku masuk. Dah, Dominic. Sampai ketemu lagi." pamitnya dengan senyuman.

Renzela kini sudah masuk sekolah, Dominic pun kembali menyalakan mesin mobilnya untuk menuju kampus, sungguh hari-hari yang melelahkan terlebih dia tidak mendapatkan hiburan.

"Aisst," Baru juga tancap gas, dia harus kembali memperlambat laju mobilnya tatkala ada sebuah panggilan masuk, "Ada apa?" tanyanya pada Austin di balik teleponnya.

"Kau masih di mana? Buruan ke kampus, ada sedikit masalah." Austin yang di sebrang sana langsung bicara, ini situasi yang tidak pernah mereka alami sebelumnya.

"Masalah apa?" Nada bicara Dominic sampai terdengar dingin, tidak ada dalam catatan kalau anggota Black Swan terkena masalah.

"Ada mahasiswa baru yang lebih kuat dari pada Arthur, bahkan kita di buat babak belur oleh nya." jawab Austin melaporkan. Ini memang berita memalukan, tapi sebagai leader Dominic harus mengetahui ini.

"Sialan, lemah sekali kalian hah." Dominic sampai di buat geram, kekesalannya belum juga hilang gara-gara di tolak berciuman, ini malah ada lagi masalah menjengkelkan.

......................

"Argh, pelan-pelan Tiara!" Kenzo terus meringis saat tangan sang istri mengompres pipinya dengan es batu. Sungguh kejadian yang tidak di sangka, dia benar-benar di keroyok oleh dua anggota Black Swan itu. Tapi setidaknya lukanya tidak separah luka yang dia goreskan pada mereka.

"Maaf! Apa begitu sakit?" Tiara yang dari tadi kutar ketir, saat di kantin tadi Kenzo tiba-tiba menariknya menjauhi kerumunan bahkan langsung mencari tempat sepi jauh dari keramaian. "Aku baru juga mau mengingatkan mu untuk tidak berurusan dengan mereka tapi kau malah sudah membuat masalah." dia hanya bisa mengeluh. Memang ya, sekali berandal tetap berandal, suaminya ini memang tidak bisa kalau tidak huru hara.

"Mereka yang duluan, yank," Kenzo malah merengek mencari aman dari omelan sang istri, sudah tahu telah membantai orang tetap saja tidak ingin di salahkan. "Aku hanya meremukkan jemari nya saja agar senior itu tidak lagi seenaknya." ucapnya lagi tanpa dosa.

Tiara hanya bisa gelang kepala, "Tetap saja, Kau terluka, Ken. Seharusnya kau menghindar saja, bukan malah meladeni mereka, kalau kau kenapa-kenapa bagaimana?"

Bukannya mendengarkan ceramah Tiara Kenzo malah tersenyum, begitu khawatirnya wanita itu padanya, "Aku tidak selemah yang kau bayangkan, Tiara, aku pasti baik-baik saja," lirihnya sambil meraih tangan Tiara yang sedang mengompres nya, di simpannya es batu itu, dan dia tarik tubuh itu ke pelukannya, "Aku merindukan mu," lirihnya lagi malah berakhir memeluk sang istri, dia butuh asupan imun untuk memulihkan energinya.

"Bagaimana kalau kelima anggota itu sekaligus datang menemui mu, kau bisa bahaya, Ken." Tiara masih saja gelisah, dia masih kepikiran perkataan Charlotte kalau anggota Black Swan itu begitu sangar, bahkan seorang Alfred yang merupakan jagoan mereka belum turun tangan. "Aku takut kau kenapa-kenapa." ucapnya lagi.

Kenzo kembali tersenyum, dia lepas pelukan itu, dan dia tatap wajah Tiara, "Aku pasti baik-baik saja, jangan terlalu mengkhawatirkan ku," tuturnya sambil menyibakkan poni rambut sang istri, perlahan mendekat dan berakhir mengecup bibir yang sedang ceramah itu.

"Kenzo," Tiara sampai heran sendiri, orang sedang khawatir, lelaki itu masih sempat-sempatnya menggodanya.

"Jangan terlalu khawatir, aku pasti baik-baik saja. Tapi aku punya satu permintaan!"

"Apa?"

"Selama di kampus, berusahalah untuk pura-pura tidak mengenal ku!"

Tiara sampai kaget dan menghentikan pergerakan Kenzo yang sedang mencumbu nya, "Kenapa?" tanya heran.

"Lakukan saja! aku hanya tidak ingin kau terluka," Iya, inilah yang Kenzo khawatirkan sejak awal, dia mungkin bisa saja melawan preman-preman kampus itu, tapi dia tidak biasa melibatkan Tiara, dia tidak ingin istrinya itu kenapa-kenapa.

Terpopuler

Comments

Anisnikmah

Anisnikmah

semoga tidak terbaca oleh lawan

2022-08-06

0

Rosslian ainun

Rosslian ainun

nextt kilat thorr,,semangatt 💪💪💪

2022-08-04

0

💛⃟🤎🏠⃟ᴛᴇᴀᴍ ɢͩᴇͥɴͩᴀᷲᴘͪ🥑⃟𝐐⃟❦

💛⃟🤎🏠⃟ᴛᴇᴀᴍ ɢͩᴇͥɴͩᴀᷲᴘͪ🥑⃟𝐐⃟❦

Good job boy 💪💪😍😍😘

Lanjut thorr 🙏👍💪

2022-08-04

0

lihat semua
Episodes
1 Keluarga Aunty Naura.
2 Harus terpisah.
3 Anggota Black Swan
4 Percakapan mencurigakan.
5 Akibat huru hara.
6 Sebuah tameng.
7 Target satu, pesuruh baru.
8 Siapa wanita itu?
9 Satu VS Lima
10 Kau berulah, Aku bertingkah.
11 Berusaha menguak informasi.
12 Sebuah acting.
13 Kecolongan.
14 Berjaga-jaga.
15 Kakak sepupu palsu.
16 Berbeda kelompok.
17 Siapa kau?
18 Kerja sama.
19 Berusaha masuk anggota Black Swan.
20 Kekecewaan.
21 Kau permainkan sepupuku, akan ku permainkan adik mu.
22 Jangan mengecewakan ku.
23 Butuh penjelasan.
24 Menanam saham.
25 Titik terang.
26 Kalung yang sama.
27 Lampu hijau.
28 Amarah.
29 Renzela menghilang.
30 Trik licik, Herbert.
31 Pria Asing.
32 Mendapatkan tanda tangan.
33 Ancaman baru.
34 Sinyal ponsel.
35 Lelaki misterius.
36 Rencana makan malam.
37 Saling memanfaatkan.
38 Hotel mewah.
39 Kecolongan.
40 Permainan.
41 Pertolongan.
42 Rasa Terima kasih,
43 Menyeimbangkan kekuatan.
44 Istirahat nya Anggota Black Swan.
45 Perintah Daddy.
46 Meminta bantuan Alberto.
47 Sandiwara
48 Ajakan Dominic.
49 Renzela dalam bahaya.
50 Ketakutan.
51 Akan menjelaskan.
52 Tamparan.
53 Surat perjanjian.
54 Persiapan tugas kampus.
55 Pengumuman update.
56 Sebuah Buku.
57 Obat-obatan.
58 Durian runtuh.
59 Berhati-hati.
60 Keroyokan.
61 Akan pulang.
62 Terjebak.
63 Karena Renzela.
64 Kecelakaan
65 Kalian mulai, kita layani.
66 Aku baik-baik saja.
67 Hati yang terluka.
68 Bersitegang.
69 Hubungan Darah.
70 Surat wasiat.
71 Mulai terbuka.
72 Kegelisahan.
73 Hampir putus asa.
74 Saran yang tidak masuk akal.
75 Kriteria yang pas.
76 Membujuk Renzela.
77 Seleksi awal.
78 Akhirnya memutuskan memilih calon suami.
79 Ibu dari anak-anakku.
80 Kisah tentang Renzela sudah hadir
81 Negosiasi.
82 Orang-orang memuakkan.
83 Sogokan yang sempurna.
84 Keuntungan satu Miliar.
85 Bagi hasil saham.
86 Membutuhkan Karyawan Baru
87 Pelamar Kerja.
88 Rencana Tiara.
89 Menggemparkan kantor.
90 Masuk perangkap.
91 Gara-gara Seblak.
92 Di kira Settingan.
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Keluarga Aunty Naura.
2
Harus terpisah.
3
Anggota Black Swan
4
Percakapan mencurigakan.
5
Akibat huru hara.
6
Sebuah tameng.
7
Target satu, pesuruh baru.
8
Siapa wanita itu?
9
Satu VS Lima
10
Kau berulah, Aku bertingkah.
11
Berusaha menguak informasi.
12
Sebuah acting.
13
Kecolongan.
14
Berjaga-jaga.
15
Kakak sepupu palsu.
16
Berbeda kelompok.
17
Siapa kau?
18
Kerja sama.
19
Berusaha masuk anggota Black Swan.
20
Kekecewaan.
21
Kau permainkan sepupuku, akan ku permainkan adik mu.
22
Jangan mengecewakan ku.
23
Butuh penjelasan.
24
Menanam saham.
25
Titik terang.
26
Kalung yang sama.
27
Lampu hijau.
28
Amarah.
29
Renzela menghilang.
30
Trik licik, Herbert.
31
Pria Asing.
32
Mendapatkan tanda tangan.
33
Ancaman baru.
34
Sinyal ponsel.
35
Lelaki misterius.
36
Rencana makan malam.
37
Saling memanfaatkan.
38
Hotel mewah.
39
Kecolongan.
40
Permainan.
41
Pertolongan.
42
Rasa Terima kasih,
43
Menyeimbangkan kekuatan.
44
Istirahat nya Anggota Black Swan.
45
Perintah Daddy.
46
Meminta bantuan Alberto.
47
Sandiwara
48
Ajakan Dominic.
49
Renzela dalam bahaya.
50
Ketakutan.
51
Akan menjelaskan.
52
Tamparan.
53
Surat perjanjian.
54
Persiapan tugas kampus.
55
Pengumuman update.
56
Sebuah Buku.
57
Obat-obatan.
58
Durian runtuh.
59
Berhati-hati.
60
Keroyokan.
61
Akan pulang.
62
Terjebak.
63
Karena Renzela.
64
Kecelakaan
65
Kalian mulai, kita layani.
66
Aku baik-baik saja.
67
Hati yang terluka.
68
Bersitegang.
69
Hubungan Darah.
70
Surat wasiat.
71
Mulai terbuka.
72
Kegelisahan.
73
Hampir putus asa.
74
Saran yang tidak masuk akal.
75
Kriteria yang pas.
76
Membujuk Renzela.
77
Seleksi awal.
78
Akhirnya memutuskan memilih calon suami.
79
Ibu dari anak-anakku.
80
Kisah tentang Renzela sudah hadir
81
Negosiasi.
82
Orang-orang memuakkan.
83
Sogokan yang sempurna.
84
Keuntungan satu Miliar.
85
Bagi hasil saham.
86
Membutuhkan Karyawan Baru
87
Pelamar Kerja.
88
Rencana Tiara.
89
Menggemparkan kantor.
90
Masuk perangkap.
91
Gara-gara Seblak.
92
Di kira Settingan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!