Percakapan mencurigakan.

Tring.....

Sebuah notifikasi di ponsel Kenzo mulai terdengar, sang empunya langsung memastikan itu dan tersenyum senang, ucapan selamat pagi dengan emoticon kiss tergambar jelas di ponselnya.

💬 "Pagi juga, istri ku. 😘 Sudah sarapan?"

Sebuah balasan sudah terkirim, Kenzo mulai melangkahkan kakinya menuju aula kampus karena sudah janjian akan bertemu saat di sana nanti, sudut bibirnya sampai terangkat menunggu balasan, bak seperti sedang berpacaran normal anak kuliahan, mereka harus berkomunikasi lewat sebuah chat saat sedang terpisah.

Tring.... Balasan dari Tiara kembali masuk.

💬 Sudah, bagaimana tidur mu semalam, Apa nyenyak?

Tanpa berpikir panjang, Kenzo langsung mengetikkan balasan, padahal nanti pun mereka bisa saling bicara, tapi rasanya dia ingin menikmati masa-masa chattingan dengan istrinya.

💬 "Aku kehilangan mu,🥺 tidur tanpa memeluk mu bagaimana bisa nyenyak🥱."

Tring.... Secepat kilat, Tiara kembali membalas chat Kenzo, dengan emoticon tawa.

💬 "Bersabarlah Kenzo, sayang.🥰 Mulai sekarang kau harus terbiasa."

"Aisst," Kenzo sampai tersenyum kecil, lagi-lagi kata sayang itu keluar membuatnya tidak tahan untuk menemui sang istri.

💬 "Aku belum sarapan, temui aku di kantin ya!"

Pinta Kenzo dalam chat nya, jika harus bertemu di aula pasti membutuhkan waktu cukup lama, dia langsung meminta sang istri menemui nya.

Kenzo terus fokus menatap layar ponsel, kakinya terus melangkah menelusuri lorong kampus, saking asiknya terus bertukar chat dia sampai tidak sadar menuju lorong sepi yang tidak di lewati mahasiswa lain.

Sementara itu di satu sudut jauh dari keramaian, terlihat dua orang mahasiswa sedang bersandar di belakang dinding sebuah ruangan, kedua lelaki itu tengah asyik menikmati rokok yang sedang mereka hisap, bahkan sudah ada beberapa kuntung rokok yang bergeletak di sekitar mereka.

"Apa Dominic belum sampai kampus?" tanya Austin Harold; dia adalah anak fakultas ilmu komunikasi, kemampuan nya dalam bidang komputer tidak bisa di ragunan lagi, dia salah satu anggota Black Swan yang begitu patuh pada sosok Dominic dan paling di kagumi mahasiswi karena sifatnya yang selalu penyayang pada wanita, ya lebih tepatnya di sebut playboy mungkin. "Akhir-akhir ini dia selalu terlambat ngampus." ujarnya lagi.

Rekannya Arthur Cony langsung menjawab, "Sasaran kita sekarang cukup menantang, makanya Dominic sendiri yang turun tangan" ucap orang ke lima dari anggota Black Swan itu memberi alasan. Lelaki ini adalah putra seorang anggota gangster London, si pusat informasi yang begitu Dominic percayai. "Terlebih Putri dari pengusaha itu masih sangat muda, sepertinya Dominic tertarik untuk bermain-main dengan nya." tuturnya lagi dengan menyeringai.

Austin yang merupakan penggila wanita sampai penasaran ingin tahu seperti apa wanita yang di dekati ketuanya itu, "Berapa umur nya? tumben sekali seorang Dominic tertarik pada anak pengusaha yang akan menjadi target Ayahnya." tanyanya penasaran, bahkan dia ingin sekali melihat wajah wanita itu.

"Entahlah, yang jelas anak itu masih duduk di bangku SMA. Mungkin kalau wanita itu sudah masuk perangkap, Dominic pasti akan memperkenalkan nya pada kita." Arthur kembali menjelaskan, perjalanan mereka masih panjang, sepertinya Dominic cukup kesusahan merayu bocah SMA itu karena sudah hampir dua mingguan hubungan mereka belum ada kemajuan. "Aku punya foto nya apa kau mau lihat," lanjutnya menawarkan, bahkan dia sudah merogoh saku celana untuk mengambil ponselnya dan langsung ia berikan pada teman playboy nya itu.

Tangan Austin langsung bergerak cepat, bahkan langsung menohok melihat foto wanita cantik itu, "Wih, pantas mau turun tangan, orang wanitanya bening begini." ucapnya tanpa berkedip. Melihat dari gestur wajahnya dia bisa menebak kalau wanita ini bukan orang asli berkebangsaan Inggris.

"Dia blasteran Indonesia-London, bukannya kau sudah meretas informasi tentang perusahaan itu?" tanya Arthur memastikan.

"Perusahaan itu memang tidak sebesar perusahaan Herbert, tapi keamanan mereka cukup ketat, ada satu situs web nya yang gak bisa gue retas, dan sepertinya itu berasal dari Indonesia." jawab Austin dengan sedikit heran, selama menjalankan tugas baru kali ini dia terkecoh satu kode sampai tidak bisa meretas sebuah informasi penting di sebuah perusahaan yang akan menjadi target mereka.

Di arah lain di sekitaran sana, rupanya ada Kenzo, dia yang tersasar tanpa sengaja mendengar percakapan mereka, "Indonesia?" batinnya bertanya-tanya, yang awalnya ingin kembali dia menjadi penasaran, terlebih dalam percakapan mereka menyebut-nyebut kata blasteran Indonesia-London membuatnya tidak bisa mengabaikan itu, "Apa sebenarnya yang mereka bicarakan,"

Tring.... Suara notifikasi dari ponsel Kenzo kembali terdengar, balasan dari Tiara sepertinya kembali masuk di ponselnya, Austin dan Arthur sampai kaget dan menoleh ke sumber suara.

"Hei, kau menguping pembicaraan kami?" Arthur sampai mempertajam tatapannya, sedikit terkejut, sejak kapan lelaki itu berada di sana. Percakapan mereka sesuatu yang tidak boleh di ketahui orang lain tapi malah ada orang asing menguping pembicaraan mereka. "Bicara bodoh! apa kau mendengar percakapan kami?" desaknya sambil melangkah menghampiri si penguntit itu.

Kenzo masih berdiri tegak tak bergeming, matanya hanya menatap dua lelaki itu dengan tatapan dingin, setelah dia lihat, dia baru sadar kalau dua orang ini adalah senior-senior kampus yang anak-anak bicarakan semalam, sepertinya percakapan dua anggota Black Swan itu memang begitu penting, mereka sampai semarah itu padanya. "Saya hanya lewat, dan tidak mendengar percakapan kalian." jawabnya mencari aman.

"Kau kira kita bodoh, ini jalan buntu, tidak mungkin ada mahasiswa yang lewat sini kecuali kau memang sengaja mau menguping." Arthur sampai geram, tangan nya langsung bergerak meraih kerah kemeja sang penguping itu dan mencekam nya.

"Aisst," Kenzo sampai geram, matanya menatap tajam lelaki yang tengah berbuat kasar padanya, dia memang salah telah menguping pembicaraan mereka tapi tidak harus sekasar itu kan, dia yang merupakan mantan brandal sekolah tidak pernah mendapatkan perlakuan kasar sebelumnya sampai membuatnya jengah, "Lepas! Bukankah sudah saya bilang kalau saya hanya lewat." serunya dengan begitu tegas, bahkan tangannya langsung menepis tangan lelaki itu dengan begitu keras, membuat tubuh lelaki itu terpental satu langkah kebelakang.

"Argh, kau lumayan juga ya," Arthur sampai menyeringai tipis, dia bisa menebak kalau lelaki ini pasti mahasiswa baru tapi tidak pernah menyangka kalau lelaki ini berani juga, bahkan tenaganya lumayan kuat. "Kau telah menggali kuburan mu sendiri bocah." tuturnya sambil mengambil aba-aba. Salah siapa telah mengusiknya, maka terimalah akibatnya.

Tangan Arthur sudah mengepal sempurna, bersiap melayang untuk mendarat di wajah lelaki itu. Tapi bukannya mengenai sasaran hanya angin yang dia pukul karena mahasiswa baru itu langsung menghindar. "Kau!" dia jadi kesal sendiri bisa-bisanya lelaki itu menghindari pukulan nya dengan begitu cepat.

Kenzo sampai menyeringai tipis, ternyata tidak ada salahnya sang Daddy menyuruhnya menguasai ilmu bela diri sebelum ke luar negeri, rupanya orang-orang luar negeri memang lebih sangar dari dugaannya, "Sudah puas, kalau sudah, saya permisi." ucapnya dengan begitu santai.

Austin yang melihat itu sontak langsung tercengang, baru kali ini dia melihat seorang Arthur sang putra gangster di remehkan seperti itu, "Perlu bantuan!" ucapnya menawarkan diri. Si mahasiswa baru itu cukup lihai dan berani sepertinya dia harus turun tangan. "Kenapa pergi, bukannya kita harus bersenang-senang!" ucapnya pada mahasiswa baru itu.

Kenzo yang awalnya ingin pergi sampai terhenti, "Kenapa? Mau keroyokan?" seolah bertanya padahal meledak, dia langsung berjaga-jaga bersiap jika kedua lelaki itu benar-benar akan melawan nya bersamaan.

Arthur dan Austin sampai menyeringai, ini bukan masalah keroyokan atau tidak, mereka harus melumpuhkan lawan agar kedepannya lelaki ini tidak berani berbuat masalah, "Patuh lah maka hidup mu akan baik-baik saja?" ancam Austin dengan senyuman yang penuh arti. Mereka masih berbaik hati, memberikan tawaran untuk tidak bermain kekerasan.

"Tidak semudah itu." Kenzo hanya menyeringai tipis dengan begitu santai.

to be continued.....

Terpopuler

Comments

Anisnikmah

Anisnikmah

target ranzela untuk menaklukkan perusahaan itu ya

2022-08-06

0

Erna Fadhilah

Erna Fadhilah

cewek yg di maksud anggota swan itu pasti sepupunya kenzo

2022-08-04

0

azril arviansyah

azril arviansyah

lah dikit banget thor upnya

2022-08-03

0

lihat semua
Episodes
1 Keluarga Aunty Naura.
2 Harus terpisah.
3 Anggota Black Swan
4 Percakapan mencurigakan.
5 Akibat huru hara.
6 Sebuah tameng.
7 Target satu, pesuruh baru.
8 Siapa wanita itu?
9 Satu VS Lima
10 Kau berulah, Aku bertingkah.
11 Berusaha menguak informasi.
12 Sebuah acting.
13 Kecolongan.
14 Berjaga-jaga.
15 Kakak sepupu palsu.
16 Berbeda kelompok.
17 Siapa kau?
18 Kerja sama.
19 Berusaha masuk anggota Black Swan.
20 Kekecewaan.
21 Kau permainkan sepupuku, akan ku permainkan adik mu.
22 Jangan mengecewakan ku.
23 Butuh penjelasan.
24 Menanam saham.
25 Titik terang.
26 Kalung yang sama.
27 Lampu hijau.
28 Amarah.
29 Renzela menghilang.
30 Trik licik, Herbert.
31 Pria Asing.
32 Mendapatkan tanda tangan.
33 Ancaman baru.
34 Sinyal ponsel.
35 Lelaki misterius.
36 Rencana makan malam.
37 Saling memanfaatkan.
38 Hotel mewah.
39 Kecolongan.
40 Permainan.
41 Pertolongan.
42 Rasa Terima kasih,
43 Menyeimbangkan kekuatan.
44 Istirahat nya Anggota Black Swan.
45 Perintah Daddy.
46 Meminta bantuan Alberto.
47 Sandiwara
48 Ajakan Dominic.
49 Renzela dalam bahaya.
50 Ketakutan.
51 Akan menjelaskan.
52 Tamparan.
53 Surat perjanjian.
54 Persiapan tugas kampus.
55 Pengumuman update.
56 Sebuah Buku.
57 Obat-obatan.
58 Durian runtuh.
59 Berhati-hati.
60 Keroyokan.
61 Akan pulang.
62 Terjebak.
63 Karena Renzela.
64 Kecelakaan
65 Kalian mulai, kita layani.
66 Aku baik-baik saja.
67 Hati yang terluka.
68 Bersitegang.
69 Hubungan Darah.
70 Surat wasiat.
71 Mulai terbuka.
72 Kegelisahan.
73 Hampir putus asa.
74 Saran yang tidak masuk akal.
75 Kriteria yang pas.
76 Membujuk Renzela.
77 Seleksi awal.
78 Akhirnya memutuskan memilih calon suami.
79 Ibu dari anak-anakku.
80 Kisah tentang Renzela sudah hadir
81 Negosiasi.
82 Orang-orang memuakkan.
83 Sogokan yang sempurna.
84 Keuntungan satu Miliar.
85 Bagi hasil saham.
86 Membutuhkan Karyawan Baru
87 Pelamar Kerja.
88 Rencana Tiara.
89 Menggemparkan kantor.
90 Masuk perangkap.
91 Gara-gara Seblak.
92 Di kira Settingan.
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Keluarga Aunty Naura.
2
Harus terpisah.
3
Anggota Black Swan
4
Percakapan mencurigakan.
5
Akibat huru hara.
6
Sebuah tameng.
7
Target satu, pesuruh baru.
8
Siapa wanita itu?
9
Satu VS Lima
10
Kau berulah, Aku bertingkah.
11
Berusaha menguak informasi.
12
Sebuah acting.
13
Kecolongan.
14
Berjaga-jaga.
15
Kakak sepupu palsu.
16
Berbeda kelompok.
17
Siapa kau?
18
Kerja sama.
19
Berusaha masuk anggota Black Swan.
20
Kekecewaan.
21
Kau permainkan sepupuku, akan ku permainkan adik mu.
22
Jangan mengecewakan ku.
23
Butuh penjelasan.
24
Menanam saham.
25
Titik terang.
26
Kalung yang sama.
27
Lampu hijau.
28
Amarah.
29
Renzela menghilang.
30
Trik licik, Herbert.
31
Pria Asing.
32
Mendapatkan tanda tangan.
33
Ancaman baru.
34
Sinyal ponsel.
35
Lelaki misterius.
36
Rencana makan malam.
37
Saling memanfaatkan.
38
Hotel mewah.
39
Kecolongan.
40
Permainan.
41
Pertolongan.
42
Rasa Terima kasih,
43
Menyeimbangkan kekuatan.
44
Istirahat nya Anggota Black Swan.
45
Perintah Daddy.
46
Meminta bantuan Alberto.
47
Sandiwara
48
Ajakan Dominic.
49
Renzela dalam bahaya.
50
Ketakutan.
51
Akan menjelaskan.
52
Tamparan.
53
Surat perjanjian.
54
Persiapan tugas kampus.
55
Pengumuman update.
56
Sebuah Buku.
57
Obat-obatan.
58
Durian runtuh.
59
Berhati-hati.
60
Keroyokan.
61
Akan pulang.
62
Terjebak.
63
Karena Renzela.
64
Kecelakaan
65
Kalian mulai, kita layani.
66
Aku baik-baik saja.
67
Hati yang terluka.
68
Bersitegang.
69
Hubungan Darah.
70
Surat wasiat.
71
Mulai terbuka.
72
Kegelisahan.
73
Hampir putus asa.
74
Saran yang tidak masuk akal.
75
Kriteria yang pas.
76
Membujuk Renzela.
77
Seleksi awal.
78
Akhirnya memutuskan memilih calon suami.
79
Ibu dari anak-anakku.
80
Kisah tentang Renzela sudah hadir
81
Negosiasi.
82
Orang-orang memuakkan.
83
Sogokan yang sempurna.
84
Keuntungan satu Miliar.
85
Bagi hasil saham.
86
Membutuhkan Karyawan Baru
87
Pelamar Kerja.
88
Rencana Tiara.
89
Menggemparkan kantor.
90
Masuk perangkap.
91
Gara-gara Seblak.
92
Di kira Settingan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!