Tiara hanya menatap wanita asing itu dengan penuh heran, melihat penampilannya yang begitu cantik dan style yang mencolok dia bisa menebak kalau orang ini bukan wanita biasa-biasa, tapi tetap saja tidak harus memerintah orang seenaknya tanpa sopan santun kan. "Maaf, saya tidak tahu siapa anda dan tidak tahu siapa itu Dominic, jadi anda bisa membawa barang anda sendiri." tolak nya tidak bisa, dia bukan tipe orang yang tidak suka membantu orang, tapi dia bisa memilih orang yang seperti apa yang harus dia tolong.
Sontak wanita itu langsung melotot tak percaya, "Heh, kau berani menolak perintah ku?" decak nya kesal. Bukannya kata sang Kakak asal sebutkan namanya maka setiap mahasiswa pasti akan takut dan pasti menuruti nya, kenapa wanita ini tidak demikian. "Akan ku laporkan kau pada Kakak ku, kau pasti akan menyesal!" ancam nya geram.
Bukannya takut Tiara malah tersenyum kecil, berasa berhadapan dengan anak TK mendengar ocehan wanita ini. "Siapapun anda, tidak ada alasan bagi saya untuk menuruti perintah anda, dan silahkan saja anda melapor pada Kakak anda jika anda mau di samakan dengan anak TK," serunya malah meledak ancaman wanita itu, salah siapa telah mengusik nya, maka maaf dia akan membalasnya. "Saya permisi!" tuturnya sambil berlaju pergi.
"Apa katanya? anak TK!" Wanita itu sampai mematung tak berkutik, bisa-bisa nya dia di perlakukan seperti ini, "Argh, awas saja ya kalau sampai bertemu lagi!" gumamnya sambil mengepalkan tangan, dia langsung mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
...***...
Beberapa menit berlalu. Suasana di asrama putri mulai terdengar gaduh, tempat yang memiliki tiga lantai itu dibuat heboh oleh obrolan anak penghuni asrama. Berita tentang Agahta Herbert mulai keluar dari satu bibir ke bibir lainnya, terlebih kabar kalau sosok adik sang penguasa kampus itu tengah uring-uringan mulai terdengar ke penjuru kamar.
"Sebenarnya siapa wanita tadi, sepopuler itu kah dia sampai menghebohkan seisi asrama." Tiara hanya bisa bergumam, mulai membereskan barang-barang nya dengan begitu canggung, kedua rekan satu kamarnya terlihat memperhatikan nya dengan tatapan aneh. "Seharusnya aku berkenalan dulu dengan mereka," gumamnya lagi berusaha mencairkan suasana. Tapi belum juga bicara salah satu dari mereka sudah mendahuluinya.
"Heh anak baru!" panggilan salah satu dari dua wanita di sana. Semua mahasiswa yang berkuliah di sini sudah pasti anak jenius, dan pasti sudah tahu juga cerita di balik mahasiswa-mahasiswa yang berkuliah di sini, tapi tidak sebodoh itu kan murid baru ini sampai tidak tahu siapa Agahta Herbert sampai berani beradu mulut dengan wanita itu. "Apa kau tidak tahu siapa itu Dominic? Berani sekali keu cari masalah dengan adiknya!" tuturnya memastikan.
Tiara langsung menoleh, "Aku tidak tahu siapa Dominic dan aku pun tidak bermaksud mencari masalah dengan wanita tadi," tuturnya dengan memasang ekspresi heran, untuk kedua kalinya dia mendengar nama Dominic, dan selalu saja terkesan kalau lelaki itu begitu berkuasa, "Aku tidak bermaksud mencari masalah, aku hanya menolak perintahnya saja." tuturnya nya lagi memberi alasan.
Kedua wanita itu sampai saling menatap heran, bagi mereka yang sudah mengenal sosok Dominic; menolak perintah orang-orang terdekatnya adalah biang masalah, tapi anak baru ini terlihat biasa saja. Entah harus salut atau kasihan karena wanita ini belum tahu semenakutkan apa anggota Black Swan kampus ini.
"Gue Charlotte, dan dia Christina," ucap Charlotte memperkenalkan diri dan memperkenalkan satu temannya nya lagi. Mereka tinggal di satu kamar yang sama, bukannya akan lebih nyaman tahu nama masing-masing sebelum mereka banyak bicara. "Kita anak fakultas ekonomi semester tiga." lanjut Charlotte kembali bicara, anak baru ini harus tahu kalau mereka sudah cukup lama menelan pahit manisnya berkuliah di sini.
"Tiara," Tiara ikut memperkenalkan diri, tersenyum ramah menatap kedua kakak seniornya, walau cara bicara Charlotte terdengar ketus, tapi wanita itu tidak seburuk cara bicaranya, "Aku mahasiswa baru, mengambil jurusan manajemen bisnis." tuturnya nya lagi memberi tahu.
"Waw," Charlotte dan Christina sampai kembali saling menatap, pantas mahasiswa baru ini terlihat berbeda, dari jurusan yang di ambilnya saja sudah memperlihatkan kemampuannya.
"Bisa jadi kau akan satu fakultas dengan Agahta dan Dominic, Tiara. Berhati-hati lah!" timpal Christina mulai bicara, dia bukan mau menakut-nakuti, hanya memberi tahunya saja agar Tiara tidak lengah.
"Apa semenakutkan itu? Sebenarnya siapa mereka?" Tiara semakin penasaran, siapa sebenarnya Dominic, dan wanita yang bernama Agahta itu, Charlotte dan Christina terlihat begitu takut pada mereka padahal sosok Agahta terlihat seperti anak TK di matanya.
"Dominic Herbert adalah ketua geng campus; Black Swan, Tiara. Geng yang beranggotakan lima orang itu begitu di segani di sini, bukan hanya terkenal sangar dan kejam, mereka adalah orang-orang kaya dengan tampang rupawan dan kepandaian yang patut di segani, karena dari segala sisi mereka paling unggul, mereka hanya menilai seseorang dari kekuatannya. Bahkan semboyan mereka: yang kuat yang berkuasa." Charlotte berusaha menjelaskan, saat dia menjadi mahasiswa baru dia juga merasa tabu dengan hal seperti itu, tapi saat melihatnya secara langsung, kekuasaan mereka memang nyata.
"Sesuai dengan nama geng nya, mereka selalu kompak dalam hal membully." ucap Christina menimpali, kesetiaan lima orang itu patut di acungi jempol, cuma sayangnya langkah mereka saja yang di sayangkan karena selalu membully mahasiswa lain.
"Lima orang?" Tiara semakin penasaran. Seperti apa mereka, kalau bisa dia harus tahu seperti apa wajahnya agar dia bisa berjaga-jaga dan menajuhi mereka.
"Nih, lihat sendiri!" Christina memberikan tablet android nya yang sedari tadi dia pegang, biodata anggota Black Swan bahkan sudah tercatat di forum kampus, Tiara bisa melihatnya di sana. "Seharusnya sebelum kau berkuliah di sini kau harus kepoin dulu forum kampus ini." tuturnya menyayangkan.
Tiara dengan perlahan langsung mengambil tablet itu, dan mulai melihat layar nya. "Jadi ini mereka," bibirnya bicara, matanya mulai melihat biodata yang terpanggang jelas di sana. Seperti apa yang di katakan Charlotte, kelima lelaki itu terlihat sempurna dengan ketampanan dan keahlian yang mereka miliki.
Nama Alex Ryder yang pertama Tiara lihat; anak fakultas kedokteran yang memiliki nilai paling tinggi di jurusan nya. Bahkan dia seorang anak rektor kampus ini.
"Kau tahu, kalau kau cari masalah dengan nya bisa-bisa kau langsung di suntik mati, Tiara." ucap Christina dengan terkekeh, melihat ekspresi Tiara dia malah ingin menggodanya.
"Ayolah, seorang Alex tidak semenakutkan itu kan." ucap Tiara sambil menarik nafas, di lihat dari wajahnya sepertinya lelaki itu tidak sekejam itu.
"Lebih baik kau langsung di suntik mati, tidak merasakan sakit, Tiara. Nah ini, jika kau berhadapan dengan seorang Alfred Hugo. Kau akan merasa tersiksa, secara dia seorang atlet bela diri." timpal Charlotte memberi tahu, karena setiap ada huru hara di kampus, Alfred lah yang selalu maju paling depan.
Tiara sampai bergidik, langsung mengembalikan tablet itu pada Christina, cukup mengetahui wajah kelima anggota Black Swan itu, dia tidak ingin lagi mengetahui semenakutkan apa kedua member yang lainnya, bisa-bisa dia kena mental, "Semoga saja aku tidak pernah di pertemukan dengan mereka." ucapnya pelan sambil mengelus dada.
Christina sampai tertawa kecil, "Kenapa memasang ekspresi seperti itu? tadi kau terlihat bersemangat, sekarang jadi menciut," Charlotte sama-sama tertawa kecil, belum juga mereka sebutkan semua geng Black Swan, Tiara sudah terlihat keteteran.
"Kalian menakuti ku," tuturnya dengan tersenyum kikuk, bak sebuah peribahasa; semakin tinggi pohon maka semakin terjang juga angin yang meniup nya, dia pun demikian, semakin tinggi pendidikan yang dia tempuh semakin berat juga tantangan yang harus dia hadapi, "Bisakah kita berkuliah di sini dengan tenang." gumamnya mulai mengeluh, saat-saat seperti ini dia jadi merindukan suaminya. "Kenzo, semoga kau baik-baik saja." gumamnya lagi. Dia tahu semua anggota Black Swan itu tidak akan berani bermain kasar pada wanita, jadi dia akan merasa aman, tapi bagaimana dengan Kenzo, semoga saja suaminya itu tidak pernah berurusan dengan salah satu dari mereka.
to be continued......
...----------------...
*Anggap saja percakapan mereka menggunakan bahasa Inggris, repot harus translate ^•^'_
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Anisnikmah
terus apa maksud Ken buat masuk geng bisa bantu Tiara gitu kah,, terusd nih ulat bulu disini tuh di adik Dominic ya Thor
2022-08-06
0
azril arviansyah
haduh belum apa2 sudah kelimpungan ya thor
2022-08-03
0
We Sil
ayo Thor lanjut LG critax masak cmn 3episod LG penasaran nie
2022-08-02
0