Happy Reading
Ave langsung bangkit dan duduk saat tangan Austin meraih tubuhnya untuk di peluk. Jantungnya pun sudah bertalu begitu cepat saat tangan Austin menyentuh perutnya.
"Jangan gila kamu, Austin!" yang di omongin 'gila' hanya terkekeh, entah kenapa melihat wajah Ave yang sudah merah seperti itu malah membuatnya semakin gemas.
Austin tidak tahu wajah Ave merah karena marah atau karena malu atas perbuatannya, dia tidak peduli. Mungkin memang sedikit modus, tapi sejatinya dia memang hanya ingin bisa tidur nyenyak bersama sang putra yang baru saat ini ia ketahui keberadaan nya.
Bukan salah dia kalau tidak mengetahui keadaan Aldo selama Lima tahun lebih, tapi mungkin Ave juga punya alasan sendiri dengan dia menyembunyikan semua darinya.
Ave kesal karena Austin tertawa konyol seakan menertawakan nya, padahal dia sudah marah karena sikap sang mantan yang seenaknya sendiri seperti itu. Ingin rasanya Ave meneriaki Austin bahwa pria itu sudah memiliki Laura dan janga sampai nanti Laura tahu kalau mereka adalah mantan pasangan.
"Eh, tunggu dulu, Ave! Kamu mau kemana?" seru Aldo menarik lengan sang mantan istri.
Hampir saja suaranya membuat Aldo terbangun dan karena hal itu juga Ave langsung berhenti bergerak.
"Aku mau kembali ke kamar, kalau kamu tidur di sini aku yang akan tidur di kamarku!" jelas Ave dengan suara seperti berbisik. Takut kalau Aldo terbangun.
Austin menggeleng, "kamu di sini saja, aku sudah cukup senang kamu izinkan menginap di rumahmu, aku tahu kenapa kamu ingin tidur bersama Aldo malam ini, kamu takut kalau aku akan membawanya pergi, kamu takut aku mengambil Aldo darimu?"
Ave sedikit terkejut dengan ucapan Austin yang sayangnya memang itu yang dia rasakan. Ketakutan karena Austin akan membawa Aldo pergi. Meskipun salah dia juga yang telah menawari Austin untuk menginap.
Kalau saja di luar tidak turun salju selebat sekarang, pasti Ave tidak akan susah-susah meminta Austin untuk tinggal di rumahnya walau hanya semalam.
Ave menatap mantan suaminya yang sedang mencium kening Aldo, kemudian Austin langsung bangkit berdiri dan akan keluar dari kamar sang putra kalau saja Ave tidak menghentikan langkahnya.
"Tidak apa-apa tidur di sini, temanilah Aldo tidur pasti dia akan sangat senang saat bangun tidur nanti yang dilihat pertama kali adalah Daddy-nya," ucap Ave.
Ave langsung memutuskan untuk keluar dari dalam kamar sang putera dan akan kembali ke kamarnya.
Namun langkah nya terhenti saat tiba-tiba suara Aldo terdengar.
"Mommy mau kemana? Di sini saja kita tidur bersama," ucap Aldo yang ternyata sudah duduk sambil mengucek matanya.
Austin langsung membelai rambut pirang sang putra dan menyuruhnya kembali berbaring.
"Tidak, Al tidak mau tidur kalau tidak bersama Mom dan Dad, Al ingin tidur sama kalian, seperti teman-teman Al, mereka kalau tidur selalu di temani Papa dan Mama mereka!"
Kini Ave dan Austin saling berpandangan, seakan berbicara lewat tatapan mata, Ave yang paham maksud mantan suaminya itu hanya bisa mendesah panjang.
'Ini demi putraku, aku tidak ingin di suasana seperti ini malah membuatnya sedih, ya ya kali ini aku tidak akan egois dan mengalah demi Aldo!'
Akhirnya Ave melangkah menuju ke arah ranjang dan segera merebahkan tubuhnya di sisi Aldo. Austin tersenyum lebar melihat Ave yang menurut seperti ini.
'Sepertinya harus Aldo dulu yang membujuk dan Ave akan menuruti nya!' batin Austin.
Aldo sendiri terlihat sangat bahagia, inilah impiannya sejak dulu, bisa bersama-sama dengan kedua orang tuanya dan tidur bersama.
Menjadi korban broken home adalah hal yang sama sekali tidak di inginkan oleh siapapun, tidak ada anak yang menginginkan perpisahan atau salah satunya sudah bersama orang lain. Apalagi ketika orang tua kita sudah memiliki anak dari pasangan mereka yang sekarang, pasti anak korban perceraian yang berada di tengah-tengah bisa merasakan betapa sakitnya saat perhatian Ayah dan Ibu mereka sudah terbagi, sudah tidak sepenuhnya untuk kita atau mungkin bisa saja kita akan di lupakan oleh salah satunya.
Aldo belum merasakan hal seperti itu, bahkan dia sedari kecil tidak pernah merasakan hangatnya sentuhan sang Ayah.
Anak itu juga belum mengerti apa-apa tentang perpisahan kedua orang tuanya, tapi memang inilah kenyataan yang harus di hadapai dan di jalani oleh anak sekecil itu.
****
"Laura? Kenapa kamu menangis?" seru Josh saat melihat wanita itu di depan pintu Apartemennya.
"Josh, bolehkah aku masuk?" Josh langsung mengangguk dan memberi jalan untuk Laura menuju ke dalam.
"Di luar sedang badai salju dan kamu datang ke sini untuk menemui ku, apakah ada masalah?" Laura yang sudah duduk di sofa hanya bisa menggeleng lemah.
"Lalu di mana keponakan mu?"
"Flo ada di apartemen dengan pengasuh nya, aku tadi terjebak di daerah sini, jadi ku putuskan mampir karena memang sedang badai salju," jawab Laura.
Dia memang tidak ingin Josh tahu masalah nya. Josh sendiri masih terlihat begitu mencintainya, bahkan dia dengan terang-terangan mengejar Laura sampai ke New York, pada waktu sebuah perusahaan properti di New York mengajaknya untuk bekerja sama dengan perusahaannya, Josh langsung mengiyakan.
Ya, pria itu memang akan berada di New York untuk beberapa hari ke depan dan menempati apartemen miliknya yang belum lama ia beli. Josh tahu bahwa Laura sekarang menetap di kota ini. Dan akan melaksanakan pernikahan di kota kelahiran Mamanya Laura tersebut.
Sebenarnya pria itu tidak rela jika wanita yang masih amat sangat di cintanya itu menikah dengan pria lain. Tapi Josh merasa tidak memiliki kesempatan untuk merebut Laura dari calon suaminya.
"Apa kamu berubah pikiran, Baby?" tanya Josh menatap lekat wajah sang pujaan hati.
Laura yang memang merasa sangat sedih karena sejak sore tidak bisa menemukan Austin dan bahkan nomernya tidak aktif benar-benar merasa kalut, dan yang ada dalam pikiran Laura tadi ialah Josh.
Pria masa lalunya yang kebetulan ada di kota yang sama.
"Aku, aku, bolehkah aku memeluk mu, Josh!"
Bersambung.
Hai2 akak reader semuanya 🥰 jangan lupa buat kasih dukungan untuk othor ya, karena dukungan kalian adalah semangat ku..
Aku gak bisa janji bisa double up, karena jujur sekarang lagi mager2nya nulis🤭🤭
Tapi akan othor usahakan untuk selalu up🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Ririn Nursisminingsih
cinta yg rumit yaa thor
2022-08-30
2
Warni Ati
aurhor sakit ya makanya ngak up
2022-08-13
0
Tianzhi
udah bolak balik tp belum ada notif
2022-08-12
1