Tidur Bersama

Happy Reading

Ave tidak bisa memejamkan matanya sama sekali, setelah apa yang terjadi beberapa jam lalu pada dirinya, Aldo dan juga Austin sang mantan suami. Ave bisa melihat raut wajah bahagia di wajah sang putra, apalagi saa mereka bertiga berjalan beriringan bersama dengan Aldo berada di tengah sedangkan Austin dan Ave ada di kedua sisi kanan dan kiri sang putra.

Entah kenapa Ave merasa mereka seperti keluarga yang utuh bahagia, bahkan mungkin orang-orang yang melihatnya juga berpikir seperti itu. Namun semuanya hanyalah angan yang tidak akan pernah menjadi nyata.

Bagaimana bisa mereka kembali bersama jika Austin sendiri akan segera menikah, jujur saat tadi menghabiskan waktu bertiga selama beberapa jam membuat perasaan aneh menelusup di hatinya.

Bahagia karena melihat Aldo tertawa lepas, bahagia karena bisa mewujudkan impian Aldo yang ingij merasakan pelukan sang Ayah. Tapi ada rasa perih ketika mengingat status mereka yanh sudah seperti ini.

Apakah Ave menyesal?

Jawaban nya 'tidak tahu' antara menyesal dan tidak. Tapi mungkin kalau di tanya lagi dia akan menjawab lebih banyak menyesal. Menyesal karena sikapnya selama ini yang menutupi kenyataan tentang Aldo pada Austin. Nyatanya malam ini dia bisa melihat bagaimana raut wajah Aldo yang nampak berseri dan lebih berwarna.

"Sepertinya memang aku harus selalu siap dengan apa yang akan terjadi kedepannya nanti!" gumam Ave sambil membelai rambut Aldo.

Wajah tampan putranya itu terlihat damai dalam tidurnya, di belainya pipi mulus itu dengan lembut. Ave ingat tadi saat mereka berpisah dengan Austin, raut wajah Aldo seketika murung.

"Apa Daddy tidak mau tidur sama Al? Kan Daddy baru kembali masa udah mau pergi lagi?"

"Daddy gak pergi, Son. Dad pulang ke apartemen, besok Dad janji akan kesini lagi jemput Aldo," jawab Austin mencium pipi putranya.

"Kenapa Dad pulang ke apartemen? Kenapa gak pulang ke sini di rumah bareng sama Mom dan Al?"

Austin langsung menatap Ave yang sedang mengalihkan wajahnya ke arah lain, entah kenapa dada wanita yang namanya masih mendiami dasar lubuk hati Austin yang paling dalam itu terasa sesak, seakan ada beban berat yang sedang menimpanya.

Austin juga merasakan hal itu, tapi karena dia seorang laki-laki harus bisa segera menguasai diri dan tidak terlalu berlarut dalam kesedihan.

"Daddy punya banyak pekerjaan, sayang, dan semuanya ada di apartemen, jadi Daddy gak bisa pulang ke rumah Aldo, besok kapan-kapan Dad akan ajak Aldo menginap di apartemen, gimana?" mata Aldo terlihat berbinar.

"Sama Mommy, kan? Dad?"

Ave yang sedari tadi hanya diam dan menyaksikan interaksi antara putranya dan sang Ayah langsung menjawab. "Al, sudah malam, sekarang kita masuk, Al harus istirahat dan Daddy juga harus menyelesaikan pekerjaannya, jangan terlalu malam tidurnya, nanti kamu susah di bangunin," ucap Ave.

Austin begitu berat melepaskan Aldo dari gendongan nya, bahkan dia belum pernah merasakan bagaimana rasanya tidur memeluk sang putra. "Ave, bolehkah aku masuk dan menemani Aldo hingga tidur?" ucap Austin menatap sendu wajah mantan istrinya.

"Ehmmm .... tapi kalau Aldo udah terlelap kamu langsung pulang, ya? Soalnya hanya ada dua kamar," jawab Ave.

Wanita itu ingin sekali menolak permintaan Austin, tapi entah kenapa lidahnya tidak bisa menjawab, dan dia pun meng-iyakan permintaan mantan suaminya itu untuk menidurkan putranya.

Mungkin karena Ave sendiri merasa kasihan dengan Austin yang memang belum pernah merasakan pelukan hangat Aldo saat sedang tidur.

"Son, ayo kita ridur bersama, malam ini Dad akan tidur sama Al, come on!"

"Daddy gak bohong kan?" Austin langsung menggendong putra dan mencium seluruh wajah tampan Aldo

"Ini buktinya Daddy masuk ke rumah, kan? Sekarang kita masuk ke dalam kamarnya Al dan tidur!"

"Eh, tunggu dulu, apa Al melupakan sesuatu?" tanya Ave menatap putranya.

"Sikap gigi, cuci tangan dan kaki sebelum tidur!" jawab Aldo berteriak senang. Tergambar jelas raut wajah bocah berusia Lima tahun itu yang begitu berbinar dan bahagia.

Aldo langsung menarik sang Daddy ke dalam kamarnya, bahkan bocah kecil itu sudah melupakan sang Mommy dan berceloteh ria sambil memamerkan koleksi mobil-mobilan dan juga banyak mainan yang ia miliki.

Tadi Austin juga sudah membelikan mobil-mobilan kesukaan Aldo saat di mall dan meletakkannya di atas nakas. Dia sangat menyukai mainan mobil yang di berikan oleh sang Ayah.

Dan sekarang-saat ini Ave masih betah memandangi wajah sang putra yang terlelap. Setelah Austin menidurkan sang putra, Ave menyuruh mantan suaminya itu untuk keluar karena dia ingin tidur bersama Aldo di kamarnya.

"Ave, kamu belum tidur?" Ave sedikit terkejut mendengar suara lirih Austin yang tiba-tiba berada di sampingnya.

"Kenapa kamu masuk ke sini? Bukankah sudah ku bilang kalau kamu bisa tidur di kamarku!"

"Aku ... Aku ingin tidur dengan Aldo dan juga kamu, seperti ini," Austin langsung merebahkan tubuhnya di sisi kiri sang putra dan langsung memeluk putranya sambil tersenyum memandang wajah sang mantan istri yang sudah memerah.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Endah Pratiwi

Endah Pratiwi

Modus bgd sih dad 😁😁

2022-09-03

2

Chacha Nunuy Chasanah

Chacha Nunuy Chasanah

bs bgt dehhh modusss y austinnn ya....curi" kesempatan dlm kesempitan 🤭🤭

2022-08-10

1

Tianzhi

Tianzhi

blm up juga ternyata

2022-08-10

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!