Happy Reading.
Laura menghubungi Austin berkali-kali tapi tidak di angkat, pesan yang sejak tadi siang dia kirim juga tidak di balas. Di apartemen pun pria itu tidak ada, entah kemana menghilang nya Austin, sungguh Laura benar-benar merasa sangat khawatir kali ini.
Calon suaminya itu seperti menghilang di telan bumi, tidak ada jejak yang bisa ditelusuri.
'Sebenarnya kamu ada di mana, Austin!'
Ponsel Laura berdering, nampak nama Josh di layar. Kenapa mantan kekasihnya itu masih saja mengganggunya, padahal dia sudah menolak demi Austin.
Tapi di saat ia membutuhkan calon suaminya, malah sekarang Austin tidak bisa di hubungi.
"Halo, Josh! Ada apa lagi? Sudah ku bilang jangan hubungi aku!"
"Jangan seperti ini, Laura! Jangan berpura-pura bahwa kamu tidak peduli padaku, padahal aku tau dan paham bagaimana perasaan mu saat ini!"
Laura mengepalkan tangannya, dia sudah bisa menata hatinya kembali setelah di tinggal oleh Josh dan berhasil membuka hatinya pada Austin. Bahkan cintanya pada Austin langsung datang di saat mereka pertama kali bertemu.
"Aku serius, Josh!"
"Aku juga serius, Laura! Tinggalkan pria itu dan kembalilah padaku, aku masih sangat mencintai mu!"
Laura memijit pelipisnya yang tiba-tiba terasa pusing. Memang bisa semudah itukah membatalkan acara pernikahan nya dengan Austin? Lalu bagaimana dengan kedua orang tuanya? Apalagi seluruh undangan pernikahan sudah di sebar.
Bahkan acara persiapan nya sudah hampir selesai 85%, apakah dia harus menggagalkan acara itu hanya demi sang mantan yang masih-ya di cintai nya itu?
Tapi dia juga mencintai Austin.
"Josh, lupakan aku!! kita sudah selesai sejak lama dan jangan mengganggu kehidupan ku lagi!"
Secepat kilat Laura mematikan panggilan itu, dia pun langsung mendudukkan tubuhnya di atas sofa dan memejamkan matanya.
'Kata orang ujian akan selalu datang di saat kita akan menikah, dan sepertinya aku juga tentang di uji dengan kehadiran Josh kembali, tapi tentu saja aku tidak akan membuatnya merusak kebahagiaan ku dengan Austin!'
***
Ave hanya mengaduk-aduk jus Alpukat nya sejak tadi, steak yang ada di depannya di anggurin atau bahkan belum di sentuh sama sekali.
Moodnya benar-benar terjun bebas, ketakutan yang sejak tadi dia rasakan masih menyelimutinya, meskipun belum ada pembicaraan serius antara dirinya dan Austin, meskipun pria itu membutuhkan jawaban dari setiap tatapan nya yang terkadang terlihat tajam, setajam ujung pedang samurai x di negara konoha.
"Kenapa tidak di makan?" tanya Austin.
Mengalihkan perhatian Aldo dari makanannya dan melihat ke arah sang Mommy. "Apa Mom gak suka steaknya?" tanya sang putra.
Ave langsung menggeleng dan tersenyum ke arah putranya. "Mom suka, ini mau di makan," jawab Ave mengambil pisau dan garpu, kemudian lekas memotong steaknya.
Austin menghela napas, sebenarnya dia ingin sekali menginterogasi Ave dan meminta penjelasan tentang semuanya yang tidak dia ketahui selama Enam tahun ini.
Rasa marah, kecewa, senang, sedih semua bercampur menjadi satu dan sebenarnya itu sudah menumpuk sejak tadi siang. Namun Austin masih bisa mengendalikan diri dan emosinya di depan sang putra.
Saat ini masih ada Aldo yang belum mengerti apa-apa, dia tidak ingin membicarakan masalah seperti ini di depan putranya.
"Mommy ternyata benar, Dad pasti kembali dan membawa uang yang banyak, tadi saat Mommy masih kerja, Aldo di jemput sama Daddy, dan kemudian mengajak Al main sepuasnya di time zone, nanti abis ini Al mau main lagi!" celoteh Aldo sambil meminum susu coklat kesukaannya.
Ya, saat ini ketiga nya sedang menikmati makan malam di restoran yang masih di lantai tiga Mall tersebut.
Setelah menghabiskan makanannya, Aldo meminta izin pada kedua orang tuanya untuk kembali ke arena bermain.
"Oke sayang, kita bayar dulu, setelah itu kita sama-sama ke sana," ucap Austin dan segera memanggil pelayan.
Ave hanya bisa pasrah dan terpaksa tersenyum kaku di depan Aldo, tentu saja dia tidak mau menunjukkan pada sang putra kemarahan nya pada sang Daddy yang dengan seenaknya mwmbawa Aldo tanpa seizinnya.
"Ayo, son! kita main lagi, tapi gak boleh capek-capek, ya? besok Al kan harus sekolah," ucap Austin menggendong sang putra.
Entah kenapa dia sangat suka menggendong Aldo yang sudah berat itu, mungkin karena Austin merasa tidak pernah merasakan menggendong putranya sendiri, dia ingin menikmati nya dulu setelah dia melewatkan semuanya tentang Aldo, masa kembang putranya itu dari sejak lahir.
Bahkan sejak dalam kandungan, Austin sama sekali tidak mengetahuinya. Apakah Ave benar-benar menghukum nya dengan cara seperti ini? menyembunyikan kehamilannya itu dan memilih pergi?
Austin tahu kalau dia memang salah, tapi dia sudah berusaha minta maaf dan akan berubah bahkan bertanggung jawab atas semua perbuatannya dengan masuk jeruji besi. Ada rasa pedih saat mengingat bagaimana dia sama sekali tidak tahu tentang putranya.
'Ternyata aku sudah memiliki anak!'
Ada rasa bahagia yang menyeruak di hatinya saat mengingat hal itu.
Ave berjalan di belakang Austin dan Aldo, dia tidak mau berjalan bersisian karena rasa canggung jelas masih ada di antara mereka.
"Son, silahkan main sepuasnya, Dad dan Mom akan menunggu Al main di sini," ucap Austin menurunkan Aldo dari gendongannya.
"Oke, Dad! Mom Al main dulu!" seru bocah itu kemudian berlari ke arena permainan.
Austin langsung menatap Ave yang berdiri di sampingnya. "Ada yang ingin kamu jelaskan padaku?" Ave sedikit terkejut karena sejak tadi pikirannya tidak ada di tempat.
"Kamu pasti sudah tau, dan aku juga yakin kamu memang sanggup melakukan apapun, tapi tolong jangan bawa Aldo!" jawab Ave to the poin dan menatap mata Austin yang datar.
Ave tahu bahwa setelah Austin menikah dia akan menetap di kota ini bersama dengan istrinya, namun tetap saja dia tidak rela jika Aldo di asuh oleh Austin dan Laura.
"Apakah kamu masih ingin memisahkan antara Ayah dan anak, Ave! aku tidak mau tau, aku hanya ingin bisa tinggal bersama dengan putraku!"
"Austin!! jangan gila!!" seru Ave. Tangannya terkepal erat. Sungguh dia tidak akan pernah mengizinkan hal itu terjadi. Aldo adalah putranya dan dia tidak akan membiarkan siapapun mengambil Al darinya meskipun itu adalah Ayah kandung Aldo sendiri.
"Hahaha, Ave! apa aku tidak salah dengar? kau yang gila! bahkan kau menyembunyikan Aldo dari Ayahnya sendiri!" sentak Austin yang masih menahan amarahnya.
"Karena memang aku sengaja melakukan nya, Maaf Austin! waktu itu aku benar-benar merasa lelah dan ingin segera pergi!"
Bersambung.
Makasih buat semuanya yang udah komen dan doain othor, blm sempat bales satu persatu tapi udah othor baca semuanya, sekali lagi terima kasih 🙏🥰🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Puja Kesuma
jgn ribut gara gara aldo...aldo akan tinggal dgn kalian berdua...ayo kalian balikan lg biar aldo dpt kasih syg org tua yg utuh...jgn egois lg kalian
2022-08-25
2
Nova Yuliati
ayo austin batalkan rencana pernikahanmu dengan laura dan rujuklah dengan ave....
2022-08-09
0
❥➻📴
masih kurang banyak thor 😔
2022-08-09
0