Happy Reading.
Ave keluar dari dalam mobil dan langsung masuk ke dalam rumah. Wanita yang menggunakan hils 5 cm itu mengerutkan keningnya melihat suasana rumah yang terlihat sepi.
'Kemana Mia dan Aldo?'
"Al, Mommy pulang!" seru Ave, tapi tidak ada yang menyahut sama sekali.
"Mia!! kalian kemana!!"
Hening, rumah nampak begitu sepi dan tidak ada jejak Aldo dan pengasuh nya.
Ave berlari menuju kamar sang putra, membuka pintu dengan keras.
BRAAKK!!
"Aldo!! Mia!!"
Kamar itu terlihat kosong, Ave membuka pintu kamar mandi dengan cepat, masih pemandangan yang sama, kosong.
"Jangan panik, jangan panik!" Ibu satu anak ini menyemangati dirinya sendiri agar tidak gelisah dan panik. Dia mengambil ponselnya di dalam tas dan menarik napas dalam-dalam.
Ave segera menghubungi nomer telepon Mia setelah itu. Sebenarnya mereka ada di mana?
Tuutt .... Tuutt .... Tuuttt ....
"Halo, Nyonya?"
"Halo, Mia, kamu dan Aldo ada di mana?"
"Saya sudah pulang, Nyonya, tadi katanya Nyonya menyuruh saya pulang?"
"APA?? Siapa yang menyuruhmu pulang? Lalu Aldo di mana? Apa dia ikut kamu pulang?"
"Loh, tadi tuan kecil di jemput Daddy-nya, katanya Nyonya yang menyuruh, tuan kecil pergi bertemu dengan Nonya, kan? jadi ya tugas saya selesai dan pulang."
Ave membelalakkan matanya mendengar jawaban Mia.
"Daddy-nya siapa? Aldo di jemput siapa? Ya Tuhan, Mia!! Saya tidak pernah menyuruh orang untuk menjemput Aldo dan juga Aldo tidak memiliki Daddy!" dada Ave bergemuruh, napasnya terasa sesak.
"Tapi tadi tuan Austin mengatakan bahwa anda yang menyuruh ....!"
"APA!! AUSTIN!!"
Tubuh Ave menegang seketika, jantung nya berdegup begitu kencang, wajahnya pucat, keringat dingin tiba-tiba mengalir di pelipis nya.
Ponsel di genggaman nya terlepas begitu saja, Ave shock berat, kaget, terkejut. Tiba-tiba kepalanya terasa begitu berat seperti tertimpa beban ribuan ton.
Kakinya lemas seperti jely yang bisa kapan saja tumbang. Tapi Ave harus segera menguasai dirinya, sadar dari rasa keterkejutan yang luar biasa. Pertanyaan nya sekarang adalah, siapa yang memberi tahu Austin tentang Aldo? Siapa yang memberikan alamat rumahnya? Kenapa Austin bisa tahu bahwa Aldo adalah putranya? Apakah Ibunya yang memberitahu rahasia ini?
Ave langsung menggelengkan kepalanya, tidak, bukan Ibu, tapi siapa?
"Austin! Jangan ambil anakku!!" Ave mengambil kembali ponselnya, bergegas berjalan keluar rumah menuju mobilnya sambil menghubungi satu nomer.
Ave membuka pintu mobil dan menutup nya kembali dengan sedikit keras, tiba-tiba kemarahan menguasai hatinya, Ave tidak akan pernah terima jika Austin mengambil Aldo darinya.
Austin sama sekali tidak berhak untuk Aldo, pikiran-pikiran jelek langsung menguasai otaknya.
"Halo, mantan istri, akhirnya kamu menghubungi ku juga."
"Halo!! Di mana Aldo? Cepat katakan, Austin!!"
"Putraku sedang bersama ku, dia begitu bahagia ... "
"Austin!! Katakan di mana Aldo, di mana kau bawa putraku?"
"Tenanglah, Ave! jangan khawatir, aku tidak akan menyakiti anak ku sendiri, hehe,"
Deg!
Austin benar-benar ,mengetahui bahwa Aldo adalah anaknya?
"Baiklah, kalau begitu katakan di mana kalian sekarang?"
Austin segera menyebutkan dimana dia dan Aldo berada saat ini, Ave langsung menghidupkan mesin mobilnya dan segera meluncur menuju ke alamat yang di sebutkan Austin tadi. Rasa khawatir langsung menyergap hati dan pikirannya, bagaimana kalau Austin membatalkan pernikahannya dengan Laura gara-gara bertemu dengan putranya?
"Tidak! itu tidak mungkin! yang ada mungkin Austin akan mengambil Aldo dariku, tapi aku tidak akan pernah mengizinkan hal itu terjadi!" gumam Ave menggelengkan kepalanya.
Ave menambah kecepatan laju mobilnya, jalanan cukup lenggang karena langit sudah mulai terlihat cahaya jingga menandakan bahwa sore sedang beranjak. Ave masuk ke basement sebuah Mall terbesar di kota itu. Austin mengatakan bahwa dia dan Aldo sedang berada di area time zone lantai 3. Ave segera keluar dari dalam mobil ketika sudah memarkirkan mobilnya di lantai itu.
Ave segera berjalan dengan tergesa memasuki Mall tersebut, matanya menyapu tempat surganya para anak-anak yang ingin bermain dengan berbagai arena macam permainan indoor.
Di dalam tempat itu banyak sekali permainan untuk anak-anak dan orang dewasa, Ave bisa melihat anak-anak seumuran Aldo sedang bermain dengan kedua orang tuanya. Mereka terlihat bahagia dan terasa lengkap. Selama ini dia sangat jarang mengajak Aldo ke tempat seperti ini.
Mungkin sudah beberapa bulan lalu Ave mengajak sang putra ke time zone dan itupun hanya sebentar.
Langkah kaki wanita itu tiba-tiba berhenti ketika melihat pemandangan asing di depan matanya saat ini, pemandangan yang langsung bisa membuat mata Ave memanas.
'Putraku!'
Sudut matanya sudah mulai berembun, bahkan pandangannya kini terhalau air mata yang tiba-tiba saja hadir dengan tidak sopan nya.
Aldo sedang berada di gedongan Austin dan keduanya tertawa bersama, bahkan adegan saat Aldo mencium pipi sang Daddy terlihat di mata Ave. Ibu dari Aldo itu sama sekali belum pernah melihat tawa Aldo yang begitu lepas seperti saat ini, senyum lebar yang sangat berbeda dari biasanya.
Ave benar-benar merasa keegoisannya selama ini terbuka di depan mata, keegoisan yang membuat anaknya tidak pernah merasakan kasih sayang dari sang Ayah. dan juga egois tentang berita bahagia yang pastinya itu membuat Austin juga sangat bahagia.
Hanya karena berusaha meninggalkan masa lalu yang menyakitkan dia membiarkan Aldo selama Lima tahun ini hidup tanpa sosok Ayah.
"Dad, Al ingin main yang itu!" Aldo menunjuk sebuah permainan memukul tikus di dalam sebuah kotak.
Austin mengikuti arah yang di tunjuk oleh Aldo, namun tiba-tiba matanya melihat sosok wanita yang telah melahirkan putranya berdiri tidak jauh dari tempat permainan itu. "Son, Dad tidak bohong padamu, lihatlah Mommy sudah datang menjemput kita," bisik Austin di telinga putranya.
Ya, bagi pria berusia 33 tahun itu tidak perlu tes DNA untuk tahu apakah Aldo adalah putranya atau bukan, bahkan semua orang pasti akan langsung tahu bahwa Aldo adalah putranya.
"Mommy!!" teriak Aldo masih berada di gendongan sang Daddy sambil melambaikan tangannya pada Ave.
Tentu saja hal itu sontak membuat Ave tersentak dan langsung menghapus air mata di sudut matannya. Ave tersenyum ketika melihat tawa bahagia sang putra, bahkan dia juga melihat senyum tulus yang terpancar di bibir Austin dan juga kristal sebening kaca di matanya.
Bersambung.
Maaf othor belum bisa crazy up atau pun double up, karena kondisi othor yang sudah masuk trimester ketiga ini moodnya gampang berubah-ubah, dan juga kadang sering merasa lelah. Tapi insya Allah othor usahakan setiap hari untuk selalu bisa up.... 🙏🙏🙏
Jangan lupa terus dukungannya ya akak2 reader semuanya 🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Sunarti
gimana Ave gak skt lima thn hdp tanpa suami karna di selingkuh i apalagi dlm keadaan hamil berjuang sendiri utk bertahan hdp
2023-02-19
1
Puja Kesuma
bahagia aldo bahagia reder jg😁😁😁
2022-08-25
1
👑 ☘s͠ᴀᴍʙᴇʟ͢ ᴍᴀᴛᴀʜ💣
wahhh... sehat2 y, bumil
2022-08-18
0