Halo akak reader semuanya 🥰
Jangan lupa untuk like, komen yang panjang dan positif ya, gift bunga 🌹sama kopi ☕ biar othor lebih semangat lagi
Terima kasih ... 🙏🥰
Happy Reading.
Deg!
Ave memiliki putra tanpa menikah lagi? lalu siapa Ayah dari anaknya Ave? apakah itu adalah anakku? benih ku? darah daging ku?
"Cepat segera kirimkan foto-foto mereka sekarang juga!!"
Austin meletakkan ponselnya di atas dasboard, dia langsung menambah kecepatan mobilnya untuk segera sampai di apartemen dan menyerahkan Florensia pada pengasuhnya.
Setelah mengantarkan Florensia menuju ke unit apartemen Laura, Austin segera kembali ke mobil dan mengecek ponselnya.
Ada lima pesan bergambar yang di kirimkan oleh anak buahnya, Austin segera mendownload gambar tersebut. Jantungnya berdegup dengan sangat kencang, seperti saat pertama kali jatuh cinta pada pandangan pertama. Namun kali ini lebih mendebarkan.
Austin berhasil membuka satu foto di mana tampak Ave yang sedang menggendong seorang anak laki-laki berambut pirang, namun wajau anak tersebut tidak kelihatan karena sedang menyandar di dada Mommy-nya.
'Ck, tidak kelihatan wajahnya, tapi Ave benar-benar punya seorang putra!'
Hati Austin mendadak merasa galau, anak siapa yang di kandung oleh sang mantan, apakah Ave sudah berhubungan dengan pria lagi setelah perceraiannya, ataukah anak itu adalah anaknya?
'Aku harus segera memastikan lagi!'
Austin membuka foto kedua, ketiga, dan akhirnya di foto ke Empat, mata Austin melotot seketika, melihat wajah yang sangat familiar sedang di gandeng tangannya oleh Ave di samping kiri dan seorang wanita paruh baya di samping kanan.
"Aldo? Apakah ini benar-benar Aldo temannya Flo? Dia ...dia ... dia ... Oy ya Tuhan!" Austin mengusap wajahnya yang sudah berkeringat, tiba-tiba dia langsung melajukan mobil ke arah jalan yang tadi ia lalui.
"Pantas saja wajah anak itu begitu mirip dengan ku sewaktu kecil! Dan rambutnya seperti rambut Ave! Aku harus melakukan sesuatu!"
****
Ave dan Nyonya Alma sedang melaksanakan rapat mengenai program akhir tahun yang dua bulan lagi akan datang, biasanya akan di adakan libur panjang tiga minggu sebelum Natal dan tahun baru.
Liburan untuk para karyawan A.Y Wedding Organizer biasanya akan ada undian untuk setiap karyawan dan pasangan mereka akan di beri tiket hadiah liburan 3 hari ke Hawai.
Acara ini selalu di tunggu-tunggu oleh para karyawan, biarpun untuk yang belum memiliki pasangan, mereka boleh mengajak salah satu anggota keluarganya.
"Baiklah, mulai hari ini kalian semua harus bisa bekerja dengan semangat dan semaksimal mungkin, dan kamu Elsa, segera hubungi redaksi majalah Beauty untuk melakukan pengajuan periklanan Wedding organizer kita, aku rasa semakin kita promosi di media sosial dan elektronik cetak, akan membuat banyak para Artis Hollywood akan memakai jasa Wedding Organizer kita," ujar Nyonya Alma.
"Baik, Nyonya, serahkan semuanya pada saya," jawab Elsa optimis.
Akhirnya rapat itu pun selesai, Ave langsung membereskan mejanya dengan perasaan gelisah, Nyonya Alma bisa melihat gurat itu di wajah sang putri.
"Ave, apa kamu sedang tidak enak badan?" tanya Nyonya Alma pada putrinya.
"Mom, kenapa perasaan ku tidak enak sejak tadi?" jawab Ave
Alma menepuk bahu sang putri, "mungkin karena kamu terlalu kecapean, sebaiknya kamu pulang saja, Ave, wajahmu juga pucat sekali, apa kamu mau Ibu panggilkan dokter?" Ave menggeleng pelan, "tidak perlu, Bu, sebaiknya aku pulang saja," Ave melihat jam di pergelangan tangannya. "Lagian ini sudah jam 3 lebih, ku rasa tidak masalah karena tidak banyak pekerjaan, dan aku juga ingin bersama Aldo, entah kenapa aku sangat merindukan nya," jawab Ave.
"Ya, ya, ya, cucuku itu memang membuat orang gemas, apalagi tingkahnya yang luar biasa nakal," Ave hanya tersenyum menanggapi gerutuan sang ibu.
"Ave, apakah kamu tidak akan memberi tahu tentang Aldo pada Ayahnya, atau memberitahu Austin tentang putra yang tidak pernah ia ketahui sejak dulu?"
Ave terdiam, dia benar-benar bingung setiap kali harus menghadapi pertanyaan seperti ini, apalagi yang terjadi di depan matanya saat ini adalah Ayah dari Aldo sudah ada di kota ini dan mereka bisa bertemu kapan saja.
"Nak, apa kamu tidak kasihan pada Aldo? Apakah Austin juga tidak akan kecewa padamu kalau saja dia tidak di beritahu soal putranya?"
"Entahlah, Bu!" terdengar helaan nafas panjang dari mulut Nyonya Alma.
Putrinya satu ini memang sangat keras kepala, sepertinya sangat sulit saat Ave sudah menentukan pilihan untuk keputusan nya.
"Tapi ibu rasa kamu sangat egois, Ave! Kamu mengorbankan kebahagiaan Aldo untuk dirimu sendiri, seharusnya kamu tahu kalau Aldo butuh sosok Ayahnya, dia pasti rindu kasih sayang seorang Ayah, apa kamu akan setega itu pada putramu sendiri? Apalagi saat ini Ayah Aldo ada di kota ini, apa kamu lebih memilih egomu dan mengorbankan kebahagiaan Aldo?" ucap Nyonya Alma panjang lebar menasihati putrinya yang keras kepala itu.
"Bu, bukan maksudku egois, aku pasti akan memberitahu soal Aldo pada Austin, tapi tidak sekarang atau saat ini, apa ibu tidak melihat bahwa Austin sedang menjemput kebahagiaan nya dengan wanita lain, bagaimana kalau seandainya Austin atau Laura tahu kalau ternyata ada anak di antara aku dan dia? Apakah masih akan tetap sama? Rencana pernikahan itu apakah masih berjalan lancar? Aku rasa tidak semudah itu, Bu!" jawab Ave.
Nyonya Alma terdiam, apa yang di bilang Ave memang benar. Sungguh sekarang dia baru paham dengan sikap sang putri. Tentu saja Laura pasti tidak akan begitu saja menerima putra dari calon suaminya. Misalkan Laura mau menerima Austin, belum tentu Austin tidak goyah. Bagaimana kalau seandainya Austin ingin mengajak Ave kembali bersama karena ada Aldo di antara dia dan Ave?
Apakah Ave akan setega itu membuat dua pasangan yang sudah siap menikah menjadi bubar?
Tidak! Ave dan Nyonya Alma tidak mau membuat pernikahan kedua orang itu tidak jadi terlaksana. Tentu suatu saat nanti Austin akan di beritahu semuanya oleh Ave tentang Aldo.
****
"Paman, kita mau kemana?" tanya Aldo menatap Austin yang saat ini sedang mengemudikan mobilnya.
Austin tidak melepaskan tangannya yang bebas dari kepala Aldo, tangan, bahu dan pipi sang putra. Rasanya Austin tidak pernah sebahagia ini dalam hidupnya.
Aldo merasa sedikit aneh dengan sikap pamannya Florensia itu, apalagi tadi Austin tiba-tiba langsung memeluknya dan menciumi seluruh wajahnya. Ada rasa hangat yang menyeruak di dalam hati Aldo saat merasakan sentuhan dari Austin. Seperti sentuhan yang selama ini ia damba.
"Kita akan ke suatu tempat di mana pasti Aldo akan suka, apa Aldo mau ikut Dad .. emh maksudnya Paman?"
"Jangan jauh-jauh dari rumah, Paman! Nanti kalau Mommy marah gimana?" Austin mengelus rambut sang putra yang begitu mirip dengan nya itu.
"Nanti biar Mom jemput Al, kita akan menunggu Mommy di suatu tempat!" jawab Austin tersenyum lebar.
Bersambung.
Maaf bila banyak typo ya kak🙏🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
bunda syifa
aq setuju sama pemikiran ave yg ini
2023-02-07
0
Sunarti
menunggu Ave dan minta penjelasan
2022-12-04
0
Ririn Nursisminingsih
gercep si aldo
2022-08-30
1