Apakah Dia Anakku

Happy Reading.

"Aldo, apakah kamu belum di jemput?" tanya Austin setelah melepaskan pelukan mereka.

Aldo menggeleng, "belum Paman," jawab bocah kecil itu.

"Ehm, apakah Aldo mau ikut dengan Flo, nanti di anterin paman Austin pulang, nanti mampir beli es krim, tapi jangan bilang sama tante Laura, pasti tante akan ngomel seharian," ucap Florensia.

"Kok sama ya, Mommy ku juga gitu, kalau tau Al makan es krim, pasti Mommy marah-marah terus!" Aldo terkikik.

"Iya, betul banget, padahal es krim itu makanan favorit Flo, untung ada Paman Austin yang bisa nurutin keinginan Flo tanpa tante Laura tau!" Austin masih mengamati kedua bocah itu saling cerita.

"Kalau aku biasanya Nanny Mia yang beliin es krim pas Mommy kerja, itu pun cuma boleh seminggu sekali, Mommy bisa sebulan sekali baru kasih es krim sama Al, dasar Mom galak!" ujar Aldo dengan raut kesal mengatai Mommynya.

"Lo, Daddy nya Al kemana? apa Daddy nya Al juga ngelarang makan es krim?" tanya Laura polos.

Tiba-tiba wajah ceria Aldo berubah menjadi sendu, anak sekecil itu yang belum pernah merasakan kasih sayang seorang Ayah tentu akan selalu murung saat ada orang lain yang bertanya tentang Ayahnya.

Austin bisa melihat perubahan raut wajah Aldo, entah kenapa tiba-tiba hatinya merasakan ada sesuatu yang ganjil.

"Al, ada apa?" tanya Austin. Aldo mendongak menatap Austin. Keduanya saling bertatapan, Aldo hanya menggeleng lemah, "Daddy Al gak ada di sini," jawab anak itu.

"Memangnya Daddy nya Al kemana?" tanya Florensia yang sama sekali tidak paham dengan situasi yang terjadi.

"Al gak tau, kata Mommy ... kata Mommy kita tidak bisa tinggal bareng Daddy karena Mom dan Dad udah pisah, Dad di luar kota," jawab Aldo terbata.

Austin merasa kasihan terhadap anak itu, entah ada dorongan apa Austin mengelus lembut rambut pirang Aldo seakan menyalurkan sebuah ketenangan untuk anak tersebut.

Aldo terkejut dengan sentuhan itu, entah kenapa dia merasakan perasaan hangat saat tangan Austin masih mengelus lembut kepalanya.

"Jadi Aldo tidak tinggal serumah dengan Daddy? tapi sering video call, kan?" tanya Austin.

"Al gak tau nomernya Daddy, bahkan Al belum tau wajah Daddy seperti apa, sejak kecil Al hanya bareng Mommy, Nenek dan Nanny Mia,,, Mom gak pernah nunjukin foto Daddy tapi Mom selalu bilang bahwa suatu saat nanti Al pasti akan ketemu sama Daddy dan Dad bawa uang yang banyak!" ujar Aldo sambil mengangkat kedua tangannya memperagakan dengan gerakan tangan. Dan hal itu sukses membuat Flo tertawa.

'Anak ini tidak tahu siapa Daddy nya, dan itu berarti besar kemungkinan Mom dan Daddy nya Aldo berpisah dari sejak bayi?' batin Austin.

"Al, ikut aku sama Paman Austin, ya?"

"Nanti di marahin Mommy kalau Al ikut orang asing, pasti Nanny juga kena marah," jawab Aldo menatap Austin.

Entah kenapa menatap mata almond Aldo membuat Austin merasa seakan dia menatap dirinya sendiri dalam versi kecil.

'Siapa orang tua anak ini? Apakah mereka masih memiliki hubungan darah denganku?'

Austin menggelengkan kepalanya. 'Kenapa aku jadi memikirkan siapa orang tuanya Aldo!'

"Paman kenapa?" tanya Florensia.

"Eh, Paman tidak apa-apa, kalau gitu kita tunggu Aldo di jemput dulu, bagaimana?"

Florensia menatap Aldo dan mengangguk, tapi anak laki-laki itu merasa sedikit aneh, pasalnya dia sudah terbiasa menunggu jemputan dari Mia seorang diri, tapi sekarang ada yang menemaninya seperti ini tentu membuatnya merasa senang sekaligus takut.

Austin yang menyadari tatapan Aldo langsung mengelus rambut pirang anak itu, "jangan takut, dan berpikir macam-macam, Paman bukan orang jahat, jadi Al tenang saja," ucap Austin berusaha menghiburnya.

Aldo tersenyum lebar dan mengangguk, entah kenapa melihat tatapan Austin padanya membuat anak itu menjadi merasakan hal yang luar biasa. Seperti tatapan lembut yang selama ini ia rindukan.

"Kita tunggu di dalam mobil, ya, nanti kalau mobil yang menjemput Aldo sudah datang bisa langsung keluar," ucap Austin.

Florensia dan Aldo masuk ke bagian kursi tengah. Keduanya asik berbincang-bincang dan bercanda. Austin melihat mereka berdua dengan senyum yang lebar seakan membayangkan bahwa saat ini dia memiliki seorang anak dengan sang mantan istri. Mungkin kalau mereka tidak bercerai pasti dia akan melakukan program kehamilan dan pasti sudah memiliki putra dan putri seperti mereka.

'Ya, Tuhan, kenapa aku malah memikirkan Ave!'

"Eh, Handphone ku berdering, aku angkat dulu ya, Flo!" seru Aldo.

"Siapa, Al?"

"Nanny Mia," jawab bocah itu kemudian menggeser layar handphone nya.

"Halo, Nany ..... apa? mobilnya mogok?"

"Iya, Aldo tunggu di dalam gedung sekolah, ya, nanti nunggu Nanny datang, Nanny mau manggil taksi dulu!" ucap Nanny Mia di sebrang telepon.

Austin bertanya pada Aldo, "kenapa?"

"Mobil Nanny mogok, Paman," jawab Aldo.

"Kalau gitu biar sekalian paman antar pulang gimana?" tawar Austin, kemudian meminta ponsel Nanny Mia pada Aldo.

"Maaf Nona, biar Aldo saya antar kan pulang, kebetulan keponakan saya dan Aldo sahabat baik, jadi sebaiknya Nona tidak perlu memanggil taksi."

"Oh, baiklah tuan, terima kasih, sebelumnya," jawab Mia kemudian mematikan panggilan nya.

"Yuk, bareng Paman dan Flo, kita antar kamu sampai di rumah," ucap Austin kemudian menyalakan mesin mobilnya.

Austin mengajak Florensia dan Aldo mampir ke sebuah toko es krim yang tidak jauh dari rumah Aldo, mereka tidak memakan es krim di tempat karena tidak mau membuat Mia menunggu.

Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di depan rumah Aldo. Terlihat Nanny Mia sudah menghadang mereka di depan pintu gerbang rumah.

"Paman, Flo, makasih ya," ucap Aldo kemudian keluar dari dalam mobil dan melambaikan tangan pada keduanya.

"Besok aku main ke rumahmu ya, Al!" seru Florensia.

"Iya Flo, silahkan!" jawab Aldo.

"Terima kasih, tuan, maaf merepotkan!" ucap Nanny Mia ramah pada Austin.

"Tidak apa-apa, Nona, kami permisi dulu!"

Austin segera melajukan mobilnya meninggalkan rumah Ave, tiba-tiba ponselnya bergetar. Austin melihat siapa yang menelepon kemudian langsung mengangkatnya.

"Halo, bagaimana penyelidikan kalian!"

"Ada berita terbaru dari mantan istri tuan."

"Berita apa? siapa suami yang Ave sekarang?"

"Ehm,, hasil penyelidikan kami selama enam tahun ini Nona Ave tidak pernah menikah tapi Nona Ave memang memiliki seorang putra yang saat ini berusia sekitar 4 atau 5 tahun, tuan, nanti saya akan mengirimkan foto-foto mereka."

Deg!

Ave memiliki putra tanpa menikah lagi? lalu siapa Ayah dari anaknya Ave? apakah itu adalah anakku? benih ku? darah daging ku?

"Cepat segera kirimkan foto-foto mereka sekarang juga!!"

Bersambung.

Huhft .... akhirnya, tangan othor sampe kesemutan 🤭 jangan lupa like, komen dan giftnya ya ☺️☺️

Terpopuler

Comments

Sunarti

Sunarti

kalian sdh cerai tp Austin msh penasaran dng anak laki-laki Ave

2022-11-21

1

Ririn Nursisminingsih

Ririn Nursisminingsih

kok a bacanya ikut berdebar debar 🤗🤗

2022-08-30

0

Puja Kesuma

Puja Kesuma

mantab kali informasinya...cpt kirimkan ftonya bosku udah gk sabaran nih😁😁😁😁

2022-08-25

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!