Jangan lupa vote, hadiah dan juga komentarnya, ya 🤩🤩🌷🌷
HAPPY READING
"Halo, tolong bantu aku selidiki siapa suami dari mantan istriku!"
"Baik Tuan!"
"Ku harap sebelum 24 jam kamu sudah mendapatkan informasinya, aku tunggu!"
Austin meletakkan ponselnya di atas meja dan segera mengambil cofee latte yang di pesan kemudian meminumnya sedikit demi sedikit.
Meresapi kegelisahan hatinya yang seharusnya tidak terjadi. Austin sadar bahwa apa yang di lakukannya itu tidaklah benar.
'Aku hanya penasaran saja! ya, tidak lebih dari rasa ingin tahu siapa suami dari Ave dan Ayah dari putranya, tidak bermaksud menjadi penguntit atau apa itu namanya, hanya saja memastikan kebahagiaan Ave saja, kalau dia bahagia dengan keluarganya yang sekarang, aku juga berjanji akan menerima Laura sepenuhnya dan akan menjadikan keluarga ku bahagia!'
💕💕💕
Austin memberi pesan kepada Ave bahwa dia akan menunda pertemuan nya dulu, entah kenapa rasanya Austin belum siap untuk bertemu dengan Ave saat ini.
"Sayang, aku akan kembali ke kantor, ada klien yang akan bertemu," ucap Laura yang baru saja menerima telepon.
"Baiklah, nanti biar aku aja yang jemput Flo, kalau misal kamu masih sibuk, lagian aku juga udah janji akan bertemu dengan temannya yang siapa itu namanya, Al, Aldo," Laura tertawa mendengar jawaban Austin yang menganggap sungguhan ucapan seorang anak kecil.
"Iya, ya udah kalau gitu aku pergi dulu," Laura mencium pipi Austin dan segera pergi keluar dengan tergesa-gesa.
Jam masih menunjukkan pukul 11 siang dan sebentar lagi jam makan siang tiba. Biasanya dia akan makan siang bersama Laura tapi calon istrinya itu ada meeting dengan klien.
"Apa aku mengajak Ave makan siang saja, ya?" Austin menggeleng dengan cepat.
"Bukankah aku tadi sudah meng-cancel pertemuan dengannya karena alasan ada klien, nanti dia berpikir bahwa aku sangat ingin bertemu, ck! kenapq aku selalu seperti ini semenjak bertemu dengan Ave!" guman Austin.
Pria itu kembali membuka laptopnya dan tidak lama kemudian larut dalam pekerjaannya.
💞💞💞
"Kenapa kamu kemari?"
"Seharusnya kamu sudah tahu jawaban ku, aku merindukanmu, Laura!"
"Ck, jangan seperti ini, kira sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi! aku juga akan segera menikah jadi jangan pernah mendatangi ku karena kata 'Rindu' semuanya sudah tidak lagi sama!"
Pria itu tidak membalas ucapan Laura, dia hanya mendekat, menatap wanita cantik itu dengan sorot mata yang di artikan Laura sorot mata penuh cinta.
Perlahan sang pria mendekatkan wajah, mengangkat tangan dan mengelus leher Laura dengan sentuhan lembut. Perlahan namun pasti wajahnya ia dekatkan dan bibirnya pun menempel sempurna di bibir penuh milik Laura.
Laura menegang, tubuhnya tiba-tiba terasa kaku, sungguh dia tidak bisa berkutik sekarang, entah kenapa sentuhan ini juga ia inginkan.
Pria itu mulai membuka mulutnya, memagut bibir penuh itu dan menghisapnya bergantian atas dan bawah, mencoba memancing bibir sensual Laura untuk terbuka. Laura memejamkan matanya, merasakan desiran menggelitik di bagian perut baway hingga pusat inti yang langsung berkedut.
Laura membalas ciuman lembut bibir seseorang yang beberapa saat lalu datang ke kantornya. Akhirnya pertanahan nya runtuh, dengan berurai air mata wanita itu masih menikmati ciuman yang sudah lama dia lupakan.
Tangan sang pria bahkan menekan tengkuk Laura untuk memperdalam ciumannya. Aroma lembut dan menenangkan masih sama seperti dulu sewaktu mereka masih bersama.
"Josh! Stop!" tiba-tiba Laura mendorong dada pria yang bernama Josh itu. Sang pria merasa tidak rela saat bibirnya terlepas dari bibir Laura, yang merupakan candunya dulu.
Sedangkan Laura langsung mengambil tissue dan mengelap bibirnya dengan kasar, merasa tersadar bahwa apa yang ia lakukan beberapa detik lalu itu salah.
"Laura, maaf!" Josh meraup wajahnya kasar, dia juga baru menyadari bahwa tindakannya sudah kelewat batas. Tapi dia memang merindukan wanita di depannya ini.
"Tidak seharusnya kita berciuman seperti itu, aku sudah akan menikah, aku sudah bisa move on darimu jadi jaga batasanmu!" seru Laura.
Dengan kesal Laura mendudukkan tubuhnya di kursi kebesarannya, sungguh dia hampir terlena dengan ciuman tadi, pria di depannya ini sudah banyak menorehkan rasa sakit di hatinya. Tapi kenapa setiap sentuhannya selalu bisa membuat Laura terperangkap dan hanya bisa pasrah.
"Maafkan aku, Honey, aku benar-benar sangat merindukanmu, selama Lima tahun ini aku tidak bisa melupakan mu, percayalah bahwa hati ini masih utuh terjaga hanya untukmu!" ujar Josh berusaha meraih tangah Laura.
"Tidak Josh, kamu sudah memilihnya dan meninggalkan ku, aku hampir terpuruk saat itu, tapi kamu tidak mau peduli!! Dan sekarang aku sudah hampir bahagia dengan pria baik-baik, jadi sebaiknya kamu tidak perlu datang sejauh ini untuk mencariku!"
Josh menggeleng, "aku sama sekali tidak berniat untuk meninggalkan mu, Honey, keadaan lah yang memaksa, Mama ku sudah sekarat waktu itu dan pilihanku hanya mengikuti keinginannya, menikah dengan wanita yang mereka jodohkan padaku sejak kecil, aku sama sekali tidak bisa membantah mereka!"
Laura yang mendengar pengakuan itu segera menelungkup wajahnya di atas meja. Dia tahu apa yang terjadi terhadap hubungannya dengan Josh kala itu.
Tapi tetap saja semuanya sangat menyakitkan untuk Laura. Dia di tinggal menikah oleh pria yang saat itu masih berstatus sebagai kekasihnya. Meskipun Josh sudah mengatakan pada Laura untuk menunggu dan dia hanya melakukan pernikahan di atas kertas dengan wanita yang di jodohkan, tapi Laura bukanlah wanita yang akan merusak rumah tangga orang lain.
Dia lebih memilih mundur dan melupakan Josh, melupakan pria yang masih ia cintai tanpa di ketahui oleh siapapun bagaimana rasa sakitnya luka tak berdarah itu.
"Please, Honey,, aku masih sangat mencintai mu! Aku tidak peduli bahwa kamu sebentar lagi akan menikah, kali ini aku tidak akan melepas mu! Aku akan merebut mu kembali, kamu hanya milikku, Laura!"
"Stop, Josh! Jangan keterlaluan!" pria itu sama sekali tidak memperdulikan peringatan Laura.
Di tarikannya gadis itu dan di pelukannya erat, Laura mencoba melawan dengan memukul dada bidang pria tersebut, tapi pelukan hangat yang di berikan Josh tidak bisa membuat Laura tidak luluh.
Pelukan itu benar-benar sangat di rindukan oleh wanita ini, pelukan yang tidak bisa ia dapatkan dari Austin, calon suaminya. "Aku tahu kalau kamu masih memiliki rasa itu untukku, Honey!" bisik Josh lembut. Tangannya mengelus rambut Laura, mencium pucuk kepalanya berkali-kali.
"Aku dan Briana sudah bercerai! Bukankah sudah ku katakan untuk menunggu ku, kenapa kamu tidak sabar?" Laura menggeleng pelan.
"Aku bukan wanita yang seperti itu, Josh! aku bahkan mendoakan kebahagiaan mu dengan Briana, pernikahan itu bukan untuk main-main, jadi aku tidak akan pernah mengharapkan mu lagi!"
Bersambung dulu...
Kalau dapat komen dan like banyak othor janji up lagi hari ini ☺️
Oh, ya mau promo juga di paijo othor juga udah mulai up ya ... judulnya 'Di Ujung Gairah'
Boleh donk mampir yang punya apk nya 😁 karena sekarang udah up rutin ya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
WAHHHH,,, KYKNYA LAURA TK BSA MNGHINDAR DARI MNTANNYA,, KARENA TUBUH LAURA MNGINGINKN SENTUHAN2 DARI JOSH.. RUANGAN KERJA LAURA JDI SAKSI PRGELUTN MREKA
2023-07-04
0
bunda syifa
nih buat yg dukung ave sama Austin balikan langsung d kasih sinyal sama author 😬😬
2023-02-07
0
Sunarti
Josh msh menunggu cinta Laura
2022-11-21
1