Sebelumnya jangan lupa untuk kasih gift berupa bunga 👉🌹 atau kopi 👉☕
Komen yang banyak juga ya 🥰🥰✌️
Happy Reading.
"Apakah Nona Ave Calista sudah datang?" tanya Austin.
"Nyonya Ave belum datang, tapi sepertinya sebentar lagi beliau datang, karena harus mengantarkan putranya ke sekolah terlebih dahulu, mohon bisa anda tunggu sebentar," Austin langsung mengerutkan keningnya mendengar jawaban dari resepsionis tersebut.
"Apa tadi yang kamu katakan? Mengantarkan putranya?"
Resepsionis itu nampak sedikit terkejut dengan sikap Austin.
"Iya, tuan," jawab resepsionis itu sedikit gugup.
Austin benar-benar terkejut dengan berita yang baru saja ia dengar ini.
"Apakah Ave sudah punya anak?" tanya Austin sekali lagi memastikan. Mungkin saja tadi dia salah dengar, berharap seperti apa yang ia pikirkan bahwa Ave masih belum ada yang memiliki.
Jantung pria itu bahkan sudah berdegup sangat kencang, apalagi saat resepsionis itu mengangguk kan kepalanya. "Iya, tuan, Nona Ave memang sudah memiliki seorang putra, mungkin baru mengetahuinya, Ah, putranya sangat tampan," jawab resepsionis itu tersenyum lebar. Membayangkan wajah Aldo yang imut dan sangat menggemaskan itu.
Austin berasa tubuhnya langsung lemas, kakinya seakan tidak bisa untuk menopang tubuhnya.
'Jadi Ave sudah menikah lagi? Siapa suaminya? Apa karena hal itu yang membuat Ave langsung bisa menerima dan memaafkan ku!'
"Tuan, apa anda tidak apa-apa?" tanya wanita yang bertag-name Aster tersebut, sedikit khawatir karena melihat wajah pria di depannya ini tiba-tiba berubah menjadi pucat bahkan sudah berkeringat.
Austin langsung tersadar dan menggelengkan kepalanya.
"Ah, iya, aku tidak apa-apa, maaf, permisi!" Austin berjalan keluar gedung tersebut, entah kenapa tiba-tiba perasaannya merasa sedikit kecewa setelah mendengar kabar bahwa Ave telah memiliki putra dan itu artinya sang mantan istri telah menikah.
'Apa yang aku harapkan? Bukankah kau juga akan menikah sebentar lagi, Austin! Jangan bersikap seolah-olah kamu merasa patah hati! Ave sudah move on dan melupakan mu, semua memang kesalahan mu sendiri! Inilah resikonya!' jerit Austin dalam hati.
Pria itu masuk kedalam mobilnya, duduk di kursi kemudi dan menghirup napas dalam-dalam, mengeluarkan perlahan. Tidak lama setelah ada sebuah mobil datang dan berhenti di samping mobilnya.
Austin masih belum ingin beranjak dari tempat itu, entah apa yang ingin dia pikirkan, apakah Austin menunggu Ave untuk meminta penjelasan? tapi untuk apa? bukankah kisah mereka berakhir lama dan semua itu karena kesalahannya.
Austin melihat seorang wanita paruh baya keluar dari dalam mobil yang baru saja datang, wanita itu masih tetap cantik meskipun sudah berusia hampir Enam puluh tahun. Sudah bertahun-tahun Austin tidak melihat mantan mertuanya itu, entah dorongan apa yang membuatnya tiba-tiba keluar dari dalam mobil dan menghampiri Nyonya Alma.
"Selamat pagi, Bu, apa kabar?" sapa Austin menghentikan langkah Alma.
Wanita itu jelas masih belum lupa dengan wajah pria di depannya ini, pria yang telah menyakiti hati putrinya, tapi Alma tidak akan memarahi, memukul atau menjambak rambut Austin karena Alma tahu bahwa pria ini adalah klien yang sangat penting baginya sekarang.
"Oh, Tuan Austin, kabar saya baik, apa anda ingin bertemu dengan Ave?" ucap Nyonya Alma to the poin. Karena memang Ave lah yang mengurus pernikahan Austin dan Laura.
"Iya, Ibu, tapi Ave belum sampai, nanti siang saya akan kembali lagi, saya senang bisa melihat Ibu lagi, ehm, dan juga saya minta maaf," ujar Austin tulus.
Nyonya Alma paham dengan yang di maksud Austin, melihat tatapan tulus yang di berikan oleh pria itu ego seorang Ibu yang pernah merasakan anaknya di sakiti merasa tersentil. Nyonya Alma juga tahu kalau Ave juga sempat berselingkuh dengan sahabat Austin karena kurang mendapatkan perhatian.
"Sudahlah, aku sudah memaafkan mu, Ave juga sudah menceritakan semuanya, sekarang kalian sama-sama membuka lembaran baru dan kamu juga akan menikah, kita lupakan masa lalu, Ibu hanya ingin melihat kamu dan Ave bahagia tanpa ada dendam masa lalu!" nasihat Nyonya Alma.
Austin merasa begitu menyesal apalagi setelah mendengar nasihat dari mantan mertuanya, rasa malu itu hadir kembali bersamaan dengan rasa penasaran tentang suami dari Ave. Siapakah pria yang berhasil mengisi hati istrinya dan mengobati semua lukanya.
"Baiklah Tuan Austin, saya harus masuk ke dalam," ucap Nyonya Alma.
"Iya, bu.. Tapi jangan panggil saya Tuan, panggil saja Austin, karena saya merasa anda masih tetap ibu saya," ujar Austin membuat Nyonya Alma tersenyum.
Akhirnya setelah berbincang agak lama Austin pergi dari kantor tersebut bertepatan dengan kedatangan Ave.
Nyonya Alma menunggu Ave di ruangan nya, sengaja karena ingin memberitahu tentang pertemuan nya dengan Austin.
"Kenapa dia pagi-pagi sudah kesini? padahal tadi sudah mengirimkan chat kalau akan ke sini siang?" ucap Ave.
"Entahlah, sepertinya dia memang sengaja ingin bertemu dengan mu, Ave, apakah kamu tidak merasa bahwa Austin masih menyimpan rasa untukmu?" Ave langsung menatap sang ibu dengan kening yang mengkerut.
"Hahaha, ibu bisa saja, ya gak mungkinlah, bukankah dia sebentar lagi akan menikah dengan wanita hebat, cantik dan kaya, gak mungkin kalau dia masih menyimpan rasa untukku," jawab Ave masih tergelak.
Merasa konyol dengan ucapan ibunya. Nyonya Alma hanya menggelengkan kepalanya, dia adalah seorang Ibu yang sudah amat paham dengan gengstur dan mimik wajah seseorang.
"Ya, memang benar, tapi kalian bertemu kembali dan kamu adalah mantan istrinya, tentu saja semua itu sedikit masuk akal," ucap Nyonya Alma.
"Sudahlah, Bu, aku tidak apa-apa, aku baik-baik saja, karena sekarang jalan hidup kita seperti ini, aku akan menikmati hari-hari ku bersama dengan Aldo,"
"Apakah kamu tidak berencana memberitahu Aldo kepada Austin?"
"Entahlah, aku pasti akan memberitahu, tapi mungkin setelah pernikahan mereka!"
💞💕
Laura menatap Austin yang sejak tadi terlihat murung, biasanya Austin hanya akan bersikap datar dan dingin, tapi kali ini mimik wajahnya terlihat berbeda. Ada awan hitam menggantung dan hal itu membuat Laura penasaran.
"Apa ada masalah, sayang?" Austin hanya menggeleng.
"Tidak, aku hanya sedang banyak berpikir," Laura hanya mengangguk dan tidak berani bertanya lagi. Dia sudah hapal sikap Austin dan tidak akan bertanya lagi kalau belum Austin yang bercerita.
Tidak lama setelah itu tiba-tiba Austin berdiri, wajahnya nampak sedikit semangat, "Aku mau ngopi dulu, setengah jam lagi kembali," ujar Austin. Laura hanya mengangguk, entah kenapa sampai sekarang dia masih belum bisa membuat Austin terbuka padanya.
'Aku tidak akan menyerah!' batin Laura.
Sedangkan Austin sendiri langsung pergi ke kafe dekat kantor tanpa mengajak Laura, dia akan mencari informasi tentan sang mantan istri. Hati Austin mengatakan bahwa ada yang mengganjal.
Tuutt!
"Halo, tolong bantu aku selidiki siapa suami dari mantan istriku!"
Bersambung.
Siapa yang ingin rahasia Ave cepat terbongkar?🤭
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
Sunarti
udah cerai sama Ave tp msh penasaran dng kehidupan mantan istri
2022-11-21
2
Ririn Nursisminingsih
biar austin penasaran...
2022-08-30
1
Puja Kesuma
nah gitu austin cari informasi ttg eve
2022-08-25
0