Sebuah Keinginan

Othor minta maaf kalau ada typo, ya? Nanti komen aja soalnya tadi keyboard nya eror 🙏😊

Happy Reading

Austin mendengus kesal ketika Zack dengan sombongnya menceritakan kisahnya dengan Caroline selama mereka backstreet.

Meskipun jauh tapi kedua orang itu masih saling bertukar kabar atau bahkan Zack sering berkunjung ke Paris di saat liburan.

Ya, Caroline memutuskan untuk memperdalam jurusan designer yang ia sukai di Paris, Perancis.

Sejak dulu Caroline sangat menyukai menggambar dan membuat desain baju dari berbagai macam negara, sehingga 3 tahun yang lalu gadis itu memutuskan untuk meneruskan kuliahnya di Perancis sembari mempromosikan hasil karyanya.

"Kami adalah pasangan yang di takdirkan bersama selamanya sampai maut memisahkan," ucap Zack percaya diri.

"Ya, ya, ya, aku percaya bahwa kalian memang di takdirkan Tuhan untuk bersama, meskipun nasibku harus seperti ini, tapi aku tetap baik hati dan mendoakan kalian agar bisa segera bersatu."

Do'a tulus Austin meluncur dari bibirnya, dia memang bisa melihat cinta Zack yang besar untuk Caroline. Dan mudah-mudahan gadis itu juga akan segera memberikan jawaban yang di tunggu-tunggu oleh saudara tirinya itu.

"Aku juga akan selalu mendoakan hal terbaik untukmu, Austin, kamu sudah banyak berubah beberapa tahun ini, aku harap akan ada keajaiban yang menantimu di depan nanti." Harapan Zack untuk saudara tiri sekaligus sahabat nya itu adalah bisa bahagia bersama dengan orang-orang yang menyayangi Austin di kemudian hari.

'Semoga kamu bisa bertemu dengan putramu, Austin!'

****

Ave masuk ke dalam rumah dan mendapati Aldo dan juga Mia sedang asik menonton televisi. Aldo sang putra begitu larut melihat acara televisi kesukaannya, bahkan Aldo sampai tidak tahu kalau sang Mommy sudah pulang.

"Nyonya, anda sudah pulang?" sapa Mia.

"Iya, Mia, apa Aldo tadi nakal dan cranky?"

"Tidak Nyonya, tuan kecil hari ini menjadi sangat penurut, bahkan tadi setelah pulang dari rumah nenek, tuan kecil langsung menonton televisi sampai sekarang," jawab Mia.

"Baiklah, Mia, terima kasih, pulanglah, ini sudah malam," ucap Ave.

"Apa anda tidak ingin membersihkan diri dulu, Nyonya? Saya bisa menunggu anda sambil menjaga tuan kecil?"

"Tidak apa-apa, Mia, sebaiknya kamu pulang saja, Aldo sudah bisa di tinggal mandi, sekali lagi terima kasih," ucap Ave.

Mia mengangguk, saat kemudian akan membalikkan badan tapi tidak jadi, Mia kembali menatap Ave dengan tatapan seakan ingin mengatakan sesuatu.

Ave yang merasa memang ada yang ingin di katakan Mia langsung mengerti. "Apa ada yang ingin kamu sampaikan?" tanya Ave.

"Ehm, sebenarnya ada, Nyonya, tapi saya takut anda tersinggung, ini mengenai tuan kecil," ucap Mia.

Ave mengangguk paham, "katakan saja, bukankah aku memang memintamu untuk mengatakan hal apa saja yang terjadi dengan putraku selama aku tidak ada di sampingnya," jawab Ave berusaha tenang.

"Ehm, begini Nyonya, kemarin tuan kecil bersedih lagi, saat melihat sahabat barunya sedang di jemput oleh seorang pria yang di ketahui adalah paman dari gadis kecil sahabat tuan kecil, saya hanya merasa tatapan tuan kecil sangat berbeda dengan tatapan biasanya, meskipun sering kali melihat hal seperti itu, tapi entah kenapa saya mereka tatapan tuan kecil sangat berbeda pada waktu kemarin itu," jelas Mia.

Ave menghela napas, sudah paham dengan situasi yang akan Mia ceritakan. "Aku tahu Mia, lalu apa yang sebaiknya aku lakukan? Sudah sejauh ini aku selalu meyakinkan Aldo bahwa dia akan baik-baik saja tanpa sosok Ayah, tapi di sisi lain aku juga merasa sangat kasihan kepadanya, Mia!" Ave berusaha menghalau perasaan tega di hatinya.

"Menurut saya, bagaimana kalau Nyonya mencarikan Ayah baru untuk tuan kecil," lirih Mia berbisik.

Ave langsung melotot ke arah Mia yang hanya tersenyum, "Nyonya sebaiknya mulai membuka hati untuk para laki-laki, banyak lo yang suka sama Nyonya, seperti Tuan Brad, atau Tuan Orion, mereka berdua pria baik dan juga sangat tampan, cocok dengan anda, Nyonya," lanjut Mia tidak mempedulikan tatapan mematikan dari majikannya itu.

"Mia!! Jangan mengatakan hal itu lagi! Kamu tahu sendiri kan, aku tidak akan pernah membuka hatiku ataupun memiliki hubungan dengan seorang pria, aku yakin Aldo bisa bahagia tanpa adanya sosok Ayah!" Mia hanya diam dan masih tersenyum menghadapi sikap Ave yang selalu seperti ini jika di sangkut pautkan dengan masalah pria.

"Saya rasa anda memang cukup egois, Nyonya, tapi itu hanya saran saya, kalau Nyonya masih belum bisa mengobati luka masa lalu, nanti dampaknya adalah masa depan tuan Aldo," ucap Mia.

Ave menarik napas dalam-dalam, berusaha menghilangkan emosi jiwa yang menderanya. Entah kenapa dia sulit membuka hati lagi pada mahluk yang namanya laki-laki. Trauma memiliki sebuah perasaan terhadap lawan jenis, itulah yang ada dalam benak Ave sekarang.

"Sejujurnya aku sudah bertemu dengan Ayahnya Aldo, Mia, dan dia sekarang berada di kota yang sama denganku saat ini!"

Mia membuka mulutnya merasa sedikit terkejut, tapi wanita itu langsung bisa mengembalikan ekspresi wajahnya seperti semula.

"Apakah anda tidak berencana memberitahu pada Ayahnya tuan kecil yang sebenarnya?" Ave menggeleng lemah.

"Dia sebentar lagi akan menikah, bahkan memakai WO ku, aku hanya tidak ingin merusak ataupun membuat hubungan Austin dan Laura menjadi renggang semisal memberi tahu Austin tentang Aldo, tapi mungkin suatu saat nanti ketika mereka menikah, aku akan memberitahu Austin keberadaan putranya, takut jika mengatakan sekarang, rencana pernikahan mereka menjadi berantakan, dan aku tidak mau di sebut sebagai perusak hubungan orang!"

******

Austin menyimak Florensia yang sejak tadi berceloteh ria menceritakan banyak hal di sekolah barunya. Saat ini Austin berkunjung ke apartemen Laura yang juga masih berada di gedung yang sama namun berbeda lantai.

"Paman, Flo menyukai seseorang, tapi Flo tidak tahu apakah dia menyukaiku atau tidak?" celoteh gadis berusia 4 tahun tersebut.

Austin dan Laura saling memandang, merasa heran dengan tingkah laku anak kecil jaman sekarang yang sudah bisa mengutarakan isi hatinya dengan lancar.

"Siapa namanya?" tanya Austin mengelus rambut coklat milik Florensia.

"Namanya Aldo, dia sangat baik dan juga tampan, Flo sayang sama Aldo, Paman, apakah paman mau membujuk Aldo?"

Austin dan Laura menahan tawa karena gemas dengan sikap Florensia. "Memangnya paman di suruh membujuk bagaimana, sayang?"

Mata Florensia mengerjab beberapa kali, terlihat imut dengan menggemaskan. "Bujuk Aldo untuk menjadi kelasih Flo, paman! Flo tidak mau kalau Aldo nanti di rebut sama Deana," kali ini tawa Laura tidak bisa di tahan lagi. Keponakannya itu benar-benar mirip dengannya dulu sewaktu masih kecil.

Sedangkan Austin langsung mencium pipi gadis cantik tersebut. "Memangnya harus, ya? Kan sudah ada Paman yang sayang sama Flo?" ucap Austin.

Florensia menggeleng. "Kalau Paman beda, pokoknya besok Paman harus bertemu dengan Aldo, janji ya??"

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Puja Kesuma

Puja Kesuma

yeee...akhirnya austin akan bertemu dgn aldo melalui flo😁😁

2022-08-25

2

Sukliang

Sukliang

nah katahuan anak kandung

2022-08-20

1

Nalena

Nalena

jangaan jahaat lohh thooor balikin ajaaa austinnyaaa sama eveee

2022-07-31

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!