Dilema

Hai akak reader semuanya 🥰

Bagi yang bertanya-tanya 'kok Ave menceraikan Austi saat hamil, kan dalam islam gak boleh?

Sebelumnya othor mau ngasih tau kalau cerita ini berlatarbelakang di Amerika, jadi mereka yang ada di sini non ya, meskipun aku juga tidak jelas menyebutkan agama mereka, karena ini bukan novel religi. Memang kebanyakan novelku alur dan latar cerita nya di luar negeri 🙏

Kalau masih bingung bisa baca novel othor yang berjudul Kekasih Gelapku karena kisah Ave dan Austin awalnya ada di dalam novel itu.

maaf othor salah sebut judulnya tadi 🙏 pikiran lagi blenk!

Jangan lupa vote, hadiah dan juga komentarnya, ya 🤩🤩🌷🌷

HAPPY READING

"Ave, sebenarnya aku dulu terpaksa menerima Laura," lirih Austin.

"Apa!"

Ave menatap wajah Austin menyuruh pria itu mengulangi ucapannya karena dia tidak begitu mendengarkan.

"Eh, bukan apa-apa!" jawab Austin.

"Tapi seperti nya tadi kamu mengatakan sesuatu?"

Austin langsung menggelengkan kepalanya, dia memang hanya bergumam tidak jelas, seakan memberitahu Ave bahwa dia terpaksa menikah dengan Laura.

Berharap masih ada kesempatan untuk bisa bersama, tapi tentu saja itu tidak mungkin. Austin tidak ingin egois hanya karena dia masih menginginkan sang mantan istri. Dia sudah menerima Laura, bukan?

Meskipun saat ini Austin harus mengorbankan perasaannya dan menekan egonya, belajar dari sebuah pengalaman yang dulu telah membuatnya menjadi orang yang lebih baik. Bisa bersahabat dengan Ave saja sudah cukup, setidaknya Asutij masih bisa berhubungan dengan sang mantan.

Mulai saat ini dia hanya akan pasrah menghadapi kehidupannya, dia akan jalani dengan ikhlas meskipun sedikit sulit, di awal dia menerima lamaran Laura, juga sangat sulit beradaptasi apalagi sekarang ini di mana dia di pertemuan kembali dengan Ave.

Dilema! itulah satu kata yang cocok di gambarkan untuk Austin saat ini. Sampai hampir saja dia mengatakan pada Ave bahwa dia terpaksa menerima Laura.

Tapi untung saja Ave tidak mendengar nya. "Tidak, bukan apa-apa, ehm apakah setelah ini kamu akan pulang?" Austin mengalihkan pertanyaan agar Ave tidak bertanya lagi.

Ave langsung mengangguk, "iya, Al sudah menunggu ku, ehmm!"

"Al, Al siapa?" sela Austin penasaran.

Ave mengambil minumannya dan segera membasahi tenggorokan nya yang tiba-tiba terasa kering.

'Hampir saja aku keceplosan!'

"Maksudku, Ibuku, hehe!" jawab Ave.

Austin memicingkan matanya, tadi dia dengan jelas mendengar Ave mengatakan bahwa 'Al sudah menunggu nya, tapi kenapa sekarang berubah menjadi ibu?

Apakah ada yang disembunyikan oleh Ave? apa Ave sudah punya suami atau kekasih? batin Austin.

Tidak ingin terlalu berlama-lama, karena makanan Ave sudah habis, wanita itu memilih untuk langsung pulang ke rumahnya. Dia juga tidak ingin meninggalkan Aldo terlalu malam, mengingat pertemuan nya dengan Austin sedikit lama karena disertai makan-makan.

"Nanti biar aku yang bayar, Ave!" ucap Austin saat Ave memanggil pelayan untuk menagih bil-nya.

"Terima kasih, Austin!"

"Hem, bukankah aku yang mengundang mu, tentu saja sudah sepatutnya aku yang mentraktir mu, bukan?" Ave hanya tersenyum menanggapi.

"Aku pulang dulu, nanti akan aku beritahu kabar selanjutnya mengenai semua persiapan pernikahan mu dan Laura, permisi!" Ave langsung berjalan keluar dari restoran.

Dia juga tidak menunggu Austin karena memang mereka tidak berniat pulang bersama, bukan?

"Apa kamu memang sudah memiliki pria lain dihidup mu, Ave?"

'Apakah aku harus mengikuti nya? memastikan di mana Ave tinggal sekarang? tapi bukankah aku terkesan seperti penguntit?'

Austin segera memanggil pelayan untuk membayar tagihannya, pria itu langsung meluncur menuju ke apartemen barunya yang di belikan oleh Laura karena memang mereka sudah menetap di New York, mengurusi perusahaan cabang yang ada di kota ini.

Musim gugur segera berganti dengan musim dingin, Austin dan Laura memang memilih pernikahan di musim semi yang akan terjadi setelah musim dingin. Entah kenapa dia memilih di musim itu, mengingatkan tentang dirinya dulu yang menikah di Spring summer dengan Ave.

Sebenarnya dia akan belajar sedikit demi sedikit untuk mencintai Laura, dia wanita yang sempurna, cantik, kaya, memiliki tubuh yang indah bak model, dan juga seorang pebisnis wanita yang tengah melejit namanya di kalangan industri bisnis. Tapi entah kenapa Austin masih belum bisa menyerahkan hatinya pada gadis cantik tersebut.

Bahkan seorang Laura Brandon bisa mencari pria seumuran dengan nya dan yang pasti lebih kaya dari Austin, tapi cinta memang tidak bisa di paksakan. Laura mencintai Austin di saat pertama kali pertemuan mereka, bahkan bersedia melakukan apapun untuk pria itu.

Austin merebahkan tubuhnya di atas ranjang ketika dia sudah sampai di apartemen. Melihat ada sebuah pesan masuk dari Laura dan mengatakan bahwa dia sedang bersama Florensia sedang makan malam.

'Aku sudah makan malam, kamu dan Flo makan saja, aku sedikit capek, Laura!'

Balas Austin, dia memang sudah kenyang dan lelah hati dan pikiran.

'Baiklah, nanti aku main ke apartemen mu kalau sudah selesai makan sama Flo, aku kangen!'

'Baiklah, makan dulu sana!'

Setelah itu Austin memilih mendial nomor Zack, sahabat sekaligus saudara tirinya beda ibu.

"Halo, Zack, apakah aku mengganggumu?"

"Tumben kamu telepon, ada apa? apakah masih suntuk? calon pengantin itu harus bahagia!" celetuk Zack di sebrang.

"Apakah aku belum cerita padamu, kalau aku sudah bertemu dengan Ave?"

Di sebrang Zack langsung tersedak karena bertepatan dia juga sedang minum.

"Apa!! jadi kamu sudah menemukannya?"

Austin mengangguk, meskipun sudah pasti Zack tidak dapat melihatnya.

"Dia yang mengurus pernikahan ku dengan Laura!"

"What the he...!! oh God, Austin kenapa kamu bisa mendapatkan karma seperti ini, Tuhan benar-benar menghukum mu!"

"Sial kau, Zack!"

Austin mengumpat karena Zack menertawakan nasibnya. Ya, memang benar mungkin Tuhan sedang menghukum Austin dengan cara mempertemukan nya lagi dengan sang mantan istri, padahal dia sedang berusaha memperbaiki diri.

"Lalu, Ave bagaimana?"

Austin menghela napas panjang, dia ingat saat melihat mantan istrinya itu pertama kali, Ave terlihat datar dan dingin, berlagak tidak kenal dengannya, dan mungkin saja tidak akan ada yang tahu bahwa mereka sebenarnya adalah mantan pasangan di masa lalu.

"Ave menjadi lebih dewasa dan cantik, aku saja sampai tidak menyangka dia berubah seperti itu, dia memang masih tampak elegan dan kalem, jujur aku masih berdesir saat melihatnya!"

Zack semakin tertawa keras, seakan meledek Austin yang tengah di permainkan oleh takdir.

"Hahaha, kurasa memang itu sudah menjadi takdir mu, jadi sebaiknya kamu harus sabar dan menjaga hati! ingat Austin, ada hati Laura yang harus kamu jaga!! jangan sampai kamu berbuat masalah lagi!"

"Tutup mulutmu, sial! aku juga sudah paham dan mengertilah, memangnya aku kamu yang jadi pecundang karena di gantung oleh Caroline! lihatlah, bahkan sampai sekarang Caroline masih belum bisa memberikan mu kepastian!"

"Eh, jangan salah sangka dulu, lusa Carolku tersayang akan kembali ke Florida, dia berjanji akan memberikan jawaban dari lamaran ku!"

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Lina aja

Lina aja

kirain zack m carolin udah nikah tu

2022-08-26

2

Puja Kesuma

Puja Kesuma

jgn paksakan hatimu austin tuk menerima laura klo mmg hatimu gk bs... krn bs membuat gk bahagia...klo msh cinta sama eve lbh baik kau perjuangkan aja lg si eve...

2022-08-25

0

Sunarti

Sunarti

sdh ada Laura dan Austin sdh di bantu dr kebangkrutan kenapa cari mslh akan mendekati Ave yg jls" sdh di khianati.. emang Austin yg t@k tau malu

2022-08-12

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!