Jangan lupa Vote, hadiah, komentarnya juga ya 🥰
HAPPY READING
Austin tidak memperdulikan penolakan Ave, pria itu tetap memesankan makanan dan minuman kesukaan mantan istrinya dulu.
"Aku tahu ini memang belum waktunya makan malam, tapi aku rasa kita mengawalinya dulu tidak apa-apa, kan?" ucap Austin saat baru saja selesai memberikan pesanan pada pelayan. Dia tidak akan pernah lupa makanan kesukaan Ave sejak masa kuliah dulu.
Buffalo chicken wings dan pie apple adalah makanan favorit Ave, di hidangkan dengan lemon tea atau jus jeruk.
Ave sendiri masih diam, dia merasakan deja vu saat Austin mengatakan hal itu.
'Aku tahu ini memang belum waktunya makan malam, tapi aku rasa kita mengawalinya dulu tidak apa-apa, kan?'
Dulu pernah Austin mengatakan hal itu saat mereka masih menjadi suami istri dan belum sama-sama saling selingkuh. Ada rasa yang mencubit di hatinya saat ini, rasa sakit bercampur dengan perasaan rindu. Rindu akan kenangan yang dulu pernah mereka lakukan.
Tidak! tidak boleh, dia tidak boleh memikirkan calon suami orang.
Ave yakin kalau Austin telah melupakan perasaannya, bahkan dia sudah move on dari Ave karena sebentar lagi Austin akan menikah. Dan dia juga yang mengurus pernikahan sang mantan. Ya, lalu kenapa dia harus merasa 'GR' kalau sejatinya memang kisah mereka sudah berakhir sejak dulu.
Ave yang menceraikan Austin, meninggalkan nya dalam keadaan yang sangat buruk, bahkan berita kehamilannya dia sembunyikan dari sang mantan suami.
"Ave, aku tahu kalau aku sudah sangat menyakiti mu dulu, menorehkan luka dalam yang mungkin tidak akan pernah termaafkan, tapi aku hanya ingin minta maaf, maaf untuk semuanya, maaf karena aku membuat mu sakit hati,," Austin menatap wajah Ave dengan tatapan sendu.
Sungguh dia sangat ingin bisa membuat Ave kembali ke dalam pelukannya, tapi Austin selalu sadar diri bahwa dia sekarang bukanlah duda atau pria lajang yang belum memiliki ikatan. Dia seorang calon suami yang sebentar lagi akan menikah.
Meskipun dia sadar bahwa pernikahan nya dengan Laura masih 4 bulan lagi, dan tidak akan ada yang tahu apa yang terjadi selama waktu itu, Austin tidak bisa terus-terusan menyakiti hati wanita lagi. Laura sudah sangat baik kepadanya. Tapi apakah dia akan sanggup setelah pertemuan nya ini dengan sang mantan tercinta?
Ave sendiri hanya bisa mendesah kasar, mungkin memang sudah saatnya dia berdamai dengan keadaan. Ave yakin kalau memaafkan pasti akan membuat semuanya menjadi mudah.
"Aku sudah memaafkan mu, mulai hari ini, aku rasa aku juga harus minta maaf padamu, jadi sepertinya kita impas," jawab Ave dengan sedikit senyuman di bibirnya.
Austin benar-benar merasa sangat bahagia, dia tidak menyangka bahwa Ave akan memaafkannya dengan mudah.
"Terima kasih, ehm ... Apakah kita bisa menjadi sahabat, mungkin dengan kita menjadi sahabat, hubungan kerja sama ini tidak akan secanggang ini," ucap Austin.
Ave mengangguk, "baiklah, aku rasa itu ide yang bagus," jawab wanita yang menguncir rambutnya ke atas itu.
Austin tersenyum lebar mendengar jawaban dari Ave, entah kenapa dia seakan merasa semua beban di pundaknya terlepas. Bagaikan menemukan oase di padang pasir, kini hati Austin benar-benar terasa lega.
Mungkin dengan menjadi sahabat, Austin bisa mencaritahu tentang kehidupan Ave saat ini.
Beberapa saat kemudian, pelayan tiba dengan menghadirkan makanan yang telah mereka pesan, dengan antusias Ave langsung memakan makanan yang ada di depannya, tapi sebelum itu Ave memotret makanan itu dan mengirimkan ke ponsel seseorang yang mungkin sedang menunggunya pulang.
Ting!
Satu pesan masuk.
'Mommy, Al pengen makan itu, Mommy di mana sekarang?'
Ave tersenyum mendapatkan balasan dari sang putra. Dengan cepat Ave segera membalas pesan dari Aldo.
'Mommy sedang berada di restoran, sayang, besok kita makan di sini bareng-bareng ya, sama nenek dan juga Nanny Mia, bagaimana?'
Ting!
'Yeeay ... ide Mommy benar-benar brilian, aku maunya weeks ini, Mom, sepertinya makanan itu enak!'
'Oke sayang, tentu saja enak, ini ada pie kesukaan kamu juga!'
Ave masih tersenyum ketika mendapatkan jawaban dari Aldo.
'Apa Mommy tidak mau memberikan untukku, kenapa Mommy hanya pamer saja!!'
Austin memperhatikan Ave yang sejak tadi seperti sedang berbalas pesan dengan seseorang sambil tersenyum, sesekali wanita itu menyuapi makanan ke mulutnya di sela-sela kegiatan bermain ponselnya.
'Dia berbalas pesan dengan siapa? Apa dengan kekasihnya?' batin Austin.
Ave sendiri tersenyum saat Aldo mengirimkan potret dirinya yang sedang manyun. Austin sedikit terkejut ketika Ave mengeluarkan suara tawanya walau masih terdengar lirih.
"Apa kebiasaan mu telah berubah, Ave?" suara Austin membuat Ave menatap ke arahnya.
"Maksudmu?" tanya Ave mengerutkan keningnya bingung.
Austin menatap ponsel di tangan Ave kemudian beralih menatap wajah sang mantan istri.
"Makan sambil bertukar pesan, dulu kamu tidak pernah melakukan itu, Ave, apakah pesan itu begitu penting, hingga kamu tidak bisa meninggalkan ponsel dan menghabiskan makananmu dulu?" Ave baru mengerti arah pembicaraan pria itu.
Tapi kenapa sikap Austin jadi terkesan berlebihan? Ah, mungkin karena mereka dulu pernah hidup bersama.
"Oh, maafkan aku kalau sikapku ini mengganggumu, Austin, aku akan segera makan," jawab Ave segera memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas.
Pria itu tidak tahu bahwa wanita di depannya ini sedang memamerkan makanan yang kebetulan juga sangat di sukai Aldo, yang tidak lain adalah putra dari pria yang ada di hadapannya saat ini.
"Tidak Ave, kamu tidak perlu minta maaf, aku kan hanya bertanya, jadi jangan terlalu formal seperti ini, aku tidak masalah kamu mau makan sambil berbalas pesan, karena itu hak mu, aku hanya menanyakan kebiasaan mu yang sudah berubah, mungkin waktu memang bisa membuat kita merubah kebiasaan," ujar Austin.
Ave hanya mengangguk dan tersenyum, "aku memang perlu minta maaf, ya mungkin kebiasaan ku telah berubah," jawab Ave dengan senyum penuh makna.
Apakah sebaiknya aku memberitahu tentang Aldo pada Austin? ataukah aku harus menyembunyikan selamanya? tapi bukankah Austin sebentar lagi akan menikah? lalu aku harus mengatakan apa pada Aldo nanti jika tahu Daddy-nya sudah bersama wanita lain dan bukan bersamanya?
"Apa kesibukan mu setelah kembali le New York menjadi seorang WO?" tanya Austin.
"Ehm,, ya bisa di bilang begitu, aku membantu Ibu mengurus bisnisnya, dari pada mencari pekerjaan lain, kan?"
Ave menatap Austin yang kini juga tengah menatapnya. "Ave, sebenarnya aku dulu sempat mencari mu, tapi tidak pernah menemukan titik terang, tapi sekarang aku sangat senang ketika akhirnya bisa bertemu dengan mu lagi, aku rasa sekarang aku bisa tidur dengan nyenyak karena sudah mendapatkan maaf darimu," ujar Austin.
"Ya, aku memang langsung pulang ke New York," jawab Ave menunduk.
"Tapi waktu itu anak buah ku mengatakan kalau kamu tidak ada di sini, mereka sudah mencari mu sampai ke New York?"
Ave hanya mengedikkan kedua bahunya. "Mungkin ibu yang memberikan kabar palsu," jawab Ave tidak bersemangat.
Austin mengangguk dan mengerti jika memang mantan ibu mertua nya sangat membencinya.
"Ave, sebenarnya aku dulu terpaksa menerima Laura," lirih Austin.
"Apa!"
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
beby
lanjut
2022-11-18
3
Puja Kesuma
jujur aja eve katakan ke.austin ttg aldo...austin berhak.tau anaknya
2022-08-25
0
Sunarti
jadi perceraian Ave karna Austin selingkuh
2022-08-09
2