Tertarik

Jangan lupa vote dan hadiahnya ya 🌷 🥰👍

Happy Reading.

Ave melihat jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 2 siang, sudah saatnya Aldo sang putra pulang sekolah. Wanita itu langsung menghubungi Nanny (pengasuh) Aldo yang bernama Mia, wanita berusia 40 tahun itu sudah mengasuh Aldo sejak usia satu tahun, yang berarti 4 tahun sudah Mia menjaga dan merawat Aldo seperti anaknya sendiri.

Mia seorang single parents, sama seperti Ave, tapi anaknya ikut dengan kakek dan neneknya yang berada di desa. Wanita itu hanya menjaga Aldo setelah pulang sekolah sampai Ave pulang bekerja. Itu pun terjadi baru setahun ini saat Aldo sudah masuk sekolah.

Dulu Mia selalu ada dan siap 24 jam di rumah Ave karena memang majikan nya itu tidak bisa mengurus Aldo sendirian apalagi di malam hari, meskipun kadang Ibu Alma juga ikut menjaga Baby Aldo kala itu.

"Halo, Mia, hari ini setelah pulang sekolah ajak Aldo ke rumah dan kurung dia, kalau dia minta ke rumah neneknya jangan di perbolehkan."

"Baik, Nyonya! saya akan menjemput tuan kecil sekarang."

"Terima kasih, Mia."

Tut!

Ave mendesah pelan, setelah pertemuan nya dengan mantan suami yang sudah move on dan bahkan akan segera menikah, membuat wanita itu jadi sering berpikir. Ada sedikit rasa tidak rela saat melihat Austin dengan mudahnya melupakannya, dan akan menikah dengan wanita yang jauh lebih muda darinya.

Bukan karena Ave masih menginginkan Austin, tapi saat mengingat Aldo, buah hati mereka yang sampai saat ini masih belum di ketahui oleh pria itu, membuat suasana hati Ave benar-benar berada dalam gejolak marah dan takut.

'Tapi kenapa aku harus marah? bukankah lebih bagus kalau dia menikah lagi! itu berarti dia memang sudah melupakan semua tentang ku, bahkan semua pengkhianatan itu!'

Ave menggelengkan kepalanya, mengusir pemikiran yang sudah ia kubur dalam-dalam. Biarlah Austin tidak pernah mengetahui tentang Aldo, bukankah itu kemauannya?

Mungkin keputusannya untuk mengurung Aldo di rumah sudah cukup tepat, jangan sampai Austin bertemu dengan putranya itu, tentu saja Ave tidak akan membiarkan semua itu terjadi, selama ini dia berhasil bersembunyi dari Austin, dan dia akan terus menyembunyikan keberadaan Aldo sampai kapanpun. Biarlah dia rela membuat putranya tidak memiliki Ayah, dia lebih suka melihat Aldo tumbuh besar dengan didikannya di banding harus dengan Austin yang ia sebut si mantan brengsek itu.

"Ya, Austin tidak boleh tahu tentang Aldo, mereka memiliki wajah yang sangat mirip kecuali rambutnya, siapapun yang melihatnya pasti tahu kalau Al adalah putra Austin!"

Bahkan dia meminta Zack dan Caroline untuk tidak mengatakan tentang kehamilannya pada Austin. Ave benar-benar ingin terbebas dari pria itu tanpa ada sesuatu yang akan mengikat mereka nantinya. Jadi saat ini pun Ave harus waspada, apalagi Austin sekarang menjadi kliennya.

Zack dan Caroline memang sangat bisa di percaya, nyatanya pada saat pertemuan nya tadi, Austin sama sekali tidak membahas masalah anak.

Ya, Zack sendiri akhirnya memaafkan Austin setelah pria itu kehilangan Ave dan merasakan penyelesalah yang amat dalam. Bahkan merekapun berteman akrab seperti dulu, di tambah lagi dengan kenyataan bahwa mereka memiliki Ayah yang sama. Austin belajar ikhlas menerima semua, pengalaman yang membuat nya hancur terpuruk membuka mata hati Austin agar dia tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Tapi bagaimana jika situasi nya seperti saat ini?

Di depan gerbang SC Internasional School.

Austin menyugar rambutnya ke belakang, situasi macam apa ini!! kenapa dia bertemu dengan Ave di saat yang benar-benar tidak tepat! di saat dia berpikir bahwa mungkin dia tidak akan bertemu dengan mantan istrinya lagi yang sudah pergi kemana, Austin bahkan dia nekat menerima lamaran dari Laura karena membutuhkan sokongan dari wanita itu. Lalu kenapa Tuhan seakan menghukum nya dengan ia mempertemukan nya kembali dengan wanita yang masih setia mendiami relung hatinya.

"Oh, Ya Tuhan! aku masih belum bisa berhenti memikirkan mu, Ave! apakah aku harus menyakiti Laura untuk mengajakmu kembali? apakah aku akan menjadi pria brengsek untuk yang kesekian kalinya! tapi hatiku menginginkan mu!" gumam Austin frustasi.

Seorang gadis kecil terlihat keluar dari dalam sekolah, Austin langsung keluar dari dalam mobil dan menghampiri Florensia.

"Hai, Paman Austin, bibi Laura kemana?" tanya gadis kecil itu.

"Bibi Laura sibuk, jadi Paman yang menjemput mu, cantik," jawab Austin menggendong Laura.

Di sisi jalan.

Aldo menatap ke arah depan dengan tatapan sendu, melihat Florensia di jemput oleh Pamannya entah kenapa membuat Aldo tiba-tiba merasa matanya memanas. Ada terbesit rasa cemburu atau iri pada Florensia yang di gendong oleh Pamannya yang tampan itu. Aldo hanya bisa menundukkan kepalanya saat air matanya tiba-tiba menetes dari sudut, bahkan dia bisa merasakan dadanya sesak hanya karena dia menahan untuk tidak menangis.

'Al gak boleh nangis dan sedih, nanti Mommy sedih, Al gak mau kalau Mommy sedih!' batin anak itu.

Florensia yang melihat Aldo masih belum di jemput oleh Nanny nya tiba-tiba Mempu ide.

"Paman Austin, sepertinya temanku belum di jemput oleh Nanny nya, apakah paman bersedia mengantar Aldo pulang?" tanya Flo.

"Siapa temanmu, Flo?" Florensia menunjuk ke arah Aldo yang sudah membalikan tubuhnya karena ada yang memanggilnya.

Austin melihat seorang anak laki-laki kecil berambut pirang sedang berlari ke arah seorang wanita paruh baya yang sepertinya baru saja datang. Mata Austin mengamati anak laki-laki itu tanpa mengalihkan pandangan nya.

Entah kenapa dia sedikit tertarik dengan warna rambut pirang milik bocah kecil tersebut, mengingatkan pada seorang wanita yang baru saja mengusik pikiran dan hatinya.

Tapi Anak itu tidak menoleh ke belakang dan langsung masuk ke dalam mobil berwarna maroon tersenyum.

"Sepertinya dia sudah di jemput, sebaiknya Flo cepat pulang, ya? ayo Paman antar," ucap Austin.

"Tapi Flo ingin beli es krim dulu, Paman!"

"Paman harus segera menyelesaikan urusan di kantor, nanti beli es krimnya sama Bibi Laura, hem?" ucap Austin. Florensia hanya mengangguk patuh.

"Baiklah, Paman," jawab gadis kecil itu.

Austin membuka pintu mobil untuk Florensia, gadis kecil yang merupakan keponakan dari Laura itu memang sangat menarik, membuat Austin yang pertama kali melihatnya langsung suka.

Setelah menutup pintu untuk Flo, Austin memandang kembali mobil maroon yang sudah berjalan melewatinya. Tatapan mata Austin tidak lepas, entah kenapa dia sangat penasaran dengan teman Flo yang bernama Aldo itu.

Deg!

Austin bisa melihat sekilas wajah Aldo dari samping, jantungnya tiba-tiba berdetak kencang.

'Kenapa aku merasa wajah anak itu tidak asing? apa aku juga tertarik dengan anak orang lain, bahkan orang asing di kota ini?' batin Austin.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Novi Yantisuherman

Novi Yantisuherman

Mau di sembunyiin bagaimana pun jika Tuhan takdirkan ga akan bisa di umpetin,
Takdir ga ada yang tau hehehee

2023-04-12

0

~Burberry

~Burberry

kisah mereka sebelumnya judulnya apa sih?

2023-03-01

1

beby

beby

dia anakmu

2022-11-18

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!