Happy Reading.
Austin menelan Saliva nya berkali-kali ketika melihat aura sang mantan. Aura seorang wanita yang terlihat sangat anggun, cantik, dingin seperti es.
'Kau semakin bersinar, Ave!'
Tidak terasa sudah Enam tahun dia tidak bertemu dengan Ave. Antara rasa senang, malu dan sedih, semua rasa itu bercampur menjadi satu.
Rindu yang dulu ia rasakan sungguh begitu menyiksa, tapi meskipun begitu Austin tidak berani untuk mencari Ave karena rasa malu yang besar. Malu karena melakukan kebodohan di masa lalu hingga membuatnya kehilangan Ave.
Malu dengan tindakan yang membuatnya masuk penjara dan hampir kehilangan perusahaannya.
Tapi hal ini tentu saja belum ada apa-apanya di bandingkan dengan saat ini, Austin lebih malu saat perugas WO yang Laura sewa untuk pernikahan mereka ternyata adalah milik Ave Calista, sang mantan istri.
'Bukankan aku akan terkesan seperti buaya, setelah bertahun-tahun lamanya, tiba-tiba bertemu dengan Ave dengan keadaan sudah memiliki calon istri? Ya Tuhan! Ave, maafkan aku! Aku merasa sangat terpuruk saat harus bercerai denganmu, kalau bukan karena Laura, aku tidak akan bisa bertemu dengan mu, meski keadaannya harus begini!'
"Sayang, bagaimana menurutmu desain yang ini?" Laura bertanya pada Austin.
Glek!
Austin lagi-lagi membasahi tenggorokan nya yang sejak tadi kering, entah kenapa dia malah merasa seperti sedang ketahuan selingkuh. Padahal di sini posisinya adalah sebagai calon pengantin prianya.
Ave sendiri tidak menatap Austin, rasanya masih saja terasa sakit melihat pria itu, bahkan sekarang dia merasa tidak betah dengan atmosfer yang ada di sekitarnya.
"Ehm, bagus, ini bagus!" jawab Austin di dengan suara yang bergetar karena gugup.
"Apa kamu baik-baik saja? Sepertinya keadaan mu kurang baik, sayang?" lagi-lagi sikap Laura membuat Austin seperti dihadapkan dengan tatapan tajam dari sang mantan.
Padahal Ave sama sekali tidak melihat hal itu, Ave berusaha untuk tidak peduli melihat sikap mesra yang di tunjukkan kedua pasangan calon pengantin yang sialnya adalah mantan suaminya sendiri.
"Ehm, apakah anda tidak memberikan desain pernikahan premium yang tadi sudah anda rencanakan, Nona?" tanya Daisy tiba-tiba.
Laura dan Austin langsung menatap Daisy. "Desain premium?" cicit Laura.
Ave langsung menatap Asistennya itu dengan tajam, tatapannya langsung menusuk ke dalam mata gadis muda itu.
Daisy yang paham akan tatapan Ave langsung meralat ucapannya. "Eh, bukan, maksud saya desain internasional dengan tema musim panas, karena pernikahan Nona Laura dan Tuan Austin akan di adakan 4 bulan lagi yang berarti pada saat itu adalah musim panas, begitu maksud saya," jelas Daisy.
"Tapi sepertinya tadi anda menyebutkan desain premium?" kini Austin yang bertanya.
Ave menghela napas, kenapa pria itu seakan tertarik dengan desainnya? Tapi Ave tidak akan pernah sudi memberikan desain Spring and lilies pada sang mantan.
'Aku tidak akan memberikan desain pernikahan itu pada kalian, apalagi pria seperti mu! Dasar pria brengsek!' batin Ave.
"Anda tidak akan tertarik, Tuan! Lagipula desain iti juga belum sepenuhnya selesai, jadi lebih baik anda memilih yang lain, kami masih memiliki beberapa contoh desain pernikahan yang bagus," ucap Ave yanh kali ini berani menatap mantan suaminya.
Austin bisa melihat tatapan mata Ave yang penuh dengan kebencian, lalu kalau sudah begini, apakah dia masih ada kesempatan untuk mendapatkan maaf dari Ave, sang mantan istri yang telah ia sia-siakan?
'Ave, aku sangat merindukanmu, apakah aku masih di beri kesempatan untuk meminta maaf, dan mendapatkan maaf darimu?' batin Austin.
"Sudahlah, sayang, kita lihat contoh yang lain saja, masih banyak desain bagus yang di milikinya Nona Calista," ujar Laura membuyarkan tatapan Austin dari sang mantan.
"Oh, iya, pilihlah mana yang kamu suka, aku akan menurut," jawab Austin.
Laura hanya bisa mengangguk dan melihat majalah di depannya, dia merasa sepertinya calon suaminya itu sedikit berbeda. Austin terlihat aneh pada saat bertemu dengan Ave, menurutnya calon suaminya itu terlihat salah tingkah, tapi baru saja Austin memperlihatkan semangat nya ketika menanyakan desain premium yang di bicarakan oleh Daisy.
'Sepertinya mereka seperti saling kenal? Tapi itu tidak mungkin, Nona Calista terlihat biasa saja. Ah, mungkin aku yang terlalu banyak berpikir!' batin Laura.
****
Ave termenung di dalam ruangannya, mengingat beberapa menit yang lalu dia baru saja bertemu dengan pria masa lalunya yang sangat tidak ingin ia temui, bahkan mungkin sudah ia masukkan ke dalam daftar hitam yang harus ia buang jauh-jauh dari kehidupannya.
Tapi entah kenapa Tuhan tidak mengabulkan permintaan nya, setelah sekian tahun dia dipertemukan kembali dengan sang mantan.
"Hidupku sudah damai, tapi kenapa dia harus datang kembali! menyebalkan! apa pria itu tidak ingat dulu kelakuannya seperti apa? dan sekarang dengan seenakmya datang ke tempat kerjaku untuk menyewa WO di sini? Ya Tuhan! dasar buaya!" geram Ave.
Entah kenapa dia kesal sendiri melihat mantan suami brengseknya yang sebentar lagi akan menikah. Apakah dia merasa panas? Oh, tidak! Ave tidak akan pernah peduli dengan kehidupan Austin. Biarlah dia bahagia dengan wanita yang sekarang.
"Silahkan berbahagia tuan mantan!"
"Nona, apa anda tidak apa-apa?" Ave tersentak ketika Daisy tiba-tiba sudah berada di dalam ruangannya.
"Ah, aku tidak apa-apa, ada apa Daisy?" tanya Ave.
"Nona Laura meminta anda mengirimkan desain premium yang anda buat, dia lebih tertarik dengan desain itu, dia akan menunggu anda untuk menyelesaikan nya, Nona, apakah saya boleh mengirimkan contohnya sebagian?" Ave mendesah perlahan.
"Bukankah tadi Nona ingin memperlihatkan pada mereka?"
"Tidak, Dai, aku belum siap, bilang pada Nona Laura bawa aku belum bisa memberikan desain itu," ucap Ave.
"Baik, Nona, permisi,"
Desain premium yang ia namai dengan Spring and Lilies adalah desain pernikahan dengan tema out door di musim semi saat bunga-bunga mulai bertunas dan tumbuh.
Ave tidak akan pernah memberikan desain impian itu pada Austin.
****
Austin akhirnya bisa terbebas setelah keluar dari gedung A.Y tersebut, seperti dulu pada saat dia terbebas dari jeruji besi yang ia tempati hampir 2 tahun lamanya, rasanya begitu menyesakkan.
Austin sendiri menjadi sosok pendiam dan jarang tersenyum setelah keluar dari tahanan dan lebiu fokus untuk mengurus perusahaan nya. Dia sempat mencari info tentang Ave, tapi dari hasil penemuan informasi dari orang-orangnya, Ave sudah pergi dari kota Florida dan entah di mana dia tinggal.
Austin ingin sekali mencari mantan istrinya untuk meminta maaf atas perbuatannya terdahulu, tapi rasa malu masih menghinggapinya. Rasanya dia tidak punya keberanian untuk berhadapan dengan Ave. Tapi setelah hari ini, Austin merasa nyawanya telah kembali. Senyuman yang dulu pernah redup kini selalu tercetak lagi di wajahnya.
Entah apa yang Austin pikirkan, hanya dia yang tahu.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
beby
kejar lagi ave
2022-11-18
1
Ririn Nursisminingsih
sampai lupa thor... ini klanjutan kisah austin sama ave yaa... pinginya ngu end... dulu tpi kok penasaran
2022-08-30
0
Lina aja
lanjut n semangat
2022-08-25
0