"Iiss! Jangan panik. Kamu lupa mobil ini anti peluru! Sini pindah!" jawab Cheryl tenang sembari melepas sabuk pengaman yang membelit tubuhnya.
Jantung Axel sudah berderap hebat ketika sebuah peluru melesak ke kaca mobilnya. Namun tentu saja langsung terpental, tidak bisa menembusnya. Kendatipun begitu, Axel tetap saja terkejut.
Lelaki itu sampai blank harus bersikap bagaimana, bahkan konsentrasinya saat menyetir sedikit buyar. Cheryl menyentuh lengan adiknya yang terasa dingin, "Ayo lepas seatbeltnya. Terus pindah ke sini!" ucapnya lembut.
"Tapi, Kak...." Axel ragu melakukannya.
"Percaya sama kakak!" Cheryl meyakinkan.
Setelah menjawab dengan sebuah anggukan, satu tangan Axel berusaha membuka seatbelt. Kemudian keduanya bertukar tempat meski sedikit kepayahan. Kecakapan Cheryl segera menguasai laju mobil tersebut. Axel sudah duduk di kursi penumpang dan merapatkan sabuk pengamannya.
"Kita lihat, siapa yang berani mengganggu princess macan," gumam Cheryl menatap motor di belakangnya.
Jourrel memelankan laju motornya, kembali menguasai motor tersebut dan menyusupkan kembali senjatanya. "Sial! Mobilnya anti peluru," gumamnya berdecak kesal.
Dia tetap fokus untuk mengejar mobil Cheryl. Gadis cantik itu menyunggingkan senyum tipis, menggerakkan setir mobil dengan sangat mudah walaupun kecepatannya di atas rata-rata.
Jourrel masih bersemangat mengikutinya. Axel sendiri mencengkeram kuat pegangan yang ada di atas kepalanya. Ia sampai tidak kuasa membuka mata karena tubuhnya terombang-ambing mengikuti gerakan mobil Cheryl yang menyelinap memasuki celah-celah jalan mendahului kendaraan lain.
Cheryl menggiring motor yang mengikutinya ke jalan yang lebih sepi, untuk menghindari hal-hal yang membahayakan pengguna jalan lain.
Ciiiiiitttt!!!!
Decitan rem memekakkan telinga, Cheryl menginjak pedal rem dan masih lincah menggerakkan setirnya hingga mobil berputar-putar selama beberapa kali putaran.
Jourrel terperanjat, matanya membelalak kaget hingga terpaksa ia banting setir ke trotoar. Jika tidak, ia justru akan celaka. Menabrak mobil Cheryl yang masih berputar-putar, kemungkinan akan jauh terpental jika sampai itu terjadi.
Jantung Axel seolah terjatuh dan berpindah ke perutnya. Kepalanya pusing, bahkan merasa mual sekarang. Ia memejamkan matanya kuat-kuat. Cengkeraman berubah menjadi dua tangan, karena satu tangan saja tak sanggup menstabilkan gerakan tubuhnya.
Jourrel sempat terjatuh, buru-buru menegakkan kembali motornya. Ia terus mengumpat kesialannya malam itu. Hingga berhasil menaiki motor kesayangannya lagi, mobil Cheryl sudah menyorot dan mengarah tepat padanya.
Kedua manik abu Cheryl menyorot dengan sangat tajam. Ia memainkan pedal gas kuat-kuat, yang membuat siapa pun bergidik mendengarnya. Napas Axel tersengal-sengal.
"Kak! Mau muntah!" keluh Axel yang wajahnya sudah pucat seputih kapas.
"Tahan bentar, Dek," pintanya menoleh sebentar. Sayangnya, pria yang berbalut jaket kulit berwarna hitam, dengan celana dan sepatu pun berwarna senada itu sudah menjauh dari mobilnya.
Cheryl segera melesat dengan kecepatan tinggi untuk mengejarnya. "Aaiih! Gara-gara kamu nih, Dek!" kesal Cheryl berusaha memangkas jarak dengan motor tersebut.
"Sreekk!"
Cheryl berhasil menyerempet badan motor dari sisi kanan. Hampir oleng dan kehilangan keseimbagan, namun akhirnya berhasil menguasai keadaan lagi. Cheryl membuka jendela mobilnya.
"Turun lo, banci!" teriak Cheryl melongokkan tubuhnya keluar. Ia terpaksa mundur karena mereka sudah berada di jalan raya dua arah. Tidak bisa mensejajari motor tersebut lagi.
Menoleh sekejap, namun tak mau kehilangan kesempatan, Jourrel menaikkan kecepatannya. Bergerak lincah meliuk ke kiri dan kanan di antara celah-celah mobil.
"Ck! Aaah! Sialan! Banci emang!" teriak Cheryl kembali duduk memukul setir mobilnya.
"Kak, nggak kuat! Hueeekkk!" Axel menepuk bahu Cheryl. Namun terlambat, ia memuntahi sportcar milik sang kakak itu.
"Axel!" seru Cheryl khawatir.
Ia segera menepikan mobilnya. Turun dengan cepat dan membuka pintu untuk adiknya. Kedua lengannya menjulur untuk meraih bahu sang adik hingga berhasil membawanya keluar.
Axel memuntahkan seluruh isi perutnya di tepi jalan. Cheryl dengan telaten memijit tengkuk Axel sembari menyeka keringat yang membasahi wajah tampannya.
"Duh, sorry, Dek. Kita ke rumah sakit ya!" ucap Cheryl merasa bersalah.
Axel merebahkan tubuhnya di atas rerumputan. Kepalanya masih terasa pusing, perutnya seolah diremas-remas. "Nggak usah, Kak. Pulang aja. Nanti mama panik. Papa belum pulang," tolak Axel bersuara pelan.
"Tapi kalau kamu makin parah gimana? Seandainya kita deket sama aunty mama, pasti semua masalah kek gini beres!" Cheryl duduk bersila di sebelah adiknya.
"Kak, sorry. Mobilnya jadi kotor."
"Apaan sih? Mobil kotor bisa dicuci. Beda kalau otak lo yang kotor, mama pasti frustasi bersihinnya!" canda Cheryl turut merebahkan kepalanya berdekatan dengan sang adik. Menatap ribyan bintang yang menawan di mata mereka.
"Kan kakak yang ngajarin," ungkap Axel menoleh. Mereka saling menatap lalu tertawa terbahak-bahak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu, Jourrel berhenti di tepi jalan ketika memastikan ia sudah dalam posisi yang aman. Kakinya sempat terserempet mobil Cheryl. Ia turun dengan tertatih, membuka plat nomor motornya dengan cepat.
"Gadis itu, gila juga ternyata!" gerutunya tidak menyangka justru apes yang menghampirinya.
Jourrel mengambil ponselnya, melepas helm lalu menelepon seseorang. "Tan! Bengkel masih buka nggak?" tanya nya setelah ada jawaban di seberang.
"Matamu! Udah gelap gini masih nanya buka apa nggak!" sahut Tristan yang justru mengumpat di ujung telepon.
"Heh! Gue nanya baik-baik, Tan Setan!" umpat Jourrel balik.
"Sialan! Nyesel gue angkat telepon dari lo!"
"Eeitt tunggu! Buka bengkel sekarang juga atau gue setting bom nih. Terus besok tempat lo itu rata dengan tanah! Gue tunggu maksimal satu jam! Nggak nerima bantahan!" ancam Jourrel dengan suaranya yang dingin.
"Jouuuu!" teriak Tristan namun keburu ditutup teleponnya oleh Jourrel.
Bersambung~
BTW gaeess... kok aku gak nemu tombol like ya di noveltoon versi terbaru,😂😂 kalian nemuin tombol like di mana? aku nyarinya ampe mumet... lebih mumet dari Axel yang diombang ambingkan kakaknya 🤣🤣🤣
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Milah Milah
membayangkan kayak lihat film action thor😱
2025-03-27
0
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
hhhhhhhh jourel 🤣🤣🤣
2025-03-28
0
nobita
alur ceritanya apik... tulisannya rapi... seruuu abisss...
2024-09-17
0