Bab 17 Reuni

...***...

Asap putih yang menyelimuti mulai menguap ke udara, si tudung putih yang telah terbuka memperlihatkan wajah orang itu dengan sangat jelas.

" Tunggu... Kau adalah Rael?"

" Bagaimana kau bisa ada disini?"

Tanya Bima dengan ekspresi yang tak karuan, entah itu senang, sedih, dan terkejut pun bercampur.

" Rael... Tak kusangka kau bisa selamat, dan apa yang telah terjadi padamu?"

Meskipun Bima telah menanyakan beberapa pertanyaan, tak satupun dari pertanyaan tersebut di jawab oleh Rael.

" Hei Rael, apa kau marah kepadaku?"

" Kenapa kau tidak menjawabnya Rael?!"

Dengan ekspresi wajah yang datar, Rael mendekati Bima dengan berjalan pelan dan tatapan matanya yang berwarna merah.

" Hei Bima, aku tidak tau kalau dia itu Rael yang asli atau bukan, tapi lihatlah matanya yang berwarna merah seperti para monster yang selalu kita temui!"

" Benar apa yang dikatakan Aria, meskipun dia terlihat seperti temanmu ada kemungkinan kalau ia adalah seorang monster yang ganas." Ujar pak Sudiarto.

" Meskipun begitu, Rael pasti akan mengenali ku kan?"

" Kita tidak punya waktu untuk berargumen sekarang, kita harus kabur terlebih dahulu!" Teriak pak Sudiarto.

Pak Sudiarto menarik Bima yang masih mematung melihat Rael yang ada di depannya, meraka pun mulai berlari sembari menyeret Bima.

Saat pak Sudiarto mulai berlari, meraka pun dihadang oleh Rael yang tiba-tiba muncul didepan pak Sudiarto.

Rael pun menyerang mereka dengan tangan kanannya yang berubah ke bentuk tentakel dan mengarah ke Bima, pak Sudiarto yang cekatan segera melemparkan Bima sejauh beberapa meter.

" Aria, jagalah Bima selagi aku menahan dia sekuat tenaga!"

" Baiklah pak!"

Di arah kejauhan, pria misterius sebelumnya terkejut melihat Bima dan yang lain kenal dengan spesimen berharganya.

" Wah... Tak kusangka ada seseorang yang mengenalinya, mereka bilang namanya Rael yah terasa sedikit familiar."

Pak Sudiarto yang menahan Rael, hampir membuatnya terpojok karena kekuatan Rael yang begitu dahsyat.

Dengan saling dorong mendorong, pak Sudiarto berusaha keras untuk melindungi Bima dan Aria yang sedang berlindung.

" Agh... Maaf aku temannya Bima, sepertinya aku tidak bisa bersikap lembut kepadamu ya?"

Dengan serangan tinjunya, pak Sudiarto berhasil memojokkan Rael yang terus dipukul mundur dengan serangan yang profesional.

Rael yang telah dipukul mundur oleh pak Sudiarto, menangkap salah satu tangannya hanya dengan tangan kanannya saja.

Pak Sudiarto yang tertangkap, berusaha keras untuk melepaskannya dari genggaman Rael. Namun sekeras apapun ia berusaha, tenaga Rael itu telah diluar nalarnya.

" Sial, ternyata kekuatan seekor monster itu menyeramkan juga yah."

Disisi lain Ari sedang menolong Bima yang mengalami luka ringan untuk berdiri, ia melihat Bima masih dengan ekspresi tak percaya saat melihat Rael.

" Aria bisakah kau membantuku untuk mendekati Rael?".

" Apa yang kau katakan, kau lihat sendiri kan kalau Rael sudah bukan orang yang kita kenal?!"

" Aku tau Aria, tapi aku tidak bisa membiarkannya menghilang lagi seperti sebelumnya!"

Pak Sudiarto yang kembali terpojokkan, mulai menggunakan kapaknya untuk menyerang Rael.

Beberapa serangan telah dilontarkan oleh pak Sudiarto, namun tak satupun dari serangannya yang berhasil melukai Rael.

" Sial, dia mengunakan tangan kanannya sebagai tameng yang kuat."

Pak Sudiarto menyerang Rael secara terus menerus hingga menghabiskan tenaganya dengan cepat hingga membuat pak Sudiarto terjatuh akibat kelelahan.

Kapak yang dipegang oleh pak Sudiarto pun terjatuh dan diambil oleh Rael untuk menyerang pak Sudiarto yang sedang terduduk, Bima yang melihatnya pun lantas menembak tangan Rael hingga membuatnya terputus.

" Maafkan aku Rael, tapi aku tidak bisa membiarkan mu melakukannya."

Karena tembakan Bima, Rael pun mengganti sasarannya ke arah Bima.

Rael pun berlari menghampiri Bima hingga membuatnya terkejut, dengan tendangannya berhasil membuat Bima terlempar kebelakang.

Aria yang berada didekat Rael, sedikit ketakutan dengan wajah datarnya Rael yang cukup menyeramkan.

Rael pun mencekik Aria dan menatapnya dengan mata merahnya itu, namun pak Sudiarto yang berhasil bangun mulai mencekik Rael dari arah belakang.

Karena tindakan pak Sudiarto, Aria pun berhasil lepas dari Rael dan mengambil pistol yang Bima jatuhkan.

Tanpa segan Aria mun menembaki Rael dengan membabi-buta, namun semua serangannya berhasil dihalau oleh tangannya yang berbentuk seperti sebuah tangan armor yang sangat keras.

Rael yang berhasil menangkap pak Sudiarto, ingin menusuknya dengan tangannya yang berubah bentuk seperti sebilah pisau.

Namun tindakannya itu berhasil digagalkan oleh Bima dengan mendorongnya menjauhi pak Sudiarto dan Aria, dorongannya itu pun terhenti dan Rael pun memukul perut Bima dengan sangat keras.

Bima pun lemas dan terjatuh ke tanah sembari memegang perutnya, Rael pun berniat menusuk Bima dengan tangannya itu.

Saat bilah pisau dari tangannya mendekati Bima, gerakannya tertahan seolah Rael berusaha untuk tidak menyerang Bima.

" ... Aku tau kau masih disana Rael, jadi bangunlah sekarang juga!" Teriak Bima.

Rael pun semakin memberontak dan mulai memukul-mukul kepalanya sendiri hingga berdarah.

> Bersambung...

Episodes
1 Bab 1 Hari kehancuran
2 Bab 2 Bertahan hidup
3 Bab 3 Bertahan hidup (2)
4 Bab 4 Terminal
5 Bab 5 Menuju puncak
6 Bab 6 Kembali
7 Bab 7 Anggota baru
8 Bab 8 Bandam Land
9 Bab 9 Sebuah harapan baru
10 Bab 10 Sang pelari
11 Bab 11 Sinar bintang di langit malam
12 Bab 12 Monster berekor
13 Bab 13 Pertarungan orang terlatih
14 Bab 14 Tragedi
15 Bab 15 Perpisahan
16 Bab 16 Identitas
17 Bab 17 Reuni
18 Bab 18 Nirwana
19 Bab 19 Harapan
20 Bab 20 Pertarungan
21 Bab 21 Kornea merah
22 Bab 22 Maniak
23 Bab 23 Keluarga
24 Bab 24 Kepercayaan
25 Bab 25 Pekerjaan
26 Bab 26 Menjarah
27 Bab 27 Menguping
28 Bab 28 Aktivitas
29 Bab 29 Penyerbuan
30 Bab 30 Bencana susulan
31 Bab 31 Umpan
32 Bab 32 Teruslah berlari
33 Bab 33 Sidang
34 Bab 34 Kebenaran
35 Bab 35 Dukungan
36 Bab 36 Bekerja keras
37 Bab 37 Keras kepala
38 Bab 38 Topeng gas
39 Bab 39 Penjelajahan
40 Bab 40 Pengintai
41 Bab 41 Bukti
42 Bab 42 Pendatang baru
43 Bab 43 Kecurigaan
44 Bab 44 Penyusup
45 Bab 45 Pertemanan
46 Bab 46 Penyerangan
47 Bab 47 Ketidak pedulian
48 Bab 48 Immortal Projects
49 Bab 49 Kucing liar
50 Bab 50 Daging
51 Bab 51 Gladiator
52 Bab 52 Pertandingan dimulai
53 Bab 53 Cerberus
54 Bab 54 Barbel
55 Bab 55 Sarah
56 Bab 56 Klana
57 Bab 57 Home run
58 Bab 58 Terjerat
59 Bab 59 Akhir Distopia
60 Bab 60 Kripa
61 Bab 61 Rembulan
62 Bab 62 Bahaya baru
63 Bab 63 Pesan
64 Bab 64 Video
65 Bab 65 Bermain dengan api
66 Bab 66 Persiapan
67 Bab 67 Garda depan
68 Bab 68 Kembali lagi
69 Bab 69 Ogre
70 Bab 70 Jaka
71 Bab 71 Emosi
72 Bab 72 Trauma
73 Bab 73 Penyesalan
74 Bab 74 Penentuan
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Bab 1 Hari kehancuran
2
Bab 2 Bertahan hidup
3
Bab 3 Bertahan hidup (2)
4
Bab 4 Terminal
5
Bab 5 Menuju puncak
6
Bab 6 Kembali
7
Bab 7 Anggota baru
8
Bab 8 Bandam Land
9
Bab 9 Sebuah harapan baru
10
Bab 10 Sang pelari
11
Bab 11 Sinar bintang di langit malam
12
Bab 12 Monster berekor
13
Bab 13 Pertarungan orang terlatih
14
Bab 14 Tragedi
15
Bab 15 Perpisahan
16
Bab 16 Identitas
17
Bab 17 Reuni
18
Bab 18 Nirwana
19
Bab 19 Harapan
20
Bab 20 Pertarungan
21
Bab 21 Kornea merah
22
Bab 22 Maniak
23
Bab 23 Keluarga
24
Bab 24 Kepercayaan
25
Bab 25 Pekerjaan
26
Bab 26 Menjarah
27
Bab 27 Menguping
28
Bab 28 Aktivitas
29
Bab 29 Penyerbuan
30
Bab 30 Bencana susulan
31
Bab 31 Umpan
32
Bab 32 Teruslah berlari
33
Bab 33 Sidang
34
Bab 34 Kebenaran
35
Bab 35 Dukungan
36
Bab 36 Bekerja keras
37
Bab 37 Keras kepala
38
Bab 38 Topeng gas
39
Bab 39 Penjelajahan
40
Bab 40 Pengintai
41
Bab 41 Bukti
42
Bab 42 Pendatang baru
43
Bab 43 Kecurigaan
44
Bab 44 Penyusup
45
Bab 45 Pertemanan
46
Bab 46 Penyerangan
47
Bab 47 Ketidak pedulian
48
Bab 48 Immortal Projects
49
Bab 49 Kucing liar
50
Bab 50 Daging
51
Bab 51 Gladiator
52
Bab 52 Pertandingan dimulai
53
Bab 53 Cerberus
54
Bab 54 Barbel
55
Bab 55 Sarah
56
Bab 56 Klana
57
Bab 57 Home run
58
Bab 58 Terjerat
59
Bab 59 Akhir Distopia
60
Bab 60 Kripa
61
Bab 61 Rembulan
62
Bab 62 Bahaya baru
63
Bab 63 Pesan
64
Bab 64 Video
65
Bab 65 Bermain dengan api
66
Bab 66 Persiapan
67
Bab 67 Garda depan
68
Bab 68 Kembali lagi
69
Bab 69 Ogre
70
Bab 70 Jaka
71
Bab 71 Emosi
72
Bab 72 Trauma
73
Bab 73 Penyesalan
74
Bab 74 Penentuan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!