Mulai Terjadi Keributan

Ditempat berbeda, Anton Lee masih dalam masa pencariannya.

Di Sekolah Menengah Atas Budi Santosa, kini Ia berada. Mencoba bernegosiasi dengan kepala sekolah dan pihak bagian kesiswaan tentang salah satu muridnya di angkatan empat tahun yang lalu.

"Devana Wandira anak IPA2 angkatan empat tahun yang lalu...! Hm..., ini ya?"

"Ya, ya. Betul, Bu! Devana yang ini!"

Anton Lee menatap lekat gambar foto Devana yang masih terlihat polos di buku tahunan.

"Apa, ibu mengenal kepribadian Devana secara spesifik? Secara, Bu Winasih adalah guru Bimbingan Karier pada saat itu!" tanya Anton antusias.

"Maaf! Tapi sepengetahuan Saya, anak ini baik. Tidak terlalu menonjol memang dalam segala hal. Tapi kepribadiannya baik. Selama tiga tahun menjadi murid di SMA ini, Devana tidak punya catatan buruk meskipun tak ada juga prestasi gemilang yang dia torehkan."

"Hm..., begitu ya? Apa..., Devana pernah punya hubungan dengan teman pria sekelasnya atau kelas lain?"

"Anak ini khan, yatim piatu. Saya masih ingat, Devana bahkan setahun terakhir malah bekerja di kantin untuk cari tambahan uang perpisahan akhir sekolah, deh!"

"Iya kah?"

"Ya. Deva anak yang baik dan rajin. Ia pekerja keras juga ringan tangan. Mau bekerja apapun yang penting halal. Dia tidak pernah terdengar desas-desus dekat dengan lawan jenis, apalagi pacaran! Saya rasa, Mas salah tempat jika ingin mencari informasi yang lebih spesifik tentang Devana. Cobalah ditempat kerjanya dahulu setelah tamat sekolah! Saya yakin, itu bisa membantu pencarian mas Anton soal Devana!"

"Makasih banyak, Bu Winasih! Saya sangat terbantu berkat penjelasan Ibu! Kalau begitu, Saya pamit. Terima kasih banyak ya, Bu!"

Saran bu Winasih ada benarnya! Aku harus mencari Devana ditempatnya dulu bekerja. Sebelum menikah dengan Chandra, Deva pernah bekerja sebagai kasir di sebuah resto siap saji. Aku harus mencari informasi disana. Bisa saja sebelum bersama Chandra, Deva menjalin hubungan dengan pria lain dan mereka tersambung kembali setelah Deva mengetahui penyakit Chandra.

Fikiran Anton dipenuhi oleh tebakan-tebakan negatifnya tentang Devana.

Kini perjalanannya semakin panjang.

Menelusuri kota kecil K dengan mencari informasi lebih banyak lagi tentang Devana.

Bukannya semakin banyak info semakin mendekatkan pencariannya menemukan Devana dan Ericko. Tetapi justru semakin jauh dan memblurb semua.

Devana..., kemana kamu pergi?

Rupanya Anton Lee semakin kebingungan karena jejak hidup yang Devana torehkan di kota K hanyalah sedikit saja.

Teman Deva banyak, tapi tidak ada yang akrab. Mereka hanyalah tahu kalau Deva adalah gadis yang super sibuk dan tidak suka kongkow sana sini.

Deva lebih suka merespon ajakan kerja part time di sebuah resto, kafe ataupun stand walau hanya untuk satu bulan saja.

Ia ternyata benar-benar perempuan yang suka bekerja keras.

Anton semakin yakin, Deva melakukan itu untuk membantu ibu asuhnya dalam mengurus anak-anak panti lainnya.

Harusnya saat ini pun kau lakukan itu, Devana! Pulanglah ke yayasan panti tempat tinggalmu! Berikan semua uang dan harta Chandra yang telah kau curi pada Bundamu itu! Aku, akan sangat senang jika menerima kenyataanmu seperti itu! Tetapi kini..., kau justru pergi menghilang tak tentu arah. Kau pergi kemana, dengan siapa dan bagaimana keadaannya. Aku tak tahu! Andaikan kau kabur dengan pria lain dan hidup foya-foya dengan uang jarahan, itu adalah tindakan paling konyol dan bodoh setelah sekian lama kau hidup dengan sikap muliamu dalam berbakti pada orang tua! Pulanglah Deva! Aku ingin melihat keponakanku! Apa kau mengurusnya dengan baik? Kau hanyalah perempuan yang belum sepenuhnya faham dalam mengurus bayi! Kau hanyalah perempuan yang baru berusia 22 tahun. Kau pasti kesulitan dalam mengurus Ericko!

Namun semua yang ada dipikiran Anton Lee adalah kebalikannya.

Hari ini Ericko menjadi bintang di keluarga Gunawan Wicaksono.

Ericko digendong oleh Kakek, Nenek, Papa, bahkan para Om dan Tantenya.

Bocah berumur tujuh bulan itu benar-benar riang dan puas bermain-main sana sini mengunjungi paviliun demi paviliun para saudara Indra Gunawan yang masih satu lokasi.

Ericko bahkan sampai tertidur di atas bahu Georgino.

Tentu saja Deva panik dan langsung meraih tubuh mungil putra kecilnya itu.

"Pelan-pelan, nanti Ericko bangun!" protes Gege merasakan kalau rengkuhan tangan Devana agak keras dan terburu-buru dalam mengambil Ericko dari gendongannya.

"Baju Kaka nanti kena iler Ericko!"

Kini Gege hanya bisa termangu. Ia baru tersadar, kalau Devana agak kurang suka pada sikap jijiknya dengan iler Ericko yang membasahi lengannya tempo hari.

Gege diam. Hanya merenungkan perlakuan dirinya yang tanpa ia sadari.

"Deva!"

Devana tak menyahut.

"Devana!"

Kali ini perempuan beranak satu itu hanya menoleh tapi tak mau menjawab panggilannya. Ia fokus menidurkan Ericko di atas ranjang di kamar khususnya.

"Kamu marah karena aku tidak suka iler Ericko?"

Devana tetap tak menjawab.

"Hei! Aku ini sedang bertanya padamu!"

"Sudahlah! Tak perlu bertanya untuk urusan yang tak penting. Yang penting sekarang adalah beritahu apa yang harus aku lakukan di acara pelantikanmu sebagai CEO PT MAKMUR SENTOSA esok hari. Aku harus berkata apa, dan apa saja yang tak boleh kulakukan!"

Gege tahu, Devana sedang ngambek padanya karena urusan iler.

Dan kini ia juga mulai mengerti mengapa perempuan itu seperti sengaja mengerjainya dengan menaruh sesuatu yang membuat Gege kesal.

Di malam pertama ada plastik hitam isinya pampers bekas pup Ericko. Malam kedua, Devana menaruh baju bekas salinan Ericko yang penuh cairan gumoh. Lalu esoknya, Devana malah menaruh celana basah penuh cairan pipis Ericko di atas bantalnya.

Benar-benar membuat Gege semakin kesal jadinya.

"Kamu sengaja cari ribut denganku, Dev? Kamu lupa ya, sama isi poin yang kutilis di surat perjanjian nikah kontrak kita?"

Seketika Devana merenungkan isi poin yang dibuat Gege.

"Uang seratus juta bisa berkurang kena potongan jika kau terus-terusan bertingkah seperti ini!" ancam Gege.

"Kapan aku bertingkah? Kapan aku buat salah?" Kali ini Gege salah mengira. Dia pikir Devana akan melunak dan minta maaf padanya. Tetapi tidak.

Devana justru semakin sengit melawan kesemena-menaannya.

"Kamu kenapa sih? Lagi PMS? Mau datang bulan? Hah? Kenapa tingkahmu yang biasanya manis di depan kakek nenek dan sepupu-sepupuku yang lain justru kebalikannya sekarang? Atau, memang ini sifat aslimu? Sampai-sampai kau diusir oleh mertua aslimu?"

Deg.

Jantung Deva serasa mau copot.

Bergetar hebat perasaannya yang tersakiti oleh kata-kata pedas yang Gege lontarkan.

Wow, begini rupanya aslinya pria tampan ini! Ck ck ck... Hatinya jahat, mulutnya sepat! Benar-benar menyebalkan sekali!

Deva melotot tajam ke arah Georgino yang baru tersadar kalau dia telah berbuat salah. Dadanya turun naik menahan amarah yang membludak.

Haruskah aku demi uang seratus juta sampai-sampai mendapat hinaan seperti ini? Kau tak tahu Gege, permasalahanku dengan mertuaku. Kau hanya tahu sedikit dari ceritaku saja tentang mereka. Kau sekarang justru memandangku rendah, sama seperti mereka. Lantas apa gunanya aku disini? Untuk apa aku bekerjasama dengannya sampai sejauh ini, jika hanya penghinaan yang kudapat dari bibir busukmu itu?

Deva berjalan keluar kamar Ericko.

Ia memasuki kamar Gege dan langsung membuka lemari baju tempatnya menyimpan semua pakaiannya.

Tas besarnya kini ditariknya. Deva mengambil barang-barang yang memang asli kepunyaannya, lalu memasukkannya dengan hati yang kacau balau.

Gege yang masuk kamar dan melihat tingkah Devana seketika deg deg-an tak karuan.

"Hei, Deva! Mau apa, kamu?" tanyanya berusaha mengeluarkan kembali pakaian istri kontraknya itu.

Deva tak menjawab. Ia kembali memasukkan baju yang Gege keluarkan dari tasnya.

Ia menyusut butiran air mata yang menetes dipipinya.

"Deva, hei...hei! Maaf...! Maaf aku tak sengaja memarahimu!"

Gege panik, namun Deva justru semakin sedih hatinya. Kini ia bertekad untuk pergi sebelum semuanya terlambat.

Uang lima juta yang Mama Lalita berikan dan hasil jual hapenya sebelum menandatangani surat nikah kontrak dirasa cukup untuk melanjutkan hidupnya di ibukota.

"Devana, please Devana! Jangan seperti ini!" Gege semakin cemas.

Deva melangkah keluar menuju kamar Ericko kembali. Tujuannya kini adalah putranya.

"Bi Fani! Bi Fani!!! Cepat bawa pergi Ericko!!!" teriak Gege membuat Devana histeris.

Bibi Fani rupanya ada di kubu Gege. Ia langsung mengangkat tubuh Ericko yang tengah tidur pulas diatas kasurnya.

Ia segera berlari menuruni anak sembari memangku tubuh bayi yang diasuhnya.

Devana kalah cepat, sehingga hanya bisa teriak histeris memanggil-manggil nama Ericko dan bibi Fani.

Suasana seketika heboh.

Kejar-kejaran pun terjadi. Antara bibi Fani, Devana dan Gege, sampai mereka turun ke aula paviliun utama.

"Deeev... Gegeee...! Ada apa kalian?"

"Kenapa mereka?"

"Ada apa?"

"Ya Tuhaaan, kenapa bi Fani lari-larian sampai dikejar Dev?"

"Kenapa sih mereka?"

"Hadeeuh! Akhirnya paviliun ini ramai juga setelsh Gege pulang. Hahaha..."

"Sepertinya keributan dalam rumah tangga ya?!"

Suara-suara dari para penghuni paviliun lainnya termasuk Mama Georgino dan para sepupu terdengar tapi tak Deva hiraukan.

Grep.

Gege berhasil menangkap tubuh Deva dan memboyongnya kembali masuk kamar. Sementara bi Fani terengah-engah berhenti dengan tubuh Ericko yang terbangun digendongannya.

"Hahaha...! Akhirnya dapat juga kau Gege! Bawa istrimu segera ke atas ranjang! Jangan mau kalah sama perempuan!" teriak Tio, sang Om yang menyaksikan kegaduhan mereka dari lantai dua paviliunnya.

"Ish, Papa...! Jangan jadi kompor!" hardik Lisa istrinya.

Bukan hanya Tio dan Lisa saja yang ikut tertawa melihat kelakuan lucu keributan rumah tangga Gege dengan Deva. Tapi Surya Abdi, Danira, Tiara juga Demian serta Intan dan Permata turut menyaksikan drama kejar-kejaran antara pasangan suami istri itu dengan tawa.

Namun Demian pengecualian. Tawanya palsu, fikirannya langsung menerka kalau rumah tangga mereka memang bermasalah.

Ia mencoba menebak, kalau pernikahan Gege dan Deva tak akan berlangsung lama. Fikirnya, belum seminggu saja tinggal bersama...tapi sudah ada kejadian luar biasa.

Berbeda dengan Surya Abdi, yang justru terobsesi ingin menjadi seperti Gege. Begitu gagah perkasa memanggul tubuh istrinya yang sedang marah tingkat dewa.

💌TO BE CONTINUE

Terpopuler

Comments

◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ

◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ

dari sma devana sudah baik, sopan & rajin

2022-09-13

0

🍁𝕬𝖓𝖉𝖎𝖓𝖎•𖣤᭄æ⃝᷍𝖒❣️HIAT

🍁𝕬𝖓𝖉𝖎𝖓𝖎•𖣤᭄æ⃝᷍𝖒❣️HIAT

guru nya sangat membanggakan deva banget..bicara apa adanya tanpa ditambahi atau di kurangi..

2022-09-13

1

ℛᵉˣ🍾⃝ɴͩᴀᷞᴜͧғᷠᴀᷧʟ🤎🦁ˢ⍣⃟ₛ

ℛᵉˣ🍾⃝ɴͩᴀᷞᴜͧғᷠᴀᷧʟ🤎🦁ˢ⍣⃟ₛ

kenapa harus langsung percaya dengan berita hoax.. selidiki dulu napa

2022-09-13

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 KISAH BERMULA
3 Pernikahan Devana Dengan Chandra
4 Cerita Georgino Gunawan Dibalik Ajakan Nikah Kontrak
5 PEMBUKTIAN YANG MENGEJUTKAN
6 CERITA LAIN DI KEDIAMAN TUAN XIAN LEE SUKOHARJO
7 Masih Terkenang Kisah Cinta Devana-Chandra
8 Sandiwara Yang Epik
9 Kisah Di Balik Istana Gunawan Wicaksono
10 Perkenalan
11 Pencarian Anton Lee
12 FOTOSHOT PERNIKAHAN
13 IJAB KABUL NIKAH KONTRAK
14 MASUK KE DALAM ISTANA GUNAWAN WICAKSONO
15 MENAPAKI KEHIDUPAN BARU
16 Cobaan Devana Di Hari Pertama
17 Memperkenalkan Kemampuan
18 Masakan Devana
19 Mulai Terjadi Keributan
20 Akhir Keributan
21 Pencarian Anton Lee
22 MULAI ADA YANG CURIGA
23 Apakah Anton Lee Bertemu Devana?
24 Mimpi Buruk Versus Cerita Lucu
25 Ada Apa Dengan Georgino?
26 RAHASIA ITU ADALAH...
27 RAHASIA
28 Piknik Dadakan
29 Kegalauan Hati Georgino Gunawan
30 Pelantikan Georgino Gunawan
31 Ada Kegaduhan
32 KISAH LAMA YANG TERBUKA
33 KEGALAUAN HADI YUSLAN
34 TERBUKA LAGI SATU KISAH
35 Percikan-Percikan Keributan Gege Dan Deva
36 Sakit Kepala Gege
37 Devana Bingung Memilih
38 INTEROGASI DEMIAN
39 Mulai Ada Persekongkolan
40 Masa Lalu Geoegino Gunawan
41 Masih Kisah Masa Lalu Georgino Gunawan
42 Kedatangan Hadi Ke Rumah Yayasan Anne
43 Kisah Gunawan Dan Claudia
44 Kemesraan Widia dan Gunawan
45 Menbuka Kembali Kisah Yang Dikubur
46 Kunjungan Widia Ke Yayasan Anne
47 Deva, Gege versus Nenek Widia
48 PERJALANAN AKILA
49 Akhirnya Gege Bercerita Kisah Hidupnya Yang Kelam
50 AKILA DAN PENGALAMAN BARUNYA DI IBUKOTA
51 HARI PERTAMA AKILA
52 Diantara Demian Dan Surya Abdi
53 MUSIBAH
54 Tragedi Lagi
55 Semakin Rumit
56 GENDERANG PERANG
57 Ketakutan Dan Kecemasan Devana
58 Makin Salah Faham
59 MULAI ADA MASALAH
60 Pertemuan Akila Dan Georgino Gunawan
61 APAKAH AKAN ADA PERANG?
62 Seperti Gulungan Benang Yang Kusut
63 Kegilaan Baru Lagi
64 MENCARI JALAN KELUAR
65 PERLAHAN TERBONGKAR
66 Informasi Baru Yang Anton Lee Dapatkan
67 TERUNGKAP JUGA IDENTITAS DEVANA WANDIRA
68 Akhirnya, Anton Lee Tersadar Juga
69 HARI DUKA
70 POV DEVANA WANDIRA
71 KEJADIAN LAIN
72 Siapa Penculik Itu?
73 Ancaman Anton Lee Pada Sang Paman Dan Bibinya
74 Hari Penuh Duka
75 Rumah Tangga Fifie Dan Rendy
76 Barter
77 Benar-Benar Hari Yang Menyakitkan
78 RAPAT PANAS
79 SUASANA MAKIN PANAS
80 Karena Akila (Akila Gadis Yang Hebat)
81 Jalan Yang Di Pilih
82 KEADAAN YANG JADI TERBALIK
83 Berusaha Mengambil Hati
84 Masih Dalam Keadaan Kurang Nyaman
85 Kisah Demi Kisah Menghiasi
86 Akhirnya, Kebahagiaan Itu Dijelang Devana
87 Hari Yang Melelahkan
88 Yang Sedang Berbahagia
89 Layar Berkembang
90 Pertemuan Demian Dengan Orang Yang Selalu Dirindunya
91 Tersadar Kalau Kena Prank
92 DALAM KESUSAHAN, PASTI ADA KESENANGAN
93 Kisah Demian Yang Sedih
94 Kisah Demian, Nabila, Zahira dan Jonathan
95 Kisah Devana dan Gege Satria
96 Akhirnya...,
97 Cinta Memang Buta
98 Hasil Yang Didapat
99 KEHANCURAN KLAN GUNAWAN
100 Demian Dan Kesedihannya
101 Terbuka Akal Sehat Demian
102 Pertemuan Kembali Demian Dan Zahira
103 Antara Cinta Dan Benci
104 HARI BAHAGIA DEVANA DAN GEGE
105 AKHIR YANG INDAH
Episodes

Updated 105 Episodes

1
PROLOG
2
KISAH BERMULA
3
Pernikahan Devana Dengan Chandra
4
Cerita Georgino Gunawan Dibalik Ajakan Nikah Kontrak
5
PEMBUKTIAN YANG MENGEJUTKAN
6
CERITA LAIN DI KEDIAMAN TUAN XIAN LEE SUKOHARJO
7
Masih Terkenang Kisah Cinta Devana-Chandra
8
Sandiwara Yang Epik
9
Kisah Di Balik Istana Gunawan Wicaksono
10
Perkenalan
11
Pencarian Anton Lee
12
FOTOSHOT PERNIKAHAN
13
IJAB KABUL NIKAH KONTRAK
14
MASUK KE DALAM ISTANA GUNAWAN WICAKSONO
15
MENAPAKI KEHIDUPAN BARU
16
Cobaan Devana Di Hari Pertama
17
Memperkenalkan Kemampuan
18
Masakan Devana
19
Mulai Terjadi Keributan
20
Akhir Keributan
21
Pencarian Anton Lee
22
MULAI ADA YANG CURIGA
23
Apakah Anton Lee Bertemu Devana?
24
Mimpi Buruk Versus Cerita Lucu
25
Ada Apa Dengan Georgino?
26
RAHASIA ITU ADALAH...
27
RAHASIA
28
Piknik Dadakan
29
Kegalauan Hati Georgino Gunawan
30
Pelantikan Georgino Gunawan
31
Ada Kegaduhan
32
KISAH LAMA YANG TERBUKA
33
KEGALAUAN HADI YUSLAN
34
TERBUKA LAGI SATU KISAH
35
Percikan-Percikan Keributan Gege Dan Deva
36
Sakit Kepala Gege
37
Devana Bingung Memilih
38
INTEROGASI DEMIAN
39
Mulai Ada Persekongkolan
40
Masa Lalu Geoegino Gunawan
41
Masih Kisah Masa Lalu Georgino Gunawan
42
Kedatangan Hadi Ke Rumah Yayasan Anne
43
Kisah Gunawan Dan Claudia
44
Kemesraan Widia dan Gunawan
45
Menbuka Kembali Kisah Yang Dikubur
46
Kunjungan Widia Ke Yayasan Anne
47
Deva, Gege versus Nenek Widia
48
PERJALANAN AKILA
49
Akhirnya Gege Bercerita Kisah Hidupnya Yang Kelam
50
AKILA DAN PENGALAMAN BARUNYA DI IBUKOTA
51
HARI PERTAMA AKILA
52
Diantara Demian Dan Surya Abdi
53
MUSIBAH
54
Tragedi Lagi
55
Semakin Rumit
56
GENDERANG PERANG
57
Ketakutan Dan Kecemasan Devana
58
Makin Salah Faham
59
MULAI ADA MASALAH
60
Pertemuan Akila Dan Georgino Gunawan
61
APAKAH AKAN ADA PERANG?
62
Seperti Gulungan Benang Yang Kusut
63
Kegilaan Baru Lagi
64
MENCARI JALAN KELUAR
65
PERLAHAN TERBONGKAR
66
Informasi Baru Yang Anton Lee Dapatkan
67
TERUNGKAP JUGA IDENTITAS DEVANA WANDIRA
68
Akhirnya, Anton Lee Tersadar Juga
69
HARI DUKA
70
POV DEVANA WANDIRA
71
KEJADIAN LAIN
72
Siapa Penculik Itu?
73
Ancaman Anton Lee Pada Sang Paman Dan Bibinya
74
Hari Penuh Duka
75
Rumah Tangga Fifie Dan Rendy
76
Barter
77
Benar-Benar Hari Yang Menyakitkan
78
RAPAT PANAS
79
SUASANA MAKIN PANAS
80
Karena Akila (Akila Gadis Yang Hebat)
81
Jalan Yang Di Pilih
82
KEADAAN YANG JADI TERBALIK
83
Berusaha Mengambil Hati
84
Masih Dalam Keadaan Kurang Nyaman
85
Kisah Demi Kisah Menghiasi
86
Akhirnya, Kebahagiaan Itu Dijelang Devana
87
Hari Yang Melelahkan
88
Yang Sedang Berbahagia
89
Layar Berkembang
90
Pertemuan Demian Dengan Orang Yang Selalu Dirindunya
91
Tersadar Kalau Kena Prank
92
DALAM KESUSAHAN, PASTI ADA KESENANGAN
93
Kisah Demian Yang Sedih
94
Kisah Demian, Nabila, Zahira dan Jonathan
95
Kisah Devana dan Gege Satria
96
Akhirnya...,
97
Cinta Memang Buta
98
Hasil Yang Didapat
99
KEHANCURAN KLAN GUNAWAN
100
Demian Dan Kesedihannya
101
Terbuka Akal Sehat Demian
102
Pertemuan Kembali Demian Dan Zahira
103
Antara Cinta Dan Benci
104
HARI BAHAGIA DEVANA DAN GEGE
105
AKHIR YANG INDAH

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!