Dengan waktu setengah jam kurang dan bahan makanan yang ada di dapur, Deva benar-benar mempraktekkan kemampuannya dalam mengolah nasi menjadi nasi goreng kunyit favoritnya dan adik-adik.
"Nenek, maaf...! Kalau rasa dan penyajiannya tidak sesuai harapan! Deva mohon maaf!"
"Waah..."
"Ada apa ini? Kenapa dapur wangi sekali?"
"Ini..., beneran masakan cucuku?"
Kakek Gunawan yang masih terlihat muka bantalnya mengucek-ucek mata melihat piring-piring berisi nasi goreng kunyit buatan Deva.
"Ayo duduk semuanya! O iya..., Puput! Panggil Tuan Muda Gege dan Tuan Muda Surya juga! Kita sarapan bersama, menunya istimewa!"
Wajah Nenek bersinar bahagia. Ia sangat bangga. Akhirnya, ada juga salah satu dari cucu yang bisa ia agungkan. Selama ini baik dirinya maupun putri-putrinya tak ada yang memiliki kemampuan memasak. Bahkan Nani, Mamanya Gege juga tidak paham urusan perdapuran.
Demian yang sedari tadi menyaksikan langsung proses memasak yang dilakukan Devana, seperti terkena hipnotis.
Mulutnya sedikit ternganga, tapi tak sepatah kata pun keluar dari bibir. Saking takjubnya.
Ia sering mengkhayalkan menemui seorang perempuan sederhana, tetapi pandai memasak. Tak takut kulit halusnya terciprat minyak panas. Tak takut jarinya teriris pisau dapur. Juga tak takut rambutnya jadi bau bumbu dapur setelah memasak makanan istimewa untuknya.
Sungguh khayalan yang belum bisa ia wujudkan sampai saat ini. Beberapa perempuan mantan pacarnya hanya bisa berdandan dan pintar melukis wajah saja. Bahkan mereka rata-rata memiliki aplikasi yang isinya konten make up semua.
Ini adalah kali pertama Demian menemukan perempuan cantik, sederhana namun pandai memainkan spatula.
"Jangan dipuji dulu, Nek! Belum tahu rasanya! Hiks hiks..."
Devana gugup dan grogi sekali. Beberapa pasang mata memandang kagum pada hasil masakannya yang kini terhidang di atas meja.
Hanya nasi goreng kunyit dengan telur mata sapi. Tetapi dimata mereka seperti masakan yang begitu luar biasa.
Gege dan Surya Abdi sudah duduk bersama mereka di depan meja makan.
"Yakin, masakanmu ini tidak membuatku sakit perut khan Yang?"
Pertanyaan manis terlontar dari bibir Georgino. Tetapi ada nada ketidakpercayaan tersirat dalam kalimat ucapannya. Membuat Devana hanya bisa tersenyum kecut. Tak berani membela diri.
Seketika kepercayaan dirinya ambruk.
Menyesal sekali mengatakan kebenaran kalau ia adalah koki perdapuran di panti asuhan.
"Gege! Jahat sekali ucapanmu itu pada istri sendiri! Coba dulu, baru komen!" semprot Widia, seolah tahu isi hati Devana yang gegana.
"Dev! Mohon maaf...! Aku, adalah penderita anoreksia ringan. Jadi, sekiranya tiba-tiba tingkahku setelah makan masakan buatanmu menyakiti hati, tolong jangan diambil hati. Ya?"
Deva termangu dengan perkataan Surya Abdi.
"Iya. Surya memang tidak bisa menerima makanan sembarangan! Dia akan langsung mual, muntah seperti wanita hamil kalau perutnya menolak!" jelas Demian membuat Deva jadi mengerti.
"Sebaiknya, jangan dimakan! Saya takut kalau nasi goreng buatan saya malah membuat Surya jadi kambuh sakitnya!"
"Hehehe..., ga apa-apa! Cuma kalau perutnya berontak saja, jadi kelihatan aneh dan menyebalkan akunya!"
Gege hanya diam. Bola matanya sesekali melirik Devana, lalu menatap ke arah Surya.
Interaksi antara Deva dan Surya terlalu manis untuk dikategorikan sebagai orang yang baru kenal kemarin.
Sangat lancar dan seperti teman lama di mata Gege yang memiliki sifat possesif pada setiap orang terdekatnya.
"Ayo, Kakek sudah tak sabar ini! Gege, pimpin doa!"
Mereka ternyata keluarga yang lumayan suka melibatkan segala hal dengan doa bersama.
Setelah menundukkan kepala dan berdoa dalam hati, kini mereka fokus pada alat makan dan hidangan masing-masing.
Semua exited, tetapi Devana justru harap-harap cemas.
Ia memejamkan kedua kelopak matanya. Berharap masakannya tidak terlalu buruk, walaupun mereka tak suka juga.
Selain tiada persiapan, Devana juga memasak dengan bahan dan bumbu seadanya. Walaupun tersedia komplit, tetapi hatinya yang gugup juga mempengaruhi rasa dan kepercayaan dirinya dalam menunjukkan skill memasaknya.
"Deva? Ini..., ini masakan luar biasa!!!"
"Benar! Ini sih, nasi goreng hotel bintang lima!"
Demian juga membelalakkan matanya, seperti tak percaya.
Tangannya terus menyendok suap demi suap nasi goreng kunyit plus telur mata sapi buatan Devana.
Gege terlihat lebih kalem. Tetapi dari sikapnya yang juga tenang namun terus makan tanpa komentar membuat Deva bisa membaca sedikit akan perasaannya.
Lumayan lah! Sepertinya masakanku cukup baik, walau hanya makanan sederhana!
Surya Abdi, makan sedikit di awal. Ia mengunyah paling lamban dan lama. Tetapi tiada respon buruk darinya. Bahkan sampai piring bagiannya nyaris habis, ia masih terus melanjutkan sarapannya yang begitu lambat.
Semua menatap Deva dengan wajah dan sorot pancaran mata puas.
"Hebat, cucu menantuku ini! Hebat! Jempol empat buat istrimu, Gege!"
"Salut aku! Devana perempuan langka!"
Kini mata Gege langsung beralih pada Demian.
Sepupunya yang satu ini terkenal memiliki kriteria sangat tinggi dalam memuji lawan jenis. Demian hanya menyukai gadis-gadis yang bisa memuaskan seleranya. Walau banyak wanita disekelilingnya, namun urusan hati dan cinta, ia adalah type pria yang selektif.
Makanya Gege terkejut sekali ketika Demian terang-terangan memuji Devana sebagai cewek langka.
Jujur, Devana cantik. Dia juga tidak begitu suka berdandan. Wajahnya hanya memakai make up tipis sewajarnya. Sehingga masih terlihat dengan jelas pori-pori kulit dan bulu-bulu halus di wajahnya yang hanya tersapu bedak padat saja.
Senyum Deva juga manis. Wanita itu tak banyak mengumbar kata-kata asal. Dan, pembawaannya kadang memancing orang untuk mengenalnya lebih dekat lagi.
Haish! Kenapa aku jadi menilai tampilan dan kepribadian dari seorang Devana!? Hadeh...
"Devana! Terima kasih banyak!..."
Tingkah Surya Abdi lebih membuat Georgino terkaget-kaget.
Sepupu Georgino yang satu itu bahkan sampai bangkit dari duduknya. Lalu berjalan ke arah Devana dan...
Grep.
Tangannya meraih jemari kanan Deva tiba-tiba. Lalu..., Surya mencium lembut punggung tangan istri kontrak Georgino dengan wajah bersinar bahagia.
"Hei! Jaga sikapmu, Surya! Deva itu istriku!" Spontanitas Gege berteriak, meskipun tidak terlalu keras.
"Maaf, Gege! Aku cuma ingin berterima kasih pada Deva! Ini, sarapan pertamaku yang habis tanpa sisa dan tanpa rasa mual apalagi muntah setelah lima tahun menderita anoreksia! Jangan cemburu! Aku menghormati Devana sebagai koki handal sekaligus ahli gizi yang super hebat! Terima kasih banyak, Deva!"
Semua yang duduk di depan meja makan tertawa terbahak-bahak, kecuali Gege. Setelah tadi hanya bengong terkejut dengan tingkah Surya Abdi yang terkesan melebihi batas.
Bahkan Devana seolah berhenti bernafas. Mendapati punggung tangannya di cium Surya Abdi, sepupu dari Georgino Gunawan. Suami kontraknya yang sangat pemarah dan labil pula tingkahnya.
"Mamma!"
Deva bersyukur, Ericko memanggilnya. Putra imutnya itu terlihat sudah mandi dan terlihat menawan.
"Sayang! Wanginya anak Mama!"
Ia segera mengambil Ericko dari gendongan bi Fani.
"Terima kasih banyak, Bi! Ericko sudah rapi dan wangi. Jadi, tidak akan mengeluarkan iler yang menjijikkan!"
Entah sengaja atau spontan saja, kata-kata Devana terdengar seperti sedang menyindir seseorang.
Demian yang mengetahui rahasia ketidaksukaan Georgino pada iler Ericko langsung melirik wajah yang disinggung Devana.
Tapi rupanya Georgino tidak menyadari ucapan istri kontraknya itu. Membuat Demian agak termenung sesaat. Terlihat ia lumayan berfikir keras, tentang keadaan rumah tangga sang sepupu yang sepertinya sedang tidak baik-baik saja.
Mungkinkah pernikahan Gege dan Deva hanya untuk status Ericko saja? Apakah Gege kurang menyukai Devana tetapi karena sudah hamil lebih dulu, mau tidak mau Gege terpaksa menikahinya? Apa tebakanku ini benar? Hm... Menarik sekali, Gege! Kalau kau tidak terlalu suka istrimu, mungkin aku bisa mendekatinya. Sepertinya Deva termasuk typeku! Dan bagiku, janda jauh lebih terhormat daripada gadis tapi tidak perawan! Hahaha... Gila betul pemikiranku ini! Hiks...
Begitulah Demian dan isi kepalanya.
💌TO BE CONTINUE
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
makanannya keliatan enak ya
2022-09-13
0
🍁𝕬𝖓𝖉𝖎𝖓𝖎•𖣤᭄æ⃝᷍𝖒❣️HIAT
enak banget tuh kayaknya nasi goreng kinyit nya
2022-09-13
0
ℛᵉˣ🍾⃝ɴͩᴀᷞᴜͧғᷠᴀᷧʟ🤎🦁ˢ⍣⃟ₛ
good cewek memang harus pinter masak
2022-09-13
0