Sandiwara Yang Epik

"Kalian mau kemana lagi? Tak bisakah tinggal di sini selamanya, atau minimal bermalam beberapa hari saja?"

Mama Georgino tampak marah mendengar putra tercintanya pamit ingin pergi lagi bersama anak istrinya.

Devana bahkan berusaha pasrah menahan diri ketika putranya itu dipangku dan dibawa-bawa keliling paviliun oleh Papanya Georgino.

Indra Gunawan tak seperti yang Devana prediksi.

Semula ia begitu takut, bahkan tak berani mengangkat wajah serta menatap mata kedua orangtua Georgino.

Ternyata, ada benarnya kata pepatah. Jangan menilai buku dari sampulnya saja. Karena sampul hanyalah tampilan luar. Bisa sangat berbeda ketika dibedah isinya.

Indra dan Nani sangat senang dengan kehadiran Ericko. Walaupun di awal sempat tak bisa ditahan emosi serta amarahnya karena sang putra yang tiba-tiba muncul dengan kabar berita mengagetkan. Tapi dalam waktu sekejap saja, mereka lalu begitu welcome menerima Devana juga Ericko.

Bahkan kini Ericko sedang dibawa Indra keliling rumah dan dipamerkan kembali ke paviliun sang Ayah yang ada di bagian depan rumah besar ini.

Devana sendiri sempat terkaget-kaget ketika Nani, Mamanya Indra justru memeluknya erat seraya berkata yang membuat Deva haru.

"Maaf, ya Deva! Kelakuan Gege padamu sungguh tidak jantan. Dan benar-benar memalukan kami sebagai orangtua. Gege memang kurang begitu bisa bersosialisasi sejak masih kecil! Kami mendidiknya dengan sangat keras. Sehingga rasa tolerirnya begitu minim. Maaf, Mama tidak berhasil mendidiknya menjadi lelaki perkasa yang penuh tanggung jawab!"

Air mata Nani bahkan sampai jatuh dibahu Devana. Membuat wanita muda itu sangat terharu dan tersentuh juga hatinya.

Mama Georgino kelakuannya berbanding terbalik dengan Mamanya Chandra, mama dari suami yang sebenarnya.

Itu yang membuat Deva ikut menangis sedih.

Andaikan saja Mama Lalita seperti Mama Nani, dan Papa Xian seperti Papa Indra, pasti saat ini aku dan Ericko tidak harus terseret dalam arus sandiwara yang penuh drama ini! Hhh... Bahkan aku bisa melihat wajah cerah Ericko serta tawa renyah senyum khas dua gigi kelincinya, pertanda ia begitu riang gembira. Kak Chandra, aku tak tahu... apakah jalan yang kupilih ini benar atau salah. Tapi aku selalu berusaha ingin membahagiakan Ericko. Dia adalah hartaku paling berharga. Dan demi masa depan Ericko juga, aku akhirnya mengambil resiko besar ini dengan menjalani hidup kepura-puraan. Menyetujui kesepakatan nikah kontrak.

"Ma, kami ada perlu dahulu sehari dua hari membereskan surat-surat kepindahan dari tempat tinggal Devana! Nanti kami akan tinggal disini setelah urusan selesai!"

"Betul?"

"Iya, betul!"

"Bukan prank atau tipuan khan?"

"Mama...! Mana pernah Gege bohong!?"

"Tapi Gege membuat Papa Mama nyaris gila dengan kelakuan minusmu! Ya sudah, Mama antarkan ke tempat tinggal Devana. Mama pingin ketemu dan minta maaf atas nama kamu pada orangtua Deva!"

"Ma...! Jangan sekarang! Please...! Hubungan kami baru saja membaik. Mama faham khan, bagaimana rumitnya hubungan menantu dan mertua? Gege masih berusaha mengambil hati orangtua Deva. Dan yakinlah, dua hari kemudian Gege akan membawa pindah Deva dan Ericko kerumah ini! Mama percaya khan sama Gege?"

"Tapi...,"

"Ma, please...!"

"Tapi Papamu sangat bahagia itu! Ericko masih digendong keluar paviliun kita!"

"Akan Gege ambil!"

Devana menghela nafas.

Sandiwara yang mereka mainkan cukup mengesankan. Walaupun belum ada kesepakatan, dan belum jelas pula apa akan dilanjut atau cukup sampai di sini saja. Devana kini hanya mengikuti permainan yang Georgino arahkan.

Ia hanya menatap wajah sumringah putranya tatkala Georgino muncul dengan menggendong Ericko.

Ericko seperti memiliki kebahagiaan baru.

Anak manis itu kini merasakan kehangatan kasih sayang dari banyak orang.

Sesekali Indra menciumi pipinya yang chubby. Membuat Ericko sesekali tertawa riang.

"Pa! Izinkan kami pergi dahulu!" pinta Georgino dengan intonasi suara direndahkan.

"Gak! Kalian gak boleh pergi!"

"Please, Pa! Hanya dua hari. Setelah itu kami akan kembali kerumah ini! Sumpah demi Tuhan! Gege akan tepati janji! Sungguh!"

"Kamu selalu pergi dan sengaja menjauh dari kami! Kakek Nenekmu sudah sepuh, Ge! Tidakkah kamu kasihan pada mereka? Om-ommu juga sudah waktunya mengelola sendiri bagian mereka dengan benar dan penuh tanggung jawab. Kamu khan tahu, bagaimana kerasnya watak kakekmu yang hanya akan membalikkan nama perusahaan setelah kamu diangkat menjadi CEO di perusahaan pusat!"

"Iya, Pa! Untuk itu Gege pulang dengan membawa Deva dan Ericko! Gege sudah bertekad, akan membantu kakek dan melanjutkan perjuangannya dalam membesarkan perusahaan! Tapi Gege harus merapikan dulu surat-surat kepindahan secara resmi dari tempat tinggal kami yang lama!"

"Kalian memangnya selama ini tinggal di mana?"

Deva dan Georgino saling berpandangan. Mereka takut tidak sinkron lagi dalam menjawab. Kali ini Deva mengerjapkan mata. Memberi tanda kalau Georgino saja yang menjawab, dan dia hanya akan mengangguk saja.

"Kami tinggal sementara di kota K, Pa! Ericko lahir di sana! Diurus keluarga besar Devana!" Devana mengangguk pelan. Mengiyakan apa yang Georgino katakan.

"Tapi kalian beneran akan tinggal disini khan?"

"Iya, Ma! Gege bersumpah dengan menyebut nama Ericko, darah daging Gege! Apa Mama Papa masih tak percaya?"

Berdesir seketika dada Devana.

Georgino mengatakan kalau Ericko adalah darah dagingnya.

Deva sedih, tapi juga bingung. Georgino benar-benar memainkan sandiwaranya dengan epik.

Permainannya begitu halus dan mengena' dihati. Sepertinya Georgino sangat menjiwai perannya. Ia pandai berakting dan pantas mendapatkan piala Citra sebagai pemeran pria terbaik jika dirinya seorang pemain film.

Devana merasa tak enak hati, ketika beberapa pasang mata meredup memperhatikan langkah kepergiannya dan Georgino meninggalkan istana besar Kakek Gunawan Wicaksono.

"Cepat kembali ya, Ericko sayang!"

"Sampai jumpa lagi, lusa ya!?"

"Gegeee...! Ingat janjimu!"

"Deva...! Ingatkan suamimu yang nakal itu ya, akan janjinya sama kami semua!"

Deva hanya bisa mengangguk pelan dan Georgino diam hanya menyunggingkan senyuman.

Mereka pergi keluar gerbang dipukul tujuh malam. Meninggalkan banyak kesan yang mendalam dihati masing-masing.

"Kemana kita sekarang, Kak?"

"Kita menginap di hotel dulu!"

"Ho hotel?" Deva gugup sampai tergagap.

"Besok kita harus gerak cepat buat surat nikah. Semua sudah disiapkan oleh kuasa hukum dan orang kepercayaanku! Kita atur semuanya serapi serta senormal mungkin!"

Deva termangu.

Ia tak tahu apa-apa soal itu. Ternyata Georgino sungguh-sungguh dalam niatnya melakukan pernikahan kontrak dengan Devana.

Kini wanita itu hanya bisa memijat pelipisnya yang sedikit pening. Sungguh kisah hidupnya begitu penuh warna dan juga ragam cerita. Dan hanya helaan nafas panjang serta kepasrahan pada Sang Pemilik Kehidupan yang jadi tumpuan Devana.

Diusia 22 tahun ia sudah ditempa dengan masalah yang tanpa sadar menguji kesabaran dan kedewasaannya kini.

💌TO BE CONTINUE

Terpopuler

Comments

❤️⃟Wᵃfᴍ᭄ꦿⁱˢˢᴤᷭʜͧɜͤіͤιιᷠа ツ

❤️⃟Wᵃfᴍ᭄ꦿⁱˢˢᴤᷭʜͧɜͤіͤιιᷠа ツ

orang tua Gege takut banget Gege gak balik lagi

2022-09-06

0

❤️⃟Wᵃfᴍ᭄ꦿⁱˢˢᴤᷭʜͧɜͤіͤιιᷠа ツ

❤️⃟Wᵃfᴍ᭄ꦿⁱˢˢᴤᷭʜͧɜͤіͤιιᷠа ツ

Syukurlah kalau orang tua Gege mau menerima Devana

2022-09-06

0

𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴

𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴

justru orang tua Georgino mau nerima Ericko dan Devana, ya meskipun mereka belum tau kebenarannya

2022-09-06

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 KISAH BERMULA
3 Pernikahan Devana Dengan Chandra
4 Cerita Georgino Gunawan Dibalik Ajakan Nikah Kontrak
5 PEMBUKTIAN YANG MENGEJUTKAN
6 CERITA LAIN DI KEDIAMAN TUAN XIAN LEE SUKOHARJO
7 Masih Terkenang Kisah Cinta Devana-Chandra
8 Sandiwara Yang Epik
9 Kisah Di Balik Istana Gunawan Wicaksono
10 Perkenalan
11 Pencarian Anton Lee
12 FOTOSHOT PERNIKAHAN
13 IJAB KABUL NIKAH KONTRAK
14 MASUK KE DALAM ISTANA GUNAWAN WICAKSONO
15 MENAPAKI KEHIDUPAN BARU
16 Cobaan Devana Di Hari Pertama
17 Memperkenalkan Kemampuan
18 Masakan Devana
19 Mulai Terjadi Keributan
20 Akhir Keributan
21 Pencarian Anton Lee
22 MULAI ADA YANG CURIGA
23 Apakah Anton Lee Bertemu Devana?
24 Mimpi Buruk Versus Cerita Lucu
25 Ada Apa Dengan Georgino?
26 RAHASIA ITU ADALAH...
27 RAHASIA
28 Piknik Dadakan
29 Kegalauan Hati Georgino Gunawan
30 Pelantikan Georgino Gunawan
31 Ada Kegaduhan
32 KISAH LAMA YANG TERBUKA
33 KEGALAUAN HADI YUSLAN
34 TERBUKA LAGI SATU KISAH
35 Percikan-Percikan Keributan Gege Dan Deva
36 Sakit Kepala Gege
37 Devana Bingung Memilih
38 INTEROGASI DEMIAN
39 Mulai Ada Persekongkolan
40 Masa Lalu Geoegino Gunawan
41 Masih Kisah Masa Lalu Georgino Gunawan
42 Kedatangan Hadi Ke Rumah Yayasan Anne
43 Kisah Gunawan Dan Claudia
44 Kemesraan Widia dan Gunawan
45 Menbuka Kembali Kisah Yang Dikubur
46 Kunjungan Widia Ke Yayasan Anne
47 Deva, Gege versus Nenek Widia
48 PERJALANAN AKILA
49 Akhirnya Gege Bercerita Kisah Hidupnya Yang Kelam
50 AKILA DAN PENGALAMAN BARUNYA DI IBUKOTA
51 HARI PERTAMA AKILA
52 Diantara Demian Dan Surya Abdi
53 MUSIBAH
54 Tragedi Lagi
55 Semakin Rumit
56 GENDERANG PERANG
57 Ketakutan Dan Kecemasan Devana
58 Makin Salah Faham
59 MULAI ADA MASALAH
60 Pertemuan Akila Dan Georgino Gunawan
61 APAKAH AKAN ADA PERANG?
62 Seperti Gulungan Benang Yang Kusut
63 Kegilaan Baru Lagi
64 MENCARI JALAN KELUAR
65 PERLAHAN TERBONGKAR
66 Informasi Baru Yang Anton Lee Dapatkan
67 TERUNGKAP JUGA IDENTITAS DEVANA WANDIRA
68 Akhirnya, Anton Lee Tersadar Juga
69 HARI DUKA
70 POV DEVANA WANDIRA
71 KEJADIAN LAIN
72 Siapa Penculik Itu?
73 Ancaman Anton Lee Pada Sang Paman Dan Bibinya
74 Hari Penuh Duka
75 Rumah Tangga Fifie Dan Rendy
76 Barter
77 Benar-Benar Hari Yang Menyakitkan
78 RAPAT PANAS
79 SUASANA MAKIN PANAS
80 Karena Akila (Akila Gadis Yang Hebat)
81 Jalan Yang Di Pilih
82 KEADAAN YANG JADI TERBALIK
83 Berusaha Mengambil Hati
84 Masih Dalam Keadaan Kurang Nyaman
85 Kisah Demi Kisah Menghiasi
86 Akhirnya, Kebahagiaan Itu Dijelang Devana
87 Hari Yang Melelahkan
88 Yang Sedang Berbahagia
89 Layar Berkembang
90 Pertemuan Demian Dengan Orang Yang Selalu Dirindunya
91 Tersadar Kalau Kena Prank
92 DALAM KESUSAHAN, PASTI ADA KESENANGAN
93 Kisah Demian Yang Sedih
94 Kisah Demian, Nabila, Zahira dan Jonathan
95 Kisah Devana dan Gege Satria
96 Akhirnya...,
97 Cinta Memang Buta
98 Hasil Yang Didapat
99 KEHANCURAN KLAN GUNAWAN
100 Demian Dan Kesedihannya
101 Terbuka Akal Sehat Demian
102 Pertemuan Kembali Demian Dan Zahira
103 Antara Cinta Dan Benci
104 HARI BAHAGIA DEVANA DAN GEGE
105 AKHIR YANG INDAH
Episodes

Updated 105 Episodes

1
PROLOG
2
KISAH BERMULA
3
Pernikahan Devana Dengan Chandra
4
Cerita Georgino Gunawan Dibalik Ajakan Nikah Kontrak
5
PEMBUKTIAN YANG MENGEJUTKAN
6
CERITA LAIN DI KEDIAMAN TUAN XIAN LEE SUKOHARJO
7
Masih Terkenang Kisah Cinta Devana-Chandra
8
Sandiwara Yang Epik
9
Kisah Di Balik Istana Gunawan Wicaksono
10
Perkenalan
11
Pencarian Anton Lee
12
FOTOSHOT PERNIKAHAN
13
IJAB KABUL NIKAH KONTRAK
14
MASUK KE DALAM ISTANA GUNAWAN WICAKSONO
15
MENAPAKI KEHIDUPAN BARU
16
Cobaan Devana Di Hari Pertama
17
Memperkenalkan Kemampuan
18
Masakan Devana
19
Mulai Terjadi Keributan
20
Akhir Keributan
21
Pencarian Anton Lee
22
MULAI ADA YANG CURIGA
23
Apakah Anton Lee Bertemu Devana?
24
Mimpi Buruk Versus Cerita Lucu
25
Ada Apa Dengan Georgino?
26
RAHASIA ITU ADALAH...
27
RAHASIA
28
Piknik Dadakan
29
Kegalauan Hati Georgino Gunawan
30
Pelantikan Georgino Gunawan
31
Ada Kegaduhan
32
KISAH LAMA YANG TERBUKA
33
KEGALAUAN HADI YUSLAN
34
TERBUKA LAGI SATU KISAH
35
Percikan-Percikan Keributan Gege Dan Deva
36
Sakit Kepala Gege
37
Devana Bingung Memilih
38
INTEROGASI DEMIAN
39
Mulai Ada Persekongkolan
40
Masa Lalu Geoegino Gunawan
41
Masih Kisah Masa Lalu Georgino Gunawan
42
Kedatangan Hadi Ke Rumah Yayasan Anne
43
Kisah Gunawan Dan Claudia
44
Kemesraan Widia dan Gunawan
45
Menbuka Kembali Kisah Yang Dikubur
46
Kunjungan Widia Ke Yayasan Anne
47
Deva, Gege versus Nenek Widia
48
PERJALANAN AKILA
49
Akhirnya Gege Bercerita Kisah Hidupnya Yang Kelam
50
AKILA DAN PENGALAMAN BARUNYA DI IBUKOTA
51
HARI PERTAMA AKILA
52
Diantara Demian Dan Surya Abdi
53
MUSIBAH
54
Tragedi Lagi
55
Semakin Rumit
56
GENDERANG PERANG
57
Ketakutan Dan Kecemasan Devana
58
Makin Salah Faham
59
MULAI ADA MASALAH
60
Pertemuan Akila Dan Georgino Gunawan
61
APAKAH AKAN ADA PERANG?
62
Seperti Gulungan Benang Yang Kusut
63
Kegilaan Baru Lagi
64
MENCARI JALAN KELUAR
65
PERLAHAN TERBONGKAR
66
Informasi Baru Yang Anton Lee Dapatkan
67
TERUNGKAP JUGA IDENTITAS DEVANA WANDIRA
68
Akhirnya, Anton Lee Tersadar Juga
69
HARI DUKA
70
POV DEVANA WANDIRA
71
KEJADIAN LAIN
72
Siapa Penculik Itu?
73
Ancaman Anton Lee Pada Sang Paman Dan Bibinya
74
Hari Penuh Duka
75
Rumah Tangga Fifie Dan Rendy
76
Barter
77
Benar-Benar Hari Yang Menyakitkan
78
RAPAT PANAS
79
SUASANA MAKIN PANAS
80
Karena Akila (Akila Gadis Yang Hebat)
81
Jalan Yang Di Pilih
82
KEADAAN YANG JADI TERBALIK
83
Berusaha Mengambil Hati
84
Masih Dalam Keadaan Kurang Nyaman
85
Kisah Demi Kisah Menghiasi
86
Akhirnya, Kebahagiaan Itu Dijelang Devana
87
Hari Yang Melelahkan
88
Yang Sedang Berbahagia
89
Layar Berkembang
90
Pertemuan Demian Dengan Orang Yang Selalu Dirindunya
91
Tersadar Kalau Kena Prank
92
DALAM KESUSAHAN, PASTI ADA KESENANGAN
93
Kisah Demian Yang Sedih
94
Kisah Demian, Nabila, Zahira dan Jonathan
95
Kisah Devana dan Gege Satria
96
Akhirnya...,
97
Cinta Memang Buta
98
Hasil Yang Didapat
99
KEHANCURAN KLAN GUNAWAN
100
Demian Dan Kesedihannya
101
Terbuka Akal Sehat Demian
102
Pertemuan Kembali Demian Dan Zahira
103
Antara Cinta Dan Benci
104
HARI BAHAGIA DEVANA DAN GEGE
105
AKHIR YANG INDAH

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!