"Masih belum bersedia menandatangani?"
Devana menatap bola mata Georgino yang berwarna coklat pekat.
Hatinya gamang. Pikirannya risau. Ia sekali lagi berusaha menguatkan prasangka sisi positifnya pada pria dihadapannya ini.
Tampan, rupawan... tapi kenapa,... Isi hatinya terus menerus mengeluarkan pertanyaan. Hingga kemudian,
"Bolehkah saya tahu, apa alasan Tuan ingin mengajak saya berkongsi melakukan kesepakatan ini?" tanya Devana pada akhirnya.
Georgino menunduk. Jemarinya mengaduk cangkir kopi yang dipesannya di warung sederhana pinggir stasiun kereta.
Perjalanan menuju Ibukota keduanya memang tertunda setelah pria tampan itu mengajak Devana turun di stasiun transit guna mengobrol serius tentang ajakannya tadi di atas kereta rel listrik.
"Aku dituntut untuk segera menikah karena usiaku sudah 28 tahun!"
Jawaban Georgino semakin membuat Devana penasaran.
"Tuan jomblo? Tidak punya kekasih?" Dev langsung menutup bibir mungilnya yang spontan melemparkan pertanyaan lagi.
"Aku tidak tertarik!" jawaban yang juga ngasal yang semakin ambigu terdengar di telinga Devana.
Tidak tertarik? Tidak tertarik memiliki kekasih? Atau... tidak tertarik pada perempuan? fikiran Devana mengarah ke hal negatif.
"Mengapa Tuan tidak mencari gadis muda lainnya untuk diajak kerja sama? Tapi mengapa harus saya, seorang perempuan yang memiliki bayi pula. Sungguh membuat saya sedikit curiga pada Tuan!"
"Kamu sesuai dengan tipe yang saya butuhkan. Kamu sudah punya anak, justru itu poin plus yang bisa membuat keluarga besar saya akan semakin percaya."
"Ma...maksudnya apa?"
"Saya akan mengatakan kalau kita adalah pasangan suami istri dan sudah memiliki keturunan. Melihat kenyataan seperti ini, mereka pasti tidak akan memaksa saya untuk menikah dengan gadis pilihan mereka! Dan saya bisa bebas dari tekanan hidup yang mengharuskan saya menikah dihadapan mereka!"
Devana akhirnya mengerti.
Georgino dalam kondisi tertekan. Ia dituntut untuk segera menikah oleh keluarga besarnya karena masih memutuskan hidup seorang diri.
"Bagaimana kalau mereka tahu keadaan yang sebenarnya?"
"Aku, sudah tiga tahun tidak pulang ke rumah. Mereka bisa kita kelabui, asalkan Nona mau kerjasama denganku. Dan kita mengarang cerita!"
"Tuan...! Tidakkah Tuan takut dosa? Itu pembohongan publik namanya. Dan resikonya pun tidak kecil! Saya,... tidak berani mengambil resiko ini!"
"Khan sudah kutulis konvensasinya di situ! (Georgino menunjuk ke lembar kertas yang dibuatnya) Uang nominal itu kurasa cukup untuk biaya hidupmu dengan Ericko dalam beberapa tahun kedepan!"
"Iya. Tapi..., apa ini beneran? Bukan uang mainan? Atau..., jujur saya takut dan masih tak percaya, Tuan!"
"Panggil saja Gino, jangan Tuan! Atau kalau bisa, panggil aku Mas atau Kakak. Itu lebih baik daripada Tuan!"
"Baiklah, Kak! Kakak juga panggil aku Dev atau Deva saja. Jangan Nona!"
"Oke, deal, Deva!"
"Kakak bukan seorang pria hidung belang yang merangkap sebagai germ* khan, ya?" Tiba-tiba Devana bertanya dengan suara berbisik.
Georgino menepuk dahinya. Ia terlihat agak kesal mendapati pertanyaan konyol dari Deva.
"Inilah sebabnya, aku takut sembarang mengajak perempuan untuk melakukan kesepakatan nikah kontrak!" gumamnya terdengar seperti menggerutu.
Devana hanya diam. Matanya kini menatap lembaran perjanjian yang dibuat Georgino tadi.
"Ehek ehek oaaa...!"
Tiba-tiba Ericko terbangun dan menangis dalam pangkuannya.
"Oalaa..., anak ganteng Mama sudah bangun! Sepertinya kehausan ya Nak? Sebentar ya?"
Georgino diam-diam memperhatikan Deva yang sibuk mengambil kaleng susu formula dan botol plastik untuk Ericko.
Ia terlihat membatu, tak tertarik sedikit pun untuk membantu. Karena memang pada dasarnya Georgino adalah orang yang tidak menyukai anak-anak.
Dimata Georgino, anak-anak adalah makhluk yang paling abstrak. Menyebalkan dan tidak bisa diprediksi maunya.
Ia pernah berteriak kesal dan keluar dari sebuah kafe setelah melihat seorang bocah cilik tantrum menangis tak kunjung berhenti selama seperempat jam. Membuat migrainnya kumat dan tak pernah mau berurusan dengan yang namanya bocah apalagi yang masih bayi seperti Ericko.
Tapi setelah mendengar percakapan Devana lewat ponselnya tadi, entah mengapa Georgino tiba-tiba kepikiran mengajaknya kerjasama untuk mengelabui keluarga besarnya yang super menyebalkan baginya.
Terlebih para sepupunya yang ia anggap provokator dan memanas-manasi kakek nenek serta Papa Mamanya untuk segera menikahkannya agar bisa cepat menjadi CEO di perusahaan keluarga.
Georgino memang berasal dari keluarga pengusaha kaya raya. Anak lelaki tunggal dari putra pertama Gunawan Wicaksono, konglomerat nomor wahid di Ibukota.
Papanya adalah anak pertama dari empat bersaudara dan tiga adiknya perempuan semua.
Tante Fifie, Tante Ellie dan Tante Lisa masing-masing telah memiliki dua orang anak. Jadi sepupu Georgino ada enam. Empat perempuan dan dua diantaranya lelaki.
Kakeknya sudah sedari awal membentuk Georgino menjadi penerus terkuat di kerajaan bisnisnya yang makin menggurita.
Memang ada Demian dan Surya Abdi, tetapi kakek menilai keduanya terlalu muda juga masih kekanak-kanakkan sehingga jabatan CEO sudah ia tetapkan akan jatuh kepada Georgino Gunawan setelah cucunya itu memiliki istri.
Itu sebabnya, Gino dididik semaksimal mungkin sedari kecil untuk belajar banyak tentang bisnis retail milik Gunawan Wicaksono, sang kakek.
Keluarga mereka terlihat manis dan kompak. Memang. Tapi itu hanya tampilan luarnya saja. Padahal didalamnya memiliki banyak sifat iri hati, dengki dan juga persaingan yang ketat satu sama lain.
Om Rendy, Om Glen dan Om Tio saling berlomba mengambil hati kakeknya demi sebuah harta warisan yang nilainya fantastis. Georgino sudah faham betul watak-watak dari para suami tante-tantenya itu.
Mereka agak culas. Cenderung mengambil kesempatan dalam kesempitan demi sebuah jabatan dan kekuasaan. Padahal Gunawan Wicaksono sudah membagi adil sama rata pada keempat putra-putrinya juga para cucunya.
Sudah setahun belakangan ini, sang Kakek memintanya pulang dengan dalih usia tua dan takut tak lama lagi tinggal didunia. Beliau sering di todong para menantu prianya juga cucu-cucunya untuk segera membalikkan nama perusahaan atas nama mereka semua. Tapi Gunawan Wicaksono masih bersikeras menunggu Georgino sampai berkeluarga dan sanggup diberi tugas besar mengurus perusahaan raksasanya yang memiliki banyak anak cabang.
Mereka mulai kasak-kusuk, mencarikan jodoh untuk Georgino. Membawa beberapa perempuan supaya bisa disandingkan dengan sang calon pimpinan.
Kedua orang tua Georgino pada dasarnya tidak terlalu mempermasalahkan keadaan sang putra yang belum juga berumah tangga. Mereka masih santai selama Georgino belum berkepala tiga.
Tetapi para saudaranya lain cerita. Mereka sudah sangat kebelet berambisi memiliki anak perusahaan atas nama sendiri, bukan lagi nama Gunawan Wicaksono.
Bahkan ketiga menantu Gunawan Wicaksono diam-diam telah punya rencana untuk mengakali Georgino pula, setelah resmi menjabat sebagai CEO PT MAKMUR SENTOSA.
Georgino mendengar sendiri kasak-kusuk ketiga pria itu suatu ketika. Membuat dirinya termenung, nyaris tak percaya akan rencana busuk mereka yang ingin menghabisinya setelah harta warisan sang Kakek setelah resmi dibagikan.
Itulah rencana terdahsyat mereka.
Makanya Georgino berniat pulang kerumah keluarga besar dengan membawa pasangan yang diakuinya sebagai istri. Pasti akan jadi kabar yang mengejutkan bagi mereka.
Pucuk dicinta, ulam pun tiba.
Disaat otaknya berputar mencari jalan keluar, seorang wanita muda menggendong bayi yang tertidur pulas tak rewel sama sekali, duduk di sampingnya dalam perjalanan pulang dari kota K dengan naik KRL.
Terdengar obrolan menyedihkan wanita itu yang sangat jelas ditelinga Georgino.
Sangat pas sepertinya untuk jadi target istri kontraknya.
Mungkin saja wanita itu bisa bekerja sama. Berkolaborasi dalam melakukan suatu intrik dan juga drama untuk keluarga besarnya.
💌TO BE CONTINUE
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
𝔉𝔢𝔯𝔬𝔫𝔦𝔫𝔞ʚɞ⃝🍀ᰔᩚ℠
kaya bahasa Malaysia berkongsi🤣
2022-09-13
0
🍾⃝ ͩMᷞᴇͧᴍᷡᴀͣˢ⍣⃟ₛ ❤️⃟Wᵃf 𝐀⃝🥀
hmm ternyata kawin kontrak geor alasan na demi nunjukin kalo dia dah punya istri ma keluarga besar dan agar bisa dapat semua na
🙄
2022-09-06
0
🫡Ran🫠off✈︎
ayo devana segera tanda tangan surat perjanjian semoga ini adalah awal dari kebahagiaanmu...
2022-08-29
1