Dua tahun yang lalu, Chandra Putra Sukoharjo meminangnya menjadi istri setelah empat bulan masa pedekate mereka yang tergolong singkat.
Bak Cinderella, Devana yang tumbuh besar dan tinggal di yayasan panti asuhan kota kecil pinggiran Ibukota diboyong oleh Chandra untuk tinggal di istana megahnya.
Chandra Putra ternyata seorang cucu pengusaha terkaya yang memiliki perusahaan manufaktur dan pabrik terbesar diwilayah bagian barat.
Devana tak pernah menyangka dan menduga kalau ia menjadi istri orang kaya karena Chandra tak menceritakan jati dirinya sedari awal perkenalan.
Pertama kali dibawa Chandra ke rumah besarnya pun, Devana sempat shock kena mental.
Tetapi Chandra mampu meyakinkannya kalau dirinya benar-benar jatuh cinta pada kepribadian Devana yang jujur apa adanya. Dia serius ingin berumah tangga. Juga berjanji setia sampai mati, begitu dulu katanya. Membuat hati Devana luluh dan meleleh melihat ketulusan cinta sang pujaan hati.
Devana sangat bahagia.
Chandra adalah suami yang sempurna. Dia sangat bertanggung jawab dan juga setia penuh kepadanya. Hampir setiap saat, Chandra senantiasa memberinya hadiah surpise dan kejutan yang luar biasa. Bahkan hal itu terus dilakukannya sampai akhirnya Devana dinyatakan positif hamil setelah bulan ke-empat pernikahan mereka.
Rumah tangga mereka semakin lengkap dengan hadirnya seorang bayi laki-laki yang Chandra beri nama Ericko Putra Sukoharjo.
Tetapi Devana melihat kejanggalan dari sikap dingin kedua orang tua Chandra padanya.
Sebenarnya sedari awal pernikahan tepatnya menginjak dua bulan rumah tangga mereka, Devina mencium gelagat aneh.
Meskipun tinggal satu atap, tetapi Mama dan Papa Chandra terlihat menjaga jarak dengan Devana. Seperti ada suatu rahasia yang disembunyikan mereka, entah apa... Devana tidak dapat menerkanya.
Ketika Chandra berada didekat Devana, semua baik. Tetapi ketika putra semata wayangnya itu pergi bekerja mengurus perusahaan, mereka terlihat ketus dan sinis pada Devana.
Bahkan suatu ketika, mereka membuka sendiri ketidaksukaannya pada Devana. Namun mengingat Chandra bahagia, mereka hanya pasrah dan menerima separuh hati.
Kata mereka, Chandra tidak cocok bersanding dengan Devana yang hanya seorang gadis miskin yatim piatu. Bibit, bebet, bobotnya dipandang hina.
Cinta Chandra pada Devana begitu besar. Mereka tak mampu dan tak tega mematahkan hati putra tercinta, sehingga hanya diam memantau saja.Karena Chandra memiliki riwayat penyakit leukimia sedari muda belia.
Bahkan dokter sudah memperkirakan usia putra semata wayang mereka tidak akan bertahan lama. Itu sebabnya kedua orangtua Chandra akhirnya legowo menerima keinginan sang putra untuk menikahi Devana.
Sementara Devana sendiri sama sekali tidak mengetahui riwayat penyakit suaminya, karena Chandra memang sengaja menutupi keadaannya.
Chandra pandai menyembunyikan masalah kesehatannya bahkan ketika Chandra harus tranfusi darah dan harus dirawat di rumah sakit langganannya, Devana tak pernah tahu.
Chandra pintar berakting. Mengatakan kalau ia harus dinas keluar kota beberapa hari. Padahal kenyataannya tak seperti itu.
Hingga kesehatan Chandra drop setelah Ericko lahir.
Keadaan Chandra semakin melemah, membuatnya ambruk dan harus segera dilarikan ke RSUD.
Tiga puluh dua hari diopname di ruang Instalasi Gawat Darurat, Chandra akhirnya tak mampu bertahan.
Dengan nafas tersengal dan suara terbata-bata, Chandra menitip pesan agar Devana merawat putranya dengan baik.
"Sayang!... Ma_afkan ak_ku, karena...waktuku telah ti_ba. A-aku..., terpaksa meninggalkan ka-kalian! Ma_af, Dev! Jaga_lah anak kita, Ericko adalah harta paling be...berhargaku! Ma-af, Dev..., aku belum bisa membahagiakanmu. Semoga, ada jodoh lain yang Tuhan kirimkan untukmu!"
Hujan gerimis di malam rabu kelabu.
Chandra menghembuskan nafas terakhirnya dalam pelukan Devana.
Air mata Devana tumpah ruah mengiringi kepergian suami tercinta.
Tetapi matanya yang bengkak karena terus menerus menangis tak mampu meluluhkan hati Mama dan Papa Chandra yang keras seperti batu. Mereka tetap mengusir Devana keluar dari rumah.
Hanya sebuah amplop putih berisikan uang sebesar lima juta rupiah sebagai ganti rugi dan konvensasi.
Devana juga dipaksa untuk menandatangani surat perjanjian bermaterai.
Isinya ialah Devana tidak berhak meminta apapun termasuk harta warisan kepada Lalita Velicia dan Xian Lee Sukoharjo meskipun atas nama Ericko Putra.
Intinya, mereka benar-benar tidak ingin ada hubungan lagi dengan Devana. Mereka beralasan karena Chandra sudah tidak ada lagi di dunia. Chandra telah meninggal.
Mereka lebih memilih memutuskan ikatan tali pernikahannya dengan Chandra begitu saja. Bahkan sampai hati memutus hubungan darah pula antara mereka dengan Ericko sang cucu tunggal.
...........
Bi Asih adalah orang yang paling berjasa di saat Devana tak tahu harus pergi kemana.
Diam-diam bi Asih membawanya ke rumah kecilnya di belakang istana besar keluarga mendiang Chandra.
Bi Asih memintanya untuk tinggal sementara disana sampai ia bisa ambil cuti dan membawa Devana pergi ke rumah kerabatnya yang rumahnya cukup jauh dari keluarga Sukoharjo.
Tapi Devana tak ingin merepotkan bi Asih. Ia khawatir Nyonya Lalita dan Tuan Xian mengetahui keberadaan Devana di rumah pembantu rumah tangganya itu. Itu pasti akan berimbas buruk juga pada kehidupan Bi Asih kedepannya.
Terngiang bagaimana sang Mama Mertua bahkan sampai mengancam nyawanya kalau ia berani berbicara yang menyangkutpautkan nama besar Sukoharjo dengan dirinya.
Hanya semalam, Devana numpang menginap. Lalu keesokan harinya ia pamit pergi menuju ibukota untuk mengadu nasib disana.
💌TO BE CONTINUE
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
Trisara Wati
segitunya ya sama darah dagingnya sendiri hanya karena kasta dan golongan pdhal di surga nanti tdk ada kasta, harta dan golongan
2022-10-06
2
𝔉𝔢𝔯𝔬𝔫𝔦𝔫𝔞ʚɞ⃝🍀ᰔᩚ℠
koq tega ya orang tuanya chandra, padahal itu cucu mereka satu-satunya
2022-09-13
0
𝔉𝔢𝔯𝔬𝔫𝔦𝔫𝔞ʚɞ⃝🍀ᰔᩚ℠
gitu ya kalo orang kaya melihat menantu pasti dari status sosial
2022-09-13
0