Melihat keadaan Jefri setelah dipukuli Bella membuat Reinar bergidik ngeri. ‘Aku tidak akan membuat Bella maupun wanita lainnya marah karena aku tidak ingin bernasib sama seperti Jefri’ katanya membatin.
Jefri segera dilarikan kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan begitu pihak kepolisian datang. Sedangkan untuk teman-temannya dan juga kedua guru yang bekerjasama dengannya, mereka langsung diseret menuju kantor kepolisis begitu juga dengan para pekerja dapur, yang terbukti bekerjasama dengan komplotan Jefri.
“Bukannya itu sedikit berlebihan?” Reinar bertanya pada Malvin.
“Yah, itu memang sedikit berlebihan, tapi melihat dia adalah otak dari rencana jahat mereka, hukuman seperti itu terasa wajar untuknya.” Malvin menjawab pertanyaan Reinar.
“Bukannya itu Erina? Kenapa wanita itu bisa berada di tempat ini?” Reinar melihat keberadaan Erina diantara petugas kepolisian yang sedang menyeret kedua guru ke dalam mobil kepolisian.
Malvin mengangkat kedua bahunya. “Dia itu anggota pasukan super elite negara dan sepertinya dia punya mata dan telinga dimana-mana, terutama jika itu menyangkut soal Wina.”
Orang yang sedang mereka bicarakan tiba-tiba saja berjalan mendekat setelah terjadi interaksi antara matanya dan mata Reinar.
“Bau darah masih segar. Apa ada yang ingin kamu beritahu padaku?” Erina bertanya pada Reinar begitu keduanya saling berhadap-hadapan.
Reinar menganggukkan kepalanya, kemudian dia meminta Malvin menemani Bella, Wina, serta Sarah, dan setelah mengatakan itu dia dan Erina pergi ke arah hutan.
“Masalah di perkemahan bukanlah masalah utama yang perlu dikhawatirkan, keberadaan merekalah yang patut dikhawatirkan.” Reinar menunjukkan tempat dimana dia membunuh delapan belas anggota asosiasi Red Cobra yang berencana menyerang Wina.
Erina yang sejak memasuki hutan telah menggunakan kaca mata night vision masih merasakan kesulitan melihat dalam gelap, tapi saat dia melihat Reinar yang tidak menggunakan kacamata night vision dapat melihat dalam gelap, dirinya merasa pria itu memiliki insting jauh lebih tinggi darinya.
“Apa kamu tidak kesulitan melihat dalam gelap tanpa kacamata night vision?” Erina bertanya sambil melihat keadaan mayat anggota asosiasi Red Cobra.
“Ini hanya aku katakan padamu. Mataku dapat melihat jelas meskipun dalam keadaan tanpa cahaya.” Kilatan cahaya kebiruan terlihat di kedua mata Reinar membuat Erina sejenak tertegun saat melihatnya.
“Apa itu salah satu teknologi yang dikembangkan seseorang?” Erina sangat penasaran dengan mata Reinar.
“Ini bukan berasal dari teknologi manusia. Bisa dikatakan ini sudah ada sejak aku terlahir di dunia ini.” Reinar terpaksa berbohong karena dia tidak mungkin mengatakan mendapatkan semuanya dari sistem.
Erina menganggukkan kepala meskipun cerita Reinar masih sulit dipercaya, tapi mengingat teknologi seperti itu memang belum ada di dunia ini, tidak ada pilihan untuknya selain mempercayai cerita Reinar.
“Mereka semua mati hanya dengan satu serangan, dan aku yakin kamu melakukan ini seorang diri.” Erina telah memeriksa beberapa mayat. Dia menyimpulkan semua mati hanya dengan satu serangan, dan dengan mata yang bisa melihat dalam kegelapan dia yakin yang bisa melakukan semua itu hanya Reinar.
Walaupun memiliki mata yang bisa melihat dalam gelap, seorang diri membunuh delapan belas anggota asosiasi Red Cobra yang merupakan sekumpulan pembunuh bayaran profesional tanpa terluka adalah sesuatu yang mustahil dilakukan oleh dirinya.
Namun, Reinar benar-benar melakukan semua itu seorang dirii, dan dia sama sekali tidak terluka.
“Apa yang kamu gunakan untuk membunuh mereka?” Erina menatap Reinar yang berjalan di sebelahnya.
“Aku membunuh menggunakan ini.” Reinar menunjukkan belati dan pistol X10 yang dimilikinya.
“Pistol X10? Bukannya pistol ini untuk saat ini hanya dimiliki anggota pasukan super elite, bagaimana mungkin kamu yang berasal dari pasukan elite memiliki pistol ini?” Erina bertanya dengan rasa penasarannya.
“Bisa dikatakan ini adalah hadiah dari temanku yang namanya tidak ingin disebutkan, dan karena sudah berjanji tidak akan menyebutkan namanya aku tidak akan menjawab jika Kak Erina menanyakan nama temanku!” Sama halnya dengan mata tembus pandang miliknya, pistol X10 miliknya berasal dari sistem, dan tentu dirinya tidak akan mengatakan kebenaran itu pada Erina.
“Sayang sekali, padahal aku sangat ingin mengetahui nama temanmu itu, tapi karena kamu sudah berjanji dengannya, aku tidak mungkin memaksa seorang pria mengingkari janjinya.” Dengan tenang Erina mengatakan itu, kemudian dia menghubungi seseorang untuk mengevakuasi mayat anggota asosiasi Red Cobra.
“Sebaiknya kita segera kembali sebelum aku dituduh menculik pacar orang.” Setelah menaruh alat yang terus berkedip dalam gelap di dekat salah satu mayat, Erina lebih dulu berjalan menuju perkemahan, sedangkan Reinar mengekor di belakangnya.
Berjalan di belakang Erina, iseng Reinar mengaktifkan mata tembus pandang melihat Erina yang berjalan di depannya.
‘Aku baru tahu kalau dia penggemar warna kuning cerah.’ Reinar membatin setelah melihat pakaian dalam Erina yang keseluruhannya berwarna kuning cerah, dan dia baru tahu kalau anggota pasukan super elite diizinkan memiliki tato berukuran besar setelah melihat tato di punggung Erina.
Setelah beberapa menit berjalan kaki, Reinar segera menonaktifkan mata tembus pandang miliknya karena di depannya sudah terlihat perkemahan yang dipenuhi banyak orang.
Seluruh murid telah kembali sadar setelah menerima suntikan obat penawar dari dokter yang dibawa pihak kepolisian, dan acara perkemahan tetap dilanjutkan karena mara bahaya telah hilang. Seperti rencana awal, perkemahan akan berakhir di keesokan hari.
Reinar dan Erina pergi ke tenda Wina karena Bella dan yang lainnya berkumpul di tempat itu, termasuk Wulan yang belum kembali ke tendanya sendiri. Untuk tenda yang sudah ternodai darah Jefri, tenda itu sudah diganti tenda baru, tapi tetap berdiri di tempat yang sama.
Wina menjadi orang pertama yang melihat kedatangan Reinar dan Erina. Melihat mereka datang di waktu bersamaan apalagi Erina yang seolah tidak menjaga jarak dengan Reinar, Wina merasa ada yang aneh dengan situasi yang dilihatnya.
Setau nya kakaknya tidak pernah suka berada di dekat pria. Bukan karena dia mengalami kelainan, tapi itu semua karena dia memang tidak suka berdekatan dengan sembarangan pria.
Nakun saat melihat kakaknya tidak mencoba menjaga jarak dari Reinar, Wina bisa menebak telah terjadi sesuatu dengan kakaknya, yang membuat dia tidak mencoba menjauhi Reinar.
‘Apa akhirnya dia menemukan cinta pertamanya? Sayangnya dia hanya akan menjadi yang keempat.’ Wina membatin sambil menunjukkan senyuman tipis di bibirnya.
“Akhirnya kamu kembali. Kalau kamu lebih lama kembali, mungkin aku sudah menyusul si Jefri ke rumah sakit.” Malvin yang melihat Reinar, segera saja dia mendorong pria itu ke arah Bella dan Sarah.
Bella langsung saja menarik Reinar supaya duduk diantara dirinya dan Sarah. ‘Aku merasa seperti suami yang sedang menghadapi kemarahan para istri.” Reinar mengeluh dalam batinnya.
“Hari sudah malam, aku akan balik ke tenda semula.” Wulan kembali ke tendanya melihat empat wanita yang sama-sama ingin menerkam Reinar. Empat wanita itu sama-sama cantik, tapi juga menyeramkan, dan Wulan tidak ingin ada yang salah faham dengan posisinya.
Melihat Wulan bersiap pergi, Malvin menawarkan diri mengantarnya. ‘Lebih baik aku pergi ikut Bu Wulan.’ Malvin pergi mengantarkan Wulan, meski sebenarnya itu hanya alibi supaya dia bisa pergi menjauhi tenda Wina.
Sementara itu di dalam tenda Wina yang muat untuk tidur lima sampai enam orang. Pintu tenda ditutup rapat setelah Erina masuk kedalam tenda.
“Aku masih ada sedikit urusan, apa boleh aku pergi?” Reinar merasa tertekan berada diantara empat keindahan yang sulit ditolak mata pria.
“Tetap disini karena kamu akan mendengar keputusan kami!” Bella memegang lengan Reinar, begitu juga dengan Sarah.
“Wina, kamu sudah tau bukan siapa dia?” Erina bertanya pada Wina sambil menunjuk Reinar.
Wina mengangguk. “Reinar adalah putra Om Baskoro, yang artinya dia adalah pria yang dijanjikan untuk menjadi suami kita.” Wina sudah tau dari ayahnya tentang siapa ayah Reinar, dan janji diantara ayahnya dengan ayah Reinar.
“Kalian memang sudah dijanjikan menjadi calon istrinya, tapi kami sudah memberikan semua padanya. Jadi, kita memiliki hak yang sama.” Bella ingin mendapatkan haknya, begitu juga dengan Sarah.
“Kalian berdua, aku dan Wina, kita tidak akan ada yang harus mundur. Kalau kita bisa memilikinya bersama-sama, kenapa harus ada yang mundur?” Senyum terlihat di bibir Erina saat mengatakan itu.
“Kalau itu, aku setuju.” Bella tidak masalah dengan itu.
“Aku juga setuju, dan empat jauh lebih baik dari berdua.” Sarah merasa tubuhnya remuk saat hanya berdua dengan bela melayani Reinar.
“Aku tidak masalah dengan dia memiliki empat istri, asalkan dia bisa berlaku adil.” Wina dengan senang hati menerimamu tugas istri lainnya yang sudah dia kenal.
“Kalau kalian sudah setuju, tolong keluar dari tenda ini karena malam ini aku ingin menyerahkan mahkotaku padanya! Mulai besok dan untuk tiga bulan ke depan aku akan mulai bertugas di luar negeri. Jadi aku harap kalian bisa mengerti!” Erina mulai membuka pakaiannya.
Wina, Bella, Sarah sangat mengerti, dan mereka memutuskan untuk tidur di tenda belakang yang memiliki fasilitas sama dengan tenda yang kini ditempati Reinar dan Erina.
“Kenapa kalian tidak bertanya tentang pendapatku?” Reinar bertanya pada Erina, satu-satunya wanita yang masih berada di tenda yang sama dengan dirinya.
Erina tersenyum mendengar itu, kemudian dengan tenang dia duduk di atas pangkuan Reinar, dengan posisi saling berhadap-hadapan.
“Aku sudah tertarik denganmu sejak pertama melihatmu, dan Wina juga pernah mengatakan padaku kalau dia sangat mencintai teman satu bangkunya. Untuk Bella dan Sarah, mereka sangat tulus padamu. Apa kamu berpikiran menolak salah satu dari kami?” Erina mendekatkan wajahnya ke hadapan Reinar.
“Bagaimana mungkin aku menolak keindahan dan menyakitinya? Kalau kalian memang mau, kenapa aku harus menolak.” Reinar pria normal dan perkasa, tentu dia tidak akan menolak empat keindahan yang tidak keberatan berbagi suami.
‘Kadang aku tidak mengerti apa yang ada dipikiran wanita.’ katanya membatin setelah memutuskan menerima Erina, Bella, Sarah dan Wina menjadi wanitanya.
...----------------...
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Zainal Patta
cerita ini mengedepankan sex seolah wanita dalam cerita ini tidak ada harga dirinya,,, S A M P A H
2025-02-14
4
Fachruddin Hutasuhut Hutasuhut
Hawa murah asal masih ada lobang , biarpun lobang nya sempit ,😁😁
2024-11-15
0
Ferry Andy
Mak nyos
2024-12-22
0