Pagi hari menyapa Reinar yang baru saja membuka kedua matanya. Dia terduduk di atas tempat tidur setelah kesadarannya sepenuhnya telah berkumpul. Melihat ke kiri dan ke kanan, senyum tiba-tiba mengembang di wajahnya melihat dua wanita yang mengapit posisi tidurnya.
Dengan hanya tertutupi selimut tipis, dia masih dapat melihat keindahan tubuh keduanya, yang tertidur lelap setelah pertempuran panas dan menggairahkan yang berlangsung dari pagi, siang, bahkan berlanjut sampai malam.
Setelah melakukan pertempuran selama 15 jam dengan sedikit waktu beristirahat, wajar jika keduanya kelelahan, tapi rasa lelah tidak berlaku untuk Reinar yang memiliki kekuatan jauh diatas rata-rata manusi paling kuat. Kalau saja kedua wanitanya tidak kelelahan, dia bisa melakukannya selama 24 jam tanpa berhenti.
Tak ingin mengganggu waktu tidur kedua wanitanya, begitu bangun Reinar bergegas pergi ke kamar mandi. Tubuhnya terasa lengket oleh keringat dari tiga orang yang bercampur menjadi satu. Rasa lengket membuatnya tidak nyaman, oleh karena itu dia segera mandi untuk menghilangkan rasa lengket di tubuhnya.
“Apa mereka tidak takut hamil dengan terus menerus menyuruhku mengeluarkan di dalam?” Timbul pertanyaan dalam benak Reinar saat dia teringat baik Bella maupun Sarah lebih suka dirinya mengeluarkan ****** ***** miliknya di dalam milik mereka, daripada mengeluarkan di tempat lain.
Mengabaikan pertanyaan dalam benaknya, Reinar mulai membersihkan tubuhnya menggunakan air dingin. Saat membersihkan wajahnya menggunakan pembersih wajah, Reinar dapat merasakan sentuhan hangat di selangkangannya dan begitu dia selesai membasuh wajah, dia melihat Bella sedang bermain-main dengan benda panjang, besar, dan berurat di selangkangannya.
Dua puluh menit berlalu setelah merasakan nikmatnya sentuhan tangan, tarian lidah, serta sedotan mulut Bella, Reinar merasa akan ada yang menyembur keluar dari miliknya. Memegang sendiri miliknya, Reinar mengarahkan semburan demi semburan ke wajah Bella, dan menyisakan semburan terakhir ke dalam mulut wanita itu.
Bella gelagapan menerima semburan berkali-kali di wajahnya, bahkan mulutnya dibuat penuh oleh semburan terakhir yang keluar dari milik Reinar. Tidak ada keluhan, dia menelan habis apa yang ada di mulutnya, kemudian segera dia membasuh wajahnya menggunakan air dingin.
“Apa kalian sudah selesai? Ini sudah tidak bisa ditahan, aku ingin buang air kecil.” Sarah nyelok masuk ke dalam kamar mandi, dan langsung melakukan apa yang ingin dia lakukan.
Reinar dan Bella biasa saja dengan sikap Sarah. Mereka mulai menyibukkan diri dengan urusan masing-masing. Bella yang sibuk membersihkan wajah, Reinar sibuk membersihkan tubuh, sedangkan Sarah yang sudah selesai buang air kecil, dia memutuskan ikut mandi bersama Reinar.
Pada akhirnya pagi yang indah ini diawali ketiganya dengan memanaskan kamar mandi dan mandi bersama.
...----------------...
Kantin markas besar pasukan elite.
“Mulai sekarang sepertinya aku harus mulai memanggilmu kakak ipar.” Malvin begitu jelas melihat kedekatan antara Reinar dengan kakaknya.
“Sebaiknya jangan membiasakan memanggilku seperti itu di tempat yang terdapat banyak orang! Mereka belum mengetahui hubunganku dengan Bella maupun Sarah, tapi lihat, mereka terus mengarahkan tatapan mata membunuh kepadaku!” Jelas Reinar melihat banyak pria tidak menyukai kedekatannya dengan Bella dan Sarah.
“Mereka hanya bisa menatap, sedangkan kakak ipar sudah berhasil memiliki mereka.” Malvin tidak mengindahkan apa yang dikatakan Reinar padanya.
“Hah sudah, sepertinya begitu jam makan pagi berakhir, hari-hari tenangku akan terganggu dengan banyaknya orang sok kuat yang datang hanya untuk menantangku bertarung.” Reinar menghela napas panjang, kemudia dia kembali menyantap makannya untuk menambah energi sebelum hal merepotkan terus mendatanginya.
Benar saja, baru juga jam makan pagi berakhir, sekelompok pria mendatangi menja yang ditempati Reinar. Dari sorot mata mereka yang sama sekali tidak bersahabat, Reinar tahu kalau tujuan mereka adalah merebut title tingkat S yang dimilikinya, tapi sayangnya tebakannya tidak sepenuhnya benar.
Hanya sebagian kecil orang yang menginginkan title miliknya. Kebanyakan dari mereka adalah para pria yang tidak terima dengan kedekatan Reinar dengan Bella maupun Sarah.
“Jangan membuang-buang waktuku! Katakan saja apa yang kalian inginkan dariku?”
Dengan sorot mata tajam Reinar membalas tatapan mereka yang terus saja mengarah padanya.
“Aku menantangmu melakukan pertarungan satu lawan satu! Sebagian hadiah pemenang, aku tidak butuh title tingkat S yang kamu miliki. Aku cuma ingin kamu menjauhi mereka!” Salah satu pria berkata sambil bergantian menunjuk Bella dan Sarah.
“Maaf, aku tidak bisa menggunakan wanita sebagai taruhan!” Reinar menolak keinginan pria itu.
“Cih, menolak menunjukkan kalau kamu itu pria lemah dan tidak pantas beradi di dekat mereka!” Pria itu mencibir Reinar.
“Lemah ya? Kalau begitu kita tunjukkan siapa yang lemah di arena pertarungan!”
Reinar, Bella, Sarah dan Malvin langsung saja melangkahkan kaki menuju arena pertarungan. Mengikuti di belakang mereka ada sekelompok pria berjumlah sepuluh orang, yang sebelumnya salah satu dari mereka terus mencibir Reinar.
Setelah sampai di arena pertarungan yang ternyata dalam keadaan kosong. Bella, Sarah dan Malvin langsung pergi ke kursi penonton, sedangkan Reinar, dia langsung melangkah ke tengah arena pertempuran.
“Jangan maju satu-satu, itu hanya akan membuang-buang waktuku! Lebih baik kalian bersepuluh maju bersamaan, supaya aku tidak perlu membuang banyak waktuku hanya untuk melawan kalian!” Reinar menunjukkan jempol kebalik ke arah sepuluh pria yang masih berdiri di pinggir arena pertarungan.
“Dia sendiri yang minta kita maju bersamaan. Mari kita maju bersama-sama, dan setidaknya kita harus mematahkan kedua lengan serta kedua kalinya! Ingat jangan membunuh karena kita tidak diizinkan membunuh di tempat ini!” kata pria yang sebelumnya mencibir Reinar.
Sepuluh pria bersama-sama melangkah ke tengah arena. Senyuman mengejek terlihat di wajah mereka saat berhadap-hadapan dengan Reinar.
Reinar sendiri yang melihat senyuman mereka hanya tersenyum lebar, tak sedikitpun dia merasa terintimidasi senyuman mereka. “Apa lagi yang kalian tunggu? Cepat maju serang aku dengan seluruh kekuatan yang kalian miliki, atau aku yang maju lebih dulu menyerang kalian?” Reinar bersiap melakukan serangan pada mereka.
“Orang lemah yang terlalu sombong! Kalian semua maju serang orang itu dan ingat untuk mematahkan kedua tangan dan kedua kaki miliknya!” Satu orang memberi komando, semua bergerak majuenyerang Reinar.
“Mari kita buktikan siapa yang lebih lemah diantara aku dan kalian bersepuluh!” Reinar dengan mudah menghindari serangan mereka. Dengan kecepatan dan kelincahan yang dimilikinya, bukan sesuatu yang sulit untuk menghindari serangan mereka.
“Dengan kekuatan yang kalian miliki, kalau saja kalian musuh, sudah sejak tadi aku berhasil membunuh kalian!” Bosan menghindar, Reinar mulai membalas serangan mereka.
Saat ada yang melayangkan tinju ke arahnya, dia memukul tinju orang itu dengan tinjunya. Sedangkan saat ada kaki yang mendekat, dia langsung menendang balik kaki itu menggunakan kakinya yang sekeras besi.
“BANG... BANG... BOOM... BOOM...” suara benturan terdengar saat terjadi benturan antara kaki melawan kaki, dan tangan melawan tangan.
Walau Reinar seorang diri sedangkan mereka bersepuluh, setelah beberapa kali beradu tendangan dan pukulan, satu persatu dari mereka mulai tumbang dengan beberapa jari tangan patah, dan tulang retak di bagian kaki.
“Apa masih ingin melanjutkan ini, atau kalian kalian ingin meminta bantuan pada mereka untuk mengalahkanku?” Reinar menunjuk belasan pria yang berdiri di luar arena, sedangkan di kursi penonton sudah ada puluhan wanita yang menjadi penonton pertarungannya.
Dua pria di atas arena yang keadaan tangan dan kakinya sudah gemetaran memutuskan untuk menyerah, sedangkan belasan pria yang berada di luar arena, tak satupun dari mereka ingin memasuki arena pertarungan setelah melihat bagaimana Reinar menghajar semua lawannya.
“Lawan yang membosankan,” gumam Reinar.
...----------------...
Setelah pertarungan di arena pertarungan berakhir dengan kemenangannya, Reinar memutuskan membawa Bella, Sarah, dan Malvin pergi ke ruangan misi.
Besok adalah hari pertama Reinar resmi menjadi anggota pasukan elite, jadi dia ingin mengambil misi untuk dirinya.
“Kebetulan kalian datang ke tempat ini, sebenarnya aku ingin mencari keberadaan kalian untuk menyerahkan ini langsung pada kalian.” David yang tidak sengaja bertemu rombongan Reinar, dia menyerahkan amplop berwarna coklat pada Reinar.
“Di amplop itu adalah misi khusus untuk kalian berempat, dan bayaran untuk misi itu sudah ditransfer ke rekening kalian masing-masing.” David langsung pergi setelah mengatakan itu pada Reinar dan yang lainnya.
Bella, Sarah, dan Malvin segera mengarahkan pandangan mata mereka ke arah amplop coklat di tangan Reinar. Begitu selembar kertas di dalam amplop di keluarkan, mereka bersama-sama membaca tulisan di selembar kertas, yang berisikan misi khusus untuk mereka.
Reinar dan Malvin hanya menganggukkan kepala setelah membaca tulisan di kertas yang langsung mereka musnahkan dengan cara menyobek kertas itu sampai ukuran terkecil. Sedangkan Bella dan Sarah, keduanya sama-sama menunjukkan senyuman aneh.
“Sepertinya anak kecil itu sengaja mengatur misi ini, tapi sayangnya dia hanya akan menjadi yang ketiga.” Bella berbisik di dekat telinga Sarah.
Bella sudah menceritakan tentang siapa yang dia maksud dengan anak kecil pada Sarah, dan sedekat apa hubungan orang itu dengan Reinar.
Sarah tersenyum mendengar bisikan Bella,kemudian dia berkata, “Ayahnya saja memiliki lima istri, menjadi yang ketiga tentu bukan masalah besar untuknya.”
...----------------...
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
misi
2024-07-24
2
Jung kookie😘😘🥰
apa tidak perlu skolah lagi ker../Doubt//Doubt/
2024-05-22
1
Edy Sulaiman
fantasi thor bolehla, adakah didunia nyata ketahanan spt itu...hhh
2024-03-24
1