Setelah masalah pengkhianatan Jerry dan kelompoknya ditangani langsung oleh Dewa tertinggi pasukan elite, Reinar dan Bella memutuskan kembali ke kamar mereka masing-masing.
“Kenapa kamu ikut ke kamarku?” Bella bertanya pada Sarah yang tiba-tiba saja ikut masuk ke dalam kamarnya, setelah sebelumnya dia berkata hanya mengantar sampai depan.
“Aku cuma ingin istirahat sebentar di kamarmu,” kata Sarah kemudian dia begitu saja merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur Bella yang muat ditempati dua sampai tiga orang.
Melihat kelakuan Sarah yang sesuka hati merebahkan tubuh di tempat tidurnya, tanpa bertanya Bella tahu apa tujuan utama wanita itu ikut masuk ke dalam kamarnya. Apalagi tujuan wanita itu kalau bukan untuk mendekati Reinar, yang mana pintu kamar pria itu berhadap-hadapan dengan pintu kamarnya.
“Aku ingin mandi terlebih dahulu. Ingat, jangan sembarangan menyentuh barangku!” Bella mengarahkan sorot mata tajam kepada Sarah yang hanya menunjukkan senyuman sebagai balasannya.
“Dasar pengganggu!” gumam Bella sambil membuka pintu kamar mandi dan begitu saja masuk tanpa melihat adanya Reinar yang sudah terlebih dahulu berada di dalam kamar mandi, dan baru saja dia melepas seluruh pakaiannya.
Saat Bella menoleh ke belakang setelah mengunci pintu, kedua matanya terbuka lebar dan mulutnya perlahan terbuka.
Akan tetapi, sebelum dia berteriak, Reinar sudah menyumpal mulut Bella menggunakan bibirnya.
‘Itu sangat besar.’ Bella membatin dan dirinya sama sekali tidak fokus dengan ciuman Reinar di bibirnya, dia justru fokus melirik benda panjang dan besar di ************ Reinar. Ini baru pertama kali dia melihat milik seorang pria secara langsung, dan apa yang dilihatnya sekarang jauh lebih besar dari yang pernah dia lihat dalam video dewasa.
“Uhm...” Bella melenguh lirih saat Reinar mengakhiri ciumannya, tapi tak lama ciuman keduanya kembali berlanjut setelah Reinar menarik napas panjang.
Kali ini bukan sekedar ciuman di bibir. Perlahan ciuman Reinar turun ke leher, dan terus bergerak turun sampai di bahu Bella. Kemudian, di tempat itu dia membuat dua tanda merah sebagai tanda kalau Bella adalah miliknya.
“Aku tau tempat yang cocok untuk melakukannya.” Bella menghentikan tangan Reinar yang hampir menyentuh dadanya, kemudian dia membuka pintu kamar mandi, dan dengan sedikit berlari Bella membawa Reinar ke kamarnya padahal dia tahu kalau dikamarnya ada Sarah.
Dalam keadaan tanpa pakaian apapun yang menutupi tubuhnya, Reinar masuk ke dalam kamar Bella, dan melihat keberadaan Sarah yang sedang terlelap dalam tidurnya. Akan tetapi, jika cukup jeli melihat posisi tidur Sarah, mereka akan tahu kalau wanita itu sedang berpura-pura tidur, dan nyatanya Bella tahu akan kepura-puraan Sarah.
“Aku menuntut tanggungjawab darimu! Kalau kamu bisa memenuhi tanggungjawabmu, kamu bebas melakukan apapun padanya.” Bella menunjuk Sarah. “Tenang saja, dia masihlah seorang gadis sama sepertiku.”
Sudah kepalang tanggung dan karena dirinya juga harus secepatnya menyelesaikan misi, Reinar langsung saja menarik Bella ke dalam pelukannya, dan kembali keduanya berciuman.
“Oi, kenapa kalian melakukannya di tempat ini? Apa kalian tidak menghargai keberadaanku?” Sarah tiba-tiba bangun dari tempat tidur, dan segera menempatkan posisinya di belakang Bella.
“Biarkan aku membantumu membuka pakaian.” Suara robekan kain terdengan saat Sarah menyobek pakaian Bella, dan dengan sekali tarik dia berhasil membuka celana training yang dipakai Bella.
Dada besar dengan puncak berwarna merah muda serta ************ Bella yang mulus tak berbulu kini terlihat jelas oleh Reinar.
“Sekarang giliranku.” Sarah membuka seluruh pakaiannya, dan menunjukkan keindahan tubuhnya pada Reinar yang hanya bisa melirik ke arahnya.
“Ouh, bukannya ini terlalu besar?” Saat Bella dan Reinar masih berciuman, Sarah dengan begitu berani jongkok di samping Reinar, dan mulai memegang benda berukuran besar yang membuatnya ngilu membayangkan benda itu masuk ke dalam miliknya.
“Ehmm...” Bella dan Reinar melepas ciuman mereka.
“Sudah lama ingin mengatakan ini, aku sangat mencintaimu,” kata Bella menatap lekat wajah Reinar.
Reinar tersenyum mendengar ungkapan perasaan Bella. “Aku juga mencintaimu, tapi maaf sepertinya bukan hanya kamu yang aku cintai,” ungkap Reinar sambil memejamkan mata karena di bawah sana Sarah sedang memainkan lidah di ujung miliknya.
“Aku tahu, dan aku tidak keberatan untuk berbagi dengan satu, dua, atau tiga wanita. Aku cuma berharap kamu dapat berperilaku adil pada kami, terutama soal kepuasan di atas ranjang.” Bella berbisil di telinga Reinar, kemudian dia ikut berjongkok dan melakukan apa yang sedang dilakukan Sarah.
Saat Bella mengambil alih tugasnya, Sarah bangkit dan memberi kecupan singkat di bibir Reinar. “Apa kamu sudah siap?” tanya Sarah sambil bergerak memutar, kemudian dia memeluk tubuh Reinar dari belakang.
Di bagian bawah, Balla hanya berhasil memasukkan seperempat milik Reinar ke dalam mulutnya. Ini adalah pengalaman pertama baginya, meskipun sedikit mual, dia terus melakukan itu untuk memberi kepuasan pada Reinar.
“Lakukan apa yang ingin kalian lakukan!” kata Reinar yang masih memejamkan mata menikmati kenikmatan dari arah depan dan belakang.
“Aku akan menjadi yang pertama.” Bella tiba-tiba bangkit, dan langsung saja dia mendaratkan ciuman panas ke bibir Reinar.
Reinar yang sudah terbakar gairah, dia membalas ciuman panas Bella, dan ciuman mereka semakin panas dengan nafas keduanya yang saling memburu.
Setelah melayani ciuman panas Bella, kini giliran Sarah yang meminta jatah ciuman darinya, dan setelah puas dengan ciuman panas mereka melanjutkan pertarungan panas di atas tempat tidur.
Darah mengalir dari milik Bella dan Sarah saat Reinar secara bergantian mengambil kesucian mereka. Rasa sakit yang berganti rasa nikmat membuat ketiganya enggan menyudahi permainan panas mereka, tapi rasa lelah membuat ketiganya menyudahi permainan, dan akhirnya mereka terlelap penuh kepuasan.
...----------------...
Pagi hari bersama dengan terdengarnya alarm bangun untuk seluruh anggota pasukan elite, Reinar dan dua wanitanya bangun. Melihat keadaan mereka yang sama-sama dalam keadaan polos, ketiganya hanya tersenyum tanpa ada niatan menutupi tubuh mereka.
Melihat Bella dan Sarah kesulitan menggerakkan tubuhnya, Reinar langsung saja bergantian menggendong keduanya ke kamar mandi karena mereka sama-sama ingin membersihkan tubuh, setelah semalam tubuh mereka bermandikan keringat.
Tak hanya menggendong mereka bergantian ke kamar mandi, tapi Reinar juga memandikan mereka. Dia tidak mengeluh melakukan itu karena saat memandikan mereka, miliknya mendapatkan jatah dari dua mulut yang bergantian memberi sensasi panas pada miliknya.
“Ini memang besar dan tangguh. Pertama ini masuk, aku hampir pingsan olehnya,” kata Sarah sambil sambil membersihkan wajahnya yang belepotan oleh cairan kental yang baru keluar dari milik Reinar.
Bella tersenyum mendengar itu. “Tapi setelah rasa sakit sesaat, aku justru merasakan nikmat yang tak sebanding dengan kenikmatan apapun yang pernah aku dapatkan di dunia ini,” ujar Bella yang baru saja selesai membersihkan wajahnya.
“Namun, kita berdua belum bisa membuatnya benar-benar takluk, setidaknya kita butuh dua orang lagi untuk membuatnya benar-benar takluk,” kata Sarah sambil menunjukkan senyuman kepada Reinar.
Walau belum lama mengenal sosok Reinar, sejak pertama kali melihat pria itu Sarah sudah menetapkan hati untuknya. Saat tahu Bella memiliki hubungan dekat dengan pria itu, di mengikhlaskan posisi pertama pada Bella, dan dirinya tidak masalah menempati posisi kedua.
Sama seperti Bella, banyak pria yang mengantre untuk mendapatkan dirinya, tapi dia justru rela menjadi yang kedua untuk pria yang masih begitu muda, dan lagi dia sangat baru mengenal pria itu.
‘Mungkin ini yang namanya cinta sejati bisa datang kapanpun dan dimanapun.’ Sarah membatin, dan hari ini dia sangat bahagia karena telah menyerahkan mahkota berharganya pada pria yang begitu dia cintai, meski dirinya belum mendapatkan balasan dari perasaannya.
Namun, melihat bagaimana Reinar memperlakukan dirinya dan melihat sorot matanya, Sarah tahu kalau pria itu memiliki perasaan yang sama dengan dirinya, dan yah jelas pria itu juga memiliki perasaan yang sama pada Bella.
Selesai mandi dan sedikit permainan panas di kamar mandi, Bella dan Sarah hanya berdiam diri di atas tempat tidur kamar Reinar. Sedangkan Reinar, pria itu sedang membereskan kekacauan di kamar Bella.
“Bukannya miliknya terlalu besar? Aku benar-benar hampir pingsan waktu benda itu menerobos masuk,” ungkap Sarah.
“Tadi kamu sudah mengatakan itu, tapi itu memang sangat besar, jauh lebih besar dari yang pernah kita lihat di video waktu itu,” kata Bella.
Sarah mengangguk. “Untuk hari ini sepertinya aku tidak bisa pergi jauh dari tempat ini.” Jangankan pergi jauh, berjalan lima langkah saja sudah menimbulkan rasa ngilu di selangkangannya.
“Begitu juga denganku,” balas Bella yang juga merasakan seperti yang dirasakan Sarah, dan pada akhirnya mereka hanya bisa berdiam diri di dalam kamar.
...----------------...
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Wahyu
👍👍gagah perkassa juga adik kecilnya cerita mensrik penuh sensasi
2024-11-22
0
then_must_nanang
TOP alur ceritanya....
ada wik.. wik... yg lumayan oke.
ini cerita paket komplit .
tq buat author /Pray/
2024-08-04
2
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
KO total
2024-07-24
2