Melihat Reinar sudah menyelesaikan ujian dan mendapat nilai sempurna, Bella dan Sarah hanya tersenyum.
“Rekor yang bertahan selama beberapa tahu akhirnya ada yang berhasil memecahkannya. Dia sepertinya akan menjadi yang pertama lolos menjadi anggota pasukan elite, tapi sebelum itu kita biarkan dewan tertinggi menyelidiki seluruh identitasnya, dan menyatakan kalau dia bersih.” Sarah berharap Reinar bisa menjadi bagian dari pasukan elite.
“Lelaki yang aku cintai sangat wajar kalau dia berhasil memecahkan rekor milikku.” Bella tersenyum senang untuk rekor baru yang diciptakan Reinar.
“Apa kamu tidak ingin mengucapkan selamat padanya?” Sarah bertanya kepada Bella.
“Tentu aku ingin mengucapkan selamat padanya, tapi aku tidak ingin melakukan itu di tempat ini.” Bella ingin mengucapkan selamat pada Reinar setelah kembali ke asrama yang mereka tempati.
“Aku bukan orang yang tidak menyetujui hubunganmu dengannya, tapi setelah kedekatanmu dengannya tersebar, pasti banyak yang menentang hubungan kalian, terutama mereka yang selama ini mencoba berbagai cara untuk mendekatimu.” Sarah mengingatkan Bella tentang banyaknya pria yang selama ini mencoba merebut hatinya.
“Aku sama sekali tidak peduli dengan mereka karena perasaan tidak bisa dipaksakan.” Tak lagi ada yang perlu dibahas dengan Sarah, Bella pergi menghampiri Reinar.
Sedangkan Reinar yang baru menyelesaikan ujian, dia sedang melihat-lihat peserta lain yang sedang melakukan ujian.
“Tiga ujian yang baru kamu lakukan sepertinya bukan ujian yang dapat membuatmu mengeluarkan segenap kekuatan,” ujar Bella yang sudah berdiri di sebelah Reinar.
Melihat Bella berada di sebelahnya dan mendengarkan apa yang baru dikatakan olehnya, Reinar hanya tersenyum. “Yah, aku tidak menyangka ujiannya akan semudah ini.”
“Bagimu ujian ini memang mudah, tapi lihat mereka! Mereka semua sangat kesulitan menyelesaikan ujian yang kamu anggap mudah.”
Bella menunjukkan pada Reinar betapa sulitnya peserta lain menyelesaikan ujian untuk menjadi anggota pasukan elite.
“Mereka cuma kurang latihan saja.” Pendapat Reinar tentang mereka yang gagal menyelesaikan ujian.
Bella menggelengkan kepala mendengarnya. “Latihan saja tidak akan pernah cukup, setidaknya mereka harus memiliki bakat yang dapat membuat mereka sedikit menonjol dari orang lain. Namun, dari puluhan peserta ujian baru ada tiga orang yang memiliki bakatbakat tertentu, yang membuat mereka sedikit menonjol dibandingkan peserta lainnya.”
“Ehm, Kak Bella benar, latihan terus menerus tanpa adanya bakat hanya akan membuat mereka seolah sedang melakukan pekerjaan yang sama sekali tidak membawa pada kesuksesan di masa depan.” Reinar membenarkan apa yang dikatakan Bella.
Bella mengangguk. “Data pribadimu telah dikirim ke dewan tertinggi. Begitu dewan tertinggi menyatakan kamu bersih, kamu akan segera diresmikan menjadi bagian dari pasukan elite.”
“Kira-kira berapa lama sampai dewan Tertinggi mengeluarkan pernyataan mereka tentang diriku?”
“Paling cepat dalam satu kali dua puluh empat jam pernyataan itu akan keluar, tapi bisa saja sedikit lebih lama dari itu.”
Reinar menganggukkan kepala mendengar itu, dan karena tidak boleh meninggalkan markas besar pasukan khusus dirinya berencana kembali ke kamar untuk memulai penyelesaian misi ketiga yang hari ini juga harus diselesaikan.
Bella tidak bisa menemani Reinar kembali ke kamar karena masih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan, tapi dia akan menemui Reinar saat tiba jam makan siang.
Setelah berjalan selama menit akhirnya Reinar sampai di kamarnya, dan setelah mengunci pintu kamar dia mulai menyalakan laptopnya.
Pertama-tama dia ingin meretas CCTV di seluruh markas besar pasukan elite. Menggunakan internet pribadi miliknya sendiri, dia mulai melakukan peretasan.
Hanya butuh lima menit untuknya meretas seluruh CCTV di markas besar pasukan elite.
“Bukannya ini akan menjadi salah satu hari keberuntunganku?” Dari CCTV yang entah berada di mana, Reinar melihat Jerry dan lima pria lainnya memberikan sesuatu pada pria berpakaian serba hitam, tapi terlihat jelas pria itu memiliki tato ular konra berwarna merah di lengan tangannya.
Menyelidiki tato yang serupa, melalui luasnya informasi digital, dirinya menemukan artikel yang mengangkat tentang simbol tato ular kobra berwarna merah.
Di dalam artikel itu dikatakan kalau tato ular kobra berwarna merah adalah lambang Asosiasi pembunuh bayaran Red Cobra, yang dipimpin oleh pria dengan julukan si nomor dua.
“Kedua misi terselesaikan dengan sangat mudah, tapi apa cuma mereka saja pengkhianat nya?” Kembali melihat CCTV, dia melihat kelompok Jerry menemui sekelompok wanita, dan mereka terlihat intens membicarakan sesuatu.
“Sayangnya CCTV ini belum dilengkapi dengan perekam suara,” gumam Reinar sedikit kecewa.
Melihat CCTV lain, Reinar melihat Bella dan Sarah ternyata sedang mencuri dengar pembicaraan Jerry dan yang lainnya, tapi keduanya tidak tahu kalau keberadaan mereka diketahu oleh dua orang di kejauhan yang sepertinya bagian dari kelompok Jerry.
“Mereka dalam bahaya!” Reinar dengan cepat mengoneksikan layar laptop dengan HP miliknya, kemudia dia buru-buru pergi ke tempat Bella dan Sarah.
“Petugas yang menjaga ruang CCTV sepertinya juga bagian dari kelompok Jerry,” gumam Reinar sambil berlari secepat mungkin ke tempat Bella dan Sarah, yang tak begitu jauh dari tempatnya melakukan ujian.
Sementara itu di tempat berkumpulnya kelompok Jerry, terlihat pria itu tersenyum melihat dua wanita yang berhasil di tangkap, dan diseret paksa ke hadapannya.
Kedua wanita itu adalah Bella dan Sarah, mereka tidak bisa melawa saat dua pistol mengarah ke kepala mereka.
Terlalu fokus mencuri dengar pembicaraan Jerry dan yang lainnya, membuat keduanya tidak menyadari ada yang berjalan mendekat, kemudian menodongkan pistol ke kepala mereka, dan setelahnya keduanya tertangkap.
Senyuman tidak luntur dari wajah Jerry melihat dua bintang wanita pasukan elite berhasil ditangkap, dan sekarang keduanya terlihat tak berdaya di hadapannya.
Bukan hanya Jerry, semua pria di tempat itu tersenyum karena mereka pasti mendapatkan giliran setelah Jerry puas menikmati keduanya.
“Padahal aku belum memikirkan cara untuk membuat kamu tunduk di bawah selangkanganku, tapi kamu justru datang menyerahkan diri padaku.” Jerry mencoba memegang wajah Bella, tapi wanita itu segera membuang muka ke arah lain.
Jerry menyuruh para wanita keluar dari ruangan itu, sehingga hanya menyisakan lima pria yang sudah sama-sama merasakan panas di bagian ************ mereka, dan mereka tidak sabar menggilir kedua wanita yang tangan dan kakinya terikat.
Mengeluarkan dua pil dari saku celananya, Jerry memaksa Bella meminum salah satu pil, tapi saat dia mencoba mencengkram rahang wanita, kejadian tidak terduga terjadi.
“Door... Door...” Dua peluru melesat cepat dan tepat mengenai tangan serta kaki Jerry.
“Arghhh!...” Jerry jatuh meringkuk dan terus kengerang kesakitan akibat peluru yang bersarang di tangan dan kakinya.
Terlambat bereaksi setelah apa yang terjadi pada Jerry, empat pria lainnya tidak sadar saat ada orang lain muncul di hadapan mereka, dan langsung memukuli mereka.
Satu pukulan dari orang itu yang menghantam rahang mereka, sudah lebih dari cukup untuk membuat keempatnya tumbang tanpa sempat melakukan perlawanan.
“Kalian bukan bagian dari mereka. Jadi, aku tidak akan membunuh kalian. Biarkan petinggi pasukan elite yang menentukan hukuman untuk kalian!” kata orang itu yang tak lain adalah Reinar.
Reinar yang secepatnya datang, dengan mudahnya dia berhasil melumpuhkan lima wanita yang sama sekali bukan lawan sepadan untuknya, dan setelah mengalahkan mereka dia bergegas menyelamatkan Bella dan Sarah.
Beruntung dia datang tepat waktu dan berhasil menyelamatkan keduanya sebelum hal buruk terjadi pada mereka.
“Hukuman untuk mereka memang aku serahkan pada petinggi pasukan elite, tapi khusus untukmu, aku ingin menambah sedikit hukuman yang pantas kamu dapatkan!” Tanpa belas kasih Reinar menginjak ************ Jerry, membuat pria itu berteriak keras sebelum kehilangan kesadaran.
“Aku hanya melakukan apa yang pantas dilakukan pada pria sepertimu!” Meninggalkan Jerry, Reinar segera membebaskan Bella dan Sarah dari tali yang mengikat tangan dan kaki mereka.
Begitu ikatan di tangan dan kaki mereka terlepas, keduanya bersama-sama melompat ke pelukan Reinar, membuat pria itu terdorong jatuh ke belakang yang membuat kedua wanita kini menindih tubuhnya.
“Hm, bukannya kalian bisa melakukan itu di kamar!” Malvin menjadi orang pertama yang masuk ke dalam ruangan, tapi yang dia lihat justru membuat nyut-nyutan kepalanya.
Menyadari keberadaan Malvin. Bella dan Sarah tidak bergeming, mereka justru acuh dan mengabaikan keberadaan Malvin, tapi saat mendengar beberapa suara langkah kaki mendekat, keduanya segera bangkit, kemudia mereka bersama-sama membantu Reinar bangkit.
“Apa sebenarnya yang terjadi di tempat ini?” tanya David, salah satu dewan tertinggi pasukan elite yang sebelumnya ingin menemui Reinar, tapi baru juga sampai di tempat ujian dia mendengar suara tembakan tak jauh dari lokasi ujian.
Bella dan Sarah mulai menceritakan secara bergantian apa yang terjadi sejak awal mereka mendengar pembicaraan Jerry dan yang lainnya, sampai akhirnya mereka tertangkap, dan terakhir mereka menceritakan penyelamatan yang dilakukan Reinar.
David menganggukkan kepala setelah mendengar cerita Bella dan Sarah, kemudian dia meminta Malvin dan orang-orang yang datang bersamanya membawa Jerry dan yang lainnya ke ruang interogasi tanpa terlebih dahulu mendapatkan perawatan yang layak.
“Dari identitasnya, dia memang bukan siapa-siapa, tapi dari sorot matanya, aku bisa merasakan kalau dia adalah sosok yang luar biasa.” Penilaian David setelah melihat langsung seperti apa sosok Reinar.
...----------------...
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
then_must_nanang
saatnya moment mantap- mantap
2024-08-04
0
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
untung gede
2024-07-24
1
Annisa
/Drool//Kiss//Rose//Blush/
2024-07-09
2