“Nona, pihak kepolisian sebentar lagi akan datang.”
Baru juga Reinar selesai berkata saat pria berbadan besar muncul di depannya, membuatnya terdorong mundur dan hampir terjatuh.
Reinar yang mendapat perlakuan seperti itu hanya mengerutkan kening, kemudian berjalan melewati pria yang membuatnya terdorong mundur.
Pria itu tiba-tiba mencengkram bahu Reinar. “Sebaiknya kamu tetap di tempat ini, dan biarkan polisi menangkapmu!”
Pria itu mempererat cengkraman tangannya membuat Reinar diam berdiri di tempatnya. “Apa kamu pikir aku tidak tahu semua bom di tempat ini palsu, dan semua ini hanyalah rencana yang kamu persiapan supaya memiliki kesempatan mendekati Nona Wina?”
[Ding... Misi tersembunyi terdeteksi. Patahkan tangan pria yang mencengkram bahu Tuan untuk mendapat hadiah 20 poin kekuatan, dan 20 poin kecepatan]
“Kretek!” Bunyi tulang patah terdengr nyaring saat gerakan cepat Reinar berhasil mematahkan tangan pria yang mencengkram bahunya.
“Argh...” Pria itu merintih kesakitan, kemudia meringkuk menahan rasa sakit di tangannya yang dipatahkan Reinar.
“Menuduh tanpa bukti hanya akan membuat kamu celaka, dan lagi aku tidak perlu melakukan rencana konyol hanya untuk mendekati Wina! Asal kamu tahu, aku teman satu kelas Wina, bahkan aku merupakan teman satu bangkunya.”
Melihat Reinar dengan mudah mematahkan tangan pria yang ukuran tubuhnya jauh lebih besar, Bella dan Wina yang melihat semuanya tidak menyangka kalau Reinar memiliki kekuatan sebesar itu.
Namun, yang paling membuat mereka terkejut adalah keahlian dan kecepatan Reinar dalam menjinakkan bom. Seorang profesional yang telah menjinakkan ratusan bom, mereka tidak bisa menyamai kecepatan Reinar saat menjinakkan bom.
Reinar mengabaikan pria yang masih meringkuk ketakutan. “Kalian ingin makan atau berdiri semalaman di tempat ini?” tanyanya pada Bella dan Wina.
“Tentu aku ingin makan, tapi kamu berhutang banyak penjelasan denganku!” Bella segera membalikkan badan mengikuti Reinar yang sudah berjalam kembali ke dalam restoran.
“Beraninya kau menfitnah teman baikku di sekolah! Setelah ini bukan hanya tanganmu yang patah, tapi lehermu yang akan patah.” Wina menyuruh dua pria di belakangnya menyeret keluar pria yang tangannya di patahkan Reinar.
Kedua pria dan pria yang tangannya di patahkan Reinar adalah bodyguard Wina. Selain mereka masih ada dua pria lainnya yang saat ini berada di dalam restoran.
Identitas Wina sendiri bukanlah identitas yang bisa bebas diketahui banyak orang, tapi dia tidak menyangka kalau kabar dia berada di salah satu restoran pinggiran kota begitu cepat terdengar ke telinga musuh ayahnya, bahkan dengan cepat mereka menyusun rencana untuk membunuh dirinya.
Beruntung ada Reinar yang memiliki keahlian luar biasa dalam menjinakkan bom. Padahal setau Wina pria itu hanya ahli dalam mata pelajaran sekolah, bahkan dirinya tidak pernah bisa merebut posisi murid nomor satu darinya.
“Dia menyembunyikan keahliannya dengan sangat baik.” Wina sekarang mengerti kenapa Reinar bisa dekat dengan Bella, wanita yang dilatih sendiri oleh ayahnya untuk menjadi anggota elit kepolisian.
“Apa mungkin selama ini diam-diam Bella melatih Rein?” Wina bingung sendiri dengan pemikirannya.
“Sebaiknya aku menanyakan langsung pada mereka.” Wanita itu akhirnya memutuskan kembali masuk ke dalam restoran.
Di dalam restoran Reinar sedang menikmati makanannya, merasakan makanan paling enak yang pernah dirasa indra perasa miliknya, dia bahkan mengabaikan wanita cantik dihadapannya yang terus menatapnya.
“Apa makanan itu senikmat itu sampai kamu mengabaikan keberadaanku?” Bella menghentikan tangan Reinar yang ingin menyendok makanan. “Makanan itu tidak akan pergi kemana, tapi aku sepertinya akan mati penasaran karena terlalu lama menunggu penjelasanmu.”
“Maaf, aku melupakan itu karena makanan ini sangat enak.” Reinar meletakkan sendok ditangannya, meskipun dia masih ingin menikmati makanan di hadapannya.
“Aku bisa membelikan makanan ini setiap hari untukmu, tapi lebih dulu jelaskan padaku bagaimana kamu bisa menjinakkan bom dengan begitu mudahnya? Apa kamu bagian dari pasukan elite yang sedang menyamar?” Bella bertanya dengan penuh rasa penasaran.
“Aku cuma mengandalkan insting dan keberuntungan. Tidak ada keahlian khusus, dan aku bukan bagian dari pasukan elite seperti kak Bella.” Reinar mengatakan apa yang perlu dia katakan, tapi dia tidak sengaja mengungkap identitas asli Bella yang baru dia ketahui saat melihat identitas di dompet wanita itu dengan mata tembus pandang.
“Kamu, bagaimana kamu tahu kalau aku bagian dari pasukan elite?” Bella kembali bertanya sambil mengarahkan sorot mata tajam padanya, ini kali pertama ada yang mengetahui identitas aslinya yang bahkan tidak diketahui oleh kedua orangtuanya.
“Dua hari yang lalu aku menemukan dompet di depan kosanku, dan aku tidak sengaja melihat identitas pemilik dompet itu. Seharusnya Kak Bella tahu bagaimana aku tahu identitas asli Kakak?” Reinar berkata jujur karena sebelumnya dia memang menemukan dompet Bella di depan kosannya.
“Ah... kalau itu aku benar-benar ceroboh. Itu adalah kesalahan terbesar yang pernah aku lakukan, tapi aku harap kamu merahasiakan itu semua dari siapapun!” Bella menatap tajam Reinar sambil mendekatkan wajahnya mendekati wajah pria itu.
“Apa yang ingin kalian rahasiakan dari siapapun?” Wina bertanya sambil duduk di dekat Reinar.
“Bukan apa-apa.” Bella menjawab cepat.
"Rein, katakan padaku apa yang ingin kamu dan Kak Bella rahasiakan dari semua orang? Apa itu tentang Kak Bella yang diam-diam melatihmu untuk dipersiapkan menjadi pasukan elite?” Wina serius dengan pertanyaannya.
“Kak Bella melatih aku? Eh, bagaimana kamu bisa tahu kalau kak Bella merupakan anggota pasukan elite? Bukannya identitas itu sangat rahasia?” Reinar sangat ingin mendapat jawaban dari pertanyaannya.
Sempat mengira Reinar adalah murid pribadi Bella, dari apa yang baru didengarnya Wina tahu kalau perkiraannya adalah sebuah kesalahan, dan kini dirinya justru harus memberi penjelasan kenapa bisa tahu identitas Bella sebagai anggota pasukan elite.
“Baiklah, aku akan mengatakan identitas asliku karena aku percaya kamu dapat menjaga rahasiaku! Kebetulan aku juga sudah mencari tahu identitas yang kamu miliki, dan tidak ada yang aneh dari identitasmu.” Sebenarnya Wina belum 100 persen yakin dengan identitas Reinar, tapi setidaknya 95 persen dia yakin pria itu bukan musuh dan bisa menjaga rahasianya.
“Ayahku adalah pemimpin tertinggi pasukan elite Negara ini, dan Kak Bella adalah salah satu murid Ayahku.”
“Sekarang ceritakan padaku apa yang ingin kamu dan Kak Bella rahasiakan dari semua orang!” Wina sangat penasaran dengan jawaban Reinar.
“Itu tentang identitas Kak Bella.Aku harus merahasiakan identitasnya dari siapapun.” Reinar memberi jawaban sesuai dengan pertanyaan yang diberikan Wina padanya, kemudian dia kembali melanjutkan memasukkan makanan ke dalam mulutnya, mengabaikan dua wanita di satu meja yang sama dengannya.
“Apa dia anggota pasukan elite?” Wina bertanya pada Bella dengan cara berbisik.
“Dia bukan bagian dari pasukan elite. Apa yang barusan dia lakukan hanya menuruti insting dan mengandalkan keberuntungan yang dimilikinya.”
“Aku tidak melihat adanya kebohongan saat dia mengatakan itu.” Bella mengatakan apa yang ingin diketahui Wina, sekaligus mengatakan penilaiannya tentang Reinar.
“Aku mengerti, tapi aku tidak percaya begitu saja kalau dia bukan bagian dari salah satu pasukam elite negara ini.”
“Di Negara ini ada tiga kelompok pasukan elite. Meski mereka saling membantu, tapi mereka sama-sama menyembunyikan identitas anggotanya. Ada kemungkinan dia bagian dari dua kelompok lainnya.” Wina akan menyelidiki lebih detai identitas Reinar.
Sedangkan Reinar yang sedang makan, dia sama sekali tidak memperhatikan dua wanita di depannya, dan lagi selain makan dia juga sedang mendengar suara notifikasi dari sistem.
[Ding... Berhasil menyelesaikan misi. Mendapatkan hadiah » Peningkatan 1 Level, 10 Poin Kekuatan, 10 Poin Kecepatan, 5 Poin Kecerdasan, Satu Miliar Uang Tunai]
[Ding... Berhasil menyelesaikan misi. Mendapat hadiah » 20 poin kekuatan, 20 poin kecepatan]
[Semua hadiah telah ditambahkan dalam status Tuan]
[Ding... Peningkatan level untuk pertamakalinya. Mendapatkan hadiah » 1 Kotak Hadiah Misterius]
Reinar hampir tersedak mendengar banyaknya hadiah yang dia dapatkan hanya dalam beberapa menit, tapi dia dengan cepat menenangkan diri, dan kembali melanjutkan makan.
...----------------...
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Haris Kuyy Brengoyy
gaskeun reinar ,, mbat aja 2 ciwey ciwey cantik itu 🤣
2024-11-02
0
then_must_nanang
Mantap...
2024-08-04
0
𖤍ᴹᴿ᭄☠BanxJeki Hiatus,GC.2th
kaya dalam semlm kau Rein
2024-07-28
1