Taksi berhenti di jalanan yang benar-benar sepi. Dari arah depan atau belakang tidak terlihat adanya orang atau kendaraan yang berlalu lalalng. Sedangkan di kiri jalan merupakan bangunan kosong, dan di seberang jalan merupakan tempat pemakaman umum.
Melihat sekeliling, Reinar tahu bega yang menyamar sebagai supir taksi akan mulai melakukan aksinya.
“Aku mau melihat, apa yang mau dia lakukan padaku!” Reinar bergumam lirih.
Begitu mobil benar-benar berhenti, supir taksi keluar dari dari taksi lalu membuka pintu belakang mobil tepat di samping Reinar. Dengan pisau lipat di tangan, dia ingin menguras habis harta berharga yang dimiliki korbannya.
Namun sayangnya, begitu pintu terbuka dia harus menerima pukulan tepat di hidungnya, yang membuat tulang rawan di hidungnya patah, dan darah mengucur deras dari kedua lubang hidungnya.
Serangan cepat yang berdampak besar padanya, membuat supir taksi merintih menahan rasa sakit.
Tak ingin melepaskan begitu saja korban yang kini justru berhasil membuatnya terluka, dia berteriak meminta tolong, dan kebetulan saat itu melintas sebuah mobil patroli milik pihak kepolisian.
Melihat mobil patroli polisi berhenti, supir taksi segera berlari ke arah polisi yang keluar dari mobil, dan melaporkan kejadian yang baru dia alami. Tentunya dia memberi bumbu tambahan dalam laporannya, yang membuat dirinya seolah berada di posisi korban.
Melihat itu Reinar hanya tersenyum, kemudian dengan tenang dia keluar dari mobil taksi. “Bapak polisi yang terhormat, jangan mempercayai orang itu! Dia adalah begal yang ingin mengambil uangku.” Reinar menunjuk tangan kanan supir taksi yang masih memegang pisau lipat.
Mendengar kesaksian Reinar dan barang bukti di tangan supir taksi. Polisi langsung meringkus supir taksi dan memasukkannya ke dalam mobil patroli.
“Apa adek bisa ikut kami ke kantor untuk menjadi saksi atas kejadian ini?” tanya ramah polisi pada Reinar.
“Maaf pak, ini sudah malam dan saya masih pelajar. Jadi, bagaimana kalau besok siang saya datang ke kantor polisi untuk memberi kesaksian?” ujar Reinar.
“Kalau begitu, besok siang bapak menunggu kedatangan adek untuk memberi kesaksian di kantor polisi sektor selatan.”
“Baik pak.” balas Reinar kemudian dia kembali masuk kedalam taksi karena salah satu polisi bersedia mengantarnya sampai kosan.
[Ding... Berhasil menyelesaikan misi pertama dari sistem. Hadiah sudah di transfer ke rekening milik Tuan.]
[Hadiah tambahan karena berhasil menyelesaikan misi pertama kurang dari satu jam. Mendapatkan hadiah 10 Poin tambahan kecerdasan. Poin kecerdasan sudah ditambahkan ke tingkat kecerdasan Tuan]
Baru juga masuk ke kamar kosnya, suara indah sistem kembali terdengar, dan suara yang kali ini terdengar berhasil membuat Reinar tersenyum bahagia.
Meskipun mendapat tambahan 10 Poin kecerdasan, Reinar tidak merasa adanya perbedaan pada dirinya, dan begitu saja dia mengabaikan tambahan 10 Poin kecerdasan yang baru diberikan sistem padanya.
Memasuki kamar dan menutup pintu, tiba-tiba HP jadul di atas meja belajar Reinar berbunyi, menandakan adanya sebuah pesan masuk.
Dengan sigap Reinar membaca pesan karena takutnya itu pesan penting dari Ibunya yang berada di kampung.
[Dana sebesar Rp. 100.000.000 telah masuk ke nomor rekening pelanggan yang terhormat]
“Ternyata sistem tidak membohongiku. Dengan uang seratus juta, aku bisa hidup tenang untuk beberapa bulan ke depan.”
Meletakkan kembali HP judulnya di atas meja, Reinar memutuskan mandi sebelum kembali keluar untuk membeli makanan.
...----------------...
Selesai mandi, Reinar kembali mencoba berkomunikasi dengan sistem, dan mempelajari lebih jauh fungsi sistem untuk kehidupannya sehari-hari.
“Sistem, selain memberi misi, hadiah dan membuatku kebal hukum, apa kamu masih memiliki fungsi lainnya?”
[Ding... Sistem bisa menunjukkan tabel status milik Tuan. Saat sistem mencapai Versi 0.4, Tuan dapat membuka fitur toko sistem]
“Status ya? Apa itu sama seperti KTP milikku?”
[Ding... Bisa dikatakan sama, tapi juga bisa dikatakan berbeda. Untuk melihat perbedaannya, Tuan bisa melihat langsung ke tabel status milik Tuan]
“Kalau begitu, tunjukkan tabel status milikku!”
Muncul layar hologram di hadapan kedua mata Reinar yang menunjukkan status miliknya.
[Sistem] : [ V 0.1]
[Nama] : [Reinar Abimanyu]
[Umur] : [17 Tahun]
[Level] : [ 0 ] nex level [0/10]
[Pekerjaan] : [Assassin » Pelajar » ?]
[Kecerdasan] : [ 80 ] [Di Atas Rata-rata]
[Kekuatan] : [ 10 ] [Lemah]
[Kecepatan] : [ 10 ] [Lambat]
[Pertahanan] : [ 10 ] [Lemah]
[Stamina] : [ 10 ] [Lemah]
[Keberuntungan] : [ 100 ] [Max]
[Pesona] : [ 75 ] [Di Atas Rata-rata]
[Skill] :
[» Ahli Senjata Tingkat Master]
[» Ahli Beladiri Tingkat Master]
[» Ahli Bisnis Tingkat Master]
[» Ahli Komputer Tingkat Master]
[Poin Sistem] : [ Terkunci ]
[Kekayaan] : [Rp. 102.000.000]
[Aset] : [ - ]
[Ruang Penyimpanan] : [ - ]
[Toko Sistem] : [ Terkunci ]
Semua keterangan tentang Reinar tertera di tabel status yang ditunjukkan sistem.
[Ding... Seluruh Skill milik Tuan berada di tingkat tertinggi dari empat pengelompokan tingkatan skill. »Rendah » Menengah » Tinggi » Master]
[Seperti yang sebelumnya sudah sistem katakan, Toko Sistem akan terbuka saat sistem telah mencapai Versi 0.4, begitu juga dengan Poin Sistem]
[Untuk mengupgrade Versi sistem, Tuan hanya bisa melakukannya dengan menggunakan kartu upgrade Versi sistem, dan kartu itu bisa didapatkan melalui misi acak]
[Oleh karena itu Tuan jangan sampai tidak menyelesaikan misi dari sistem, kalau Tuan ingin segera mengupgrade Versi sistem]
[Sedangkan untuk meningkatkan level milik Tuan, Tuan bisa mengerjakan seluruh misi, yang setiap harinya diberikan pada Tuan]
Mendengar semua itu Reinar mengangguk. “Sekarang aku mengerti apa saja kegunaanmu untukku,” ujarnya.
[Ding... Berhasil menyelesaikan misi tersembunyi » Mengerti apa saja kegunaan sistem. Mendapatkan hadiah uang senilai Rp. 10.000.000.000 » Mendapatkan Skill Tingkat Master, Mata Tembus Pandang.]
[Uang tunai telah ditransfer ke nomor rekening Tuan. Skill Mata Tembus Pandang secara otomatis segera terpasang di kedua mata Tuan]
Baru juga mendengar itu Reinar merasa sedikit rasa sakit di kedua matanya, tapi itu tidak berlangsung lama. Setelah rasa sakit menghilang, Reinar tidak merasa adanya perubahan pada penglihatannya.
“Skill Mata Tembus Pandang? Sepertinya itu hanya kebohongan.” Reinar bergumam lirih.
Melihat tabel statusnya masih ada di depan matanya, Reinar menyuruh sistem menghilangkan tabel statusnya karena sekarang dia akan pergi ke warung makan tak jauh dari kosannya.
Begitu tabel statusnya menghilang, Reinar mendengar HP judulnya berbunyi, dan sebuah pesan kembali masuk.
[Dana sebesar Rp. 10.000.000.000 telah masuk ke nomor rekening pelanggan yang terhormat]
Mata Reinar membulat sempurna melihat banyaknya angka nol di belakang angka satu. Awalnya dia hanya mengira sistem memberinya sepuluh juta, tapi nyatanya dia mendapatkan sepuluh milyar hanya dengan menyelesaikan misi yang tak sengaja terselesaikan.
“Ternyata keberuntungan di tingkat Max benar-benar berguna untukku. Dalam beberapa menit saja aku sudah menjadi milyarder.” Seumur hidupnya Reinar tidak pernah membayangkan memiliki uang lebih dari satu miliar, tapi sekarang dia memiliki uang lebih dari sepuluh miliar di rekeningnya.
Memiliki uang sebanyak itu, Reinar langsung teringat ibunya di kampung, dan langsung saja dia mentransfer uang sebanyak lima juta pada ibunya. Dia tidak ingin mentransfer dalam jumlah besar karena itu hanya akan membuat curiga ibunya.
“Sekarang saatnya membeli makan!” Berbekal uang yang dia dapat dari kompensasi pihak kepolisian, malam ini Reinar ingin memanjakan lidahnya dengan makanan enak. Tidak seperti hari-hari biasanya dimana dirinya hanya bisa membeli nasi ditambah kuah bening.
Saat Reinar keluar dari kamarnya, tetangga kosnya yang merupakan wanita pekerja kantoran kebetulan juga baru keluar dari kamar kosnya. Wanita itu memiliki paras cantik serta bentuk tubuh ideal, yang membuatnya cukup mudah menarik perhatian lawan jenis.
Reinar sendiri cukup tertarik dengannya, tapi dia minder karena tidak sekaya kebanyakan pria yang mencoba mendekati wanita itu.
“Mau beli makan ya? Yuk sama-sama beli makanan di depan!” ajak Bella, wanita tetangga kosan Reinar.
“I.. iya kak, mau beli makan.” Dengan kepala sedikit tertunduk, Reinar berjalan di sebelah Bella.
Wajah dan bentuk fisik Reinar sebenarnya sangat ideal untuk menjadi teman jalan Bella, tapi karena kurangnya rasa percaya diri, membuat dia hanya bisa menundukkan kepala saat jalan bersebelahan dengan Bella.
Sedangkan Bella yang berjalan di sebelah Reinar, dia cukup senang karena malam ini akhirnya Reinar bersedia jalan bersamanya, tidak seperti malam-malam sebelumnya dimana Reinar selalu menolak jalan berdua dengannya.
“Kebetulan hari ini aku baru gajian. Jadi, biar aku yang mentraktir kamu makan,” kata Bella sambil tersenyum.
Reinar buru-buru menggelengkan kepal. Sebagai seorang pria, akan memalukan jika sampai dirinya ditraktir seorang wanita.
“U.. untuk malam ini, biar aku yang mentraktir kak Bella. Kebetulan hari ini aku menerima gaji pertama setelah berkerja paruh waktu selama satu bulan, dan kak Bella jangan menolak traktiranku!” Reinar terpaksa berbohong kalau hari ini dia baru saja menerima gaji pertamanya dari pekerjaan yang tidak pernah dia lakukan.
Melihat kesungguhan Reinar, Bella hanya tersenyum dan menganggukkan kepala, tapi dalam diam dia berjanji tidak akan membebani Reinar dengan makanan mahal, karena dia tahu seperti apa perekonomian Reinar.
...----------------...
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Sang M
Karakter Host dancokk. nemalukan payah idiot
2024-11-11
0
Haris Kuyy Brengoyy
lanjuut
2024-11-02
0
𖤍ᴹᴿ᭄☠BanxJeki Hiatus,GC.2th
aaaa Reniar gentle
2024-07-28
0