BAB 12

Beberapa hari berlalu Dika sibuk dengan aktivitas nya begitupun Neta, hubungan Neta dan Dika mulai terjalin dengan baik, Neta menyambut Dika kembali ia pun belum mengerti apa yang ia rasakan sekarang terhadap Dika, begitupun Dika.

Dika berprinsip semua akan terjalin baik jika komunikasi juga baik. Semenjak Dika menghubungi kembali Neta untuk yang pertama kali, semenjak itu komunikasi mereka berjalan, walaupun untuk bertemu belum ada kesempatan untuk mereka berdua.

Dika berniat untuk bertemu Neta, ia berharap Neta bisa menemuinya, karena ia sedang bebas tugas hari ini.

Dika menghubungi Neta melalui sambungan telepon, ia tahu waktu-waktu karyawan beristirahat, ia menghubungi Neta di jam istirahat kantornya karena ia tidak ingin mengganggu jam kerja Neta.

Sambungan telepon terhubung. Tidak lama Neta mengangkat telepon dari Dika.

Neta : " Halo Dik "

Dika : " Ya, Neta nanti sore bisa kita ketemu ? "

Neta : " Sepulang aku dari kantor ? "

Dika : " Ya.. "

Neta : " Hmm.. boleh dimana ? "

Dika : " Cafe Botanical "

Neta : " Oke "

Dika : " Oke bye "

Neta : " Bye "

Sambungan telepon ditutup.

Dika tersenyum kecil setelah menghubungi Neta, ia teringat dengan ucapan Alvin dan Rendi, untuk segera mengungkapkan apa yang ia rasakan selama ini kepada Neta.

Ia menyadari ternyata sebenarnya ia diam-diam jatuh cinta kepada Neta, wanita yang selalu ia jahili semasa sekolah dulu. Mungkin Neta akan menjadi cinta pertama nya dan ia berharap akan menjadi cinta terakhirnya juga.

Namun ada sedikit keraguan di hati Dika, apakah Neta memiliki rasa yang sama atau malah sebaliknya, namun apapun yang terjadi dan apapun sikap Neta nantinya ia sudah siap menerima, yang terpenting baginya sekarang, rasa yang dulu pernah ada belum dan tidak akan berubah kepada Neta.

" Mungkin ini sudah saat nya aku berbicara kepada Neta " batin Dika.

...****************...

Dilain tempat Neta ya g sedang beristirahat dengan teman-teman nya menjadi tidak enak hati setelah mendapat telepon dari Dika.

" Duh ada apa ya Dika ngajak ketemu, apakah aku bakal kuat kalo lama-lama deket Dika sekarang ? " batin Neta.

Bahu Neta di colek oleh Indri membuyarkan lamunannya.

" Kenapa Non ? " tanya Indri.

" Eh.. Kak "

" Sering ngelamun nih sekarang, kadang senyum-senyum kadang ngelamun, kenapa sih ada apa, cerita dong kita kan sahabat kamu disini " susul Indri.

" Nggak kok Kak, nggak apa-apa hehehe " balas Neta.

" Yakin ? "

" I..iyaa.. " Neta tersenyum dipaksakan.

" Aku yakin kamu lagi kasmaran deh Net " Sofia ke Neta.

" Hmm.. Mbak Sofia "

" Hehehe iya kan ? " Sofia menggoda.

Neta hanya tersenyum menggeleng-gelengkan kepalanya, Ramon yang dari tadi menyimak pembicaraan ketiga temannya sambil memakan makan siangnya.

Neta belum mau bercerita kepada teman-teman nya, karena ia merasa malu sendiri sebelumnya ia bercerita jika ia merasa kesal ke Dika. Tapi sekarang Dika yang membuat ia menjadi senyum-senyum sendiri.

Setelah makan siang mereka kembali ke ruangannya, karena makan siang kali ini mereka makan di kantin belakang kantor. Diruangan mereka kembali dengan pekerjaan nya.

Saat Neta baru saja duduk di kursinya Bu Angel menghampiri Neta.

" Net, tolong serahkan laporan ini ke Pak Arman ya " Bu Angel meminta tolong.

" Oh.. iya siap Bu "

" Oke, makasih " Bu Angel menyerahkan Map Laporan lalu diserahkan ke Neta.

" Aku ke ruangan Pak Bos dulu ya .. " Neta kepada teman-teman nya.

Neta langsung berjalan menuju lift, memencet tombol lantai 14 dimana ruangan Presdir berada.

Sesampainya di lantai 14 Neta berjalan melewati meja Tio, asisten pribadi Pak Arman.

" Pak Tio.. saya mau ke Pak Arman menyerahkan file laporan dari Bu Angel " Neta ke Tio.

" Oh ya Mbak Neta, silakan Pak Arman ada di ruangan " balas Tio.

" Oke .. terima kasih " Neta berjalan menuju ruangan Pak Arman yang disusul oleh anggukan dan senyuman dari Tio.

Neta mengetuk pintu ruangan Pak Arman, terdengar suara dari balik pintu lalu Neta membukanya.

" Selamat Siang Pak.. " Neta masuk perlahan.

Pak Arman melihat Neta dengan seksama.

" Mohon maaf Pak, ini laporan dari Bu Angel "

" Oh ya, simpan saja dimeja "

" Baik Pak, kalau begitu saya permisi " Neta menyimpan Map Laporan diatas meja kerja Bos nya.

" Euh sebentar Neta " Pak Arman memanggil, Neta langsung membalikkan badannya.

" Oh ya Pak ada yang bisa saya bantu " Neta merasa canggung jika harus berhadapan langsung dengan Pak Arman.

" Tinggal dimana kamu ? " tanya Pak Arman.

" Euh.. saya.. di Cluster Cendana Pak "

Memang bukan orang sembarangan, batin Pak Arman.

" Di Cluster Cendana ya.. hmm.. " Pak Arman manggut-manggut.

" Oya.. saya tahu lingkungan di Cluster Cendana, kenapa kamu memilih untuk bekerja di perusahaan saya dan hanya menjadi karyawan biasa ? " tanya Pak Arman lagi.

" Hmm.. saya hanya ingin mandiri Pak, orangtua saya sudah cukup menyekolahkan saya, setelah saya lulus dari perguruan tinggi, saya bertekad untuk mencari pekerjaan sesuai dengan kemampuan saya, saya hanya ingin membahagiakan orangtua dengan hasil kerja keras saya sendiri Pak " Neta menjelaskan, ia berbicara apa adanya kepada Bos nya.

Sebetulnya ia mudah saja jika ingin bekerja di tempat lain dengan pendapatan dan posisi yang lebih tinggi dari apa yang ia jalani sekarang, namun ia tidak ingin jika semua itu karena embel-embel nama Ayah nya, yang mempunyai banyak relasi dimana-mana.

Ayah Neta pun mengerti dengan sikap Neta, Ayah dan Ibu nya mendukung saja dengan pilihan anaknya.

" Hmm.. ya.. oya.. bagaimana jika nanti suatu saat kamu menikah ? kamu kan perempuan ya, kamu belum menikah kan ya ? " tanya Pak Arman lagi.

" Ii...iyaa belum Pak, calon saja belum punya Pak " Neta menjawab dengan polosnya.

" Hmmm... " Pak Arman hanya tertawa kecil.

" Jika seandainya nanti kamu menikah, lalu suamimu tidak mengijinkan kamu bekerja, apakah kamu masih akan mempertahankan untuk bekerja disini atau bagaimana ? "

" Hmm.. saya akan mengikuti apa kata suami saya Pak " jawab Neta tegas.

" Tapi.. tadi kamu bilang katanya kamu ingin membahagiakan orangtua ? " .

Duhh Pak Arman pertanyaan nya berbelit-belit deh, gimana aku harus jawab nya nih, pusing sendiri jadinya, tumben banget nanya yang beginian, dulu aja pas interview gak gini-gini banget batin Neta.

" Euhh begini Pak, jika sebagai perempuan saya sudah menikah, kepatuhan saya pertama dan utama pasti kepada suami, tetapi bukan berarti suami harus mengekang istrinya kan Pak, suami yang baik pasti akan mendukung istrinya selama dalam hal kebaikan, begitupun mengenai kebahagiaan orangtua saya " Neta menjelaskan, entah dari mana ia bisa menjawab seperti itu.

Pak Arman manggut-manggut mendengar penjelasan Neta.

" Oke Neta terima kasih sudah mau menjawab pertanyaan dari saya, silakan kembali ke ruangan kamu "

" Baik Pak, permisi "

" Ya.. "

Neta keluar ruangan Pak Arman untuk kembali keruangannya. Ia pun merasa aneh dengan pertanyaan-pertanyaan yang diutarakan oleh Pak Arman kepada dirinya. Namun Neta tidak terlalu mempedulikan.

Selepas kepergian Neta dari ruangannya, Pak Arman mengingat-ngingat jawaban-jawaban Neta tadi, ia sebetulnya tidak berniat untuk bertanya ke Neta, secara spontanitas kebetulan Neta datang keruangannya untuk menyerahkan laporan HRD.

Dari jawaban Neta tadi Pak Arman sedikit banyak menjadi tahu karakter dari seorang Ganeta Nayanika.

Apakah Pak Arman akan menyetujui jika Dika dengan Neta ? atau kah sebaliknya ?

"Selamat Hari Raya Idul Adha 🐐🐐 bagi teman-teman yang merayakannya .. Mohon maaf lahir dan Batin 🙏🏻🙏🏻 "

Terpopuler

Comments

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

kalo mau cari calon menantu yang terbaik memang harus tahu pola pikir menantunya yah pak tentang seorang anak dan juga istri kalo sudah bersuami,,,

2025-01-09

0

Uswatun Khasanah

Uswatun Khasanah

suka bgt cerita tiap prat alami kaya masa muda dulu alur y ga terlihat lebay atw serem. pelakor atw pembuliaan atw tertindas. enak bgt pertemenan y. tmn cwok super jahil selengekan. dari sma pisah bertemu lg padahal ank bos dika y blm atw aja neta. neta hebat mandiri. ortu tdk maksaiin kerja dmn yg ptg bisa jaga diru

2022-11-01

0

Alvaro Alfahri

Alvaro Alfahri

camer mengintrogasi camat 🤭🤭😍❤️

2022-09-24

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1
2 BAB 2
3 BAB 3
4 BAB 4
5 BAB 5
6 BAB 6
7 BAB 7
8 BAB 8
9 BAB 9
10 BAB 10
11 BAB 11
12 BAB 12
13 BAB 13
14 BAB 14
15 BAB 15
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 BAB 29
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32
33 BAB 33
34 BAB 34
35 BAB 35
36 BAB 36
37 BAB 37
38 BAB 38
39 BAB 39
40 BAB 40
41 BAB 41
42 BAB 42
43 BAB 43
44 BAB 44
45 BAB 45
46 BAB 46
47 BAB 47
48 BAB 48
49 BAB 49
50 BAB 50
51 BAB 51
52 BAB 52
53 BAB 53
54 BAB 54
55 BAB 55
56 BAB 56
57 BAB 57
58 BAB 58
59 Author Menyapa
60 BAB 59
61 BAB 60
62 BAB 61
63 BAB 62
64 BAB 63
65 BAB 64
66 BAB 65
67 BAB 66
68 BAB 67
69 BAB 68
70 BAB 69
71 BAB 70
72 BAB 71
73 BAB 72
74 BAB 73
75 BAB 74
76 BAB 75
77 BAB 76
78 BAB 77
79 BAB 78
80 BAB 79
81 BAB 80
82 BAB 81
83 BAB 82
84 BAB 83
85 BAB 84
86 BAB 85
87 BAB 86
88 BAB 87
89 BAB 88
90 BAB 89
91 BAB 90
92 BAB 91
93 BAB 92
94 BAB 93
95 BAB 94
96 BAB 95
97 BAB 96
98 BAB 97
99 BAB 98
100 BAB 99
101 BAB 100
102 BAB 101
103 BAB 102
104 BAB 103
105 BAB 104
106 BAB 105
107 BAB 106
108 BAB 107
109 BAB 108
110 BAB 109
111 BAB 110
112 BAB 111
113 BAB 112
114 BAB 113
115 BAB 114
116 BAB 115
117 BAB 116
118 BAB 117
119 BAB 118
120 BAB 119
121 BAB 120
122 BAB 121
123 BAB 122
124 BAB 123
125 BAB 124
126 BAB 125
127 BAB 126
128 BAB 127
129 BAB 128
130 BAB 129
131 BAB 130
132 BAB 131
133 BAB 132
134 BAB 133
135 BAB 134
136 BAB 135
137 BAB 136
138 BAB 137
139 BAB 138
140 BAB 139
141 BAB 140
142 BAB 141
143 BAB 142
144 BAB 143
145 BAB 144
146 BAB 145
147 BAB 146
148 BAB 147
149 BAB 148
150 BAB 149
151 BAB 150
152 BAB 151
153 BAB 152
154 BAB 153
155 BAB 154
156 BAB 155
157 BAB 156
158 BAB 157
159 BAB 158
160 BAB 159
161 BAB 160
162 BAB 161
163 BAB 162
164 BAB 163
165 BAB 164
166 BAB 165
167 BAB 166
168 BAB 167
169 BAB 168
170 BAB 169
171 BAB 170
172 BAB 171
173 BAB 172
174 BAB 173
175 BAB 174
176 BAB 175
177 BAB 176
178 BAB 177
179 BAB 178
180 BAB 179
181 BAB 180
182 BAB 181
183 BAB 182
184 BAB 183
185 BAB 184
186 BAB 185
187 BAB 186
188 BAB 187
189 BAB 188
190 BAB 189
191 BAB 190
192 BAB 191
193 BAB 192
194 BAB 193
195 BAB 195
196 BAB 196
197 BAB 197
198 BAB 198
199 BAB 199
200 BAB 200
201 BAB 201
202 BAB 202
203 BAB 203
204 BAB 204
205 BAB 205
206 BAB 206
207 BAB 207
208 BAB 208
209 BAB 209
210 BAB 210
211 BAB 211
212 BAB 212
213 PENGUMUMAN NOVEL BARU
214 BAB 213
215 BAB 214
216 BAB 215
217 BAB 216
218 BAB 217
219 BAB 218
220 BAB 219
221 BAB 220
222 BAB 221
223 BAB 222
224 BAB 223
225 BAB 224
226 BAB 225 - TAMAT
227 Novel Baru Lagi
Episodes

Updated 227 Episodes

1
BAB 1
2
BAB 2
3
BAB 3
4
BAB 4
5
BAB 5
6
BAB 6
7
BAB 7
8
BAB 8
9
BAB 9
10
BAB 10
11
BAB 11
12
BAB 12
13
BAB 13
14
BAB 14
15
BAB 15
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
BAB 29
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32
33
BAB 33
34
BAB 34
35
BAB 35
36
BAB 36
37
BAB 37
38
BAB 38
39
BAB 39
40
BAB 40
41
BAB 41
42
BAB 42
43
BAB 43
44
BAB 44
45
BAB 45
46
BAB 46
47
BAB 47
48
BAB 48
49
BAB 49
50
BAB 50
51
BAB 51
52
BAB 52
53
BAB 53
54
BAB 54
55
BAB 55
56
BAB 56
57
BAB 57
58
BAB 58
59
Author Menyapa
60
BAB 59
61
BAB 60
62
BAB 61
63
BAB 62
64
BAB 63
65
BAB 64
66
BAB 65
67
BAB 66
68
BAB 67
69
BAB 68
70
BAB 69
71
BAB 70
72
BAB 71
73
BAB 72
74
BAB 73
75
BAB 74
76
BAB 75
77
BAB 76
78
BAB 77
79
BAB 78
80
BAB 79
81
BAB 80
82
BAB 81
83
BAB 82
84
BAB 83
85
BAB 84
86
BAB 85
87
BAB 86
88
BAB 87
89
BAB 88
90
BAB 89
91
BAB 90
92
BAB 91
93
BAB 92
94
BAB 93
95
BAB 94
96
BAB 95
97
BAB 96
98
BAB 97
99
BAB 98
100
BAB 99
101
BAB 100
102
BAB 101
103
BAB 102
104
BAB 103
105
BAB 104
106
BAB 105
107
BAB 106
108
BAB 107
109
BAB 108
110
BAB 109
111
BAB 110
112
BAB 111
113
BAB 112
114
BAB 113
115
BAB 114
116
BAB 115
117
BAB 116
118
BAB 117
119
BAB 118
120
BAB 119
121
BAB 120
122
BAB 121
123
BAB 122
124
BAB 123
125
BAB 124
126
BAB 125
127
BAB 126
128
BAB 127
129
BAB 128
130
BAB 129
131
BAB 130
132
BAB 131
133
BAB 132
134
BAB 133
135
BAB 134
136
BAB 135
137
BAB 136
138
BAB 137
139
BAB 138
140
BAB 139
141
BAB 140
142
BAB 141
143
BAB 142
144
BAB 143
145
BAB 144
146
BAB 145
147
BAB 146
148
BAB 147
149
BAB 148
150
BAB 149
151
BAB 150
152
BAB 151
153
BAB 152
154
BAB 153
155
BAB 154
156
BAB 155
157
BAB 156
158
BAB 157
159
BAB 158
160
BAB 159
161
BAB 160
162
BAB 161
163
BAB 162
164
BAB 163
165
BAB 164
166
BAB 165
167
BAB 166
168
BAB 167
169
BAB 168
170
BAB 169
171
BAB 170
172
BAB 171
173
BAB 172
174
BAB 173
175
BAB 174
176
BAB 175
177
BAB 176
178
BAB 177
179
BAB 178
180
BAB 179
181
BAB 180
182
BAB 181
183
BAB 182
184
BAB 183
185
BAB 184
186
BAB 185
187
BAB 186
188
BAB 187
189
BAB 188
190
BAB 189
191
BAB 190
192
BAB 191
193
BAB 192
194
BAB 193
195
BAB 195
196
BAB 196
197
BAB 197
198
BAB 198
199
BAB 199
200
BAB 200
201
BAB 201
202
BAB 202
203
BAB 203
204
BAB 204
205
BAB 205
206
BAB 206
207
BAB 207
208
BAB 208
209
BAB 209
210
BAB 210
211
BAB 211
212
BAB 212
213
PENGUMUMAN NOVEL BARU
214
BAB 213
215
BAB 214
216
BAB 215
217
BAB 216
218
BAB 217
219
BAB 218
220
BAB 219
221
BAB 220
222
BAB 221
223
BAB 222
224
BAB 223
225
BAB 224
226
BAB 225 - TAMAT
227
Novel Baru Lagi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!