Rahasia Menantu Culun Bab 17

Mendengar ucapan Robin yang mengatakan bahwa dirinya tidak punya nyali, seketika Rifki hendak melayangkan bogem mentahnya pada wajah Robin.

Namun Rifki sadar bahwa sekarang dirinya berada di tempat yang salah. Rifki pun dengan perlahan melepaskan genggaman tangannya pada kerah baju Robin. Lalu dia tersenyum sambil memperbaiki posisi kerah baju Robin yang sempat berantakan karena ulahnya.

"Maaf, aku tidak bermaksud kasar padamu, aku hanya...!" ujar Rifki terhenti karena Robin kembali menyela ucapan Rifki.

"Kau tidak perlu minta maaf padaku, karena aku tidak butuh maaf darimu, Dan sekarang lebih baik kamu pergi dari perusahaan ini sebelum aku memanggil Satpam dan menyeret mu keluar dari sini dengan paksa," ancam Robin sambil menunjuk pintu keluar.

Rifki yang mendengar ancaman Robin, kemudian dia menarik nafas dalam, lalu dia kembali menanyakan pada Robin dimana keberadaan istrinya Citra.

"Istri."

Robin berdecih kala mendengar pengakuan Rifki yang menyebut Citra sebagai istrinya. Lalu dia menatap tajam kearah Rifki.

"Tuan Rifki yang terhormat, apa kau tidak malu pada dirimu sendiri. Setelah kau menyia-nyiakan Citra selama dua tahun, dan memperlakukannya dengan sangat buruk, apa kau masih pantas mengakui dirimu sebagai suami dari Citra?" ujar Robin.

Rifki terdiam cukup lama meresapi ucapan Robin. Meski tak dapat di pungkiri bahwa dirinya sangat menyesal telah menyia-nyiakan Citra selama ini. Dan sekarang Rifki berniat untuk kembali lagi pada Citra dan menjadikannya sebagai pendamping hidupnya.

Lalu, untuk kesekian kalinya Rifki kembali menanyakan pada Robin dimana keberadaan Citra sekarang.

"Sudah aku bilang aku tidak tau, dan walaupun aku mengetahuinya aku tidak akan pernah memberitahukan nya padamu," sarkas Robin lalu dia berjalan perlahan menuju kursi kebesarannya.

Rifki yang merasa di acuhkan akhirnya diapun pergi meninggalkan ruangan Robin, dan memutuskan untuk mencari keberadaan Citra sendiri.

Sesampainya di Mobil, Rifki yang merasa kesal karena tidak mendapat informasi apapun, kemudian dia langsung membanting setir mobilnya dengan sangat kencang.

Bukan karena dia tidak mendapat alasan atas pembatalan kerjasama antar perusahaannya dengan Citra. Melainkan karena dia tidak tau sama sekali tentang keberadaan Citra saat ini.

"Ah...!" teriak Rifki lalu dia kembali membanting setir mobilnya berulang-ulang.

*****

Dua hari kemudian

Rifki yang mencari keberadaan Citra, sampai sekarang belum mendapat titik terang. Bahkan dia sudah mengerahkan seluruh anak buahnya, tapi sampai sekarang Rifki belum mengetahui dimana keberadaan istrinya Citra.

Dengan langkah gontai, akhirnya Rifki masuk ke dalam rumahnya. Namun pada saat di ruang tamu Rifki berpapasan dengan Syasi. Rupanya sejak tadi istrinya itu dengan menunggu kedatangannya.

"Dari mana saja kamu mas?" tanya Syasi lalu dia menghujani Rifki dengan pertanyaan-pertanyaan seperti biasa.

Rifki terdiam dan tak menjawab pertanyaan Syasi. Lalu dia melongos pergi meninggalkan Syasi menuju kamar.

Syasi yang merasa di acuhkan, lalu dia mengejar Rifki menuju kamar pribadi mereka. Dan baru saja dia sampai di ambang pintu, kemudian Syasi kembali mengintrogasi suaminya.

"Mas, jawab pertanyaan ku. Dari mana saja kamu selama dua hari tidak pernah pulang ke rumah ini, padahal besok malam adalah hari yang kita tunggu-tunggu selama ini," ujar Syasi penuh emosi.

Ya, besok malam adalah hari dimana pesta meriah dilaksanakan di taman belakang Mension mewah milik keluarga Bagaskara, dan tujuan pesta itu dilakukan untuk memperkenalkan Syasi pada para kolega bisnis Rifki. Dan Rifki, Bagaimana dia bisa lupa dengan pesta itu?

Rifki menunduk, lalu dia memijat kepalanya yang sedikit berdenyut. Dan sejurus kemudian dia menghampiri istrinya yang tampak sedang menahan emosi yang bergemuruh di dalam benaknya.

"Maaf," ujar Rifki sambil mencium kening Syasi dengan sangat lembut. Lalu dia menatap manik mata Syasi yang sudah digenangi oleh cairan bening.

"Dua hari ini aku sangat sibuk untuk mengurus perusahaan kita, jadi aku memilih untuk tidak pulang ke rumah, karena aku menginap di kantor," ucap Rifki berbohong.

Syasi tersenyum. Sebab dirinya sudah merasa cukup lega mendengar penjelasan singkat suaminya.

"Baiklah, maafkan aku mas. Karena aku sudah berpikir buruk tentang dirimu," ujar Syasi kemudian.

Lalu dia menawarkan pada suaminya, apakah sekarang Rifki mau mandi terlebih dahulu atau makan?

"Aku mau mandi dulu sayang. sebab, aku merasa kalau badanku sudah terlalu lengket oleh keringat," ujar Rifki sambil tersenyum.

Kemudian dia meninggalkan Syasi menuju kamar mandi.

Di dalam kamar mandi

Rifki mengusap dada hingga beberapa kali, sebab dia merasa cukup lega karena Syasi sama sekali tidak berpikiran macam-macam tentang dirinya.

Usai membersihkan diri dan berpakaian santai, kemudian Rifki keluar dari dalam kamar, lalu dia melangkah setapak demi setapak menuruni anak tangga satu persatu.

Sesampainya di meja makan, ternyata Syasi sudah menata semua hidangan di atas meja dengan rapi.

Rifki menarik kursi, lalu dia mendudukkan bokongnya. Dan dalam waktu yang bersamaan pula, Syasi keluar dari dapur dan membawakan secangkir teh hangat untuk suaminya.

Syasi menyunggingkan senyuman, kala melihat Rifki sudah duduk manis di atas kursi.

"Mas, aku pikir kamu masih di kamar, dan malas turun ke bawah, jadi aku tadi hendak mengantarkan makanan malam untuk mu," ujar Syasi sambil menaruh teh hangat yang barusan dia bawa di hadapan Rifki.

Rifki tidak menjawab pertanyaan Syasi, sebab dirinya sejak tadi menunggu kedatangan Mom Siska, namun sampai sekarang tak pernah kunjung datang, kemudian dia menatap kearah Syasi yang hendak duduk di atas kursi. Dan sejurus kemudian Rifki pun akhirnya menanyakan keberadaan Mom Siska pada Syasi.

"Dimana Mommy? biasanya dia yang selalu datang lebih awal, tapi aku sudah hampir Lima menit duduk di sini, namun dia belum juga menampakkan hidung belangnya," ucap Rifki.

Syasi tersenyum. Lalu dia menjelaskan pada Rifki bahwa Mom Siska sedang berlibur bersama dengan teman-temannya ke Bali.

"Tapi mas Rifki tidak perlu merasa khawatir, besok pagi juga Mom sudah sampai rumah kok," jelas Syasi.

"Oh... begitu! tapi Mom kenapa tidak mengabari aku, bahwa dirinya pergi ke Bali?" tanya Rifki.

"Bukannya Mom Siska tidak memberi tau mas, tapi dua hari ini memang mas Rifki sangat sulit untuk di hubungi, bahkan aku menelpon mas hingga beberapa kali, tapi mas Rifki tak kunjung mengangkatnya," ujar Syasi.

Rifki menarik nafas dalam mendengar ucapan Syasi barusan. Memang tak dapat di pungkiri bahwa dua hari ini dia sangat sibuk mencari keberadaan Citra, hingga membuat dirinya lupa segalanya.

"Maaf," ujar Rifki.

Syasi tersenyum manis.

"Tidak apa-apa, sekarang 'kan mas Rifki sudah di rumah dan sudah menjelaskan semuanya tadi padaku, jadi mas Rifki tidak perlu merasa bersalah begitu," ucap Syasi.

Lalu dia mengajak suaminya untuk menikmati masakan buatannya.

Episodes
1 Rahasia Menantu Culun Bab 1
2 Rahasia Menantu Culun Bab 2
3 Rahasia Menantu Culun Bab 3
4 Rahasia Menantu Culun Bab 4
5 Rahasia Menantu Culun Bab 5
6 Rahasia Menantu Culun Bab 6
7 Rahasia Menantu Culun Bab 7
8 Rahasia Menantu Culun Bab 8
9 Rahasia Menantu Culun Bab 9
10 Rahasia Menantu Culun Bab 10
11 Rahasia Menantu Culun Bab 11
12 Rahasia Menantu Culun Bab 12
13 Rahasia Menantu Culun Bab 13
14 Rahasia Menantu Culun Bab 14
15 Rahasia Menantu Culun Bab 15
16 Rahasia Menantu Culun Bab 16
17 Rahasia Menantu Culun Bab 17
18 Rahasia Menantu Culun Bab 18
19 Rahasia Menantu Culun Bab 19
20 Rahasia Menantu Culun Bab 20
21 Rahasia Menantu Culun Bab 21
22 Rahasia Menantu Culun Bab 22
23 Rahasia Menantu Culun Bab 23
24 Rahasia Menantu Culun Bab 24
25 Rahasia Menantu Culun Bab 25
26 Rahasia Menantu Culun Bab 26
27 Rahasia Menantu Culun Bab 27
28 Rahasia Menantu Culun Bab 28
29 Rahasia Menantu Culun Bab 29
30 Rahasia Menantu Culun Bab 30
31 Rahasia Menantu Culun Bab 31
32 Rahasia Menantu Culun Bab 32
33 Rahasia Menantu Culun Bab 33
34 Rahasia Menantu Culun Bab 34
35 Rahasia Menantu Culun Bab 35
36 Rahasia Menantu Culun Bab 36
37 Rahasia Menantu Culun Bab 37
38 Rahasia Menantu Culun Bab 38
39 Rahasia Menantu Culun Bab 39
40 Rahasia Menantu Culun Bab 40
41 Rahasia Menantu Culun Bab 41
42 Rahasia Menantu Culun Bab 42
43 Rahasia Menantu Culun Bab 43
44 Rahasia Menantu Culun Bab 44
45 Rahasia Menantu Culun Bab 45
46 Rahasia Menantu Culun Bab 46
47 Rahasia Menantu Culun Bab 47
48 Rahasia Menantu Culun Bab 48
49 Rahasia Menantu Culun Bab 49
50 Rahasia Menantu Culun Bab 50
51 Rahasia Menantu Culun Bab 51
52 Rahasia Menantu Culun Bab 52
53 Rahasia Menantu Culun Bab 53
54 Rahasia Menantu Culun Bab 54
55 Rahasia Menantu Culun Bab 55
56 Rahasia Menantu Culun Bab 56
57 Rahasia Menantu Culun Bab 57
58 Rahasia Menantu Culun Bab 58
59 Rahasia Menantu Culun Bab 59
60 Rahasia Menantu Culun Bab 60
61 Rahasia Menantu Culun Bab 61
62 Rahasia Menantu Culun Bab 62
63 Rahasia Menantu Culun Bab 63
64 Rahasia Menantu Culun Bab 64
65 Rahasia Menantu Culun Bab 65
66 Rahasia Menantu Culun Bab 66
67 Rahasia Menantu Culun Bab 67
68 Rahasia Menantu Culun Bab 68
69 Rahasia Menantu Culun Bab 69
70 Rahasia Menantu Culun Bab 70
71 Rahasia Menantu Culun Bab 71
72 Rahasia Menantu Culun Bab 72
73 Rahasia Menantu Culun Bab 73
Episodes

Updated 73 Episodes

1
Rahasia Menantu Culun Bab 1
2
Rahasia Menantu Culun Bab 2
3
Rahasia Menantu Culun Bab 3
4
Rahasia Menantu Culun Bab 4
5
Rahasia Menantu Culun Bab 5
6
Rahasia Menantu Culun Bab 6
7
Rahasia Menantu Culun Bab 7
8
Rahasia Menantu Culun Bab 8
9
Rahasia Menantu Culun Bab 9
10
Rahasia Menantu Culun Bab 10
11
Rahasia Menantu Culun Bab 11
12
Rahasia Menantu Culun Bab 12
13
Rahasia Menantu Culun Bab 13
14
Rahasia Menantu Culun Bab 14
15
Rahasia Menantu Culun Bab 15
16
Rahasia Menantu Culun Bab 16
17
Rahasia Menantu Culun Bab 17
18
Rahasia Menantu Culun Bab 18
19
Rahasia Menantu Culun Bab 19
20
Rahasia Menantu Culun Bab 20
21
Rahasia Menantu Culun Bab 21
22
Rahasia Menantu Culun Bab 22
23
Rahasia Menantu Culun Bab 23
24
Rahasia Menantu Culun Bab 24
25
Rahasia Menantu Culun Bab 25
26
Rahasia Menantu Culun Bab 26
27
Rahasia Menantu Culun Bab 27
28
Rahasia Menantu Culun Bab 28
29
Rahasia Menantu Culun Bab 29
30
Rahasia Menantu Culun Bab 30
31
Rahasia Menantu Culun Bab 31
32
Rahasia Menantu Culun Bab 32
33
Rahasia Menantu Culun Bab 33
34
Rahasia Menantu Culun Bab 34
35
Rahasia Menantu Culun Bab 35
36
Rahasia Menantu Culun Bab 36
37
Rahasia Menantu Culun Bab 37
38
Rahasia Menantu Culun Bab 38
39
Rahasia Menantu Culun Bab 39
40
Rahasia Menantu Culun Bab 40
41
Rahasia Menantu Culun Bab 41
42
Rahasia Menantu Culun Bab 42
43
Rahasia Menantu Culun Bab 43
44
Rahasia Menantu Culun Bab 44
45
Rahasia Menantu Culun Bab 45
46
Rahasia Menantu Culun Bab 46
47
Rahasia Menantu Culun Bab 47
48
Rahasia Menantu Culun Bab 48
49
Rahasia Menantu Culun Bab 49
50
Rahasia Menantu Culun Bab 50
51
Rahasia Menantu Culun Bab 51
52
Rahasia Menantu Culun Bab 52
53
Rahasia Menantu Culun Bab 53
54
Rahasia Menantu Culun Bab 54
55
Rahasia Menantu Culun Bab 55
56
Rahasia Menantu Culun Bab 56
57
Rahasia Menantu Culun Bab 57
58
Rahasia Menantu Culun Bab 58
59
Rahasia Menantu Culun Bab 59
60
Rahasia Menantu Culun Bab 60
61
Rahasia Menantu Culun Bab 61
62
Rahasia Menantu Culun Bab 62
63
Rahasia Menantu Culun Bab 63
64
Rahasia Menantu Culun Bab 64
65
Rahasia Menantu Culun Bab 65
66
Rahasia Menantu Culun Bab 66
67
Rahasia Menantu Culun Bab 67
68
Rahasia Menantu Culun Bab 68
69
Rahasia Menantu Culun Bab 69
70
Rahasia Menantu Culun Bab 70
71
Rahasia Menantu Culun Bab 71
72
Rahasia Menantu Culun Bab 72
73
Rahasia Menantu Culun Bab 73

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!