Rahasia Menantu Culun Bab 15

Citra terdiam cukup lama memikirkan apa yang dikatakan oleh Robin, dan yang pasti sekarang Citra merasa bingung. Namun, karena tekatnya sudah bulat ingin menjauh dari kehidupan Rifki, akhirnya diapun membiarkan perusahaannya merugi.

"Untuk kali ini aku rasa tidak masalah Robin. Lagi pula itu tidak akan berpengaruh sama sekali dengan keuangan kita 'kan," ujar Citra.

Lagi-lagi Robin menarik nafas dalam, dan Ia tau betul dengan sikap Citra. Jika dia mengatakan tidak, sekuat apapun nanti Robin menjelaskannya itu tidak akan pernah merubah apapun.

"Baiklah, aku akan membatalkan kerjasama itu sekarang juga," ujar Robin akhirnya.

"Bagus Robin, kau memang selalu bisa aku andalkan. Dan satu hal lagi Robin, cepat urus tiket pesawat untuk ku sekarang juga karena aku mau berlibur ke Bali," ujar Citra.

Robin yang mendengar ucapan Citra barusan, membuat dirinya terhenyak seketika.

Sedangkan Citra yang belum mendapatkan jawaban dari Robin, kemudian dia kembali mengulangi pertanyaannya.

"Robin, kamu bersedia atau tidak mengurus tiket pesawat ku, dan jika kamu tidak bersedia aku akan meminta tolong pada orang lain saja," ucap Citra terdengar dengan nada cukup kesal.

"B-baiklah," jawab Robin akhirnya.

Namun sebelum mematikan sambungan ponselnya, Citra kembali mengingatkan Robin bahwa dirinya akan berangkat ke Bali dua Jam lagi.

"Iya sahabatku," jawab Robin.

*****

Waktu berlalu begitu cepat, dan kini Citra pun sudah sampai di bandara, dan saat ini dia sedang berada di ruang tunggu bersama dengan Robin.

Robin yang masih penasaran dengan kepergian sahabatnya yang begitu mendadak, kemudian dia kembali menanyakan alasan Citra.

"Citra sahabatku, apa alasanmu pergi mendadak begini sih? dan jika kamu memberitahukan ku sebelumnya, aku 'kan bisa ikut berlibur bersama dengan mu ke Bali," sarkas Robin. Lalu dia menyandarkan kepalanya di bahu Citra.

Citra mendengus kesal melihat kelakuan sahabatnya. Kemudian dia menceritakan kalau sebenarnya tujuannya pergi berlibur hanya untuk melepas penat.

"Aku tidak percaya dengan alasan konyol mu itu Cit, dan aku rasa kau menyembunyikan hal lain dariku?" ujar Robin lalu dia berdiri dari tempat duduknya. Kemudian Ia berjongkok di hadapan Citra sambil menggenggam kedua tangan sahabatnya itu.

Namun saat dia menggenggam tangan Citra, bola matanya langsung terarah pada pergelangan tangan Citra yang sedikit memar.

Robin mengelus pergelangan tangan Citra, lalu dia memandang manik mata sahabatnya itu. Dan Robin lagi-lagi dibuat melongo kala melihat mata Citra juga sedikit membengkak.

Sedangkan Citra yang menyadari kalau Robin melihat pergelangan tangannya yang memar.

Kemudian dia cepat-cepat melepaskan genggaman tangannya dari Robin, lalu dia menyembunyikannya di balik Blazer yang Ia pakai.

Robin menautkan alisnya saat melihat tingkah aneh dari sahabatnya itu. Kemudian dia kembali menarik tangan Citra.

"Kenapa dengan pergelangan tangan mu Citra?" tanya Robin tanpa basa-basi. Karena dia merasa kalau saat ini Citra benar-benar menyembunyikan sesuatu darinya.

Entahlah...! saat ini Robin benar-benar sangat mengkhawatirkan kondisi Citra.

Citra terbata...

"I-ini hanya bekas gelang yang ke kecilan, karena kemaren aku dan Angga membelinya di Mall," ucap Citra berbohong.

"Sampai seperti ini! aku tidak percaya dengan omong kosong mu itu," sarkas Robin.

Namun saat Robin ingin mengintrogasi sahabatnya itu kembali, tiba-tiba terdengar pemberitahuan kalau pesawat yang di tumpangi oleh Citra akan segera lepas landas.

Citra pun cepat-cepat berdiri dari tempat duduknya, karena dia takut kalau Robin kembali mencecarnya dengan pertanyaan yang membuat dirinya ke sulitan untuk menjawabnya.

"Dah...Robin. Aku titip perusahaan Pratama Group padamu, maafkan aku karena selalu membuat dirimu repot," ujar Citra kemudian dia menarik kopernya.

Setelah Citra cukup jauh dari Robin, kemudian dia berbalik dan melihat kalau saat ini sahabatnya itu masih berdiri di tempat.

Citra tersenyum, lalu dia melambaikan tangan pada Robin.

*****

Rifki membanting pintu mobil, ketika ia sudah sampai di depan Mension. Wajahnya kusut dan pakaiannya juga tampak awut-awutan.

Syasi yang berada di Meja makan bersama dengan mertuanya, iapun keluar ketika mendengar suara mobil suaminya.

Namun baru saja dia berjalan beberapa langkah, Rifki sudah berdiri di ambang pintu.

"Mas...!" panggil Syasi. Lalu dia melihat penampilan suaminya dari atas sampai bawah.

Syasi menautkan kedua alisnya, ketika melihat penampilan Rifki yang tampak awut-awutan. Kemudian dia menanyakan kenapa Rifki tidak pulang semalam.

"Aku sibuk, dan tidak sengaja ke tiduran di kantor," jawab Rifki datar. Lalu dia berjalan meninggalkan Syasi.

Namun baru saja Rifki berjalan selangkah melewati Syasi, tiba-tiba istrinya itu memegang pundaknya dari arah belakang.

"Mas...!" panggil Syasi kembali.

Rifki menghentikan langkahnya. Lalu dia kembali menoleh kearah Syasi.

"Ada apa lagi sih! aku capek, mau istirahat. Dan jika kamu mau mencecar ku dengan pertanyaan-pertanyaan konyol mu nanti saja, aku sedang tidak mood," jawab Rifki datar kemudian dia kembali berjalan meninggalkan Syasi yang masih mematung di tempat.

Syasi terhenyak mendengar ucapan suaminya barusan, dan dia tidak pernah menyangka bahwa Rifki mampu berucap seperti itu pada dirinya.

Biasanya Rifki selalu mencium kening Syasi, ketika pulang dari kantor. Dan tadi Ia tidak mendapatkan ciuman itu sama sekali dari Rifki.

"Apa yang terjadi? kenapa sikap mas Rifki berubah dalam semalam? apa segitu banyaknya pekerjaan di kantor hingga membuat dirinya stress?" Syasi masih berusaha berpikir positif.

Dengan langkah gontai, kemudian Syasi menyusul suaminya masuk ke dalam kamar. Dan dirinya berniat untuk menyiapkan keperluan Rifki.

Didalam Kamar

Rifki tiba-tiba berteriak dengan sangat kencang, karena barusan dia mendapat telpon dari Tomy. Dan Tomy memberitahukan padanya bahwa kerjasama dengan perusahaan Pratama Group telah dibatalkan.

Rifki begitu frustasi mendengar kabar itu, lalu dia membanting ponsel mahalnya itu ke atas lantai.

Brak...

Ponsel itupun hancur tak berbentuk.

Dalam waktu yang bersamaan, Syasi pun masuk ke dalam kamar dan melihat kejadian barusan. Kemudian dia berjalan mendekat kearah suaminya, lalu dia memeluknya dari arah belakang. Dan berusaha menenangkan hati Rifki yang sedang kacau.

"Kamu kenapa mas? kok baru pulang langsung marah-marah?" tanya Syasi sambil mengusap lembut dada bidang suaminya.

Rifki terdiam, dan tak menjawab pertanyaan Syasi barusan. Lalu dia meminta Syasi agar segera menyiapkan air hangat untuknya.

"Mas...!" panggil Syasi terdengar manja di telinga Rifki.

Rifki berbalik, lalu dia mengusap wajah Syasi dengan lembut. Dan dia baru sadar kalau saat ini dirinya sedang melupakan sesuatu.

"Ada masalah sedikit di kantor, jadi maaf karena tadi aku telah lupa mencium keningmu," ucap Rifki lalu dia mendekat kearah Syasi dan mencium kening Syasi dengan lembut.

Syasi tersenyum bahagia, karena apa yang dia pikiran tadi ternyata salah, dan Rifki suaminya masih sama seperti dulu.

"Tidak apa-apa mas, aku tau kalau saat ini kamu sedang di rundung masalah di kantor, jadi masalah kecil seperti tadi tidak usah kamu pikirkan," ucap Syasi tersenyum manis. Lalu dia masuk kedalam kamar mandi untuk menyiapkan air hangat seperti yang diminta oleh suaminya.

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

byk duit knp hak ngurus cerai sendiri…kan tolo nama’a cwek bgini

2025-01-23

0

Hadimulya Mulya

Hadimulya Mulya

bodoh nya citra,kenapa gk ngurus percerean dulu,Bru keluar,klo Rifki minta ini itu wajar Krn msh istrinya, emang bodoh citranya

2023-04-23

9

lihat semua
Episodes
1 Rahasia Menantu Culun Bab 1
2 Rahasia Menantu Culun Bab 2
3 Rahasia Menantu Culun Bab 3
4 Rahasia Menantu Culun Bab 4
5 Rahasia Menantu Culun Bab 5
6 Rahasia Menantu Culun Bab 6
7 Rahasia Menantu Culun Bab 7
8 Rahasia Menantu Culun Bab 8
9 Rahasia Menantu Culun Bab 9
10 Rahasia Menantu Culun Bab 10
11 Rahasia Menantu Culun Bab 11
12 Rahasia Menantu Culun Bab 12
13 Rahasia Menantu Culun Bab 13
14 Rahasia Menantu Culun Bab 14
15 Rahasia Menantu Culun Bab 15
16 Rahasia Menantu Culun Bab 16
17 Rahasia Menantu Culun Bab 17
18 Rahasia Menantu Culun Bab 18
19 Rahasia Menantu Culun Bab 19
20 Rahasia Menantu Culun Bab 20
21 Rahasia Menantu Culun Bab 21
22 Rahasia Menantu Culun Bab 22
23 Rahasia Menantu Culun Bab 23
24 Rahasia Menantu Culun Bab 24
25 Rahasia Menantu Culun Bab 25
26 Rahasia Menantu Culun Bab 26
27 Rahasia Menantu Culun Bab 27
28 Rahasia Menantu Culun Bab 28
29 Rahasia Menantu Culun Bab 29
30 Rahasia Menantu Culun Bab 30
31 Rahasia Menantu Culun Bab 31
32 Rahasia Menantu Culun Bab 32
33 Rahasia Menantu Culun Bab 33
34 Rahasia Menantu Culun Bab 34
35 Rahasia Menantu Culun Bab 35
36 Rahasia Menantu Culun Bab 36
37 Rahasia Menantu Culun Bab 37
38 Rahasia Menantu Culun Bab 38
39 Rahasia Menantu Culun Bab 39
40 Rahasia Menantu Culun Bab 40
41 Rahasia Menantu Culun Bab 41
42 Rahasia Menantu Culun Bab 42
43 Rahasia Menantu Culun Bab 43
44 Rahasia Menantu Culun Bab 44
45 Rahasia Menantu Culun Bab 45
46 Rahasia Menantu Culun Bab 46
47 Rahasia Menantu Culun Bab 47
48 Rahasia Menantu Culun Bab 48
49 Rahasia Menantu Culun Bab 49
50 Rahasia Menantu Culun Bab 50
51 Rahasia Menantu Culun Bab 51
52 Rahasia Menantu Culun Bab 52
53 Rahasia Menantu Culun Bab 53
54 Rahasia Menantu Culun Bab 54
55 Rahasia Menantu Culun Bab 55
56 Rahasia Menantu Culun Bab 56
57 Rahasia Menantu Culun Bab 57
58 Rahasia Menantu Culun Bab 58
59 Rahasia Menantu Culun Bab 59
60 Rahasia Menantu Culun Bab 60
61 Rahasia Menantu Culun Bab 61
62 Rahasia Menantu Culun Bab 62
63 Rahasia Menantu Culun Bab 63
64 Rahasia Menantu Culun Bab 64
65 Rahasia Menantu Culun Bab 65
66 Rahasia Menantu Culun Bab 66
67 Rahasia Menantu Culun Bab 67
68 Rahasia Menantu Culun Bab 68
69 Rahasia Menantu Culun Bab 69
70 Rahasia Menantu Culun Bab 70
71 Rahasia Menantu Culun Bab 71
72 Rahasia Menantu Culun Bab 72
73 Rahasia Menantu Culun Bab 73
Episodes

Updated 73 Episodes

1
Rahasia Menantu Culun Bab 1
2
Rahasia Menantu Culun Bab 2
3
Rahasia Menantu Culun Bab 3
4
Rahasia Menantu Culun Bab 4
5
Rahasia Menantu Culun Bab 5
6
Rahasia Menantu Culun Bab 6
7
Rahasia Menantu Culun Bab 7
8
Rahasia Menantu Culun Bab 8
9
Rahasia Menantu Culun Bab 9
10
Rahasia Menantu Culun Bab 10
11
Rahasia Menantu Culun Bab 11
12
Rahasia Menantu Culun Bab 12
13
Rahasia Menantu Culun Bab 13
14
Rahasia Menantu Culun Bab 14
15
Rahasia Menantu Culun Bab 15
16
Rahasia Menantu Culun Bab 16
17
Rahasia Menantu Culun Bab 17
18
Rahasia Menantu Culun Bab 18
19
Rahasia Menantu Culun Bab 19
20
Rahasia Menantu Culun Bab 20
21
Rahasia Menantu Culun Bab 21
22
Rahasia Menantu Culun Bab 22
23
Rahasia Menantu Culun Bab 23
24
Rahasia Menantu Culun Bab 24
25
Rahasia Menantu Culun Bab 25
26
Rahasia Menantu Culun Bab 26
27
Rahasia Menantu Culun Bab 27
28
Rahasia Menantu Culun Bab 28
29
Rahasia Menantu Culun Bab 29
30
Rahasia Menantu Culun Bab 30
31
Rahasia Menantu Culun Bab 31
32
Rahasia Menantu Culun Bab 32
33
Rahasia Menantu Culun Bab 33
34
Rahasia Menantu Culun Bab 34
35
Rahasia Menantu Culun Bab 35
36
Rahasia Menantu Culun Bab 36
37
Rahasia Menantu Culun Bab 37
38
Rahasia Menantu Culun Bab 38
39
Rahasia Menantu Culun Bab 39
40
Rahasia Menantu Culun Bab 40
41
Rahasia Menantu Culun Bab 41
42
Rahasia Menantu Culun Bab 42
43
Rahasia Menantu Culun Bab 43
44
Rahasia Menantu Culun Bab 44
45
Rahasia Menantu Culun Bab 45
46
Rahasia Menantu Culun Bab 46
47
Rahasia Menantu Culun Bab 47
48
Rahasia Menantu Culun Bab 48
49
Rahasia Menantu Culun Bab 49
50
Rahasia Menantu Culun Bab 50
51
Rahasia Menantu Culun Bab 51
52
Rahasia Menantu Culun Bab 52
53
Rahasia Menantu Culun Bab 53
54
Rahasia Menantu Culun Bab 54
55
Rahasia Menantu Culun Bab 55
56
Rahasia Menantu Culun Bab 56
57
Rahasia Menantu Culun Bab 57
58
Rahasia Menantu Culun Bab 58
59
Rahasia Menantu Culun Bab 59
60
Rahasia Menantu Culun Bab 60
61
Rahasia Menantu Culun Bab 61
62
Rahasia Menantu Culun Bab 62
63
Rahasia Menantu Culun Bab 63
64
Rahasia Menantu Culun Bab 64
65
Rahasia Menantu Culun Bab 65
66
Rahasia Menantu Culun Bab 66
67
Rahasia Menantu Culun Bab 67
68
Rahasia Menantu Culun Bab 68
69
Rahasia Menantu Culun Bab 69
70
Rahasia Menantu Culun Bab 70
71
Rahasia Menantu Culun Bab 71
72
Rahasia Menantu Culun Bab 72
73
Rahasia Menantu Culun Bab 73

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!