Rahasia Menantu Culun Bab 6

Usai meeting, semua para kolega bisnis Citra sudah keluar dari dalam ruangan. Namun berbeda dengan Angga dia terus saja memperhatikan Citra, dan dia juga tidak beranjak dari tempat duduknya sama sekali.

Sembari menopang dagu, Angga terus saja terpaku dan terpesona dengan kecantikan Citra, hingga membuat Angga tak sadar kalau Citra sekarang sudah berada di hadapannya.

Citra yang sudah berada di dekat Angga, kemudian dia mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Angga. Tapi laki-laki itu sepertinya belum sadar dari lamunannya.

Hingga membuat Citra cukup kesal, lalu dia menjatuhkan sebotol air mineral yang berada di atas meja.

Prank...

Sontak saja hal itu membuat Angga kaget dan langsung tersadar dari lamunannya. Kemudian dia memeluk Citra secara tiba-tiba.

"Angga apa yang kamu lakukan, cepat lepaskan aku," ucap Citra sambil menghempaskan tangan Angga dari tubuhnya.

Angga terkekeh, kemudian dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Maaf, aku hanya kaget dan refleks memeluk kamu,dan bagaimana kalau hari ini kita akan makan siang di kafe, lagi pula ini sudah waktunya makan siang 'kan," ucap Angga sambil mengedipkan sebelah matanya.

Citra berdecak kesal, dan tanpa menjawab kemudian dia meninggalkan Angga begitu saja.

Namun, baru saja Citra berjalan beberapa langkah, tiba-tiba Angga menarik lengan Citra.

Hingga membuat Citra yang menggunakan sepatu high heels itu, hampir terpeleset dan hendak jatuh tersungkur ke belakang. Tapi hal itu tidak akan terjadi, karena Angga langsung menangkap tubuh seksi Citra kedalam pelukannya.

Tap…

Tubuh seksi Citra benar-benar jatuh ke dalam pelukan Angga. Hingga membuat Citra untuk sesaat terpaku dengan ke tampanan yang dimiliki oleh Angga yang nyaris sempurna.

Begitu juga sebaliknya Angga terus menatap wajah Citra yang menurutnya sangat cantik bak bidadari yang turun dari khayangan.

Namun, Citra tiba-tiba tersadar dari lamunannya ketika ada seseorang yang membuka pintu secara tiba-tiba dan dia adalah Robin.

Angga dan Citra sama-sama terkejut, lalu mereka berdua serempak memperbaiki posisi mereka masing-masing.

"Apa kehadiranku mengganggu kalian berdua?" tanya Robin sambil melirik Citra dan Angga secara bergantian.

"T-tidak," ucap mereka berdua serempak.

Robin tersenyum tipis, lalu dia berbalik kembali.

"Aku akan pergi, silahkan kalian lanjutkan kembali," ucap Robin sambil melangkahkan kakinya meninggalkan Citra dan Angga di ruang meeting itu.

Melihat kepergian Robin, membuat Citra dan Angga saling beradu pandang satu sama lain.

"Apa yang dia pikirkan tentang kita," tanya Citra sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Aneh…!" ucap Citra kembali sambil menautkan kedua alisnya.

Angga terkekeh geli melihat tingkah laku Citra, yang menurutnya sangat gemas. Lalu dia mendekat dan hendak memegang kedua pundak Citra.

Namun, dengan secepat kilat pula Citra menepis tangan Angga.

"Jangan pegang-pegang, bukan muhrim," ucap Citra ketus lalu dia meninggalkan Angga sendiri di ruang meeting tersebut. Kemudian dia masuk ke dalam ruangannya.

*****

Lain halnya di rumah Rifki, saat ini keluarga Bagaskara sedang berbahagia. Rifki yang awalnya menikahi Syasi dengan diam-diam, kini dirinya mulai memperkenalkan Syasi pada para kolega bisnisnya.

Seperti yang keluarga Bagaskara rencanakan, Minggu yang akan datang adalah hari spesial untuk kedua pasangan itu.

Rifki akan menggelar pesta megah di Mensionnya untuk memperkenalkan Syasi pada semua kolega bisnisnya.

"Apa kamu merasa bahagia sayang," ujar Rifki sambil mengecup kening Syasi dengan lembut.

Syasi tersenyum

"Iya aku sangat bahagia sayang," balas Syasi sambil memperbaiki dasi Rifki yang tampak masih sedikit berantakan.

"Nah... selesai. Kalau seperti ini 'kan kau tampak tampan dan gagah," ucap Syasi.

Rifki kembali mengecup kening Syasi, sambil melirik jarum jam yang melingkar di pergelangan tangannya.

"Jam Dua Siang," batin Rifki.

Kemudian dia menatap Syasi.

"Sayang, sepertinya jam makan siang sudah habis, dan aku tidak ingin terlambat ke kantor, karena sebentar lagi aku akan bertemu dengan klien penting."

Syasi mengerutkan keningnya.

"Kenapa buru-buru? bukankah ada Tomy yang selalu siap menghandle perusahaan?" tanya Syasi sambil mengerucutkan bibirnya manja.

Rifki tersenyum tipis, saat melihat tingkah gemas istrinya, lalu dia mengangkat tubuh Syasi, dan membawanya ke atas ranjang, kemudian dia membaringkan tubuh Syasi dengan lembut.

"Aku tau apa yang kau inginkan sayang," bisik Rifki di telinga Syasi dengan lembut, kemudian dia mulai menautkan bibirnya pada bibir Syasi.

Namun belum sempat mereka berdua merasakan sensasi kenikmatan ****** bibir itu, tiba-tiba ponsel Rifki yang berada di saku celananya berdering. Yang ternyata itu adalah panggilan dari Tomy.

"Mengganggu saja," ucap Rifki cukup kesal, lalu dia kembali berdiri dan menjawab telpon dari Tomy.

"Ada apa Tom?" tanya Rifki dengan nada cukup kesal, karena merasa Tomy telah mengganggu kesenangannya.

Tomy terdiam sesaat. Hingga membuat Rifki kembali menanyakan apa sebenarnya tujuan Tomy menghubunginya. Dan Rifki juga sempat mengancam jika Tomy menelponnya hanya urusan sepele, maka Tom harus siap gajinya dipotong bulan ini.

"Apa sebenarnya tujuan mu meneleponku Tom, cepat katakan aku sedang sibuk," ujar Rifki.

Dengan nada dingin, kemudian Tomy menjawab pertanyaan Bosnya. Dan meminta Rifki agar segera datang ke kantor.

"Kenapa harus datang ke kantor, bukankah kau tinggal memberitahuku di telpon saja, lagi pula saat ini kita sedang bicara, apa susahnya jika kau mengatakannya sekarang," ujar Rifki dengan nada yang sangat kesal.

"Bukan begitu Bos, kalau aku mengatakannya di telpon itu namanya bukan surprise dong," jawab Tomy, kemudian dia mematikan sambungan teleponnya secara sepihak.

"Tom...Tomy…!" panggil Rifki. Namun tidak ada sahutan sama sekali.

Hingga membuat Rifki berdecak kesal, Namun walaupun begitu Ia tetap menyetujui keinginan sekretaris pribadinya tersebut. Lalu dia kembali memasukkan ponsel ke dalam kantong celananya.

"Dasar sekretaris edan, untung saja kau sudah lama bekerja di perusahaan kami, kalau tidak, aku sudah mengecat mu detik ini juga," ujar Rifki.

Kemudian dia mendekat kearah Syasi. Dan mengatakan kalau saat ini dia tidak bisa melanjutkan permainan mereka, karena sekarang dia harus pergi ke kantor.

Syasi menarik nafas dalam, lalu dia berdiri dari atas ranjang.

"Tidak masalah sayang, kita 'kan bisa melanjutkannya nanti malam," jawab Syasi terdengar begitu manja di telinga Rifki.

Namun, di dalam hati Syasi ia merasa sangat kesal, karena hasratnya tidak terpenuhi. Tapi kalau di hadapan Rifki Ia berusaha tetap tenang dan tersenyum.

Rifki dan Syasi pun keluar dari dalam kamar, sambil bergandengan tangan.

Langkah demi langkah mereka ayunkan hingga akhirnya mereka berdua sampai di depan pintu.

Rifki tersenyum manis, lalu dia pamit pada Syasi sambil mencium kening istrinya itu dengan lembut.

"Dah... sayang, sampai jumpa nanti malam. Maaf, tadi aku telah mengecewakanmu," ujar Rifki.

Syasi hanya menyunggingkan senyuman termanisnya.

Kemudian Rifki berjalan perlahan menuju mobilnya sambil melambaikan tangan pada Syasi.

Terpopuler

Comments

Akhmad Muhid

Akhmad Muhid

mantap

2022-07-06

5

lihat semua
Episodes
1 Rahasia Menantu Culun Bab 1
2 Rahasia Menantu Culun Bab 2
3 Rahasia Menantu Culun Bab 3
4 Rahasia Menantu Culun Bab 4
5 Rahasia Menantu Culun Bab 5
6 Rahasia Menantu Culun Bab 6
7 Rahasia Menantu Culun Bab 7
8 Rahasia Menantu Culun Bab 8
9 Rahasia Menantu Culun Bab 9
10 Rahasia Menantu Culun Bab 10
11 Rahasia Menantu Culun Bab 11
12 Rahasia Menantu Culun Bab 12
13 Rahasia Menantu Culun Bab 13
14 Rahasia Menantu Culun Bab 14
15 Rahasia Menantu Culun Bab 15
16 Rahasia Menantu Culun Bab 16
17 Rahasia Menantu Culun Bab 17
18 Rahasia Menantu Culun Bab 18
19 Rahasia Menantu Culun Bab 19
20 Rahasia Menantu Culun Bab 20
21 Rahasia Menantu Culun Bab 21
22 Rahasia Menantu Culun Bab 22
23 Rahasia Menantu Culun Bab 23
24 Rahasia Menantu Culun Bab 24
25 Rahasia Menantu Culun Bab 25
26 Rahasia Menantu Culun Bab 26
27 Rahasia Menantu Culun Bab 27
28 Rahasia Menantu Culun Bab 28
29 Rahasia Menantu Culun Bab 29
30 Rahasia Menantu Culun Bab 30
31 Rahasia Menantu Culun Bab 31
32 Rahasia Menantu Culun Bab 32
33 Rahasia Menantu Culun Bab 33
34 Rahasia Menantu Culun Bab 34
35 Rahasia Menantu Culun Bab 35
36 Rahasia Menantu Culun Bab 36
37 Rahasia Menantu Culun Bab 37
38 Rahasia Menantu Culun Bab 38
39 Rahasia Menantu Culun Bab 39
40 Rahasia Menantu Culun Bab 40
41 Rahasia Menantu Culun Bab 41
42 Rahasia Menantu Culun Bab 42
43 Rahasia Menantu Culun Bab 43
44 Rahasia Menantu Culun Bab 44
45 Rahasia Menantu Culun Bab 45
46 Rahasia Menantu Culun Bab 46
47 Rahasia Menantu Culun Bab 47
48 Rahasia Menantu Culun Bab 48
49 Rahasia Menantu Culun Bab 49
50 Rahasia Menantu Culun Bab 50
51 Rahasia Menantu Culun Bab 51
52 Rahasia Menantu Culun Bab 52
53 Rahasia Menantu Culun Bab 53
54 Rahasia Menantu Culun Bab 54
55 Rahasia Menantu Culun Bab 55
56 Rahasia Menantu Culun Bab 56
57 Rahasia Menantu Culun Bab 57
58 Rahasia Menantu Culun Bab 58
59 Rahasia Menantu Culun Bab 59
60 Rahasia Menantu Culun Bab 60
61 Rahasia Menantu Culun Bab 61
62 Rahasia Menantu Culun Bab 62
63 Rahasia Menantu Culun Bab 63
64 Rahasia Menantu Culun Bab 64
65 Rahasia Menantu Culun Bab 65
66 Rahasia Menantu Culun Bab 66
67 Rahasia Menantu Culun Bab 67
68 Rahasia Menantu Culun Bab 68
69 Rahasia Menantu Culun Bab 69
70 Rahasia Menantu Culun Bab 70
71 Rahasia Menantu Culun Bab 71
72 Rahasia Menantu Culun Bab 72
73 Rahasia Menantu Culun Bab 73
Episodes

Updated 73 Episodes

1
Rahasia Menantu Culun Bab 1
2
Rahasia Menantu Culun Bab 2
3
Rahasia Menantu Culun Bab 3
4
Rahasia Menantu Culun Bab 4
5
Rahasia Menantu Culun Bab 5
6
Rahasia Menantu Culun Bab 6
7
Rahasia Menantu Culun Bab 7
8
Rahasia Menantu Culun Bab 8
9
Rahasia Menantu Culun Bab 9
10
Rahasia Menantu Culun Bab 10
11
Rahasia Menantu Culun Bab 11
12
Rahasia Menantu Culun Bab 12
13
Rahasia Menantu Culun Bab 13
14
Rahasia Menantu Culun Bab 14
15
Rahasia Menantu Culun Bab 15
16
Rahasia Menantu Culun Bab 16
17
Rahasia Menantu Culun Bab 17
18
Rahasia Menantu Culun Bab 18
19
Rahasia Menantu Culun Bab 19
20
Rahasia Menantu Culun Bab 20
21
Rahasia Menantu Culun Bab 21
22
Rahasia Menantu Culun Bab 22
23
Rahasia Menantu Culun Bab 23
24
Rahasia Menantu Culun Bab 24
25
Rahasia Menantu Culun Bab 25
26
Rahasia Menantu Culun Bab 26
27
Rahasia Menantu Culun Bab 27
28
Rahasia Menantu Culun Bab 28
29
Rahasia Menantu Culun Bab 29
30
Rahasia Menantu Culun Bab 30
31
Rahasia Menantu Culun Bab 31
32
Rahasia Menantu Culun Bab 32
33
Rahasia Menantu Culun Bab 33
34
Rahasia Menantu Culun Bab 34
35
Rahasia Menantu Culun Bab 35
36
Rahasia Menantu Culun Bab 36
37
Rahasia Menantu Culun Bab 37
38
Rahasia Menantu Culun Bab 38
39
Rahasia Menantu Culun Bab 39
40
Rahasia Menantu Culun Bab 40
41
Rahasia Menantu Culun Bab 41
42
Rahasia Menantu Culun Bab 42
43
Rahasia Menantu Culun Bab 43
44
Rahasia Menantu Culun Bab 44
45
Rahasia Menantu Culun Bab 45
46
Rahasia Menantu Culun Bab 46
47
Rahasia Menantu Culun Bab 47
48
Rahasia Menantu Culun Bab 48
49
Rahasia Menantu Culun Bab 49
50
Rahasia Menantu Culun Bab 50
51
Rahasia Menantu Culun Bab 51
52
Rahasia Menantu Culun Bab 52
53
Rahasia Menantu Culun Bab 53
54
Rahasia Menantu Culun Bab 54
55
Rahasia Menantu Culun Bab 55
56
Rahasia Menantu Culun Bab 56
57
Rahasia Menantu Culun Bab 57
58
Rahasia Menantu Culun Bab 58
59
Rahasia Menantu Culun Bab 59
60
Rahasia Menantu Culun Bab 60
61
Rahasia Menantu Culun Bab 61
62
Rahasia Menantu Culun Bab 62
63
Rahasia Menantu Culun Bab 63
64
Rahasia Menantu Culun Bab 64
65
Rahasia Menantu Culun Bab 65
66
Rahasia Menantu Culun Bab 66
67
Rahasia Menantu Culun Bab 67
68
Rahasia Menantu Culun Bab 68
69
Rahasia Menantu Culun Bab 69
70
Rahasia Menantu Culun Bab 70
71
Rahasia Menantu Culun Bab 71
72
Rahasia Menantu Culun Bab 72
73
Rahasia Menantu Culun Bab 73

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!