BAB 16 - Penguntit

Demi membuat Erika yakin bahwa dirinya memang baik-baik saja dan tidak terjadi hal mencurigakan seperti yang Erika sebutkan, Zia tetap memutuskan bekerja seperti biasa malam ini.

Tetap memiliki kesibukan nampaknya lebih baik untuk dia mampu melupakan hal yang sudah terjadi. Meski sedikit berbeda, Zia tetap berusaha melakukan semua pekerjaan dengan sebaik-baiknya.

"Kalau capek istirahat aja, Zia ... aktif banget dari tadi," ujar salah satu waiters lainnya, itu bukan semacam sindiran, tetapi memang Zia lebih banyak bergerak malam ini.

"Bentar lagi gajian, semangat dong, Acha."

Alasan saja, padahal kalaupun gajian dia sudah tidak menerima uang itu lagi. Semuanya habis untuk membayar kasbon bulan lalu.

"Aku udah nyerah, Zi ... pengen diculik om-om kaya aja," keluh Acha lemas, hidup di garis kemisikinan dan terpaksa berjuang di titik benar-benar nol memang sesulit itu.

"Dih enak kalau beneran om-om kaya, diculik om Burhan tau rasa." Danira menimpal tanpa diajak sebelumnya.

"Burhan bapakku," timpal Acha sedikit meninggi, kesal sekali nama ayahnya dianggap candaan oleh beberapa temannya.

Candaan mereka terdengar lucu, namun tidak bagi Zia. Entah kenapa arah pembicaraan mereka membuat Zia merasa terluka. Walau tidak sama, akan tetapi tetap saja inti dari candaan itu adalah bentuk putus asa mereka tentang uang.

"Zia kenapa?"

"Nggak tau, padahal tadi yang semangat dia."

Keduanya tampak heran lantaran Zia tiba-tiba pergi dan menjauh. Padahal, candaan seperti itu sudah biasa dan dia juga turut terhibur dengan candaan semacam itu.

"Mikirin kasbon kali," celetuk Rega kemudian, kebiasaan sekali di tengah pembicaraan dia akan ikut padahal tidak diajak sama sekali.

"Ih mulut-mulut kayak kamu ni yang biasanya buat dia kesinggung, kalau nggak bisa bantuin bayar minimal diem, Ga."

"Lah, baru juga nyaut dikit ... sarap kalian bedua."

Memang benar wanita tidak pernah salah, kalaupun ada artinya orang yang menganggap salah itu lebih salah lagi.

Pengunjung malam ini ramai seperti biasa, dan sebagai pekerja dia harus sigap dalam melakukan tugasnya. Valenzia tetap memberikan senyum ramahnya kala menghantar pesanan di setiap meja, nilai plus karena memang dia paling cantik.

Tanpa dia sadari, sejak tadi ada mata yang menjadikannya pusat perhatian. Sejak 15 menit yang lalu dia mendatangi tempat itu.

"Apa yang kau lihat?" tanya Edgard menendang kaki pria di depannya.

"Ck, santai saja kan bisa!" sentak Mikhail meringis, tulang keringnya terasa nyeri kala tendangan Edgard tepat sasaran.

Edgard menoleh dan tidak melihat sesuatu yang aneh di belakangnya, kesal sebenarnya sejak tadi Mikhail terus saja memandang ke sana sembari sesekali menyesap sebatang rokoknya.

"Dasar aneh, kopinya bahkan sampai dingin."

Pria bermanik hazel itu memilih enggan untuk mengatakan hal apapun pada Mikhail lagi, kesal sekali rasanya ketika dia ingin bicara banyak hal dan Mikhail sibuk sendiri.

"Aku pergi," pamit Edgard kemudian, sejak tadi Mikhail seakan tak menganggap keberadaannya padahal dia yang mengajak Edgard datang ke tempat ini beberapa waktu lalu.

"Kemana?"

"Apartemen Geby," jawabnya singkat, lebih baik mencari kesenangan sendiri daripada harus menemani Mikhail akan tetapi dianggap patung, pikirnya.

"Masih dia? Apa belum bosan, Edgard?" tanya Mikhail pada sahabat bulenya itu.

"Hahah mainnya jago, belum tergantikan, Khail."

Mikhail tertawa sumbang mendengar jawaban itu, dia tidak melarang kalaupun Edgard ingin pergi. Dia tak begitu peduli kala Edgard berlalu keluar, matanya hanya fokus mengikuti langkah wanita yang sejak tadi menjadi pusat perhatiannya.

Cukup lama dia memandangi, hingga hatinya berontak dan tidak bisa menahan jika hanya melihat dari kejauhan. Mikhail beranjak dari tempat duduknya dan mengikuti kemana Zia berlalu.

Dengan topi hitam dan jaket yang dia gunakan malam ini, sengaja agar tidak ada yang mengenalinya. Mikhail hampir tak pernah menghabiskan waktu malam di tempat seperti ini, malam ini dia hanya nekat untuk memastikan jika ucapannya tadi siang Zia turuti atau tidak.

Mencari kesempatan dan masih mengikuti Zia dari belakang. Hingga ketika tiba di tempat yang tak lagi ramai, dengan satu gerakan Mikhail membekap mulutnya dari belakang dan menariknya ke toilet pria.

Zia yang terkejut jelas saja panik, hendak berteriak namun tidak bisa dan dia tidak bisa melihat siapa yang meringkusnya.

Dadanya berdegub tak karuan, gemetar sekaligus dan berusaha berontak dan berbalik kala tangan itu tak lagi membekap mulutnya.

"Mau ap... a?"

Hendak memaki namun ucapannya terhenti kala wajah pria yang membawanya kesini dapat Zia tatap dengan mata bulatnya.

"Kamu lupa perkataanku tadi siang?"

Ketakutan yang tadinya menyelimuti Zia kini hilang begitu saja, tergantikan dengan ketakutan lain akan meledaknya amarah Khail. Pria itu menatap tajam Zia seakan tidak ada ampun karena mengingkari janjinya tadi siang.

"Bapak kenapa di sini?"

"Memastikan ... ternyata kamu pembangkang juga ya," ucapnya kemudian, jarak keduanya begitu dekat bahkan Zia dapat melihat dada Mikhail yang naik turun di hadapannya.

"Ini kewajiban, Bapak baru datang di hidup saya kemarin ... jangan ikut campur terlalu banyak," ungkapnya melipat tangan di atas perut, perintah mutlak dan Mikhail yang mengekangnya membuat Zia tersiksa.

"Ikut campur? Selama kewajibanmu belum selesai, kamu milikku sepenuhnya, Zia ... otakmu masih baik-baik saja untuk mengingat segala seuatu bukan?" Mikhail meraih dagunya hingga membuat wanita itu mendongak dan Mikhail bisa memandangi wajahnya puas-puas.

"Aku menginginkannya sekarang," bisik Mikhail dan berhasil membuat Zia bergetar, selembut apapun dia berbisik tetap saja ini menakutkan.

Tbc

Terpopuler

Comments

Ernadina 86

Ernadina 86

bener2 bejat si Khail tapi Zia nya jg sih yg nerimo

2024-02-14

2

Debbie Teguh

Debbie Teguh

kesel bgt sm khail, mustinya ngadu sm mama kanaya biar kapok tuh si khail

2023-12-29

0

Febri Ana

Febri Ana

ha ha buat mikhail bucin thor lanjuuttt

2023-11-22

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Ganti Rugi
2 BAB 02 - Nego
3 BAB 03 - Sisi Gelap Mikhail
4 BAB 04 - Sampai Kapan?
5 BAB 05 - Tidak Mau Diganggu, Kecuali Dia.
6 BAB 06 - Hampir Saja
7 BAB 07 - Jalan Tuhan?
8 BAB 08 - Kau Milikku
9 BAB 09 - Berbeda
10 BAB 10 - Sendiri
11 BAB 11 - Liciknya Mikhail.
12 BAB 12 - Bukan Kausa Halal
13 BAB 13 - Pemaksa
14 BAB 14 - Seperti Simpanan.
15 BAB 15 - Aneh
16 BAB 16 - Penguntit
17 BAB 17 - Pulang (Terpaksa)
18 BAB 18 - Sang Presdir
19 BAB 19 - Khianat Termanis
20 BAB 20 - Tidak Adil.
21 BAB 21 - Salah Prasangka
22 BAB 22 - Ikut!!
23 BAB 23 - Big Bos
24 BAB 24 - Ancaman
25 BAB 25 - Simulasi (Moto-GP)
26 BAB 26 - Goyah (Sejak Awal)
27 BAB 27 - Berakhir
28 BAB 28 - Galau Sekeluarga.
29 BAB 29 - Terlambat
30 BAB 30 - Cari (Zia/Mati)
31 BAB 31 - Kembali Terulang
32 BAB 32 - Tentang Zia
33 BAB 33 - Menginginkan Dia
34 BAB 34 - Ujian/Hukuman?
35 BAB 35 - Harapan
36 BAB 36 - Buang Harapanmu.
37 BAB 37 - Kembali (Lagi)
38 BAB 38 - Titik Temu (Akhir)
39 BAB 39 - Tanggung Jawab
40 BAB 40 - BUY 1 GET 1
41 BAB 41 - Bukan Salah Zia
42 BAB 42 - Mulai Terbatas (Kuasa Calon Mertua)
43 BAB 43 - Malu
44 BAB 44 - Adab Tarzan.
45 BAB 45 - Selesai Meminta
46 BAB 46 - Menuju Sepasang
47 BAB 47 - Resmi Pasangan
48 BAB 48 - Bukan Pertama
49 BAB 49 - Sarapan.
50 BAB 50 - Perusak Suasana
51 BAB 51 - Permintaan
52 BAB 52 - Perang Batin
53 BAB 53 - Cuci Mata Ala Zia
54 BAB 54 - Tidak Menyadari
55 BAB 55 - Kemarahan Mikhail
56 BAB 56 - Jangan Merendah.
57 BAB 57 - Cari Cara Ala Mikhail.
58 BAB 58 - Kacau Semuanya.
59 BAB 59 - Nekat
60 BAB 60 - Berani Berbuat, Terima Akibat.
61 BAB 61 - Pulang Diam-Diam
62 BAB 62 - Izin Suaminya.
63 BAB 63 - Hadiah Pernikahan
64 BAB 64 - Tempat Sama, Orang Yang Berbeda.
65 BAB 65 - Mikhail VS Mama
66 BAB 66 - Real Kualat?
67 BAB 67 - Rumah Sakit
68 BAB 68 - Jodoh Masa Lalu.
69 BAB 69 - Kanibal.
70 BAB 70 - Jahatnya Hati Manusia
71 BAB 71 - Marah Sekeluarga.
72 BAB 72 - Secuil Amarah
73 BAB 73 - Salah Curiga
74 BAB 74 - Kita Pindah!!
75 BAB 75 - Pindah Sungguhan!!
76 BAB 76 - Mikhail VS Zia
77 BAB 77 - Paniknya Kanaya.
78 BAB 78 - Bukan Grebek Biasa.
79 BAB 79 - Sisi Lain Keturunan Ibra.
80 BAB 80 - Sama Saja
81 BAB 81 - Menyesal Memang Belakangan.
82 BAB 82 - Melihat Bidadari
83 BAB 83 - Apapun, kecuali mendua.
84 BAB 84 - Real Benalu
85 BAB 85 - Takut Tentang Zia.
86 BAB 86 - Suami Serba Guna.
87 BAB 87 - Penebus Rasa Bersalah.
88 BAB 88 - Jenguk Bayi
89 BAB 89 - Cari Obat Lain.
90 BAB 90 - Karma Malam-Malam
91 BAB 91 - Temui Dia
92 BAB 92 - Terjerat Sebelum Dijala.
93 BAB 93 - Mengalah (Mikhail)
94 BAB 94 - Pesan Terakhir
95 BAB 95 - Tanggung Jawab
96 BAB 96 - Memang Malaikat
97 BAB 97 - Quality Time (Zi-Mi)
98 BAB 98 - You Are Different
99 BAB 99 - Iblis Sesungguhnya.
100 BAB 100 - Mengganggu.
101 BAB 101 - Salah Taktik
102 BAB 102 - Tanggung Jawab!!
103 BAB 103 - Panik Mode On
104 BAB 104 - Bukan Pengusik Biasa.
105 BAB 105 - Bukan Sembarang Donat
106 BAB 106 - Permintaan Jenny
107 BAB 107 - Usai
108 BAB 108 - Obat Yang Lain
109 BAB 109 - Welcome Baby Girl
110 BAB 110 - Perkara Azan
111 BAB 111 - Mikhayla Qianzy
112 BELENGGU CINTA PRIA BAYARAN - DESY PUSPITA
113 BAB 112 - Suamiable Sejati.
114 BAB 113 - Gusarnya Mikhail
115 BAB 114 - Pengasuh (Anak/Istri)
116 Promo Karya Baru (Tawanan Cinta Pria Dewasa) - Desy Puspita
117 BAB 115 - Takdir Cinta
118 BAB 116 - Kerinduan
119 BAB 117 - Sakit (Mikhail)
120 BAB 118 - Mama Anak Dua
121 BAB 119 - Pertemuan (END)
122 BONUS CHAPTER
123 BONUS CHAPTER II
124 Promo Karya Baru - My Possessive Billionaire Desy Puspita
125 BONUS CHAPTER III
126 BONUS CHAPTER IV
127 BONUS CHAPTER V
128 BONUS CHAPTER VI
129 BONUS CHAPTER VII
130 BONUS CHAPTER VIII
131 BONUS CHAPTER IX
132 THE LAST BONUS
133 Promo Karya Baru - Tawanan Cinta Pria Dewasa (Mikhayla) - Desy Puspita
Episodes

Updated 133 Episodes

1
BAB 01 - Ganti Rugi
2
BAB 02 - Nego
3
BAB 03 - Sisi Gelap Mikhail
4
BAB 04 - Sampai Kapan?
5
BAB 05 - Tidak Mau Diganggu, Kecuali Dia.
6
BAB 06 - Hampir Saja
7
BAB 07 - Jalan Tuhan?
8
BAB 08 - Kau Milikku
9
BAB 09 - Berbeda
10
BAB 10 - Sendiri
11
BAB 11 - Liciknya Mikhail.
12
BAB 12 - Bukan Kausa Halal
13
BAB 13 - Pemaksa
14
BAB 14 - Seperti Simpanan.
15
BAB 15 - Aneh
16
BAB 16 - Penguntit
17
BAB 17 - Pulang (Terpaksa)
18
BAB 18 - Sang Presdir
19
BAB 19 - Khianat Termanis
20
BAB 20 - Tidak Adil.
21
BAB 21 - Salah Prasangka
22
BAB 22 - Ikut!!
23
BAB 23 - Big Bos
24
BAB 24 - Ancaman
25
BAB 25 - Simulasi (Moto-GP)
26
BAB 26 - Goyah (Sejak Awal)
27
BAB 27 - Berakhir
28
BAB 28 - Galau Sekeluarga.
29
BAB 29 - Terlambat
30
BAB 30 - Cari (Zia/Mati)
31
BAB 31 - Kembali Terulang
32
BAB 32 - Tentang Zia
33
BAB 33 - Menginginkan Dia
34
BAB 34 - Ujian/Hukuman?
35
BAB 35 - Harapan
36
BAB 36 - Buang Harapanmu.
37
BAB 37 - Kembali (Lagi)
38
BAB 38 - Titik Temu (Akhir)
39
BAB 39 - Tanggung Jawab
40
BAB 40 - BUY 1 GET 1
41
BAB 41 - Bukan Salah Zia
42
BAB 42 - Mulai Terbatas (Kuasa Calon Mertua)
43
BAB 43 - Malu
44
BAB 44 - Adab Tarzan.
45
BAB 45 - Selesai Meminta
46
BAB 46 - Menuju Sepasang
47
BAB 47 - Resmi Pasangan
48
BAB 48 - Bukan Pertama
49
BAB 49 - Sarapan.
50
BAB 50 - Perusak Suasana
51
BAB 51 - Permintaan
52
BAB 52 - Perang Batin
53
BAB 53 - Cuci Mata Ala Zia
54
BAB 54 - Tidak Menyadari
55
BAB 55 - Kemarahan Mikhail
56
BAB 56 - Jangan Merendah.
57
BAB 57 - Cari Cara Ala Mikhail.
58
BAB 58 - Kacau Semuanya.
59
BAB 59 - Nekat
60
BAB 60 - Berani Berbuat, Terima Akibat.
61
BAB 61 - Pulang Diam-Diam
62
BAB 62 - Izin Suaminya.
63
BAB 63 - Hadiah Pernikahan
64
BAB 64 - Tempat Sama, Orang Yang Berbeda.
65
BAB 65 - Mikhail VS Mama
66
BAB 66 - Real Kualat?
67
BAB 67 - Rumah Sakit
68
BAB 68 - Jodoh Masa Lalu.
69
BAB 69 - Kanibal.
70
BAB 70 - Jahatnya Hati Manusia
71
BAB 71 - Marah Sekeluarga.
72
BAB 72 - Secuil Amarah
73
BAB 73 - Salah Curiga
74
BAB 74 - Kita Pindah!!
75
BAB 75 - Pindah Sungguhan!!
76
BAB 76 - Mikhail VS Zia
77
BAB 77 - Paniknya Kanaya.
78
BAB 78 - Bukan Grebek Biasa.
79
BAB 79 - Sisi Lain Keturunan Ibra.
80
BAB 80 - Sama Saja
81
BAB 81 - Menyesal Memang Belakangan.
82
BAB 82 - Melihat Bidadari
83
BAB 83 - Apapun, kecuali mendua.
84
BAB 84 - Real Benalu
85
BAB 85 - Takut Tentang Zia.
86
BAB 86 - Suami Serba Guna.
87
BAB 87 - Penebus Rasa Bersalah.
88
BAB 88 - Jenguk Bayi
89
BAB 89 - Cari Obat Lain.
90
BAB 90 - Karma Malam-Malam
91
BAB 91 - Temui Dia
92
BAB 92 - Terjerat Sebelum Dijala.
93
BAB 93 - Mengalah (Mikhail)
94
BAB 94 - Pesan Terakhir
95
BAB 95 - Tanggung Jawab
96
BAB 96 - Memang Malaikat
97
BAB 97 - Quality Time (Zi-Mi)
98
BAB 98 - You Are Different
99
BAB 99 - Iblis Sesungguhnya.
100
BAB 100 - Mengganggu.
101
BAB 101 - Salah Taktik
102
BAB 102 - Tanggung Jawab!!
103
BAB 103 - Panik Mode On
104
BAB 104 - Bukan Pengusik Biasa.
105
BAB 105 - Bukan Sembarang Donat
106
BAB 106 - Permintaan Jenny
107
BAB 107 - Usai
108
BAB 108 - Obat Yang Lain
109
BAB 109 - Welcome Baby Girl
110
BAB 110 - Perkara Azan
111
BAB 111 - Mikhayla Qianzy
112
BELENGGU CINTA PRIA BAYARAN - DESY PUSPITA
113
BAB 112 - Suamiable Sejati.
114
BAB 113 - Gusarnya Mikhail
115
BAB 114 - Pengasuh (Anak/Istri)
116
Promo Karya Baru (Tawanan Cinta Pria Dewasa) - Desy Puspita
117
BAB 115 - Takdir Cinta
118
BAB 116 - Kerinduan
119
BAB 117 - Sakit (Mikhail)
120
BAB 118 - Mama Anak Dua
121
BAB 119 - Pertemuan (END)
122
BONUS CHAPTER
123
BONUS CHAPTER II
124
Promo Karya Baru - My Possessive Billionaire Desy Puspita
125
BONUS CHAPTER III
126
BONUS CHAPTER IV
127
BONUS CHAPTER V
128
BONUS CHAPTER VI
129
BONUS CHAPTER VII
130
BONUS CHAPTER VIII
131
BONUS CHAPTER IX
132
THE LAST BONUS
133
Promo Karya Baru - Tawanan Cinta Pria Dewasa (Mikhayla) - Desy Puspita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!