BAB 17 Kisah Seruni

Seruni melenguh panjang disaat laki-laki pertama yang menambat hatinya itu menciumi leher jenjangnya.Ia menggelinjang ketika tangan Roy meremas nakal bukit indahnya.

"Tuaaaan jangaaaan"Seruni mendesah dengan mata terpejam.Roy menghentikan aksinya,ia membelai wajah perempuan yang benar-benar membuat ia hilang kendali.

"Aku ingin memilikimu Seruni,mulai saat ini kamu adalah milikku.Jangan pernah menyentuh lelaki selain aku,apalagi berpelukan"Bisik Roy dengan tatapan lekat penuh kasih.Seruni tersenyum tipis,wajahnya begitu dekat dengan sang kekasih.

"Jadi Tuan tadi melihatku berpelukan dengan Qodir?"

Roy menarik tubuhnya,bersandar dibalik kemudi"Jangan sebut nama laki-laki itu,aku tidak suka"

"Baiklah"Seruni merapikan pakaiannya dengan senyuman yang tertahan.Roy menghidupkan kembali mobilnya,ia memulai kembali perjalanan yang sempat tertunda.

"Lalu Tuan sendiri gimana dengan Sherly?"

"Aku sudah putus dengannya"Jawab Roy tanpa menoleh.

"Ohya??Tapi tadi saya lihat Tuan sama Sherly begitu dekat"

Roy menatap Seruni dengan alis bertaut.Namun gadis itu tak mengendahkannya.

"Jangan cemburu buta kalau tidak mau aku gigit lehermu"Ancam Roy penuh birahi.Seruni memalingkan wajahnya menyembunyikan senyumannya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Selepas mengerjakan kewajiban empat raka'at,Seruni bingung tidak menjumpai Bapaknya.Sejak sholat Maghrib itu Pak Salam sudah tidak terlihat lagi.

Sambil lalu membuka telekungnya,Seruni berpikir keras menebak kemana gerangan Bapaknya pergi.

"Apa jangan-jangan lagi dating sama si Kunti?"Rasanya ia perlu menyelidiki hal ini.Siapa sebenarnya Si Kunti itu?Kenapa begitu akrab dengan Bapaknya meskipun Bapaknya tak mengakuinya?

Dengan langkah yang diatur agar tidak menimbulkan suara,Seruni mendekati pohon akasia besar dan paling rindang diantara yang lain.

Bau semerbak kemenyan menusuk hidung,Seruni yakin sekali ini Bapaknya yang sudah membakar kemenyan.Seruni terus mendekat,ia mempertajam pendengarannya.

"Aku penasaran sekali,kenapa kamu bisa mengatakan kalau Tuan Muda bukan anak dari keparat itu??Dari mana kamu tahu itu?"

Wanita berwajah pucat namun masih terlihat cantik itu hanya menatap tajam tanpa ekspresi.

"Tapi meskipun mereka tidak sedarah?aku tetap risau,aku tidak mau Seruni dijadikan mainan saja oleh Tuan Muda"

"Hah??Tidak sedarah?? maksudnya?"Mata Seruni membulat sempurna.

"Aku tahu kamu akan menjaga putrimu dengan baik,Tapi...kamu punya batasan yang tidak bisa kamu langgar.Bagaimana pun alammu dan alam Seruni berbeda.Setelah nanti kamu menuntaskan balas dendammu,aku akan mengembalikanmu ke alam-mu.Aku ingin kamu tenang disana tanpa dendam kesumat lagi"

Seruni meremas kuat kain panjang yang menutupi kakinya.Netranya mengembun,apakah ia bukan anak kandung Bapaknya?Lalu anak siapakah?Kenapa Bapaknya tega membohongi dirinya selama ini?Siapkan dirinya sebenarnya?

Segala pertanyaan bermain di otaknya membuat bagian kepalanya berdenyut sakit.Seruni sudah tidak tahan lagi,ia pergi dengan diam-diam masuk kembali ke dalam rumah besar itu.

___

Sekitar jam 11.00 malam,Pak Salam masuk ke kamarnya dan menemui Seruni duduk di bibir kasur dengan mata sembab.

"Uni kamu kenapa?"Pak Salam terlihat panik.Ia menghampiri putrinya yang ia kasihi.Sisa-sisa air mata di pipi sang anak diusapnya perlahan.

"Ada apa nak?cerita sama Bapak,kenapa kamu menangis?"

Seruni menatap Pak Salam dengan sendu,hatinya teriris pilu melihat sikap hangat sang Bapak.

"Bapak yang harusnya cerita sama Uni,siapa Uni sebenarnya??dan apa hubungannya Uni dengan Tuan Besar juga Kuntilanak yang selalu mengikuti kita?"

Pak Salam terperangah,pupil matanya membesar.

"Kenapa?Kaget karena Uni bertanya begitu??Tergamak Bapak bisa membohongi Uni selama ini?Padahal Uni sudah bahagia jika Bapak adalah Bapak Uni"

"Uni,,,Bapak adalah Bapak mu Nak??"

"Lalu kenapa Bapak bilang sama Kuntilanak itu jika Uni bukan sedarah dengan Tuan Muda ??Maksudnya apa?"

"Uni..Uni dengar semuanya?"

"Uni tidak bisa percaya dengan semua ini Pak"

"Uni.."Pak Salam berusaha membujuk putrinya yang pasti sakit hati karena kenyataan yang baru saja ia ketahui.

"Tolong...jika Bapak memang sayang sama Uni,tolong ceritakan semuanya Pak"Pinta Seruni memelas.

Pak Salam menarik nafas panjang,mungkin ini sudah saatnya putrinya tahu siapa dirinya.

"Baiklah Bapak akan ceritakan semuanya"

[Dulu ada seorang gadis kembang desa bernama Seruni.Dia cantik sekali,tapi dia yatim piatu.Dia menjadi buruh di pesisir,menjajakan hasil tangkapan ikan.Banyak laki-laki yang tergoda dengan kecantikannya,termasuk Bapak.

Ternyata cinta Bapak tidak bertepuk sebelah tangan,dia juga menyukai Bapak.Tapi semua berubah setelah kedatangan para Mahasiswa KKN dari kota.Mereka tergoda dengan kecantikan Seruni termasuk Jaka Sasongko.Namun Seruni menolak dan memilih setia sama Bapak.

Entah apa yang terjadi,beberapa hari kemudian Seruni berubah.Dia sudah tidak memperdulikan Bapak dan sangat mesrah dengan Jaka Sasongko.Bapak cemburu tapi tidak bisa apa? Sampai akhirnya,Seruni ditemukan tergeletak di pinggir pantai yang penuh dengan karang-karang besar.Keadaannya sangat memprihatinkan.Bapak membawanya ke puskesmas terdekat,gadis itu tiga hari tidak sadarkan diri.Setelah siuman,ia menangis sejadi-jadinya dalam pelukan Bapak.Dan mulai bercerita apa yang terjadi padanya.Ternyata dia diperkosa beramai-ramai oleh teman-teman Jaka Sasongko.Bapak marah sekali,Bapak pulang dan mencari para Mahasiswa itu.Tapi sayang,mereka sudah kembali ke kota.Seruni meraung keras,ia tidak bisa menerima dirinya yang sudah ternoda.Meskipun Bapak kecewa tapi Bapak sangat mencintainya.Akhirnya Bapak memutuskan untuk menikahinya,meskipun orang tua Bapak melarang.Bapak tidak perduli,Bapak hanya ingin melindungi wanita yang Bapak cintai.Beberapa hari setelah pernikahan Bapak dengan Seruni,seorang kakek tua datang bertamu.Ia ingin bertemu dengan Seruni,Ia ingin meyakinkan dirinya bahwa benar Seruni menikah dengan Bapak bukan dengan Jaka Sasongko.Bapak heran,kenapa Pak Tua itu bertanya demikian?Pak Tua itu menjawab,bahwa Jaka Sasongko pernah datang padanya untuk meminta jampi-jampi pemikat untuk menaklukkan Seruni.Pak Tua itu mengenal Seruni,dia bersedia menolong asal jangan mempermainkan Seruni.Jaka Sasongko berjanji tidak akan mempermainkan Seruni,tapi dia akan menikahi gadis itu.Bapak marah dengan Pak Tua itu,Bapak mengatakan jika Seruni sudah diperkosa beramai-ramai oleh mereka termasuk Jaka Sasongko.Pak Tua itu kaget,ia pun tak kalah marah dan kecewa atas kejadian itu.Namun Seruni yang berhati baik memilih untuk memaafkan mereka dan hanya ingin hidup bahagia bersama Bapak.Pak Tua itu pun berjanji,jika butuh bantuannya pintu rumahnya terbuka lebar untuk kami.Setelah beberapa bulan,ternyata Seruni positif hami.Namun Bapak tahu itu bukan anak Bapak,Karena Seruni menolak disetubuhi.Ia masih trauma dengan kejadian buruk itu.Bapak tahu meskipun ia mengatakan sudah memaafkan tapi ia belum bisa melupakan.Sampai akhirnya kamu dilahirkan ke dunia,Seruni meninggal karena kehabisan darah.Disisa-sisa nafasnya ia mengatakan akan balas dendam.Bapak menyanggupinya,Bapak menemui Pak Tua itu dengan membawamu ikut serta.Pak Tua itu mengajari Bapak beberapa ilmu,termasuk pemanggil arwah.Indra keenammu dibuka,agar kamu bisa melihat Ibumu.Arwah Ibumu sudah berhasil membunuh beberapa diantara teman-teman Jaka Sasongko.Tapi tidak dengan Jaka sendiri,sepertinya dia memakai mantra pelindung setelah tahu arwah Seruni balas dendam.Dan Bapak datang ke rumah ini dengan tujuan yang sama]

Seruni diam,ia tidak bisa memberi komentar apapun.Wajahnya tertunduk pilu,jadi Kuntilanak yang selama ini datang padanya adalah ibunya.Yang ia timpuk pakai batu,ia pukul pakai batang penyapu,itu adalah Ibunya?

Terpopuler

Comments

Ray

Ray

Kualat nih seruni sama ibu kandungnya si Kunti😱 Tragis juga nasib ibu Kunti, pantesan mau balas dendam sama Pak jaka🤔

2024-11-05

1

Amara

Amara

Hiks , maafkan seruni yaa seruni .

2024-10-07

0

Dita Maryani

Dita Maryani

kualat kamu seruni wkwkwk wkwkwk

2024-08-20

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1Keinginan Bapak
2 BAB 2 Melanjutkan Sekolah
3 BAB 3 Perdebatan Di Meja Makan
4 BAB 4 Hampir Saja
5 BAB 5 Pengalaman Pertama Masuk Kuliah
6 BAB 6 Arwah Nana
7 BAB 7 Cemburu
8 BAB 8 Dikerjain
9 BAB 9 Pak Salam Kepergok
10 BAB 10 Ciuman Pertama
11 BAB 11 Tarik Tarikan
12 BAB 12 Haruskah Aku Nikahi
13 BAB 13 Kekecewaan Geysa
14 BAB 14 Putus??Tidak!!!
15 BAB 15 Malu Tapi Mau
16 BAB 16 Tak Rela
17 BAB 17 Kisah Seruni
18 BAB 18 Kisah Yang Sebenarnya
19 BAB 19 Kamu Milikku
20 BAB 20 Geysa Berontak
21 BAB 21 Geysa Menggila
22 BAB 22 Flash Back
23 BAB 23 Teka-Teki Geysa
24 BAB 24 Siasat Dimas dan Andara
25 BAB 25 Salah Target
26 BAB 26 GAGAL TOTAL
27 BAB 27 Tentang Mimpi Geysa
28 BAB 28 Tak Dihargai
29 BAB 29 Kehangatan Cinta
30 BAB 30 Gadisku
31 BAB 31 Kecelakaan
32 BAB 32 Remuk
33 BAB 33 SELAMAT JALAN IBU
34 BAB 34 PEMBUNUHAN BERENCANA
35 BAB 35 Membunuh Hati
36 BAB 36 Kedatangan Qodir
37 BAB 37 OTW KE KOTA
38 BAB 38 Penasaran dengan Tantri
39 Bab 39 Bertemu Leo
40 BAB 40 Berziarah ke Makam
41 BAB 41 Satu Tim
42 BAB 42 Hasrat Kerinduan
43 BAB 43 Rencana Leo
44 BAB 44 CINTA YANG SAKIT
45 BAB 45 Di Roolink
46 BAB 46 Ternyata??
47 BAB 47. CCTV
48 BAB 48 Hilang kendali
49 BAB 49 Serangan Tantri
50 BAB 50 Idaman Geysa
51 BAB 51 Leo Kalap
52 BAB 52 Mencari Seruni
53 BAB 53 Hantaman Kemarahan
54 BAB 54 Nikahin Seruni
55 BAB 55 Kamar Yang Dingin
56 BAB 56 Riris?
57 BAB 57 Tak Berdaya
58 BAB 58 Tembok Bergeser
59 BAB 59 Misteri Rumah Riris
60 BAB 60 Villa di Puncak
61 BAB 61 Bermain Muslihat
62 BAB 62 Roy Minggat
63 BAB 63 Meneruskan Yayasan
64 BAB 64 Janji Roy
65 BAB 65 Langkah Yang Roy Ambil
66 BAB 66 Ada Apa Sebenarnya?
67 BAB 67 Cerita Muhibbah
68 BAB 68 Seruni Ketakutan
69 BAB 69 Nadila Ernesta
70 BAB 70 Serangan Muhibbah
71 BAB 71 Bayangan Masa Kecil
72 BAB 72 Perilaku Mukhlis
73 BAB 73 Pergi Ke Kantor Polisi
74 BAB 74 Tulang Belulang Manusia
75 BAB 75 Tak Berjalan Semestinya
76 BAB 76 Kejadian Di Hutan Karet
77 BAB 77 Mukhlis Tertembak
78 BAB 78 Dendam Muhibbah
79 BAB 79 Aku Dimana?
80 BAB 80 Bunga/Seruni
81 BAB 81 Rencana ke Jakarta
82 BAB 82 OTW Jakarta
83 BAB 83 Notifikasi Pesan
84 BAB 84 Ciuman Pertama
85 BAB 85 Hampir Saja
86 BAB 86 Cemburu Ya?
87 BAB 87 Kemana Bunga??
88 BAB 88 FLASH BACK
89 BAB 89 Tertangkap Basah
90 BAB 90 Minta Cerai
91 BAB 91 Mau Buat Anak??
92 BAB 92 Akhirnya...
93 BAB 93 Teror
94 BAB 94 Makhluk Terkutuk
95 BAB 95 Teror ke Dua
96 BAB 96 Ternyata??
97 BAB 97 Cerita Dari Geysa
98 BAB 98 Rencana Balas Dendam
99 BAB 99 Kematian Sherly
100 BAB 100 Serangan Ismi yg Kesekian kalinya
101 BAB 101 Kerasukan
102 BAB 102 KUJANG
103 BAB 103 Ba'im Pulang
104 BAB 104 Kaset CD
105 BAB 105 Kisah Nayla
106 BAB 106 Tiga Peristiwa Aneh
107 BAB 107 Perih Menutupi Kenyataan
108 BAB 108 Di Kamar Nayla
109 BAB 109 Kelicikan Khumaira
110 BAB 110 Tanggapan Bu Raudah
111 BAB 111 PEPERANGAN MAKHLUK SAKRAL
112 BAB 112 Pembalasan Di Mulai
113 BAB 113 Kembali ke Asrama
114 BAB 114 Dongeng Khumaira
115 BAB 115 Kebenaran Dari Muhammad Ibrahim
116 BAB 116 Putus!!!
117 BAB 117 Tunggu Aku Nay
118 BAB 118 Terpesona Pada Pandangan Pertama
119 BAB 119 Kecewa
120 BAB 120 Perdebatan Muhammad Ibrahim dengan Excel Oktavia
121 BAB 121 Pindah
122 BAB 122 Hari Pertama Masuk Sekolah
123 BAB 123 Makhluk Berwajah Hancur
124 BAB 124 Dimulainya Penyelidikan
125 BAB 125 Bertamu Ke Rumah Ustadz Abu
126 BAB 126 Kau Harus Sembuh
127 BAB 127 Maaf
128 BAB 128 Kekecewaan Yang Tidak Terungkap
129 BAB 129 Tentang Wanda
130 BAB 130 Rencana Excel
131 BAB 131 Niat Ingsun
132 BAB 132 Ada Apa Dengan Junaedi?
133 BAB 133 Nasib Badriah
134 BAB 134 Tamu Kemayu
135 BAB 135 Ba'im Kasmaran??
136 BAB 136 Gagal!!
137 BAB 137 Benda Aneh dan Misterius
138 BAB 138 Serangan Telak Dari Kujang
139 BAB 139 Hemmm Rupanya?
140 BAB 140 Tentang Rasa
141 BAB 141 Menjadi Tertuduh
142 BAB 142 Hati Excel
143 BAB 143 Sel Genetik Yang Sama
144 BAB 144 Mulai Terungkap
145 BAB 145 Mulai Posesif
146 BAB 146 Kemarahan Seruni
147 BAB 147 Akibat Tali Yang Hilang???
148 BAB 148 Mimpi!!!
149 BAB 149 Excel Pergi!!!
150 BAB 150 Ba'im Sembuh
151 BAB 151 Nasib Nagita
152 BAB 152 Excel Siuman
153 BAB 153 Rindu Indonesia
154 BAB 154 Sampai di Indonesia
155 BAB 155 Hari Pengangkatan
156 BAB 156 Hari Pertama Sekolah
157 BAB 157 Rindu
158 BAB 158 Mencari Tahu
159 BAB 159 Lamaran Membawa Petunjuk
160 Episode 160 Pertemuan
161 BAB 161 Serudukan Mematikan
162 BAB 162 Fakta Sudah Terungkap
163 BAB 163 Kehadiran Orang Ketiga
164 BAB 164 Pertemuan Diluar Ekspektasi
165 BAB 165 Tolong Aku
166 BAB 166 Sebuah Handycam
167 BAB 167 Janji
168 BAB 168 Akhirnya
169 BAB 169 Prahara Perceraian
170 BAB 170 Kemarahan Excel
171 BAB 171 Akhir
172 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 1
173 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 2
174 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 3
175 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 4
176 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 5
177 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 6
178 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 7
179 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB8
180 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB9
181 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 10
182 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 11
183 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 12
184 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 13
185 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 14
186 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 15
187 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 16
188 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 17
189 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 18
190 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 19
191 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 20
192 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 21
193 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 22
194 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 23
195 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 24
196 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 25
197 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 26
198 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 27
199 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 28
200 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 29
201 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 30
202 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 31
203 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 32
204 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 33
205 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 34
206 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 35
207 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 36
208 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 37
209 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 38
210 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 39
211 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 40
212 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 41
213 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 42
214 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 43
215 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 44
216 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 45
217 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 46
218 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 47
219 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 48
220 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 49
221 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 50
222 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 51
223 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 52
224 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 53
225 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 54
226 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 55
227 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 56
228 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 57
229 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 58
230 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 59
231 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 60
232 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 61
233 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 62
234 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 63
235 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 64
236 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 65
237 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 66
238 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 67
239 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 68
240 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 69
241 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 70
242 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 71
243 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 72
244 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 73
245 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 74
246 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 75
247 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 76
248 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 77
249 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 78
250 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 79
251 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 80
252 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 81
253 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 82
254 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 83
255 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 84
256 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 85
257 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 86
258 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 87
259 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 88
260 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 89
261 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 90
262 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 91
263 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 92
264 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 93
265 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 94
266 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 95
267 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 96
268 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 97
269 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 98
270 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 99
271 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 100
272 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 101
273 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 102
274 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 103
275 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 104
276 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 105
277 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 106
278 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 107
279 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 108
280 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 109
281 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 110
282 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 111
283 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 112
284 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 113
285 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 114
286 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 115
287 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 116
288 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 117
289 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 118
290 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 119
291 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 120
292 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 121
293 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 122
294 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 123
295 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 124
296 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 125
297 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 126
298 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 127
299 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 128
300 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 129
301 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 130
302 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 131
303 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 132
304 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 133
305 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 134
306 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 135
307 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 136
308 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 137
309 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 138
310 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 139
311 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 140
312 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 141
313 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 142 TAMAT
Episodes

Updated 313 Episodes

1
BAB 1Keinginan Bapak
2
BAB 2 Melanjutkan Sekolah
3
BAB 3 Perdebatan Di Meja Makan
4
BAB 4 Hampir Saja
5
BAB 5 Pengalaman Pertama Masuk Kuliah
6
BAB 6 Arwah Nana
7
BAB 7 Cemburu
8
BAB 8 Dikerjain
9
BAB 9 Pak Salam Kepergok
10
BAB 10 Ciuman Pertama
11
BAB 11 Tarik Tarikan
12
BAB 12 Haruskah Aku Nikahi
13
BAB 13 Kekecewaan Geysa
14
BAB 14 Putus??Tidak!!!
15
BAB 15 Malu Tapi Mau
16
BAB 16 Tak Rela
17
BAB 17 Kisah Seruni
18
BAB 18 Kisah Yang Sebenarnya
19
BAB 19 Kamu Milikku
20
BAB 20 Geysa Berontak
21
BAB 21 Geysa Menggila
22
BAB 22 Flash Back
23
BAB 23 Teka-Teki Geysa
24
BAB 24 Siasat Dimas dan Andara
25
BAB 25 Salah Target
26
BAB 26 GAGAL TOTAL
27
BAB 27 Tentang Mimpi Geysa
28
BAB 28 Tak Dihargai
29
BAB 29 Kehangatan Cinta
30
BAB 30 Gadisku
31
BAB 31 Kecelakaan
32
BAB 32 Remuk
33
BAB 33 SELAMAT JALAN IBU
34
BAB 34 PEMBUNUHAN BERENCANA
35
BAB 35 Membunuh Hati
36
BAB 36 Kedatangan Qodir
37
BAB 37 OTW KE KOTA
38
BAB 38 Penasaran dengan Tantri
39
Bab 39 Bertemu Leo
40
BAB 40 Berziarah ke Makam
41
BAB 41 Satu Tim
42
BAB 42 Hasrat Kerinduan
43
BAB 43 Rencana Leo
44
BAB 44 CINTA YANG SAKIT
45
BAB 45 Di Roolink
46
BAB 46 Ternyata??
47
BAB 47. CCTV
48
BAB 48 Hilang kendali
49
BAB 49 Serangan Tantri
50
BAB 50 Idaman Geysa
51
BAB 51 Leo Kalap
52
BAB 52 Mencari Seruni
53
BAB 53 Hantaman Kemarahan
54
BAB 54 Nikahin Seruni
55
BAB 55 Kamar Yang Dingin
56
BAB 56 Riris?
57
BAB 57 Tak Berdaya
58
BAB 58 Tembok Bergeser
59
BAB 59 Misteri Rumah Riris
60
BAB 60 Villa di Puncak
61
BAB 61 Bermain Muslihat
62
BAB 62 Roy Minggat
63
BAB 63 Meneruskan Yayasan
64
BAB 64 Janji Roy
65
BAB 65 Langkah Yang Roy Ambil
66
BAB 66 Ada Apa Sebenarnya?
67
BAB 67 Cerita Muhibbah
68
BAB 68 Seruni Ketakutan
69
BAB 69 Nadila Ernesta
70
BAB 70 Serangan Muhibbah
71
BAB 71 Bayangan Masa Kecil
72
BAB 72 Perilaku Mukhlis
73
BAB 73 Pergi Ke Kantor Polisi
74
BAB 74 Tulang Belulang Manusia
75
BAB 75 Tak Berjalan Semestinya
76
BAB 76 Kejadian Di Hutan Karet
77
BAB 77 Mukhlis Tertembak
78
BAB 78 Dendam Muhibbah
79
BAB 79 Aku Dimana?
80
BAB 80 Bunga/Seruni
81
BAB 81 Rencana ke Jakarta
82
BAB 82 OTW Jakarta
83
BAB 83 Notifikasi Pesan
84
BAB 84 Ciuman Pertama
85
BAB 85 Hampir Saja
86
BAB 86 Cemburu Ya?
87
BAB 87 Kemana Bunga??
88
BAB 88 FLASH BACK
89
BAB 89 Tertangkap Basah
90
BAB 90 Minta Cerai
91
BAB 91 Mau Buat Anak??
92
BAB 92 Akhirnya...
93
BAB 93 Teror
94
BAB 94 Makhluk Terkutuk
95
BAB 95 Teror ke Dua
96
BAB 96 Ternyata??
97
BAB 97 Cerita Dari Geysa
98
BAB 98 Rencana Balas Dendam
99
BAB 99 Kematian Sherly
100
BAB 100 Serangan Ismi yg Kesekian kalinya
101
BAB 101 Kerasukan
102
BAB 102 KUJANG
103
BAB 103 Ba'im Pulang
104
BAB 104 Kaset CD
105
BAB 105 Kisah Nayla
106
BAB 106 Tiga Peristiwa Aneh
107
BAB 107 Perih Menutupi Kenyataan
108
BAB 108 Di Kamar Nayla
109
BAB 109 Kelicikan Khumaira
110
BAB 110 Tanggapan Bu Raudah
111
BAB 111 PEPERANGAN MAKHLUK SAKRAL
112
BAB 112 Pembalasan Di Mulai
113
BAB 113 Kembali ke Asrama
114
BAB 114 Dongeng Khumaira
115
BAB 115 Kebenaran Dari Muhammad Ibrahim
116
BAB 116 Putus!!!
117
BAB 117 Tunggu Aku Nay
118
BAB 118 Terpesona Pada Pandangan Pertama
119
BAB 119 Kecewa
120
BAB 120 Perdebatan Muhammad Ibrahim dengan Excel Oktavia
121
BAB 121 Pindah
122
BAB 122 Hari Pertama Masuk Sekolah
123
BAB 123 Makhluk Berwajah Hancur
124
BAB 124 Dimulainya Penyelidikan
125
BAB 125 Bertamu Ke Rumah Ustadz Abu
126
BAB 126 Kau Harus Sembuh
127
BAB 127 Maaf
128
BAB 128 Kekecewaan Yang Tidak Terungkap
129
BAB 129 Tentang Wanda
130
BAB 130 Rencana Excel
131
BAB 131 Niat Ingsun
132
BAB 132 Ada Apa Dengan Junaedi?
133
BAB 133 Nasib Badriah
134
BAB 134 Tamu Kemayu
135
BAB 135 Ba'im Kasmaran??
136
BAB 136 Gagal!!
137
BAB 137 Benda Aneh dan Misterius
138
BAB 138 Serangan Telak Dari Kujang
139
BAB 139 Hemmm Rupanya?
140
BAB 140 Tentang Rasa
141
BAB 141 Menjadi Tertuduh
142
BAB 142 Hati Excel
143
BAB 143 Sel Genetik Yang Sama
144
BAB 144 Mulai Terungkap
145
BAB 145 Mulai Posesif
146
BAB 146 Kemarahan Seruni
147
BAB 147 Akibat Tali Yang Hilang???
148
BAB 148 Mimpi!!!
149
BAB 149 Excel Pergi!!!
150
BAB 150 Ba'im Sembuh
151
BAB 151 Nasib Nagita
152
BAB 152 Excel Siuman
153
BAB 153 Rindu Indonesia
154
BAB 154 Sampai di Indonesia
155
BAB 155 Hari Pengangkatan
156
BAB 156 Hari Pertama Sekolah
157
BAB 157 Rindu
158
BAB 158 Mencari Tahu
159
BAB 159 Lamaran Membawa Petunjuk
160
Episode 160 Pertemuan
161
BAB 161 Serudukan Mematikan
162
BAB 162 Fakta Sudah Terungkap
163
BAB 163 Kehadiran Orang Ketiga
164
BAB 164 Pertemuan Diluar Ekspektasi
165
BAB 165 Tolong Aku
166
BAB 166 Sebuah Handycam
167
BAB 167 Janji
168
BAB 168 Akhirnya
169
BAB 169 Prahara Perceraian
170
BAB 170 Kemarahan Excel
171
BAB 171 Akhir
172
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 1
173
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 2
174
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 3
175
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 4
176
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 5
177
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 6
178
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 7
179
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB8
180
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB9
181
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 10
182
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 11
183
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 12
184
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 13
185
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 14
186
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 15
187
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 16
188
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 17
189
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 18
190
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 19
191
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 20
192
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 21
193
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 22
194
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 23
195
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 24
196
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 25
197
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 26
198
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 27
199
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 28
200
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 29
201
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 30
202
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 31
203
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 32
204
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 33
205
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 34
206
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 35
207
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 36
208
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 37
209
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 38
210
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 39
211
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 40
212
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 41
213
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 42
214
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 43
215
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 44
216
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 45
217
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 46
218
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 47
219
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 48
220
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 49
221
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 50
222
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 51
223
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 52
224
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 53
225
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 54
226
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 55
227
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 56
228
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 57
229
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 58
230
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 59
231
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 60
232
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 61
233
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 62
234
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 63
235
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 64
236
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 65
237
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 66
238
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 67
239
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 68
240
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 69
241
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 70
242
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 71
243
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 72
244
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 73
245
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 74
246
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 75
247
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 76
248
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 77
249
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 78
250
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 79
251
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 80
252
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 81
253
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 82
254
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 83
255
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 84
256
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 85
257
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 86
258
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 87
259
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 88
260
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 89
261
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 90
262
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 91
263
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 92
264
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 93
265
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 94
266
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 95
267
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 96
268
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 97
269
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 98
270
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 99
271
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 100
272
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 101
273
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 102
274
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 103
275
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 104
276
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 105
277
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 106
278
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 107
279
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 108
280
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 109
281
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 110
282
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 111
283
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 112
284
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 113
285
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 114
286
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 115
287
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 116
288
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 117
289
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 118
290
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 119
291
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 120
292
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 121
293
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 122
294
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 123
295
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 124
296
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 125
297
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 126
298
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 127
299
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 128
300
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 129
301
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 130
302
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 131
303
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 132
304
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 133
305
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 134
306
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 135
307
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 136
308
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 137
309
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 138
310
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 139
311
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 140
312
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 141
313
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 142 TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!