BAB 10 Ciuman Pertama

"Un..."

Panggilan dari anak majikannya membuat Seruni menoleh.

"Iya Tuan?"

"Kamu jawab dengan jujur ya"

Seruni mengerutkan keningnya "Jawab apa Tuan?"

"Tadi itu kamu jatuh sendiri apa sengaja dijatuhkan?"Ucap Roy dengan mata yang terus fokus ke arah jalan yang dilaluinya.

"Emang Tuan kurang yakin sama jawaban kekasih Tuan yang cantik itu"

"Yakin sih tapi kayak ada yang janggal aja"

"Tuan harus percaya sama orang yang Tuan sayang,agar bisa hidup tenang dan damai"

Roy tersenyum menahan tawa.

"Sok nasehatin,emang kamu kalau pacaran gimana?"

"Saya tidak pernah pacaran Tuan"Seruni menggeleng cepat.

"really???"

Seruni meyakinkan dengan anggukan.

"Hari gini belum pernah pacaran"

"Habisnya cowok-cowok di kampung Seruni nggak ada yang diatas rata-rata Tuan.Biasa aja"Celoteh Seruni membuat Roy senyam-senyum.

"Sombong banget lo...Emang seperti apa sih kriteria cowok idaman kamu?"

"Yang jelas lebih satu angka dari Tuan Muda"

Roy tidak bisa berhenti tersenyum.

"Kok aku yang dijadikan landasan penilaian kamu??"

"Yah,kan katanya Tuan Muda itu cowok terkeren,terkacak,tercool di kampus.Jadi harus di atas Tuan Muda lah"

Roy jadi geleng-geleng kepala,ia meleyot menutupi rona wajahnya yang berubah.

"Jadi maksudnya kamu pengen cowok yang lebih ganteng dari aku??"

Seruni mengangguk.

"Emang kamu bisa dapetin cowok yang sesuai kriteria kamu??"

"Tuan Muda selalu nyepelein saya,Saya ini gadis tercantik di kampung.Banyak yang antri pengen jadi pacar saya.Masak cuma setakat cowok seperti Tuan Muda saya nggak bisa dapetin"Seruni dengan jumawanya membusungkan dada.Roy mencebikkan bibirnya,dan itu diketahui oleh Seruni.

"Eh Tuan Muda nggak percaya nih?"

"Nggak"Roy dengan jujur menggeleng.

"Ok"Dengan cepatnya Seruni mencium pipi Roy membuat cowok itu membulatkan matanya.Spontan Roy menginjak rem karena mendadak lampu merah menyala.

Dengan pandangan yang masih shock karena mendapatkan ciuman kejutan dari Seruni,Roy memperhatikan gadis yang tengah membuang muka.

Gadis itu memainkan jari jemarinya,ia tidak berani menatap lawan jenisnya yang baru saja ia cium.Entah ia mendapat keberanian dari mana,padahal ia sendiri belum pernah berciuman ataupun dicium cowok.Lah ini malah main nyosor aja.

Cowok yang duduk di sebelahnya pun tak jauh berbeda.Meskipun ia adalah Casanova di kampus,Dan sudah beberapa kali pacaran.Ia tidak pernah berbuat lebih dari pegangan tangan.

Karena itu adalah ajaran dari Mamanya yang selalu wanti-wanti agar menghargai anak gadis orang.

Lampu hijau menyala,Roy kembali melajukan mobilnya perlahan.Suasana di dalam mobil hening.Keduanya bermain dalam pikirannya masing-masing.

Tak berapa lama mereka sudah sampai di halaman rumah.Seperti biasa,Roy memarkirkan mobilnya di tempat yang selalu.

"Uni tunggu"Roy mencegah gadis yang terlihat buru-buru mau keluar.Seruni menelan Saliva ia gugup sekali.Perlahan ia mengangkat wajahnya dan...

Cup.

Sebuah kecupan mendarat tepat di bibirnya membuang seluruh tubuhnya memanas.Roy tersenyum lalu keluar dari dalam mobil meninggalkan Seruni yang terpaku dengan mata melebar.Ia gemetar,ternyata berbeda ya reaksi orang dicium dan mencium.

Pak Salam yang tengah memotong rumput liar melihat adegan itu.

"Ini tidak boleh dibiarkan"pikirnya.

Mata tua itu tak melepaskan pandangannya ke sosok tegap yang masuk ke dalam rumah dengan langkah lebar.

Seruni memegang bibir bekas ciuman yang membuatnya berjalan dengan mata lurus ke depan.Ia seperti orang yang terhipnotis,berjalan lurus saja ke kamarnya tanpa tolah-toleh.

Geysa mengernyitkan keningnya melihat sikap Seruni,berjalan lurus dengan menakup bibirnya yang terukir senyuman.

"Kesurupan dia kali??"Geysa bermonolog sendiri.Ia geleng-geleng kepala disertai ******* nafas,lalu kembali menonton televisi.

___

Seruni menelungkupkan tubuhnya di atas ranjang,tangannya menopang dagu,jari jemarinya menyentuh bibirnya.Ia senyum-senyum sendiri.Mungkin kalau orang akan menilai bahwa dara jelita itu sudah kurang waras.

Ketika Pak Salam masuk ke dalam kamar pun,Seruni tak menyadari.

"Uniiii"Seru Pak Salam sembari duduk di bibir kasur.

Seruni menoleh lalu beringsut duduk.

"Iya Pak"Jawabnya dengan senyum yang tak lekang.

"Bapak sudah lihat apa yang terjadi di dalam mobil barusan"

Mata Seruni langsung melebar.Wajahnya yang semula merona berubah pucat pasi.

"Ndok...Jangan sekali-kali menjadi pungguk yang merindukan rembulan.Itu pasti sakit"

Seruni menundukkan wajahnya,kecerian yang ia rasakan serta merta hilang.Pak Salam mengusap punggung anak gadisnya.

"Seorang Bapak tidak akan rela bila putri yang ia besarkan seperti menatang air di atas dulang,harus disakiti oleh seorang lelaki.Kamu paham kan ndok???"

Seruni mengangguk dalam tenggelamnya wajah cantiknya.

"Cuma kamu yang Bapak punya di dunia ini"

Seruni mengangguk lagi,ia tidak sanggup berkata apapun.Hatinya sedih,hatinya perih.Pak Salam paham,tapi ia tidak bisa membiarkan putrinya berhubungan dengan anak dari Tuan Jaka.Itu tidak boleh terjadi.

...----------------...

Dengan wajah tertunduk,Seruni menata meja makan untuk makan malam majikannya.Disana sudah ada Roy dan Geysa yang siap menyantap makanan yang disajikan.

Roy sesekali mencuri-curi pandang,melirik heran gadis pertama yang berani menciumnya itu.

"Ada apa dengan Seruni?kok langsung berubah drastis.Padahal tadi agresif"

Makanan penutup sudah disajikan,tugas Seruni sudah selesai.

"Uni"

Panggilan Roy sontak mengkakukan persendiannya.Ia terpacak bagai patung.

"Tolong panggilkan Mama ke kamarnya ya"Pinta Roy,Seruni mengangguk dengan wajah yang tertunduk.Ia melangkah pergi menuju kamar Ny Desi.

Baru saja ingin mengetuk pintu,samar-samar terdengar suara orang tengah menangis.Seruni menajamkan pendengarannya.Iya!!benar!!itu suara orang menangis.

Tok tok tok tok

"Nyonya,,,makan malam sudah siap"Seru Seruni.Tangisan itu seketika terhenti,tak berapa lama pintu terbuka pelan.Muncullah Ny Desi dengan mata sembab.

"Nyonya kenapa?kok sembab gitu??Habis nangis ya??Apa suara orang menangis barusan adalah suara Nyonya??Kalau benar lega saya,karena saya pikir itu suara si Kunti"Seruni nyerocos panjang lebar.Ny Desi mengulas senyum kecil.

"Uni,,,tolong katakan sama anak-anak kalau aku sudah makan tadi diluar"

"Ohhh baiklah Nyonya"Seruni membalikkan badannya,Akan tetapi langkahnya tertahan.Ia berbalik lagi.Ny Desi yang masih berdiri diambang pintu terheran-heran.

"Ada apa?"

"Emmmm jika kita ada beban di hati,dan merasa tidak mampu melaluinya.Alangkah baiknya kita berbagi kepada Allah SWT.Agar hati kita bisa lebih lapang dan tenang.Maafkan saya Nyonya,bukan maksud menggurui.Hanya berbagi pengalaman yang pernah saya lalui.Permisi"Seruni mengendapkan tubuhnya lalu berbalik pergi.

Ny Desi menatap sendu punggung anak gadis si tukang kebun.Apa yang dia katakan baru saja sangat mengena dihati Ny Desi.Ia menutup kembali daun pintu dengan pemikiran yang merujuk kepada Yang Maha Esa.Tidak ada salahnya jika itu ia lakukan,selain kewajiban juga kebutuhan.

Terpopuler

Comments

Ray

Ray

Apakah Seruni dan Roy satu bapak?
Karena waktu Dateng pertama kali, ayahnya Roy melihat sesuatu pada Seruni?

2024-11-05

1

MasWan

MasWan

ya, sepertinya saudara satu ayah

2024-06-28

0

MasWan

MasWan

macam dialek seberang ya, blm pernah baca dialek/logat tasik nya, atau ini tasik yg lain, bukan tasik jabar.

2024-06-28

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1Keinginan Bapak
2 BAB 2 Melanjutkan Sekolah
3 BAB 3 Perdebatan Di Meja Makan
4 BAB 4 Hampir Saja
5 BAB 5 Pengalaman Pertama Masuk Kuliah
6 BAB 6 Arwah Nana
7 BAB 7 Cemburu
8 BAB 8 Dikerjain
9 BAB 9 Pak Salam Kepergok
10 BAB 10 Ciuman Pertama
11 BAB 11 Tarik Tarikan
12 BAB 12 Haruskah Aku Nikahi
13 BAB 13 Kekecewaan Geysa
14 BAB 14 Putus??Tidak!!!
15 BAB 15 Malu Tapi Mau
16 BAB 16 Tak Rela
17 BAB 17 Kisah Seruni
18 BAB 18 Kisah Yang Sebenarnya
19 BAB 19 Kamu Milikku
20 BAB 20 Geysa Berontak
21 BAB 21 Geysa Menggila
22 BAB 22 Flash Back
23 BAB 23 Teka-Teki Geysa
24 BAB 24 Siasat Dimas dan Andara
25 BAB 25 Salah Target
26 BAB 26 GAGAL TOTAL
27 BAB 27 Tentang Mimpi Geysa
28 BAB 28 Tak Dihargai
29 BAB 29 Kehangatan Cinta
30 BAB 30 Gadisku
31 BAB 31 Kecelakaan
32 BAB 32 Remuk
33 BAB 33 SELAMAT JALAN IBU
34 BAB 34 PEMBUNUHAN BERENCANA
35 BAB 35 Membunuh Hati
36 BAB 36 Kedatangan Qodir
37 BAB 37 OTW KE KOTA
38 BAB 38 Penasaran dengan Tantri
39 Bab 39 Bertemu Leo
40 BAB 40 Berziarah ke Makam
41 BAB 41 Satu Tim
42 BAB 42 Hasrat Kerinduan
43 BAB 43 Rencana Leo
44 BAB 44 CINTA YANG SAKIT
45 BAB 45 Di Roolink
46 BAB 46 Ternyata??
47 BAB 47. CCTV
48 BAB 48 Hilang kendali
49 BAB 49 Serangan Tantri
50 BAB 50 Idaman Geysa
51 BAB 51 Leo Kalap
52 BAB 52 Mencari Seruni
53 BAB 53 Hantaman Kemarahan
54 BAB 54 Nikahin Seruni
55 BAB 55 Kamar Yang Dingin
56 BAB 56 Riris?
57 BAB 57 Tak Berdaya
58 BAB 58 Tembok Bergeser
59 BAB 59 Misteri Rumah Riris
60 BAB 60 Villa di Puncak
61 BAB 61 Bermain Muslihat
62 BAB 62 Roy Minggat
63 BAB 63 Meneruskan Yayasan
64 BAB 64 Janji Roy
65 BAB 65 Langkah Yang Roy Ambil
66 BAB 66 Ada Apa Sebenarnya?
67 BAB 67 Cerita Muhibbah
68 BAB 68 Seruni Ketakutan
69 BAB 69 Nadila Ernesta
70 BAB 70 Serangan Muhibbah
71 BAB 71 Bayangan Masa Kecil
72 BAB 72 Perilaku Mukhlis
73 BAB 73 Pergi Ke Kantor Polisi
74 BAB 74 Tulang Belulang Manusia
75 BAB 75 Tak Berjalan Semestinya
76 BAB 76 Kejadian Di Hutan Karet
77 BAB 77 Mukhlis Tertembak
78 BAB 78 Dendam Muhibbah
79 BAB 79 Aku Dimana?
80 BAB 80 Bunga/Seruni
81 BAB 81 Rencana ke Jakarta
82 BAB 82 OTW Jakarta
83 BAB 83 Notifikasi Pesan
84 BAB 84 Ciuman Pertama
85 BAB 85 Hampir Saja
86 BAB 86 Cemburu Ya?
87 BAB 87 Kemana Bunga??
88 BAB 88 FLASH BACK
89 BAB 89 Tertangkap Basah
90 BAB 90 Minta Cerai
91 BAB 91 Mau Buat Anak??
92 BAB 92 Akhirnya...
93 BAB 93 Teror
94 BAB 94 Makhluk Terkutuk
95 BAB 95 Teror ke Dua
96 BAB 96 Ternyata??
97 BAB 97 Cerita Dari Geysa
98 BAB 98 Rencana Balas Dendam
99 BAB 99 Kematian Sherly
100 BAB 100 Serangan Ismi yg Kesekian kalinya
101 BAB 101 Kerasukan
102 BAB 102 KUJANG
103 BAB 103 Ba'im Pulang
104 BAB 104 Kaset CD
105 BAB 105 Kisah Nayla
106 BAB 106 Tiga Peristiwa Aneh
107 BAB 107 Perih Menutupi Kenyataan
108 BAB 108 Di Kamar Nayla
109 BAB 109 Kelicikan Khumaira
110 BAB 110 Tanggapan Bu Raudah
111 BAB 111 PEPERANGAN MAKHLUK SAKRAL
112 BAB 112 Pembalasan Di Mulai
113 BAB 113 Kembali ke Asrama
114 BAB 114 Dongeng Khumaira
115 BAB 115 Kebenaran Dari Muhammad Ibrahim
116 BAB 116 Putus!!!
117 BAB 117 Tunggu Aku Nay
118 BAB 118 Terpesona Pada Pandangan Pertama
119 BAB 119 Kecewa
120 BAB 120 Perdebatan Muhammad Ibrahim dengan Excel Oktavia
121 BAB 121 Pindah
122 BAB 122 Hari Pertama Masuk Sekolah
123 BAB 123 Makhluk Berwajah Hancur
124 BAB 124 Dimulainya Penyelidikan
125 BAB 125 Bertamu Ke Rumah Ustadz Abu
126 BAB 126 Kau Harus Sembuh
127 BAB 127 Maaf
128 BAB 128 Kekecewaan Yang Tidak Terungkap
129 BAB 129 Tentang Wanda
130 BAB 130 Rencana Excel
131 BAB 131 Niat Ingsun
132 BAB 132 Ada Apa Dengan Junaedi?
133 BAB 133 Nasib Badriah
134 BAB 134 Tamu Kemayu
135 BAB 135 Ba'im Kasmaran??
136 BAB 136 Gagal!!
137 BAB 137 Benda Aneh dan Misterius
138 BAB 138 Serangan Telak Dari Kujang
139 BAB 139 Hemmm Rupanya?
140 BAB 140 Tentang Rasa
141 BAB 141 Menjadi Tertuduh
142 BAB 142 Hati Excel
143 BAB 143 Sel Genetik Yang Sama
144 BAB 144 Mulai Terungkap
145 BAB 145 Mulai Posesif
146 BAB 146 Kemarahan Seruni
147 BAB 147 Akibat Tali Yang Hilang???
148 BAB 148 Mimpi!!!
149 BAB 149 Excel Pergi!!!
150 BAB 150 Ba'im Sembuh
151 BAB 151 Nasib Nagita
152 BAB 152 Excel Siuman
153 BAB 153 Rindu Indonesia
154 BAB 154 Sampai di Indonesia
155 BAB 155 Hari Pengangkatan
156 BAB 156 Hari Pertama Sekolah
157 BAB 157 Rindu
158 BAB 158 Mencari Tahu
159 BAB 159 Lamaran Membawa Petunjuk
160 Episode 160 Pertemuan
161 BAB 161 Serudukan Mematikan
162 BAB 162 Fakta Sudah Terungkap
163 BAB 163 Kehadiran Orang Ketiga
164 BAB 164 Pertemuan Diluar Ekspektasi
165 BAB 165 Tolong Aku
166 BAB 166 Sebuah Handycam
167 BAB 167 Janji
168 BAB 168 Akhirnya
169 BAB 169 Prahara Perceraian
170 BAB 170 Kemarahan Excel
171 BAB 171 Akhir
172 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 1
173 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 2
174 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 3
175 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 4
176 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 5
177 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 6
178 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 7
179 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB8
180 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB9
181 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 10
182 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 11
183 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 12
184 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 13
185 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 14
186 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 15
187 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 16
188 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 17
189 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 18
190 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 19
191 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 20
192 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 21
193 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 22
194 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 23
195 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 24
196 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 25
197 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 26
198 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 27
199 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 28
200 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 29
201 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 30
202 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 31
203 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 32
204 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 33
205 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 34
206 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 35
207 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 36
208 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 37
209 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 38
210 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 39
211 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 40
212 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 41
213 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 42
214 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 43
215 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 44
216 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 45
217 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 46
218 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 47
219 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 48
220 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 49
221 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 50
222 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 51
223 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 52
224 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 53
225 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 54
226 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 55
227 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 56
228 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 57
229 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 58
230 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 59
231 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 60
232 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 61
233 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 62
234 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 63
235 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 64
236 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 65
237 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 66
238 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 67
239 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 68
240 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 69
241 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 70
242 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 71
243 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 72
244 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 73
245 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 74
246 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 75
247 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 76
248 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 77
249 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 78
250 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 79
251 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 80
252 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 81
253 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 82
254 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 83
255 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 84
256 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 85
257 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 86
258 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 87
259 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 88
260 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 89
261 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 90
262 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 91
263 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 92
264 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 93
265 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 94
266 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 95
267 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 96
268 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 97
269 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 98
270 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 99
271 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 100
272 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 101
273 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 102
274 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 103
275 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 104
276 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 105
277 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 106
278 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 107
279 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 108
280 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 109
281 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 110
282 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 111
283 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 112
284 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 113
285 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 114
286 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 115
287 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 116
288 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 117
289 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 118
290 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 119
291 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 120
292 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 121
293 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 122
294 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 123
295 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 124
296 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 125
297 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 126
298 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 127
299 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 128
300 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 129
301 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 130
302 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 131
303 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 132
304 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 133
305 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 134
306 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 135
307 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 136
308 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 137
309 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 138
310 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 139
311 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 140
312 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 141
313 DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 142 TAMAT
Episodes

Updated 313 Episodes

1
BAB 1Keinginan Bapak
2
BAB 2 Melanjutkan Sekolah
3
BAB 3 Perdebatan Di Meja Makan
4
BAB 4 Hampir Saja
5
BAB 5 Pengalaman Pertama Masuk Kuliah
6
BAB 6 Arwah Nana
7
BAB 7 Cemburu
8
BAB 8 Dikerjain
9
BAB 9 Pak Salam Kepergok
10
BAB 10 Ciuman Pertama
11
BAB 11 Tarik Tarikan
12
BAB 12 Haruskah Aku Nikahi
13
BAB 13 Kekecewaan Geysa
14
BAB 14 Putus??Tidak!!!
15
BAB 15 Malu Tapi Mau
16
BAB 16 Tak Rela
17
BAB 17 Kisah Seruni
18
BAB 18 Kisah Yang Sebenarnya
19
BAB 19 Kamu Milikku
20
BAB 20 Geysa Berontak
21
BAB 21 Geysa Menggila
22
BAB 22 Flash Back
23
BAB 23 Teka-Teki Geysa
24
BAB 24 Siasat Dimas dan Andara
25
BAB 25 Salah Target
26
BAB 26 GAGAL TOTAL
27
BAB 27 Tentang Mimpi Geysa
28
BAB 28 Tak Dihargai
29
BAB 29 Kehangatan Cinta
30
BAB 30 Gadisku
31
BAB 31 Kecelakaan
32
BAB 32 Remuk
33
BAB 33 SELAMAT JALAN IBU
34
BAB 34 PEMBUNUHAN BERENCANA
35
BAB 35 Membunuh Hati
36
BAB 36 Kedatangan Qodir
37
BAB 37 OTW KE KOTA
38
BAB 38 Penasaran dengan Tantri
39
Bab 39 Bertemu Leo
40
BAB 40 Berziarah ke Makam
41
BAB 41 Satu Tim
42
BAB 42 Hasrat Kerinduan
43
BAB 43 Rencana Leo
44
BAB 44 CINTA YANG SAKIT
45
BAB 45 Di Roolink
46
BAB 46 Ternyata??
47
BAB 47. CCTV
48
BAB 48 Hilang kendali
49
BAB 49 Serangan Tantri
50
BAB 50 Idaman Geysa
51
BAB 51 Leo Kalap
52
BAB 52 Mencari Seruni
53
BAB 53 Hantaman Kemarahan
54
BAB 54 Nikahin Seruni
55
BAB 55 Kamar Yang Dingin
56
BAB 56 Riris?
57
BAB 57 Tak Berdaya
58
BAB 58 Tembok Bergeser
59
BAB 59 Misteri Rumah Riris
60
BAB 60 Villa di Puncak
61
BAB 61 Bermain Muslihat
62
BAB 62 Roy Minggat
63
BAB 63 Meneruskan Yayasan
64
BAB 64 Janji Roy
65
BAB 65 Langkah Yang Roy Ambil
66
BAB 66 Ada Apa Sebenarnya?
67
BAB 67 Cerita Muhibbah
68
BAB 68 Seruni Ketakutan
69
BAB 69 Nadila Ernesta
70
BAB 70 Serangan Muhibbah
71
BAB 71 Bayangan Masa Kecil
72
BAB 72 Perilaku Mukhlis
73
BAB 73 Pergi Ke Kantor Polisi
74
BAB 74 Tulang Belulang Manusia
75
BAB 75 Tak Berjalan Semestinya
76
BAB 76 Kejadian Di Hutan Karet
77
BAB 77 Mukhlis Tertembak
78
BAB 78 Dendam Muhibbah
79
BAB 79 Aku Dimana?
80
BAB 80 Bunga/Seruni
81
BAB 81 Rencana ke Jakarta
82
BAB 82 OTW Jakarta
83
BAB 83 Notifikasi Pesan
84
BAB 84 Ciuman Pertama
85
BAB 85 Hampir Saja
86
BAB 86 Cemburu Ya?
87
BAB 87 Kemana Bunga??
88
BAB 88 FLASH BACK
89
BAB 89 Tertangkap Basah
90
BAB 90 Minta Cerai
91
BAB 91 Mau Buat Anak??
92
BAB 92 Akhirnya...
93
BAB 93 Teror
94
BAB 94 Makhluk Terkutuk
95
BAB 95 Teror ke Dua
96
BAB 96 Ternyata??
97
BAB 97 Cerita Dari Geysa
98
BAB 98 Rencana Balas Dendam
99
BAB 99 Kematian Sherly
100
BAB 100 Serangan Ismi yg Kesekian kalinya
101
BAB 101 Kerasukan
102
BAB 102 KUJANG
103
BAB 103 Ba'im Pulang
104
BAB 104 Kaset CD
105
BAB 105 Kisah Nayla
106
BAB 106 Tiga Peristiwa Aneh
107
BAB 107 Perih Menutupi Kenyataan
108
BAB 108 Di Kamar Nayla
109
BAB 109 Kelicikan Khumaira
110
BAB 110 Tanggapan Bu Raudah
111
BAB 111 PEPERANGAN MAKHLUK SAKRAL
112
BAB 112 Pembalasan Di Mulai
113
BAB 113 Kembali ke Asrama
114
BAB 114 Dongeng Khumaira
115
BAB 115 Kebenaran Dari Muhammad Ibrahim
116
BAB 116 Putus!!!
117
BAB 117 Tunggu Aku Nay
118
BAB 118 Terpesona Pada Pandangan Pertama
119
BAB 119 Kecewa
120
BAB 120 Perdebatan Muhammad Ibrahim dengan Excel Oktavia
121
BAB 121 Pindah
122
BAB 122 Hari Pertama Masuk Sekolah
123
BAB 123 Makhluk Berwajah Hancur
124
BAB 124 Dimulainya Penyelidikan
125
BAB 125 Bertamu Ke Rumah Ustadz Abu
126
BAB 126 Kau Harus Sembuh
127
BAB 127 Maaf
128
BAB 128 Kekecewaan Yang Tidak Terungkap
129
BAB 129 Tentang Wanda
130
BAB 130 Rencana Excel
131
BAB 131 Niat Ingsun
132
BAB 132 Ada Apa Dengan Junaedi?
133
BAB 133 Nasib Badriah
134
BAB 134 Tamu Kemayu
135
BAB 135 Ba'im Kasmaran??
136
BAB 136 Gagal!!
137
BAB 137 Benda Aneh dan Misterius
138
BAB 138 Serangan Telak Dari Kujang
139
BAB 139 Hemmm Rupanya?
140
BAB 140 Tentang Rasa
141
BAB 141 Menjadi Tertuduh
142
BAB 142 Hati Excel
143
BAB 143 Sel Genetik Yang Sama
144
BAB 144 Mulai Terungkap
145
BAB 145 Mulai Posesif
146
BAB 146 Kemarahan Seruni
147
BAB 147 Akibat Tali Yang Hilang???
148
BAB 148 Mimpi!!!
149
BAB 149 Excel Pergi!!!
150
BAB 150 Ba'im Sembuh
151
BAB 151 Nasib Nagita
152
BAB 152 Excel Siuman
153
BAB 153 Rindu Indonesia
154
BAB 154 Sampai di Indonesia
155
BAB 155 Hari Pengangkatan
156
BAB 156 Hari Pertama Sekolah
157
BAB 157 Rindu
158
BAB 158 Mencari Tahu
159
BAB 159 Lamaran Membawa Petunjuk
160
Episode 160 Pertemuan
161
BAB 161 Serudukan Mematikan
162
BAB 162 Fakta Sudah Terungkap
163
BAB 163 Kehadiran Orang Ketiga
164
BAB 164 Pertemuan Diluar Ekspektasi
165
BAB 165 Tolong Aku
166
BAB 166 Sebuah Handycam
167
BAB 167 Janji
168
BAB 168 Akhirnya
169
BAB 169 Prahara Perceraian
170
BAB 170 Kemarahan Excel
171
BAB 171 Akhir
172
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 1
173
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 2
174
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 3
175
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 4
176
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 5
177
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 6
178
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 7
179
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB8
180
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB9
181
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 10
182
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 11
183
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 12
184
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 13
185
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 14
186
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 15
187
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 16
188
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 17
189
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 18
190
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 19
191
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 20
192
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 21
193
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 22
194
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 23
195
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 24
196
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 25
197
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 26
198
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 27
199
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 28
200
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 29
201
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 30
202
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 31
203
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 32
204
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 33
205
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 34
206
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 35
207
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 36
208
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 37
209
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 38
210
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 39
211
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 40
212
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 41
213
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 42
214
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 43
215
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 44
216
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 45
217
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 46
218
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 47
219
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 48
220
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 49
221
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 50
222
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 51
223
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 52
224
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 53
225
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 54
226
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 55
227
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 56
228
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 57
229
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 58
230
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 59
231
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 60
232
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 61
233
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 62
234
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 63
235
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 64
236
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 65
237
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 66
238
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 67
239
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 68
240
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 69
241
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 70
242
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 71
243
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 72
244
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 73
245
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 74
246
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 75
247
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 76
248
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 77
249
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 78
250
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 79
251
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 80
252
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 81
253
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 82
254
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 83
255
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 84
256
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 85
257
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 86
258
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 87
259
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 88
260
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 89
261
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 90
262
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 91
263
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 92
264
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 93
265
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 94
266
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 95
267
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 96
268
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 97
269
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 98
270
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 99
271
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 100
272
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 101
273
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 102
274
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 103
275
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 104
276
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 105
277
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 106
278
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 107
279
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 108
280
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 109
281
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 110
282
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 111
283
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 112
284
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 113
285
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 114
286
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 115
287
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 116
288
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 117
289
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 118
290
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 119
291
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 120
292
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 121
293
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 122
294
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 123
295
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 124
296
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 125
297
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 126
298
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 127
299
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 128
300
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 129
301
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 130
302
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 131
303
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 132
304
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 133
305
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 134
306
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 135
307
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 136
308
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 137
309
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 138
310
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 139
311
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 140
312
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 141
313
DOKTER PSIKIATER HANTU BAB 142 TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!