Usai jam pelajaran kuliah,Seruni dengan tergesa berlari ke kamar mandi.Perutnya sudah tidak tahan karena kantung kemihnya terasa penuh.
"Aahhhhhh"Plong rasanya.
Mendadak penciumannya mendapatkan bau yang tidak sedap,seperti amis,anyir,dan semacamnya.Seruni mengendus,Tiba-tiba cairan merah pekat mengalir dari bawah pintu.
"Apa itu darah?"Ia agak menundukkan kepalanya dan mengendus lagi.
"Sepertinya begitu"
Sebuah erangan halus dan serak tertangkap oleh pendengarannya,bulu kuduknya meremang.
"Ini ada yang tidak beres"Gumam Seruni.Ia mendongak dan kaget hingga ia bersandar ke dinding closed.Sebuah penampakan yang menyeramkan tersaji di depan matanya.
Rambut hitam lepek oleh darah menjuntai,mata tajam dengan wajah yang dikerubungi belatung menggantung di atas pintu.Tubuh bergaun putih yang kotor itu menempel kuat,ia mendekati Seruni.Suara erangan itu terdengar jelas dari mulutnya yang meneteskan air liur berwarna merah.
Seruni merapatkan tubuhnya ke dinding,ia berusaha meraih sesuatu untuk dijadikan senjata, Dapat!!
Thokk
Dengan sekuat tenaga Seruni memukulkan gayung ke kepala si Kunti.Si Kunti melotot dan terpegun.Lalu wajahnya yang menyeramkan berubah seperti kesakitan.Dan menghilang.
"Huuuuufffff"Seruni menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya.Dari tadi ia hanya bisa menahan nafas karena mulut si Kunti bau sekali.
Lekas Seruni membersihkan hajatnya,lalu keluar dari toilet berhantu itu.Diluar sudah menunggu hantu Nana.
"Kamu nggak apa-apa?"
"Emang kenapa?"Jawab Seruni sambil mencuci tangan.
"Disini kan toilet angker,jarang ada yang kesini karena selalu di ganggu Kuntilanak.Emang kamu nggak diganggu?"
"Udah tadi dia mengungkapkan salam perkenalan"
"Busyet,,,aku serius nih"
"Aku juga serius,udah aku pukul dia pakek gayung.Kayaknya dia kesakitan,samperin gih"
Dengan cuek Seruni meninggalkan Nana yang melongo mendengar jawaban teman manusianya.Pandangannya mengedar mencari si Kunti tapi tak ada.
Roy tercari-cari sosok Seruni tapi tak jua ditemukan.
"Kemana dia sih??Kayaknya kelasnya baru saja usai,tapi anak itu malah menghilang"
"Cari siapa sayang?"Sebuah sapaan membuat Roy menoleh.Sherly tersenyum sembari membelai bahu laki-laki kacak itu.
"Apa-apaan ini Sher,,malu tahu nggak"
"Ngapain musti malu sayang,toh kamu suka kan?"Sherly makin menempel ke tubuh atletis milik Roy.
"Kamu ***** ya?"Roy mulai risih,ia mencekram erat kedua tangan Sherly.Sherly tersenyum menggoda.
"Tuan"Sebuah suara yang dikenal terdengar,membuat Roy mendorong tubuh Sherly menjauh.
"Kamu dari mana aja sih?"Roy bertanya dengan penuh rasa jengkel.
"Dari toilet"
"Kamu punya handphone nggak?"
"Ada"
"Aku minta nomor telfon kamu,nanti enak nggak kebingungan aku cari kamu"
"Emangnya ada apa Tuan?"Seruni belum bisa mencerna keadaan.
"Ya mau pulang masak mau mojok gimana sih?"Roy menjelaskan dengan kesal.
"Ooooo"
"Ayuk buruan"Roy melangkah mendahului dan sama sekali tidak menghiraukan Sherly yang terpinga-pinga mendapat perlakuan kasar dari pacarnya.
Dona dan Mona yang mengintip sejak tadi,berhambur mendekati sahabat mereka yang mungkin lagi patah hati.
"Elo baik-baik aja kan?"Tanya Mona.
"Elo lihat gue baik-baik aja?sakit tahu nggak??"Sherly menyusut air mata yang merembes diujung netranya.
"Kok Roy berubah banget ya sikapnya sama elo sejak adanya pembokat itu"Ucap Dona.
Mona mengangguk setuju dengan pendapat Dona.
"Lihat aja,gue akan buat pembokat itu menyesal karena telah merebut perhatian Roy dari gue"Cahaya mata Sherly menajam,mengasah benci yang membuak dalam hati.
___
"Mana nomor telepon kamu?"Roy menagih janji kepada Seruni.Seruni merogoh kedalam tas lapuknya lalu mengeluarkan handphone jadulnya.
"Itu handphone kamu?"Roy begitu terpana melihat handphone milik Anak tukang kebunnya.Ia tak habis pikir kalau handphone jenis itu masih ada dan ini nyata.
Seruni mengiyakan,Roy geleng-geleng kepala sambil menghela nafas.
Ia memutar arah laju mobilnya,yang semula ingin pulang.Tapi tak jadi karena ingin membeli sesuatu.
"Kok putar balik Tuan?"
Roy tak menjawab,ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Rupa-rupanya Roy membawa Seruni ke sebuah Mall untuk membeli Handphone.Awalnya Seruni menolak,tapi setelah Roy mengatakan bahwa itu bisa dicicil Seruni baru mau menerima ponsel itu.
"Waahhh sekarang aku bisa main Citrus SAGA tanpa lelet lagi Tuan"Seruni sangat teruja sekali.Roy tersenyum tipis melihat gadis itu begitu bahagia.
"Jangan lupa miscall aku ya"
"Ok"
Seruni begitu semangat memainkan handphone baru miliknya,sampai ia kerja pun,ia segerakan dengan cepat agar bisa main handphone.
"Waaaaahhh kayaknya baru beli handphone nih"Mbak Siti menghampiri Seruni yang mojok dibelakang rumah.Seruni mengangkat wajahnya sambil cengengesan.
"Belum sebulan kerja udah bisa beli handphone"Tambah Mbak Rara ikut nimbrung.
"Aku nyicil Mbak sama Tuan Muda"Jawab Seruni menjelaskan.
"Apa??Tuan Muda?"Kedua ART itu kompak bak paduan suara.Keduanya saling berpandangan.
"Kamu serius?"Tanya Rara ingin memastikan.Seruni mengiyakan.
"Emangnya kenapa Mbak?"Seruni jadi penasaran melihat air muka kedua lawan bicaranya.
"Apa mungkin Tuan Muda suka sama kamu Ni?"Tebak Rara meskipun itu sangat tidak mungkin.
"Ya nggak lah Mbak,Tuan Muda udah punya pacar.Cantik,dari kalangan orang berada"Seruni menampik pemikiran Rara.
"Iya itu kami tahu,tapi kok dia baik sama kamu.Padahal kami lebih dulu mengenalnya dari pada kamu.Tuan Muda sangat cool sekali orangnya.Sejak aku kerja disini,aku melihatnya tertawa pas sama pacarnya aja"Siti menjelaskan yang diiyakan oleh Rara.
"Mungkin karena aku dianggap temannya Mbak"Seruni mengungkapkan kemungkinan terkecilnya.
"Iya mungkin begitu Sit,kan kata Nyonya,Tuan Muda tidak boleh menganggap Seruni pembantu tapi seorang Mahasiswi "Rara ingat betul perkataan majikannya saat di meja makan.Siti manggut-manggut tanda mengerti.
"Berapa itu cicilannya Ni?"Sambung Rara.
"Nggak tahu Mbak,mungkin semampu aku"Jawab Seruni.
"Uni!!!Uniiiii"Suara panggilan dari Roy membuat Seruni beranjak dari duduknya dan masuk ke dapur.
"Ada apa Tuan?"
"Ayo ikut aku"Roy melambaikan tangan lalu bergegas kembali masuk ke kamarnya diikuti oleh Seruni.
Roy menunjukkan layar laptopnya "Tolong bantu aku memecahkan soal ini"Roy menunjuk beberapa soal materi dari dosennya.
"Ooohhh ok"Dengan senang hati Seruni duduk di kursi menghadap laptop,sedangkan Roy berdiri disebelahnya dengan tangan kanan menahan tubuhnya di atas meja.
Keduanya nampak serius mengerjakan tugas sampai tidak sadar kalau Sherly sudah berada di ambang pintu bersama kedua temannya,Dona dan Mona.
Sherly mematung melihat kedekatan kekasihnya dengan anak tukang kebunnya.Hatinya dihujani rasa cemburu yang bergemuruh.Kedua tangannya meremas kuat tali tas kecil yang disandangnya.
"Roy"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 313 Episodes
Comments
Julia Juliawati
seruni jd dayang Sumbi nakol pake gayung🤣🤣
2024-11-08
0
Ray
Nah ini nih biasanya ada aja yg julid, gak suka dan merasa tersaingi. Semoga Seruni kuat💪👍 Lanjut dan semangat buat Outhor🙏😘
2024-11-05
1
neng ade
lancang banget itu di Sherly dkk nya nasa langsung ke kamar Roy .. apa karena udah biasa ya
2024-10-29
0