18. Sabir error

Semua kini sedang duduk mengelilingi ranjang Sabir menunggu apa yang akan diceritakannya terkait kejadian pengeroyokan berikut porak porandanya rumah milik Via.

"Saat itu.."

GROKKK

GROKK

"Eh lu bocah sempal, ditungguin ceritanya kok malah tidur!" Vano sudah uring-uringan setelah menunggu hampir 1 menit kelanjutan cerita Sabir namun malah Sabir ketiduran.

"Oh..eh iya sori. Badan gue masih lemes. Berasa pengen merem aja dari kemaren," Sabir terperangah dari tidurnya dan langsung menampakkan senyum tanpa dosa.

"Saat itu gue kan lagi duduk-duduk tamvan nih di ruang tamu. Gue baca majalah fashion milik Kak Via. Wah modelnya cantik-cantik tau ga. Udah gitu pakaian mereka juga modis. Ada satu cewek model yang namanya.."

"Stopp!!. Bener-bener lu ya. Gue rasa otak lu udah geser ke dengkul gara-gara dihajar mereka. Heran deh, kenapa malah bahas isi majalahnya, dodol. Langsung ke inti ceritaaa!" giliran Huri yang kini terpancing emosinya karena ulah Sabir.

"Iye sabar. Ini baru prolog. Saat gue coba mencari nama model tersebut, eh ada suara berisik gitu di pagar rumah. Gue pikir gempa bumi, tapi kok gue di dalam rumah ga berasa apa-apa. Ga begitu lama, ada suara pintu rumah digedor orang. Jelas saja gue emosi, enak aja ganggu kesenangan gue lihat cewek-cewek cakep di majalah. Nah, cekrekk gue buka pintu itu, lho kok ga bisa. Ah ternyata kuncinya belum gue puter. Akhirnya gue puter dulu dong kuncinya. Cetekk, cetek.."

"Oh Dewa Angkara murka, libas aja ni anak, jangan dikasih ampun. Kesel gua. Cerita ya cerita, tapi tak perlu sedetail itu kaleee. Yang penting-penting aja ceritanya!" Vano kembali melonjak tensinya saat semakin tak sabar mendengarkan cerita Sabir.

"Oke oke, ga usah sensi gitu. Ada 5 pria, masuk, rumah dirusak, gue digebuk, Pakkk, selesai." ucap Sabir singkat.

"Udah, inti penting-penting saja yang barusan gue ceritain!" Sabir menunjukkan wajah polosnya.

"Yaa Ampuuunnn. Kenapa punya temen gini-gini amat sih?!" Vano hampir menangis.

"Maksudnya, ceritanya tetep lengkap tapi pada bagian terpenting saja!" Huri mencoba menjelaskan.

"Udah kan tadi bagian terpentingnya. Apa masih kurang jelas?" protes Sabir tak paham.

"Gini aja deh. Lu buruan cerita siapa yang gebukin lu. Kalau masih geje ngomongnya, bersiap gue bikin lu pindah ruang UGD!" Albert sudah tak bisa diam lagi melihat solah polah Sabir yang sepertinya memang berubah sedikit error.

"Sadisnya. Gue justru tidak bisa berpikir jernih jika dibawah tekanan!" Sabir membuang muka.

"Brengsek. Mampuss lu!!" Albert cepat berdiri dari duduknya dan bersiap mengirim bogem mentah ke arah Sabir karena begitu tersulit emosinya.

"Eh eh, stop. Jangan dipukul dong. Bisa makin parah nanti lukanya Sabir!" Via sekuat tenaga memeluk tubuh Albert agar menghentikan aksinya.

"Sabir yang tamvan seperti pangeran, bisa kah Kakak minta tolong kamu cerita tentang kejadian rusaknya rumah dan cederanya kamu?" Via berusaha selembut mungkin.

"Nah gitu dong. Ternyata cuma Kak Via yang paling jelas dan lembut ngomongnya," Sabir mengembangkan senyumnya membuat ketiga temannya spontan terduduk lemas di lantai.

"Ada 5 orang menggedor-gedor pintu rumah. Pas gue buka, mereka langsung tanya dimana Kak Clara. Setelah itu mereka menanyakan dengan sebutan 'pria itu'. Jelas gue bingung dong pria yang mereka maksud itu siapa. Namun lama-lama gue menjadi paham bahwa pria yang dimaksud adalah Albert, tapi gue masih sengaja menutupi dan melindungi nama Albert. Merasa tak puas, mereka memaksa masuk dan mengobrak-abrik seisi rumah. Karena emosi, gue berniat menghalau mereka. Namun sayangnya, pemimpin mereka lincah dan kuat banget. Satu kali tendang, gue udah terlempar hingga menghancurkan meja ruang tamu. Secepat kilat pula tahu-tahu dada gue terasa sakit luar biasa akibat serangan berikutnya. Puncaknya, pria itu menghajar gue habis-habisan. Sebelum pergi, dia sempat titip pesan buat Albert. Albert dilarang mendekati Kak Via lagi dan jika tak terima maka dia menunggu kedatangan Albert dengan senang hati. Nama pimpinan mereka adalah Anggara!" ungkap Sabir.

"Anggara?!" Albert mengerutkan keningnya.

"Kurang ajarrr!!"

..._-_-_...

Terpopuler

Comments

kak so

kak so

tuh poin sendal jepitnya ada guna tak..?

2022-09-24

0

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Josss....

2022-08-20

1

Lia Yulia

Lia Yulia

si Sabir oleng kebanyakan makan bogem dr Anggara...ayo Al balas si Anggara dan jangan lupa sandal jepitnya...

2022-08-02

2

lihat semua
Episodes
1 1. Opening
2 2. Mengenal Sistem
3 3. Penjelasan Sistem
4 4. Kampus Orange
5 5. Pengeroyokan
6 6. Menuntut balas
7 7. Markas The Black Tiger
8 8. Gold Wings
9 9. Rumah mewah
10 10. Bersembunyi
11 11. Belum 24 jam
12 12. Pindah kosan
13 13. Bertemu The Frogs
14 14. Dialog sistem
15 15. Rahasia Clara Zavia
16 16. Analisa Silvana
17 17. Rencana Albert
18 18. Sabir error
19 19. Kekasih bayangan
20 20. Vila kaki gunung
21 21. Saatnya berkultivasi
22 22. Ruang hampa
23 23. Ngambek nih ye..
24 24. Persiapan berlatih bersama
25 25. Penjelasan & Klarifikasi
26 26. Kultivasi Kontemporer
27 27. Dewa guru
28 28. Aura Via
29 29. Ikrar Kesetiaan
30 30. Siap menyerang
31 31. I'm win
32 32. Mendung tanpo udan
33 33. Kekalahan Maniac
34 34. Merger
35 35. Shinta Cintya
36 36. Sisi rapuh
37 37. Fenomena baru
38 38. Master of Puppets
39 39. Prediksi Vano
40 40. Sebuah perusahaan
41 41. Bertemu Calon Mertua
42 42. Hancurkan saja mulutnya
43 43. Mari bercocok tanam
44 44. Belajar mengelola
45 45. Mahadewi
46 46. Mode galak
47 47. Petir menggelegar di hati
48 48. Sang Penerus
49 49. Rahasia Tuan Billy
50 50. Sejujurnya
51 51. Mereka lagi
52 52. Masa depan Albert dimulai
53 53. Bara Corps.
54 54. Lawan yang kuat
55 55. Kultivasi drastis
56 56. Versi mutakhir
57 57. Kloning Dewa Asmara
58 58. Salah mencari lawan
59 59. Mencari pilar
60 60. Gold Wings Timur & Pertemuan 2 Surga
61 61. Pengintaian
62 62. Tiga Gadis
63 63. Sudah waktunya terbuka
64 64. Seperti butiran debu
65 65. Menggempur pilar timur
66 66. Welcome back, Silvana!
67 67. Tim Bayangan
68 68. Kultivasi tim bayangan
69 69. Menuju pilar utara
70 70. Bertemu Wilson
Episodes

Updated 70 Episodes

1
1. Opening
2
2. Mengenal Sistem
3
3. Penjelasan Sistem
4
4. Kampus Orange
5
5. Pengeroyokan
6
6. Menuntut balas
7
7. Markas The Black Tiger
8
8. Gold Wings
9
9. Rumah mewah
10
10. Bersembunyi
11
11. Belum 24 jam
12
12. Pindah kosan
13
13. Bertemu The Frogs
14
14. Dialog sistem
15
15. Rahasia Clara Zavia
16
16. Analisa Silvana
17
17. Rencana Albert
18
18. Sabir error
19
19. Kekasih bayangan
20
20. Vila kaki gunung
21
21. Saatnya berkultivasi
22
22. Ruang hampa
23
23. Ngambek nih ye..
24
24. Persiapan berlatih bersama
25
25. Penjelasan & Klarifikasi
26
26. Kultivasi Kontemporer
27
27. Dewa guru
28
28. Aura Via
29
29. Ikrar Kesetiaan
30
30. Siap menyerang
31
31. I'm win
32
32. Mendung tanpo udan
33
33. Kekalahan Maniac
34
34. Merger
35
35. Shinta Cintya
36
36. Sisi rapuh
37
37. Fenomena baru
38
38. Master of Puppets
39
39. Prediksi Vano
40
40. Sebuah perusahaan
41
41. Bertemu Calon Mertua
42
42. Hancurkan saja mulutnya
43
43. Mari bercocok tanam
44
44. Belajar mengelola
45
45. Mahadewi
46
46. Mode galak
47
47. Petir menggelegar di hati
48
48. Sang Penerus
49
49. Rahasia Tuan Billy
50
50. Sejujurnya
51
51. Mereka lagi
52
52. Masa depan Albert dimulai
53
53. Bara Corps.
54
54. Lawan yang kuat
55
55. Kultivasi drastis
56
56. Versi mutakhir
57
57. Kloning Dewa Asmara
58
58. Salah mencari lawan
59
59. Mencari pilar
60
60. Gold Wings Timur & Pertemuan 2 Surga
61
61. Pengintaian
62
62. Tiga Gadis
63
63. Sudah waktunya terbuka
64
64. Seperti butiran debu
65
65. Menggempur pilar timur
66
66. Welcome back, Silvana!
67
67. Tim Bayangan
68
68. Kultivasi tim bayangan
69
69. Menuju pilar utara
70
70. Bertemu Wilson

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!