BAB 3_Pertemuan Pertama (REVISI)

Mika sekarang sedang bekerja, rencananya hari ini dia adalah kerja terakhir sebelum ia cuti untuk menikah dengan Lucas sang kekasih.

"Cie yang bentar lagi nikah," goda Ratna salah satu rekan kerja Mika yang sangat baik padanya.

"Ih mbk Ratna ini apaan sih," sahut Mika dengan wajah tersipu malu.

"Calon pengantin malu nih."

Mbk Ratna memang sering sekali menggoda Mika saat tahu dia akan segera menikah dengan Lucas yang tak lain adalah anak dari ANDALA GRUP.

Pamor ANDALA GRUP memang sangat bagus karena menjadi salah satu perusahaan sukses dengan banyaknya investor, dan juga ANDALA GRUP sendiri juga bekerja sama dengan bank tempat Mika bekerja sehingga tidak diragukan lagi banyak karyawan bank yang iri dengan Mika karena akan menikah dengan anak pemilik ANDALA GRUP.

Setelah mbk Ratna menggoda Mika habis-habisan, mereka pun kembali bekerja karena sekarang banyak nasabah yang mengantri mulai dari ingin menabung, setor tunai dan yang lainnya.

Pekerjaan ini termasuk berat karena harus berurusan dengan uang orang lain, namun Mika sangat menyukai pekerjaan ini sehingga tak terasa berat dan lelah untuknya meski sesekali dia juga lelah.

Jam makan siang pun datang, sekarang Mika sedang makan siang dengan mbk Ratna dan juga rekan-rekan kerjanya yang lain.

"Untuk mengakhiri masa lajang Mika, cheers." Mbk Ratna berbicara sambil mengangkat botol minumannya ke atas, meski pun bukan alkohol karena nanti masih harus bekerja, semua karyawan pun ikut menaikkan botolnya dan berkata bersama.

"Cheers."

Serentak mengangkat gelas minum nya tidak wine, karena mereka masih harus bekerja takutnya nanti kalau wine mereka akan tidak sadarkan diri karena sudah tepar.

Mereka pun menyantap makan siangnya dengan berbincang seru, Mika sangat bersyukur karena ada beberapa karyawan yang berteman dengannya, meski banyak juga karyawan yang tidak suka dengannya apa lagi saat mengetahui dia akan menikah dengan Lucas.

"Selamat ya Mik, semoga setelah menikah hidup kamu akan lebih baik lagi." Mbk Ratna berucap.

"Iya Mbk."

"Selamat Mika." sahut Billy salah satu rekan kerja yang cukup dekat denganku sama seperti mbk Ratna.

"Terima kasih buat semuanya yang udah doain aku ya," ucap Mika berterima kasih.

Setelah selesai makan, mereka pun bergegas untuk pergi meninggalkan restoran tersebut, namun sebelum meninggalkan restoran Mika izin untuk ke toilet sebentar membenarkan riasannya.

"Bentar ya aku ke toilet dulu," sahut Mika.

"Iya." Jawab mbk Ratna dan Billy bersamaan.

Mika pun menuju ke toilet setelah selesai segera dia keluar, namun sialnya saat dia keluar dan sedang buru-buru menuju ke arah mbk Ratna dan Billy dia tak sengaja menabrak seseorang dengan cukup keras.

Bruk

Mika pun terjatuh, namun segera ia bangkit dari jatuhnya dan meminta maaf kepada orang yang sudah dia tabrak itu.

"Maaf," ucap Mika dengan rasa bersalah dan melihat ke arah orang tersebut, saat dia melihatnya Mika tercengang karena paras yang tampan dari pria tersebut namun dia tidak tahu siapa pria tersebut.

Ya dia adalah Melvin pria tampan yang sangat dingin, namun segera Mika menepis hal tersebut dan kembali sadar bahwa dia baru saja menabraknya.

"Maaf tuan saya tidak sengaja," ucap Mika dengan sopan dan melihat jas yang di pakai Melvin tersebut terkena minuman yang dia bawa.

Mika segera menyekanya dengan tangan, namun saat Mika akan menyekanya tangan Melvin tersebut sudah menepis tangan Mika.

"Sudah tidak apa-apa," ucap Melvin dengan dingin kemudian pergi meninggalkan Mika.

Andai saja Mika tahu siapa pria yang ia tabrak tadi mungkin dia langsung sembah sujud karena status Melvin yang sangat tinggi dan jauh berbeda dengannya.

Mika pun sedikit tercengang tetapi kemudian ia segera pergi karena pasti rekan nya sudah menunggu nya, dia pun pergi dan kembali ke mbk Ratna dan Billy.

Pertemuan pertama yang sangat tidak terduga yang tidak bisa di lupakan, apakah Mika akan terus tenang seperti ini saat tahu siapa pria yang dia tabrak tadi.

"Lama banget sih Mik," sahut mbk Ratna.

"Iya mbk, tadi ada insiden sedikit," jawab Mika.

"Ya udah yuk," ajak Billy dan mereka pun pergi meninggalkan restoran dan menuju kembali ke kantor.

🥕🥕🥕

Sedangkan Melvin tadi saat di kantor dia mendapat kabar dari sahabatnya Chiko bahwa dia ingin bertemu dengan Melvin, Karena dia baru saja pulang dari luar negeri.

Chiko berada di luar negeri untuk studinya dan baru saja lulus kemudian kembali ke sini, dia hampir 2 tahun tidak pulang karena terlalu betah dan juga saat dia di sana tidak memikirkan perusahaan, namun saat pulang dia harus memikirkan perusahaannya.

Maka dari itu Chiko merekomendasikan restoran tersebut agar bisa bertemu dengan Sahabat-sahabatnya, saat sudah sampai ternyata Chiko belum sampai dan terjebak macet.

Melvin pun memilih memesan minuman terlebih dahulu kemudian akan mencari tempat duduk yang ada.

Saat dia datang banyak pembeli wanita yang melihatnya kagum dan banyak yang berbisik tentangnya mengagumi dirinya.

"Eh itu bukannya pak Melvin dari Wijaya Grup," ucap salah satu pembeli wanita.

"Iya, itu dia." jawabnya kemudian memotret Melvin yang sedang di sana.

Melvin pun sedikit risih, setelah mendapat pesanannya dia segera pergi dari tempat tersebut.

Saat sedang berjalan di lorong menuju toilet tidka sengaja ada yang menabraknya dan membuat ice americano yang berada di tangannya tumpah.

Berkali-kali wanita tersebut meminta maaf namun Melvin pun Berkata tidak apa-apa dan langsung pergi meninggalkan wanita tersebut.

Sebenarnya Melvin tadi sedikit terkejut dengan wanita tersebut karena wajahnya yang cantik polos dengan make up yang tipis membuat auranya sangat damai jika di lihat.

Namun Melvin tak terlalu memikirkannya dan segera toilet dan membersihkan tumpahan ice americano tersebut.

Melvin sedikit heran karena biasanya dia akan sangat marah kalau ada kejadian seperti ini, tetapi tadi dia tidak marah dan malah menyuruh untuk wanita tersebut tidak usah khawatir, aneh memang tetapi Melvin tidak bisa berpikir apapun.

Setelah selesai membersihkan tumpahan kopinya dia segera menuju ke meja ujung yang ternyata Chiko sudah datang dengan Steven dan Jefry.

Melvin, Chiko, Steven dan Jefry mereka adalah sahabat mulai dari kecil karena mereka adalah sama-sama dari kalangan atas sehingga mereka berteman karena orang tua mereka juga berbisnis.

Namun dari mereka berempat Melvin lah yang paling kaya dan di seganti karena kekayaan yang melimpah namun juga yang sangat dingin dan cuek sekali dan terkenal kejam apa lagi jika sudah urusan bisnis.

"Hai, Vin." sapa Chiko.

"Hai, kalian udah sampek." sahut Melvin kemudian duduk di tempat yang kosong.

Mereka pun saling ngobrol tentang banyak hal namun kebanyakan tentang pekerjaan dan juga kabar satu sama lain, maklumlah anak orang kayak yang sudah banyak warisan.

"Gimana sama calon istri elo Vin?" tanya Jefry yang sebenarnya sedang meledek Melvin.

"Sialan elo," sahut Melvin.

Mereka semua tahu bahwa Melvin selalu di desak oleh orang tuanya untuk segera menikah dan Melvin belum siap akan hal tersebut.

"Gue bingung mami gue pingin banget punya mantu, lah gue pacar aja gak punya apa lagi calon istri." jawab Melvin pasrah dan tidak tahu tentang pemikiran sang mami.

"Udah, sana cari aja Vin. Buat sayembara gitu kek." usulan Steven gila memang, namanya juga Steven orang yang sering ngaco jika ngomong.

"Gila kayak apa aja gw buat sayembara kayak gak laku aja," sahut Melvin.

"Ita baju elo kenapa Vin?" tanya Chiko yang baru menyadari bahwa baju temannya basah di bagian dada.

"Tadi gak sengaja ada yang tabrak gue di arah mau ke toilet," sahut Melvin.

Namun seketika Melvin teringat dengan wanita tersebut entah kenapa seperti ada sebuah perasaan tersendiri namun ia segera menepisnya dan kembali berbincang-bincang.

Setelah di rasa waktu istirahat selesai mereka pun segera pamit pergi dan mengingatkan bahwa mereka nanti harus bertemu lagi karena Chiko baru saja sampai dari luar negeri.

"Jangan lupa nanti kita ketemuan di klub biasanya ya," ucap Chiko mengingatkan para sahabatnya.

"Iya," jawab Steven.

"Siap," jawab Jefry.

"Ya udah gue duluan ya," pamit Melvin kemudian pergi meninggalkan sahabatnya untuk kembali ke kantor.

"Hati-hati." ucap mereka bertiga kepada sahabatnya yang satu itu karena sangat dingin dan cuek tiada tara.

Melvin segera pergi dan menuju kantor, saat sampai kantor dia pun segera kembali ke rutinitasnya apa lagi kalau bukan dengan berkas-berkasnya yang sangat dia sayangi itu.

.

.

TBC

Terpopuler

Comments

Atifah Diani

Atifah Diani

sip tambah seru ceritanya,,, lanjut

2023-12-01

0

pacarnya akatsuki

pacarnya akatsuki

pacar apa lagi pacar/Sweat/

2023-11-29

0

Atoen Bumz Bums

Atoen Bumz Bums

orang medan y thor kok bilang sampai "sampek"

2023-11-27

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1_Tidak Datang (REVISI)
2 BAB 2_Desakan Menikah (REVISI)
3 BAB 3_Pertemuan Pertama (REVISI)
4 BAB 4_Ketahuan Selingkuh (REVISI)
5 BAB 5_Ajak Menikah
6 BAB 6_Pengantin Tidak Datang
7 BAB 7_Menikah Dadakan
8 BAB 8_Tinggal Bersama
9 BAB 9_Mengajak Bertemu
10 BAB 10_Ke Pasar
11 BAB 11_Minta Maaf
12 BAB 12_Bertemu Mertua
13 BAB 13_Di Sambut Baik
14 BAB 14_Hilang
15 BAB 15_Hadiah Pernikahan
16 BAB 16_Kembali Bekerja
17 BAB 17_Hukuman
18 BAB 18_Membujuk
19 BAB 19_Bertemu Mantan
20 BAB 20_Membeli Saham
21 BAB 21_Mengunjungi Makam
22 BAB 22_Pulang
23 BAB 23_Mami Siska Datang
24 BAB 24_Melabrak
25 BAB 25_Video Tersebar
26 BAB 26_Pusat Perhatian
27 BAB 27_Berhenti Akting
28 BAB 28_Bad Mood
29 BAB 29_Bertemu Amel
30 BAB 30_Menangis
31 BAB 31_Melahirkan
32 BAB 32_Dinas Luar Kota
33 BAB 33_Meminta Izin
34 BAB 34_Orang Spesial
35 BAB 35_Menyusul
36 BAB 36_Baru Malam Pertama
37 BAB 37_Bercak Noda
38 BAB 38_Memberitahu Mbk Ratna
39 BAB 39_Pulang Dinas
40 BAB 40_Papa Sakit
41 BAB 41_Menghibur Sang Istri
42 BAB 42_Bertemu Kolega Bisnis
43 BAB 43_Rapat Pemegang Saham
44 BAB 44_Reuni SMA
45 BAB 45_Truth Or Dare
46 BAB 46_Makan Siang
47 BAB 47_Putus Cinta
48 BAB 48_Satu Apartemen
49 BAB 49_Semoga Segera
50 BAB 50_Hamil Duluan
51 BAB 51_Pelayan
52 BAB 52_Mengungkapkan Hubungan
53 BAB 53_Konferensi Pers
54 BAB 54_Berkunjung
55 BAB 55_Diusir
56 BAB 56_Resign
57 BAB 57_Direktur Baru
58 BAB 58_Niatan Jahat
59 BAB 59_Delima
60 BAB 60_Penculikan
61 BAB 61_Harapan
62 BAB 62_Hamil
63 BAB 63_Interogasi
64 BAB 64_Cumi Bakar
65 BAB 65_Vonis Hukuman
66 BAB 66_Mual
67 BAB 67_Kehamilan Kembar
68 BAB 68_Mangga Muda
69 BAB 69_Tidak Mau Membantu
70 Bab 70_Lost Contact
71 BAB 71_Kecelakaan
72 BAB 72_Koma
73 BAB 73_Siuman
74 BAB 74_Pelaku Kecelakaan
75 BAB 75_Tertangkap
76 BAB 76_Gengsi
77 BAB 77_Bioskop
78 BAB 78_Perlengkapan Bayi
79 BAB 79_Cerai
80 BAB 80_Persiapan
81 BAB 81_Perjuangan Melahirkan
82 BAB 82_Kisah Sempurna (END)
83 Terpikat Pesona Duda Anak 1
84 New Story: Married With My Boss
85 New Story: Kesalahan Satu Malam
86 New Story: Our Love Story
87 INFO GRUP NOVELTOON
88 New Story: Gadis Tawanan Sang Mafia
89 New Story: Cinta Lama Belum Kelar
90 New Story: Pembantu Menikahi Tuan Majikan
Episodes

Updated 90 Episodes

1
BAB 1_Tidak Datang (REVISI)
2
BAB 2_Desakan Menikah (REVISI)
3
BAB 3_Pertemuan Pertama (REVISI)
4
BAB 4_Ketahuan Selingkuh (REVISI)
5
BAB 5_Ajak Menikah
6
BAB 6_Pengantin Tidak Datang
7
BAB 7_Menikah Dadakan
8
BAB 8_Tinggal Bersama
9
BAB 9_Mengajak Bertemu
10
BAB 10_Ke Pasar
11
BAB 11_Minta Maaf
12
BAB 12_Bertemu Mertua
13
BAB 13_Di Sambut Baik
14
BAB 14_Hilang
15
BAB 15_Hadiah Pernikahan
16
BAB 16_Kembali Bekerja
17
BAB 17_Hukuman
18
BAB 18_Membujuk
19
BAB 19_Bertemu Mantan
20
BAB 20_Membeli Saham
21
BAB 21_Mengunjungi Makam
22
BAB 22_Pulang
23
BAB 23_Mami Siska Datang
24
BAB 24_Melabrak
25
BAB 25_Video Tersebar
26
BAB 26_Pusat Perhatian
27
BAB 27_Berhenti Akting
28
BAB 28_Bad Mood
29
BAB 29_Bertemu Amel
30
BAB 30_Menangis
31
BAB 31_Melahirkan
32
BAB 32_Dinas Luar Kota
33
BAB 33_Meminta Izin
34
BAB 34_Orang Spesial
35
BAB 35_Menyusul
36
BAB 36_Baru Malam Pertama
37
BAB 37_Bercak Noda
38
BAB 38_Memberitahu Mbk Ratna
39
BAB 39_Pulang Dinas
40
BAB 40_Papa Sakit
41
BAB 41_Menghibur Sang Istri
42
BAB 42_Bertemu Kolega Bisnis
43
BAB 43_Rapat Pemegang Saham
44
BAB 44_Reuni SMA
45
BAB 45_Truth Or Dare
46
BAB 46_Makan Siang
47
BAB 47_Putus Cinta
48
BAB 48_Satu Apartemen
49
BAB 49_Semoga Segera
50
BAB 50_Hamil Duluan
51
BAB 51_Pelayan
52
BAB 52_Mengungkapkan Hubungan
53
BAB 53_Konferensi Pers
54
BAB 54_Berkunjung
55
BAB 55_Diusir
56
BAB 56_Resign
57
BAB 57_Direktur Baru
58
BAB 58_Niatan Jahat
59
BAB 59_Delima
60
BAB 60_Penculikan
61
BAB 61_Harapan
62
BAB 62_Hamil
63
BAB 63_Interogasi
64
BAB 64_Cumi Bakar
65
BAB 65_Vonis Hukuman
66
BAB 66_Mual
67
BAB 67_Kehamilan Kembar
68
BAB 68_Mangga Muda
69
BAB 69_Tidak Mau Membantu
70
Bab 70_Lost Contact
71
BAB 71_Kecelakaan
72
BAB 72_Koma
73
BAB 73_Siuman
74
BAB 74_Pelaku Kecelakaan
75
BAB 75_Tertangkap
76
BAB 76_Gengsi
77
BAB 77_Bioskop
78
BAB 78_Perlengkapan Bayi
79
BAB 79_Cerai
80
BAB 80_Persiapan
81
BAB 81_Perjuangan Melahirkan
82
BAB 82_Kisah Sempurna (END)
83
Terpikat Pesona Duda Anak 1
84
New Story: Married With My Boss
85
New Story: Kesalahan Satu Malam
86
New Story: Our Love Story
87
INFO GRUP NOVELTOON
88
New Story: Gadis Tawanan Sang Mafia
89
New Story: Cinta Lama Belum Kelar
90
New Story: Pembantu Menikahi Tuan Majikan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!