Bab 10 : Tatapan Aneh

Ariel terkejut mendengar pertanyaan Niken. Dia terlihat gelagapan, berpikir apakah harus menjawab pertanyaan wanita itu dengan jujur atau tidak.

“Namanya Mas Arya,” jawab Ariel. Pada akhirnya dia memilih berbohong, tak mungkin juga jujur berkata jika pria itu adalah Gagah Wiryawan.

“Apa dia pria yang baik?” tanya Niken memastikan.

Ariel mengangguk pelan dengan senyum kecil di wajah. "Dia sangat baik," jawabnya.

***

Pagi itu, Ariel berangkat ke kampus seperti biasa. Sudah beberapa hari ini Gagah tidak datang ke apartemen, tapi hal itu sama sekali tidak menganggunya, dia sudah terbiasa seperti ini, karena Gagah pasti akan datang sendiri saat memiliki waktu. Ariel tahu statusnya hanyalah istri siri dan yang kedua. Namun, meski begini baik dirinya maupun Gagah, masih tetap menjaga komunikasi dengan baik. Seperti sekarang, Ariel sedang menatap ponsel, membaca deretan pesan yang dikirimkan oleh Gagah.

[Maaf jika belum bisa datang ke apartemen.]

[Tapi yakinlah aku sangat merindukanmu.]

[Jika semua urusanku selesai, aku pasti akan secepatnya datang.]

Tanpa disadari, kedua sudut bibir Ariel tertarik ke atas menciptakan lengkungan kecil di paras ayunya. Dia tak sadar seperti kecanduan membaca kembali pesan dari Gagah yang sudah dijawabnya tadi.

Ariel menggenggam erat ponselnya, hari itu ada kuliah umum yang harus diikuti seluruh mahasiswa semester satu. Dia pun berjalan menuju ruang yang dijadikan tempat acara. Gadis itu melangkah ringan, saat sampai di gedung tempat kuliah umum diadakan.

Namun, Ariel merasa aneh begitu menginjakkan kaki di lantai ruang kuliah itu. Beberapa mahasiswa tampak menatapnya aneh, seolah hendak menelannya bulat-bulat.

“Ada apa dengan mereka?” Ariel bertanya-tanya di dalam hati.

“Lihat tampangnya, sok polos tapi ternyata ….” Seorang mahasiswa berbisik pada mahasiswa lain sambil menatap jijik pada Ariel.

“Benar, ternyata dia seorang sugar baby,” bisik yang lain.

“Heh, miris sekali."

Ariel semakin menatap dengan perasaan aneh, mereka yang berada di tempat itu seolah tak menyukai dirinya sama sekali, bahkan memandang rendah kepadanya. Dia tidak tahu jika para mahasiswa itu termakan oleh gosip yang disebar oleh Mika, temannya itu menyebar berita jika Ariel adalah wanita simpanan pria kaya yang bisa menopang hidup dan kuliahnya.

“Ariel!”

Satu suara terdengar memanggil nama gadis itu, membuat Ariel tersadar dari perasaan aneh yang merayap di hati. Ia menoleh dan tersenyum melihat temannya yang bernama Claudia. Claudia adalah satu-satunya teman yang dimiliki oleh Ariel. Seorang gadis cupu berkacamata tebal. Sikap pendiam Claudia membuat Ariel merasa nyaman. Dia pun mengulas senyum melihat Claudia berjalan, melupakan beberapa mahasiswa yang memandang jijik dan hina padanya tadi.

“Kenapa belum masuk?” tanya Claudia saat melihat Ariel yang masih berada di depan kelas kuliah umum.

Ariel melirik ke kanan dan kiri, hingga kemudian menjawab dengan sebuah pertanyaan juga. “Apa menurutmu ada yang aneh denganku? Kenapa mereka memandangku seperti itu?”

Claudia menatap ke sekeliling, memang melihat jika banyak yang memandang aneh pada Ariel.

“Entah, aku tidak tahu."

Claudia mengamati penampilan Ariel dari ujung kaki hingga kepala, merasa tidak ada yang aneh dengan penampilan temannya itu dia pun meminta Ariel untuk mengabaikan.

“Sudahlah biar saja, kita masuk yuk!” ajak Claudia karena takut jika sampai tidak mendapat kursi.

Ariel mengangguk, dia kemudian berjalan masuk ke kelas kuliah umum bergandengan tangan bersama Claudia. Di sana sudah banyak mahasiswa yang menunggu kelas di mulai. Ariel dan Claudia duduk agak belakang karena kursi depan sudah terisi penuh.

Semua mahasiswa seperti antusias mengikuti kuliah umum itu, Ariel sampai penasaran siapa yang akan mengisinya. Apakah influencer ternama? atau seorang motivator?

Ariel tak ingin menduga, dia memilih mengeluarkan buku dan pulpen, hingga beberapa menit kemudian bola mata gadis itu melebar saat melihat siapa yang berdiri di panggung dan siap mengisi kuliah umum itu.

Ternyata suaminya sendiri, Gagah. Pria itu muncul diiringi tepuk tangan riuh, bola mata Gagah nampak menyisir seisi ruangan mencari keberadaan Ariel karena tahu jika istri sirinya itu pasti mengikuti kuliah umum ini. Gagah sengaja tak memberitahu Ariel karena tidak ingin jika istri sirinya itu merasa kurang nyaman.

Ariel pun terkejut, mulutnya menganga tapi sedetik kemudian mencoba bersikap biasa, jangan sampai Claudia menyadari jika dirinya terkejut karena melihat Gagah. Pria itu belum mendapati di mana dirinya duduk karena banyaknya mahasiswa yang hadir. Gagah akhirnya memilih segera mengisi kelas, menyampaikan materi yang dijadwalkan untuknya hari itu.

Ariel mendengarkan dengan seksama penjelasan materi dari Gagah, tangannya sibuk mencatat, tapi bola matanya sesekali melirik ke arah Gagah yang sedang berbicara. Dia sesekali tersenyum, meski awalnya terkejut tapi setelahnya merasa senang juga karena bisa melihat suami sirinya itu di sana.

***

Setelah hampir setengah jam kelas berlangsung, akhirnya Gagah mengambil jeda untuk memberikan istirahat pada mahasiswa. Gagah sendiri juga duduk untuk beristirahat, lantas mengeluarkan ponsel dan membuka aplikasi berbalas pesan miliknya.

[Apa kamu ikut kelas kuliah umum hari ini?] Gagah mengetik pesan dan dikirimkan untuk Ariel.

Ariel sedang berbincang dengan Claudia saat jeda diberikan, hingga ponselnya bergetar dan ada sebuah chat masuk. Ariel langsung membuka pesan itu dan membacanya. Dia tersenyum kecil, lantas meminta izin Claudia untuk membalas pesan itu lebih dulu.

[Ikut, aku melihatmu.] Ariel mengetik pesan lantas mengirimkan balasan untuk Gagah.

Ariel melirik ke arah Gagah duduk, sedangkan pria itu masih mencari keberadaanya, membuat Ariel tersenyum-senyum sendiri.

[Kamu duduk di mana?] Gagah kembali membalas pesan, bola matanya masih terus mencari keberadaan gadis itu.

Ariel sadar jika Gagah belum melihatnya, lantas dia kembali mengetik pesan balasan untuk Gagah. Dia menyebutkan posisi duduknya, kemudian mengirimkannya.

Dalam pantauan Ariel, Gagah sudah membaca pesan yang dikirimnya, hingga Ariel melihat Gagah yang akhirnya menemukan keberadaannya. Pria itu tersenyum, hingga mendapatkan lemparan senyum balasan dari Ariel.

[Aku sangat merindukanmu, akhirnya bisa melihat wajahmu di sini. Meski begitu jauh, tapi ini bisa sedikit membuat rasa rinduku sedikit terobati.]

Gagah mengirimkan pesan yang begitu romantis, hingga membuat Ariel tersenyum-senyum sendiri dibuatnya.

[Aku juga merindukanmu.]

Ariel membalas pesan Gagah, lantas menahan senyum karena takut orang-orang memandangnya aneh.

Gagah merasa berbunga-bunga mendapatkan kata rindu dari Ariel, padahal tadi pagi juga mereka baru saja mengucapkan kata rindu serta cinta.

"Kamu benar-benar keren, pintar dan berwawasan luas Mas Gagah, andai saja kita bertemu dengan cara yang lebih baik," gumam Ariel di dalam hati. "Aku sadar hubungan kita ini sangat sulit untuk bisa dijalani, terlebih aku hanya ingin memanfaatkanmu untuk menghancurkan Meta Pradana."

Terpopuler

Comments

choowie

choowie

kalian punya tujuan yg sama....
.cuma kalian belum jujur satu sama lain☹️

2022-09-26

5

Aleena's Mommy🥰🥰

Aleena's Mommy🥰🥰

Bagusss banget ceritanyaa....

2022-09-14

3

Nur Denis

Nur Denis

meskipun dimulai dari niat yg kurang baik semoga nanti berakhir indah untuk mas gagah dan ariel😊

2022-09-05

4

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Om Gagah
2 Bab 2 : Hidup Berubah
3 Bab 3 : Pencitraan
4 Bab 4 : Ujaran Kenikmatan
5 Bab 5 : Dari Mana?
6 Bab 6 : Simpanan
7 Bab 7 : Pandangan Masa Depan
8 Bab 8 : Wanita Malam?
9 Bab 9 : Sudah Menikah
10 Bab 10 : Tatapan Aneh
11 Bab 11 : Rencana Cemerlang
12 Bab 12 : Pertengkaran
13 Bab 13 : Dibully
14 Bab 14 : Meta Curiga
15 Bab 15 : Bermesraan Kembali
16 Bab 16 : Foto Punggung
17 Bab 17 : Menghajar Pelakor
18 Bab 18 : Bagaimana Melawan?
19 Bab 19 : Ego Yang Besar
20 Bab 20 : Akan Kurebut
21 Bab 21 : Lebam
22 Bab 22 : Membeli Kesombongan
23 Bab 23 : Kangen
24 Bab 24 : Setengah-Setengah
25 Bab 25 : Gadis Jujur
26 Bab 26 : Berubah Menjadi Berani
27 Bab 27 : Racun
28 Bab 28 : Tikus Putih
29 Bab 29 : Hasil Uji Coba
30 Bab 30 : Semakin Menjerat
31 Bab 31 : Menutupinya Dari Papa
32 Bab 32 : Menginginkan
33 Bab 33 : Memberontak
34 Bab 34 : Niatan Bercerai
35 Bab 35 : Talak
36 Bab 36 : Simpanan
37 Bab 37 : Gosip
38 Bab 38 : Marah
39 Bab 39 : Obat
40 Bab 40 : Gombal
41 Bab 41 : Tiga Kali Sehari
42 Bab 42 : Mata-Mata
43 Bab 43 : Dipecat
44 Bab 44 : Tentukan Pilihanmu
45 Bab 45 : Menjaga Nama Baik
46 Bab 46 : Status
47 Bab 47 : Takut Menambah Beban
48 Bab 48 : Dibawa Ke Suatu Tempat
49 Bab 49 : Mengangkat Sebagai Anak
50 Bab 50 : Berani Mengakui
51 Bab 51 : Mertua Vs Mantu
52 Bab 52 : Keputusan Pisah
53 Bab 53 : Jujur ke Bu Niken
54 Bab 54 : Meta Hilang Kendali
55 Bab 55 : Luka
56 Bab 56 : Gosip Perselingkuhan
57 Bab 57 : Klarifikasi
58 Bab 58 : Gugatan Cerai
59 Bab 59 : (Bukan) Anak Kandung
60 Bab 60 : Jatuh Cinta
61 Bab 61 : Tujuan Sebenarnya
62 Bab 62 : Menanyakannya Ke Puti
63 Bab 63 : Hamil
64 Bab 64 : Jujur
65 Bab 65 : Tutupi Saja Hal Itu
66 Bab 66 : Mual
67 Bab 67 : Menceritakan ke Claudia
68 Bab 68 : Tak Percaya
69 Bab 69 : Siap Menerima
70 Bab 70 : Ditinggalkan
71 Bab 71 : Meratap Sendiri
72 Bab 72 : Menyalahkan Diri
73 Bab 73 : Ingin Pergi
74 Bab 74 : Pergi
75 Bab 75 : Yang Terbaik
76 Bab 76 : Meski Menyembunyikan
77 Bab 77 : Mencari Ariel
78 Bab 78 : Dikejar Preman
79 Bab 79 : Menemukan Ariel
80 Bab 80 : Mengurus Homestay
81 Bab 81 : Pria Baik Hati
82 Bab 82 : Mikurame
83 Bab 83 : Pertanyaan Rehan
84 Bab 84 : Roni Ingkar Janji
85 Bab 85 : Dihujat Ibu-ibu
86 Bab 86 : Tawaran
87 Bab 87 : Jangan Pergi Lagi!
88 Bab 88 : Menikah Pura-pura
89 Bab 89 : Alasan
90 Bab 90 : Percaya Padaku!
91 Bab 91 : Periksa Kandungan
92 Bab 92 : Sudah Gila
93 Bab 93 : Rehan - Arumi
94 Bab 94 : Maksud Mas?
95 Bab 95 : Dengarkan Aku!
96 Bab 96 : Siapa Dia?
97 Bab 97 : Dia Benar Istriku
98 Bab 98 : Patah Hati
99 Bab 99 : Kebohongan Lagi
100 Bab 100 : Gila
101 Bab 101 : Melampiaskan Pada Anak
102 Bab 102 : Tersungkur
103 Bab 103 : Nyawa Ariel Terancam
104 Bab 104 : Kehilangan
105 Bab 105 : Menuntut
106 Bab 106 : Mengakui Semuanya
107 Bab 107 : Apa Aku Benar?
108 Bab 108 : Sudah Membaik
109 Bab 109 : Sisa Waktu
110 Bab 110 : Terima Kasih (TAMAT)
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1 : Om Gagah
2
Bab 2 : Hidup Berubah
3
Bab 3 : Pencitraan
4
Bab 4 : Ujaran Kenikmatan
5
Bab 5 : Dari Mana?
6
Bab 6 : Simpanan
7
Bab 7 : Pandangan Masa Depan
8
Bab 8 : Wanita Malam?
9
Bab 9 : Sudah Menikah
10
Bab 10 : Tatapan Aneh
11
Bab 11 : Rencana Cemerlang
12
Bab 12 : Pertengkaran
13
Bab 13 : Dibully
14
Bab 14 : Meta Curiga
15
Bab 15 : Bermesraan Kembali
16
Bab 16 : Foto Punggung
17
Bab 17 : Menghajar Pelakor
18
Bab 18 : Bagaimana Melawan?
19
Bab 19 : Ego Yang Besar
20
Bab 20 : Akan Kurebut
21
Bab 21 : Lebam
22
Bab 22 : Membeli Kesombongan
23
Bab 23 : Kangen
24
Bab 24 : Setengah-Setengah
25
Bab 25 : Gadis Jujur
26
Bab 26 : Berubah Menjadi Berani
27
Bab 27 : Racun
28
Bab 28 : Tikus Putih
29
Bab 29 : Hasil Uji Coba
30
Bab 30 : Semakin Menjerat
31
Bab 31 : Menutupinya Dari Papa
32
Bab 32 : Menginginkan
33
Bab 33 : Memberontak
34
Bab 34 : Niatan Bercerai
35
Bab 35 : Talak
36
Bab 36 : Simpanan
37
Bab 37 : Gosip
38
Bab 38 : Marah
39
Bab 39 : Obat
40
Bab 40 : Gombal
41
Bab 41 : Tiga Kali Sehari
42
Bab 42 : Mata-Mata
43
Bab 43 : Dipecat
44
Bab 44 : Tentukan Pilihanmu
45
Bab 45 : Menjaga Nama Baik
46
Bab 46 : Status
47
Bab 47 : Takut Menambah Beban
48
Bab 48 : Dibawa Ke Suatu Tempat
49
Bab 49 : Mengangkat Sebagai Anak
50
Bab 50 : Berani Mengakui
51
Bab 51 : Mertua Vs Mantu
52
Bab 52 : Keputusan Pisah
53
Bab 53 : Jujur ke Bu Niken
54
Bab 54 : Meta Hilang Kendali
55
Bab 55 : Luka
56
Bab 56 : Gosip Perselingkuhan
57
Bab 57 : Klarifikasi
58
Bab 58 : Gugatan Cerai
59
Bab 59 : (Bukan) Anak Kandung
60
Bab 60 : Jatuh Cinta
61
Bab 61 : Tujuan Sebenarnya
62
Bab 62 : Menanyakannya Ke Puti
63
Bab 63 : Hamil
64
Bab 64 : Jujur
65
Bab 65 : Tutupi Saja Hal Itu
66
Bab 66 : Mual
67
Bab 67 : Menceritakan ke Claudia
68
Bab 68 : Tak Percaya
69
Bab 69 : Siap Menerima
70
Bab 70 : Ditinggalkan
71
Bab 71 : Meratap Sendiri
72
Bab 72 : Menyalahkan Diri
73
Bab 73 : Ingin Pergi
74
Bab 74 : Pergi
75
Bab 75 : Yang Terbaik
76
Bab 76 : Meski Menyembunyikan
77
Bab 77 : Mencari Ariel
78
Bab 78 : Dikejar Preman
79
Bab 79 : Menemukan Ariel
80
Bab 80 : Mengurus Homestay
81
Bab 81 : Pria Baik Hati
82
Bab 82 : Mikurame
83
Bab 83 : Pertanyaan Rehan
84
Bab 84 : Roni Ingkar Janji
85
Bab 85 : Dihujat Ibu-ibu
86
Bab 86 : Tawaran
87
Bab 87 : Jangan Pergi Lagi!
88
Bab 88 : Menikah Pura-pura
89
Bab 89 : Alasan
90
Bab 90 : Percaya Padaku!
91
Bab 91 : Periksa Kandungan
92
Bab 92 : Sudah Gila
93
Bab 93 : Rehan - Arumi
94
Bab 94 : Maksud Mas?
95
Bab 95 : Dengarkan Aku!
96
Bab 96 : Siapa Dia?
97
Bab 97 : Dia Benar Istriku
98
Bab 98 : Patah Hati
99
Bab 99 : Kebohongan Lagi
100
Bab 100 : Gila
101
Bab 101 : Melampiaskan Pada Anak
102
Bab 102 : Tersungkur
103
Bab 103 : Nyawa Ariel Terancam
104
Bab 104 : Kehilangan
105
Bab 105 : Menuntut
106
Bab 106 : Mengakui Semuanya
107
Bab 107 : Apa Aku Benar?
108
Bab 108 : Sudah Membaik
109
Bab 109 : Sisa Waktu
110
Bab 110 : Terima Kasih (TAMAT)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!