Zhang Xiao Long merasa Gurunya itu agak konyol memarahinya dengan suatu hal yang tak dapat di mengerti olehnya ,maka Ia menatap polos Sang Guru.
" Ahhh..Sudahlah..Mari kita segera berangkat ke desa Xin An." Kata Raja Dewa Mabuk Sakti dengan sedikit keras kepada Zhang Xiao Long usai Kakek tua itu berhasil membebaskan dirinya itu dari hawa mukjizat aneh dari dalam diri Zhang Xiao Long.
"Guru sendiri yang memerintahkan ku untuk Aku berkenalan dengan Bai Long yang tak sengaja di lihat Guru untuk mencari Ibu ku di gunung Xia saat kita turun dari gunung Xia beberapa hari yang lalu tapi Guru juga yang uring-uringan dengan reaksiku yang sangat alami menolak seorang ayah yang membuang istrinya sendiri dan anaknya demi tahta dan istri baru." Kata Zhang Xiao Long yang menggerutu di sepanjang perjalanan mereka ke desa Xin An.
Perjalanan itu memakan waktu sebulan lamanya karena Zhang Xiao Long di latih ilmu berjalan cepat oleh Raja Dewa Mabuk Sakti yang tidak mau menyia-yiakan waktu di perjalanan tanpa memberi pelajaran ilmu silat kepada Zhang Xiao Long.
" Jalanmu masih lambat seperti keong siput..!" Cela Raja Dewa Mabuk Sakti kepada Zhang Xiao Long yang di suruh membawa beban berat di atas pundaknya sambil berjalan cepat mengikuti cara berjalannya.
"Ini sudah termasuk cepat,Guru.Kaki ku kan kecil dan pendek di bandingkan kaki mu yang besar dan panjang." Kata Zhang Xiao Long membela dirinya.
"Jangan pernah membantah setiap perkataanku kepadaku..! Kaki mu itu lebih besar dan panjang dari kaki semut dan landak..!"Bentak Gurunya itu.
" Mmmm..Ya,ya..Guru jangan mengomel terus nanti kamu bisa terkena penyakit darah lurus." Kata Zhang Xiao Long dengan tawanya untuk Ia membujuk Gurunya tak memarahinya terus -menerus.
"Darah lurus ?Aku tidak pernah mempunyai satu penyakit aneh seperti katamu itu." Kata Raja Dewa Mabuk Sakti bertolak pinggang melototi bocah itu.
Bocah itu cengesan sambil melewatinya dengan langkah yang mengejutkan hatinya juga karena Ia baru saja mengajari bocah itu ilmu berjalan cepat belum sampai satu hari tetapi bocah itu sudah mendapat menguasainya dengan cepat.
" Wahh,sungguh bocah ajaib putranya Luo Suo Yi dan Bai Long ini.." Kata Raja Dewa Mabuk Sakti dengan menatap punggung bocah itu yang amat tegak dalam berjalan dengan cepat.
Di sebuah daerah yang berbatasan dengan Desa Xin An.Mereka tidak sengaja menolong seorang Kakek tua renta yang berpakaian ala rahib Dao yang mengalami luka pada punggungnya akibat di serang oleh sejumlah orang yang memakai baju lambang seruling terbalik.
" Pendeta Yin..Kenapa kau bisa terlibat urusan dengan Sekte Seruling Awan Hitam?" Tanya Raja Dewa Mabuk Sakti yang mengenali Pendeta Dao itu.
" Karena mereka menginginkan senjata di tangan ku ini." Jawab Pendeta Yin menunjukkan senjata bulu angsa putih seperti kemoceng halus kepada Raja Dewa Mabuk Sakti.
" Untuk apa mereka menginginkan senjata kamu?" Tanya Raja Mabuk Sakti merasa heran sekali.
" Ya,karena pengkhianat Lou Han Yen yang sudah membocorkan rahasia senjataku kepada Sekte sesat seperti Sekte Seruling Awan Hitam untuk di kuasai oleh Ketua mereka Si Topeng Iblis Maut yang serakah itu." Jawab Pendeta Yin yang amat lemah itu karena luka di punggungnya itu kepada Raja Dewa Mabuk Sakti yang memapahnya ke arah kuil kosong untuk berlindung dari hujan yang akan turun mengguyur daerah tersebut.
"Hmmm...Begitukah ?Apakah isi dari senjatamu itu yang mereka inginkan?" Tanya Raja Dewa Mabuk Sakti sambil menggunakan ilmu tenaga dalamnya untuk mengobati luka punggung dari Pendeta Yin.
"Peta pusaka Kekaisaran Long yang Aku dapatkan dari mendiang Ketua Sekte Dao San Pai atau Sekte Gunung Dao yakni Guruku sendiri yang di beri amanat langsung dari keluarga terakhir dari Kekaisaran Long untuk melindungi peta pusaka itu sampai kami dapat bertemu dengan orang yang tepat untuk menjadi majikan peta pusaka tersebut dan kami selama ini belum berhasil mendapatkan orang yang tepat itu." Jawab Pendeta Yin yang tak sadar pandangan matanya terjatuh kepada Zhang Xiao Long yang duduk bersila di bawah guyuran air hujan di luar kuil kosong.
" Anak itu ?"
" Siapa ?" Tanya Raja Dewa Mabuk Sakti yang ikuti arah pandangan dari Pendeta Yin.
"Bocah itu siapakah dan ku lihat dia suatu hari nanti akan menjadi seorang yang luar biasa sekali dengan aura nya yang menggetarkan jiwa tiap orang yang melihatnya." Jawab Pendeta Yin yang mendapatkan senyuman setuju atas penilaiannya itu terhadap Zhang Xiao Long dari Raja Dewa Mabuk Sakti.
" Dia murid tunggalku yang bernama Zhang Xiao Long," Jawab Raja Dewa Mabuk Sakti dengan nada bangga kepada Pendeta Yin yang merasa takjub terhadap Zhang Xiao Long.
"Dia putra siapakah ?Aku merasa pernah melihat bocah itu pada seseorang yang pernah Aku kenal di masa muda ku dahulu." Kata Pendeta Yin yang menjadi semakin penasaran terhadap Zhang Xiao Long.
" Dia putra sahabatku yang sudah meninggal dunia.Aku di minta untuk merawat dan mendidik anak itu sebelum sahabat ku menghembuskan napas terakhirnya di tangan musuh besarnya itu di puncak gunung Xia." Jawab Raja Dewa Mabuk Sakti kepada Pendeta Yin yang tiba-tiba waspada dengan sepasang matanya melihat ke segala arah kuil kosong.
" Ada pergerakan orang yang jumlahnya besar menuju ke kuil kosong ini." Kata Zhang Xiao Long lagi -lagi mengejutkan Pendeta Yin karena bocah itu selain dapat mengetahui kehadiran musuh tapi juga dapat berdiri di dekatnya tanpa di ketahuinya.
" Ei....?!"
" Ada apa, Pendeta Yin? Kenapa kamu menatapku seperti menatap hantu saja?" Tanya Zhang Xiao Long menengok sopan kepada Pendeta Yin.
"Kau bantulah Aku untuk menjaga senjataku ini di sisimu untuk selamanya dan bantu Aku temukan Nyonya Muda Chen dan putrinya yang masih bayi saat keluarga Kekaisaran Long di bantai musuh mereka yakni Kaisar Ma Chun untuk menguasai seluruh negeri." Jawab Pendeta Yin kepada Zhang Xiao Long seraya menyelipkan senjata di dalam baju anak itu.
"Baiklah,Pendeta Yin." Kata Zhang Xiao Long yang di minta oleh Raja Dewa Mabuk Sakti untuk anak itu bersembunyi di dalam lonceng besar yang di miliki kuil kosong.
" Diam di dalam sini..Sampai tempat ini menjadi sepi kembali." Perintah Raja Dewa Mabuk Sakti kepada Zhang Xiao Long yang duduk bersila di dalam lonceng besar di kuil kosong.
Kemudian Raja Dewa Mabuk Sakti dan Pendeta Yin telah bersiaga satu untuk menghadapi para musuh yang sudah datang dan mengurung kuil itu dengan sikap garang.
Bersambung..!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 423 Episodes
Comments
Eneng Eneng
Suka duka alur cerita Bagus kurang ringkas detailnya. Cela humor ringan tengil usil jahil genit sok polos konyol Banyak belum dipoles maksimal ingat itu dipoles. Novelmu bikin penonton tertawa ha ha haaaa
2024-12-25
1
Pink Blossom
wkwkkk bisa ae guru'y bnr² 11 12 sm murid'y suka bgtt
2023-03-13
2
Pink Blossom
zhang xiao long bisa ae jwb'y bnr² ank yg crds
2023-03-13
2