Anak -anak itu mengikuti rombongan orang -orang dewasa yang berjalan membelok ke arah kanan di wilayah hutan di bagian pintu keluar dari Kota Xi An Barat Daya.
Di depan mereka tampaklah sebuah batu prasasti yang terbuat dari marmer dengan lambang bunga teratai putih terlihat di antara rimbunan rumput -rumput ilalang yang tumbuh liar di sekitar tulisan tersebut.
Lalu Sang Ketua Sekte Pengemis Bunga Teratai Putih Bi Fang Cu mengetuk batu prasasti tersebut dengan tongkatnya dengan ketukan tiga kali yang berirama.
Tuk,tuk,tuk..!!
Kemudian terbukalah sebuah pintu yang terbuat dari dinding yang amat tebal luar biasa dan di sana ada gambar bunga teratai putih yang besar dan menjadi gembok yang mengurung pegangan pintu tersebut.
Ketukan di lakukan kembali oleh Sang Ketua Sekte Pengemis Bunga Teratai Putih dengan ketukan tiga kali pula dengan irama yang terdengar seperti sahutan yang terjadi antara Sang Ketua dengan para anggotanya ada di balik pintu dinding itu.
Krekkkk...!!
Pintu dinding terbuka oleh seorang gadis remaja tanggung yang amat cantik jelita yang tersenyum ramah dan sopan kepada Ketua Bi Fang Cu dan para rombongan yang mengikuti Sang Ketua itu.
"Guru Bi.." Sapa gadis cantik itu dengan menjura hormat kepada Ketua Bi Fang Cu.
" Sui Lian ,perkenalkanlah tamu -tamu ku yang datang untuk mengunjungi markas kita yang amat sederhana ini." Kata Ketua Bi Fang Cu yang ingin memperkenalkan muridnya paling cantik jelita itu kepada Kaisar Ching Wu Long setelah mereka ada di ruang tamu dari markas Sekte Pengemis Bunga Teratai Putih.
"Ya,Guru Bi.." Jawab Sui Lian dengan menunduk sopan kepada Gurunya itu.
" Yang Mulia, gadis bodoh ini adalah Liu Sui Lian murid terbesar ku yang paling Aku sayangi yang ingin Aku perkenalkan kepada Anda." Kata Ketua Bi Fang Cu secara halus menginginkan muridnya dapat di terima sebagai salah satu seorang selir dari Kaisar Ching Wu Long.
Ching Wu Long atau Bai Long memahami maksud hati kakek itu yang memperkenalkan gadis muda itu kepadanya dan ia menatap sang gadis yang selalu menundukkan wajahnya dengan sikap hormat dan malu -malu itu.
"Locianpwe atau senior Bi ,Aku mengerti maksud kamu ini..Baiklah Aku terima murid mu ini sebagai Selir Liu -ku yang manis." Kata Bai Long mendekati gadis itu untuk mengangkat wajah sang gadis itu dengan kipas lipatnya lalu dengan cermat sekali Ia mengamati setiap bentuk indah bak lukisan langit di wajah Liu Sui Lian.
"Kakak Long, Aku akan menyiapkan keperluan mu untuk malam hari ini menikah dan melakukan tiga kali ritual pengangkatan Nona Liu sebagai Selir Liu mu, karena Aku adalah pemimpin Istana Harem mu." Kata Permaisuri Fu Xiao Chie dengan suaranya yang sangat lembut dan berwibawa kepada Bai Long suaminya seraya menggandeng tangan Liu Sui Lian untuk di bawa ke ruangan lain di markas Sekte Pengemis Bunga Teratai Putih yang segera di beri petunjuk arah nya oleh salah satu murid terbaik dari sekte tersebut.
" Anak -anak sebaiknya kalian bermainlah di luar ruangan utama karena kami para orang dewasa akan membicarakan segala sesuatu hal yang tak boleh kalian dengar dan ketahui." Kata Ketua Bi Fang Cu kepada Bi Lian, Liu Tong dan Li Yun Shiang serta anak -anak pengemis lainnya.
" Iya,Guru.." Sahut Liu Tong dengan cepat dan juga hormat sebagai murid tertua di bagian murid -murid junior di Sekte Pengemis Bunga Teratai Putih.
" Baiklah ,Ayah.." Jawab Bi Lian tersenyum manja kepada Kakek itu yang memeluk hangat putrinya itu.
" Yun Shiang,jaga sikapmu selama kamu bermain bersama dengan mereka." Kata Bai Long dengan nada yang sangat tegas kepada Li Yun Shiang.
" Ya, Ayahanda Kaisar." Jawab Li Yun Shiang yang sangat menghormati Ayahanda nya itu.
Anak -anak itu meninggalkan ruangan utama itu dengan mereka bermain di sekitar tepi sungai yang mereka lihat di perjalanan mereka datang ke markas Sekte Pengemis Bunga Teratai Putih.
Li Yun Shiang melempar batu kerikil ke sungai itu dan tidak sengaja mengenai kepala seorang anak laki -laki usia lima tahun yang sedang mencari batu -batu di tengah air sungai tersebut.
" Auhh.." Keluh Zhang Xiao Long yang terkejut di lempar batu kerikil oleh seorang anak laki -laki usia sekitar sembilan atau sepuluh tahun yang berdiri di tepi sungai.Ia pun menghampiri anak itu dengan sikap yang sangat mengagumkan sekali bagi Li Yun Shiang tentang anak laki -laki usia lima tahun itu.
" Ei..Adik kecil ,Aku minta maaf karena Aku tidak melihat adanya kamu di tengah sungai itu." Kata Li Yun Shiang dengan sikap sopan dan ramah sekali kepada Zhang Xiao Long.
Zhang Xiao Long tidak menjawabnya melainkan menggunakan ranting menyentuh pundak Li Yun Shiang yang kaget melihat dirinya akan di pukul oleh anak kecil itu.
Tetapi rasa kaget itu tergantikan dengan rasa lega sekali karena anak kecil ini memperlihatkan dua ekor ulat bulu yang bergelantungan di ranting anak itu kepada Li Yun Shiang.
" Oh,terimakasih sekali Kamu sudah menolongku dari serangan dua ekor ulat bulu yang amatlah menjijikan itu." Kata Li Yun Shiang bernapas lega sambil tersenyum ramah kepada anak kecil itu.
"Sama-sama Kakak yang ramah."Kata Zhang Xiao Long yang merasa dirinya menyukai anak laki -laki yang usianya lebih besar darinya itu.
"Tuan Muda Li..Sini,Aku menemukan buah manis untuk mu di hutan itu." Kata Bi Lian yang berlarian dari arah hutan kepada Li Yun Shiang lalu gadis kecil itu melompat kaget melihat ranting di tangan anak laki -laki usia lima tahun yang sedang bicara dengan Li Yun Shiang itu di rantingnya ada dua ekor ulat bulu.
" Ihhhh...!" Jerit Bi Lian yang melompat -lompat di tempatnya dan nyaris terjatuh ke air sungai ,jika tangannya tidak di tangkap oleh Li Yun Shiang.
" Ei..Nona Bi , kau berhati -hatilah.." Kata Li Yun Shiang berhasil menolong Bi Lian sampai terlihat oleh Liu Tong yang datang kepada mereka dengan wajah masam.
" Tuan Muda Li.." Kata Liu Tong muram kepada Li Yun Shiang.
" Iya ? " Tanya Li Yun Shiang tidak mengerti.
" Lepaskan tangan mu itu dari pergelangan tangan Adik Lian ,lihatlah dia tampak kesakitan." Jawab Liu Tong mencari alasan untuk sembunyikan rasa aneh yang membuatnya masam terhadap Li Yun Shiang itu.
" Ahh..Ya,maafkan Aku.." Kata Li Yun Shiang yang cepat -cepat melepaskan genggaman tangannya pada pergelangan tangan Bi Lian.
" Tak apa -apa,Tuan Muda Li.Aku justru sangatlah berterimakasih sekali atas pertolonganmu tadi kepadaku yang nyaris terjatuh ke sungai itu tadi di karenakan Aku terkejut dengan dua ekor ulat bulu di ranting anak kecil itu." Kata Bi Lian yang wajah manisnya merona dengan genggaman tangan Li Yun Shiang.
Bersambung..!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 423 Episodes
Comments
"@Lv
Thor... Kok sy bingung dah. Kan bapake mc duluan ngubuntingin ibunya mc sebelum jadi kaisar. Loh kok nih malah sudah ada abang mc dah🤔🤔🤔🤔🤔
2023-03-22
3
Pink Blossom
geli bgt ngebayangin'y smpe trbwa arus k bbrp thn lalu,, wlw bkn ulat bulu ttp aja ulat😣
2023-03-02
1
R. Yani aja
gadis bodoh saja sangat disayangi, apalagi gadis pintar ya.. 🤣🤣🤣🙏✌
2023-02-27
4