Ma Yao Shing terdiam di tempatnya berdiri selesai dirinya menghabisi para musuhnya yang sangat di bencinya itu selama bertahun -tahun dirinya alami penderitaan yang tiada habisnya dari siksaan di alaminya akibat perbuatan keji dari Bu Kian Tong.
" Bu Kian Tong akhirnya kamu dan keluargamu itu telah musnah oleh ku hahaha ! Aku sungguh amat bahagia kamu si pria laknat yang telah membuat diriku sengsara karena cinta yang palsu mu itu yang telah membuat hidupku bagaikan neraka dunia..!" Ucap Ma Yao Shing dengan tawa bengis di wajah jelitanya itu.
" Ma Yao Shing, urusan ku selesai sudah dan Aku harus pergi sekarang..Selamat tinggal dan Aku doakan hidupmu bahagia di mulai detik ini dan hari ini...!" Ucap Raja Dewa Mabuk Sakti Li Kian Ming dengan nada ramah kepada Ma Yao Shing sambil mengantongi guci keramik kecil yang di dalamnya ada isi pil kelereng arwah milik Ketua Sekte Bulan dan Matahari Sakti.
Ma Yao Shing tidak menjawabnya melalui suara melainkan gadis ini menjawabnya dengan kepala gadis ini mengangguk sopan dan hormat kepada Kakek tua renta sakti itu.
Raja Dewa Mabuk Sakti menggandeng tangan Zhang Xiao Long lalu berkelebatan dengan sangat cepat sekali telah meninggalkan paviliun pintu keluar hutan bunga Xia merah muda.
Brrrr..!!
Ma Yao Shing pun dengan gerakan ilmu ginkang yang di milikinya atau ilmu Qinggong atau yang di sebutnya ilmu meringankan tubuhnya itu telah pergi juga dari paviliun pintu keluar hutan bunga Xia merah muda tanpa mempedulikan jasad -jasad dari Bu Kian Tong dan keluarga yang telah membusuk hingga di serbu kawanan burung pemakan bangkai.
Di sebuah kota yang tak jauh dari hutan tersebut ada seorang anak laki -laki tampan usia delapan tahun yang duduk di pinggir rumah makan yang sangat ramai sekali dengan pengunjungnya yang berlalu lalang di sekitar rumah makan itu.
" Hai ,lihat ada anak baru di tempat kerja kita.." Kata sejumlah anak pengemis yang mendatangi anak laki -laki itu dengan nada suara yang amat mengejek kepada anak laki -laki itu.
" Ya, ayo kita tanyakan siapa dia ?Dan kenapa Dia berada di tempat kerja kita?!" Ujar seorang anak perempuan sebaya dengan anak laki -laki itu dengan bertolak pinggang serta sikapnya itu amat sombong sekali kepadanya.
" Kau benar sekali, Bi Lian.Mari biar Kakak Tong yang menanyakannya untuk mu." Kata seorang anak laki -laki pengemis yang usia sekitar sepuluh atau sebelas tahun dengan sikap arogan sekali mendekati anak laki -laki itu
Anak laki -laki itu dengan amat tenang sekali di raut wajahnya yang tampan sekali dan sikapnya yang amat pemberani itu hanya melihat dengan tatapan matanya yang sangat tajam sekali pada anak laki -laki pengemis yang mendekatinya itu dengan sikap amat sombong itu.
"Heii..Kau siapakah dan darimana asalmu itu lalu kenapa kamu bisa berada di tempat kerja kami di depan rumah makan burung terbang Xun?" Tanya Liu Tong nama anak laki -laki pengemis itu kepada anak laki -laki tampan sekali itu.
" Namaku Li Yun Shiang dan Aku berasal dari Kota Li An pusat.Aku berada di depan rumah makan ini untuk menunggu kedatangan Ayah dan Ibuku yang sedang pergi untuk suatu urusan di salah satu tempat di Kota Xia An Barat ini." Jawab Li Yun Shiang atau Ching Yun Shiang putra kandung dari Kaisar Ching Wu Long atau Bai Long atau Wang Yi Long dengan istrinya yang bergelar Permaisuri Fu Xiao Chie.
Li Yun Shiang ini di ajak berpelesir oleh Ayah dan Ibunya untuk melihat -lihat kota atau daerah yang berada di luar Ibukota Kekaisaran Li yang tak jauh dari Ibukota Kekaisaran Wang.
Karena Ayahnya ada kepentingan yang tak bisa di ketahui olehnya,anak ini di minta oleh Ayahnya itu menunggu kembalinya Ayah dan Ibunya itu dari urusan yang sangat penting itu di depan rumah makan yang bernama' Rumah Makan Burung Terbang Xun' di kota Xia An Barat.
Selagi anak itu menunggu Ayah dan Ibunya, Ia di kira sebagai anak jalanan oleh sejumlah anak -anak pengemis yang berasal dari Sekte atau perkumpulan pengemis baju kotor yang di kenal sebagai Sekte Pengemis Bunga Teratai Putih yang di pimpin oleh seorang tokoh ternama di kalangan dunia persilatan golongan bersih yang bernama Bi Fang Chu.
Bi Fang Chu ini berjuluk Si Tongkat Bambu Sakti Utara, Ia mempunyai seorang putri yang lahir dari istrinya yang sudah lama meninggal dunia karena sakit keras dan putrinya itu bernama Bi Lian.Lalu anak yang bernama Liu Tong ini adalah salah satu murid kesayangannya yang berasal dari seorang Pendekar besar yang berjuluk Si Rubah Emas Liu Gu Fung dan Istri Si Rubah Emas yang berjuluk Si Bidadari Maut Bai Leng ini telah lama meninggal dunia akibat di bunuh oleh musuh besar keduanya yang bernama Wang Ti Fei.
Dan,Liu Tong ini di titipkan kepada Bi Fang Chu untuk di didik serta di sembunyikan dari musuh kedua orang itu yang sangat ingin memusnahkan garis keturunan keduanya. Liu Tong mempunyai sifat yang lurus dan bersih itu sangat menyayangi Bi Lian sebagai Adiknya sendiri.Namun anak ini memiliki sifat yang sombong karena diri anak itu memiliki ilmu silat yang cukup tinggi untuk ukuran anak-anak sebayanya.
Maka,melihat sikap yang tenang dari Li Yun Shiang ini menimbulkan sikapnya Liu Tong yang tak suka dirinya tak di hormati oleh anak lain di tempat kekuasaan yang di miliki oleh Gurunya itu.
"Oh ,begitukah ? Lalu kapankah Ayah dan Ibumu menjemputmu dari tempat kami ini?" Tanya Liu Tong dengan nada tajam kepada Li Yun Shiang.
" Liu Tong ,tolong kamu jaga sikap mu itu kepada Tuan Muda Li." Tiba -tiba ada suara Gurunya yang ternyata datang ke tempat itu bersama dengan seorang pria dan wanita berpenampilan seperti Tuan Besar saja telah menegurnya dengan nada berwibawa sekali.
" Guru.." Panggil Liu Tong dengan cepat memberi hormat kepada Bi Fang Chu yang segera di peluk Bi Lian dengan sikap manja sekali dari gadis kecil itu.
" Ayah..! Ibu..!" Seru Li Yun Shiang berlarian kecil kepada sepasang suami -istri dari kota Li An pusat itu yang langsung memeluk anak laki -laki itu dengan penuh kasih sayang sekali.
"Kakak Long ,kita telah gagal mendapat informasi mengenai Luo Suo Yi dan Bibi Chou untuk kamu bisa mendapatkan kembali kebahagiaanmu itu bersama dengan wanita yang kamu cintai itu usai Ibu Li Wang Chun menyetujui keinginan hati mu itu untuk membawa Luo Suo Yi ke rumah kita di kota Li An pusat." Kata Permaisuri Fu Xiao Chi dengan nada suaranya yang sangat bersimpatik tinggi kepada suaminya yakni Kaisar Ching Wu Long di sampingnya.
Bersambung..!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 423 Episodes
Comments
spooky836
cerita ni mc sapa thor otak kosong xde isi buat cerita plagiat lagi sampah
2024-12-30
0
ferina
serunya...mantap
2023-09-09
0
Ida Neng
iihhh jijik gw dng pegunaan kata nya
2023-04-15
1