Kemunculan Raja Dewa Mabuk Sakti di paviliun pintu keluar hutan bunga Xia merah muda sangat mengejutkan hati Bu Kian Tong yang sedang sibuk bertarung melawan Ma Yao Shing yang amatlah sakti itu.
Wutt..!!
Syutt..!!
Plakk..!!
Gerakan ilmu silat Bu Kian Tong mulai di ketahui kelemahannya oleh Ma Yao Shing yang hatinya di liputi kemarahan dan kebencian yang amatlah besar terhadap Bu Kian Tong yang sudah ambil saudarinya yang bernama Lu Mei Hao sebagai istri muda pria itu.
" Bajingan laknat kau sungguh lancang sekali memperistri saudariku untuk memanfaatkannya di dalam pengaruhmu kekuasaan mu di Sekte Bunga Naga Ungu selain kau dengan licik mempengaruhi Zhao Lu Xi istri mu dari Sekte Merak Pelangi Sakti untuk mendapatkan pil kelereng arwah dari Sekte Bulan dan Matahari Sakti pimpinan Siangkoan Lu Man Shin Kakak seperguruanku..! Kali ini kamu berjumpa denganku..! Maka kamu harus mati di tanganku..!" Seru Ma Yao Shing dengan suaranya sangat dingin sekali bagaikan butiran salju yang amat dashyat sekali.
Angin telapak tangan Ma Yao Shing membuat Bu Kian Tong merasakan desiran hawa dingin yang amat membeku tulangnya dan kulit di tubuhnya itu dengan tangkas sekali menggunakan Ilmu pedang bunga naga ungu yang di milikinya dari Lu Mei Hao di ruang rahasia sekte tersebut.
Pedang di tangan Bu Kian Tong meliuk-liuk bagai seekor naga yang melintasi awan di langit biru namun desingan sinar pedang itu berwarna ungu yang membuat telapak tangan Ma Yao Shing tak dapat menyentuh dirinya.
Singg..!
Cring..!
Wettzz..!
Ma Yao Shing melakukan salto dengan cepat di tengah udara dengan ilmu meringankan tubuhnya yang amat indah dan tinggi sekali itu untuk gadis ini dapat menghindari serangan angin pedang di tangan Bu Kian Tong.
Sing...!!
Pedang Bu Kian Tong di tekuk sedikit oleh pemilik nya sendiri untuk hawa pedang nya bisa membuat jerih lawannya itu yang melakukan gerakan yang di nilainya itu ingin mundur dari pertarungan itu.
" Hahaha kau pikir dengan mudah kamu dapat membunuh ku dengan kamu mengetahui ada kelemahan di ilmu silat ku yang pernah kamu lihat itu dan membuatku terluka parah..! Hahaha tapi kau tidak pernah tahu bahwa aku tak selemah itu di luar perkiraanmu, Iblis jahanam..!" Seru Bu Kian Tong yang mendesak Ma Yao Shing dengan ilmu pedang bunga naga ungu yang di sertai pukulan hawa hitam dari telapak tangan kirinya yang di arahkan langsung kepada tengkuk kanan Ma Yao Shing.
Tetapi sebuah pukulan tanpa di duganya telah membuat pukulan tangan nya itu menjadi runtuh dan berhasilah Ma Yao Shing terhindar dari yang namanya kematian.
Dess..!!!
Pukulan itu berasal dari telapak tangan Raja Dewa Mabuk Sakti yang melompat dengan cepat sekali menangkis pukulan tangan Bu Kian Tong kepada Ma Yao Shing.
" Kakek bau tanah berani sekali kamu ikut campur urusan ku dengan Ma Yao Shing..!" Bentak Bu Kian Tong dengan pedangnya terhunus tajam sekali ke arah Raja Dewa Mabuk Sakti.
Sejumlah pasukan Sekte Merak Pelangi Sakti yang di pimpin oleh Zhao Lu Xi dan Lu Mei Hao telah turun tangan untuk mengeroyok Raja Dewa Mabuk Sakti yang membantu Ma Yao Shing dari serangan pedang di tangan Bu Kian Tong.
Swosshh..!!
Bettz..!
Singg..!
Trang..!
Bu Kian Tong terkejut sekali karena pedangnya itu bisa di hindari dengan mudahnya oleh Raja Dewa Mabuk Sakti yang bergerak santai di antara para pasukan Merak Pelangi Sakti yang membantu Bu Kian Tong untuk menghadapinya itu.
Sentilan jari manis Raja Dewa Mabuk Sakti telah mematahan seluruh pedang yang di mainkan oleh pasukan Merak Pelangi Sakti dengan amat mudah sekali sampai Lu Mei Hao dan Zhao Lu Xi telah di lumpuhkannya dengan ilmu totokan jari manisnya yang lincah itu sehingga kedua orang istri dari Bu Kian Tong jatuh pingsan di tanah dengan tulang di rusuk mereka berdua telah patah oleh salah satu ilmu terrendah dari Raja Dewa Mabuk Sakti.
" Locianpwe, lebih baik kamu tidak pernah ikut campur urusan yang bukan urusan mu sendiri maka kamu tidak akan pernah mendapatkan satu masalah besar dalam hidupmu yang seharusnya tenang dan damai itu." Kata Bu Kian Tong yang dengan lebih marah besar kepada Raja Dewa Mabuk Sakti itu telah mengeluarkan ilmu -ilmu nya yang terhebat untuk bisa mengalahkan Raja Dewa Mabuk Sakti yang kini mendesak dirinya dengan pukulan -pukulan yang sangat hebat sekali.
Cring..!!
Wutt..!
Ma Yao Shing menerjang kembali dari arah kanan Bu Kian Tong dengan pukulan cakar tengkorak merah yang amatlah mengerikan sekali kepada Bu Tian Kong yang cepat memutar tubuhnya untuk Bu Kian Tong dapat terhindari dari serangan sadis itu dari Ma Yao Shing.
Berrt..!
"Aughh...! " Pekik kesakitan pada pundak kanan Bu Kian Tong yang robek terkena cakar tengkorak racun merah dari Ma Yao Shing.
" Bajingan licik..! Ku bunuh kauu...!!" Hardik Bu Kian Tong dengan pedangnya bergerak ke arah lengan kanan Ma Yao Shing dengan gerakan tebas yang sangat kejam sekali.
Tetapi, sebuah jari yang sangat lincah sekali telah mematahkan serangannya itu sekaligus membuat pedangnya jatuh ke tanah dan di ambil dengan amat cepat oleh anak kecil yang berrebut burung parkit kuning dengan putrinya yang bernama Bu Hui.
Trak..!!
Trang..!!
" Hei..Bocah kembalikan pedang ku..!" Bentak Bu Kian Tong kepada Zhang Xiao Long yang dengan tenang sekali menanggapinya sambil menimang -nimang pedangnya seperti menimang mainan saja.
"Bu Kian Tong kau di larang bicara kasar kepada muridku..! Kau juga wajib kembalikan pil kelereng arwah yang kau curi itu dari Ketua Sekte Bulan dan Matahari Sakti kepadaku sekarang juga atau mati mu akan mengerikan di tanganku..!" Hardik Raja Dewa Mabuk Sakti dengan tatapan matanya yang mencorong tajam sekali kepada Bu Kian Tong.
" Hei atas dasar apa Aku harus mengembalikan pil kelereng arwah kepadamu yang sama sekali tak ada hubungan dengan Ketua Siangkoan Lu..?!" Balas Bu Kian Tong dengan ludahnya yang di semburkan ke arah Raja Dewa Mabuk Sakti yang menanggapinya dengan semburkan air arak dari mulutnya itu langsung mengenai wajah dan tubuh Bu Kian Tong yang tewas dengan wajah dan juga tubuh penuh lubang.
Brushh..!!
"Tidak..! Ayah...!! " Jerit tangisan Bu Hui yang lihat ayahnya tewas di bunuh kakek tua renta gurunya bocah laki -laki yang merebut pedang pusaka dari Ayahnya itu.
"Jangan menangis karena kau dan kedua ibumu serta paman dan bibi mu itu akan menyusul ayah kandungmu yang biadab itu..!" Bentak Ma Yao Shing yang menggunakan ilmu cakar tengkorak merah membunuh Lu Mei Hao, Zhao Lu Xi dan Bu Hui serta seluruh anggota Sekte Merak Pelang Sakti yang berada di paviliun pintu gerbang keluar hutan bunga Xia merah muda.
Crash..!!
Bersambung..!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 423 Episodes
Comments
Muttono Andis
koreksi dikit tor atas tulisan maupun nama perguruan...jangan semua ada kata sakti..klo semu belakang nm ada kata sakti..berarti semuanya sakti2 dong tor...ya ibaratkan perguruan matahari atau sekte matahari gak usah lah belakangnya ada sakti...kayak obat juga sakti..klo semuanya sakti... yg gak sakti yg mna tor...coba di koreksi lagi ya tor....🙏🙏🙏🙏🙏
2023-04-07
1
Sylius
🤣kakek bau tanah- bentar lagi masuk liang lahat.
2023-03-27
1
Raden Mohan
bahasanya msh belepetan, bnyk kata-kata yg gak nyambung
2023-03-13
1