Lin Wei Zhong mengerjapkan kedua matanya yang menilai bahwa kakek tua di hadapannya itu sangat pintar dan mengetahui banyak hal yang mengenai barang yang ada di atas kepala Adik seperguruan nya itu.
" Bunga Emas apakah yang kamu maksudkan itu, Locianpwe?" Tanya Lin Wei Zhong dengan tatapan mata selidik yang tajam kepada Kakek Raja Dewa Mabuk Sakti.
" Kamu jangan pura -pura dungu dan polos kepada ku..!Aku tahu kamu dan saudari seperguruanmu itu diam -diam telah mencuri pil bunga emas yang menjadi rahasia ilmu tenaga dalam terhebat yang pernah di miliki oleh orang sakti yang berjuluk Raja Dewa Tanpa Kepandaian yang menjadi salah satu lima tokoh dunia persilatan yang memiliki ilmu kepandaian di atas seluruh para tokoh lainnya di dunia persilatan.Dan, Beliau itu menetap di Pulau Awan Putih di Utara." Jawab Raja Dewa Mabuk Sakti dengan nada lugas kepada Lin Wei Zhong.
" Kalau benar Bunga Emas itu ada pada kami..!Lalu kamu mau apakah?"Tanya Xiu Xiu yang sudar sadar dari pingsannya meskipun lukanya masih cukup parah itu kepada Raja Dewa Mabuk Sakti.
" Berikanlah bunga emas itu kepadaku agar kalian berdua aman dari kejaran para musuh kalian yang sudah ku ketahui bahwa musuh kalian berasal dari Istana Bunga Teratai Hitam di selatan dan kalian juga harus memikirkan keselamatan anak balita yang menjadi incaran para musuh kalian berdua itu," Jawab Raja Dewa Mabuk Sakti tanpa senyum di wajahnya kepada Lin Wei Zhong dan Xiu Xiu.
"You You? Ah, apa kamu mengenal putriku?" Tanya Lin Wei Zhong terperanjat sekali mendengar putri kecil di sebutkan oleh Raja Dewa Mabuk Sakti.
" Iya, Aku mengenal anakmu yang sekarang ini telah berada di tanganku.Jadi, sebaiknya kamu itu serahkan Bunga Emas kepadaku untuk di tukar dengan keselamatan anak mu itu,Lin Wei Zhong." Jawab Raja Dewa Mabuk Sakti sekali lagi dengan nada suara yang tak bisa di ganggu gugat oleh Lin Wei Zhong
" Baiklah, ini kau ambillah jepitan ini dan sekarang ku minta kamu harus melepaskan putriku..!" Ujar Lin Wei Zhong yang mengambil jepitan rambut Xiu Xiu dan melemparkan benda itu dengan tepat ke tangan Raja Dewa Mabuk Sakti.
" Terimakasih kamu sudah bertindak bijaksana,Lin Wei Zhong.Mari kau ikutilah Aku keluar dari hutan bunga Xia merah muda untuk kamu bisa bertemu dengan putri kecilmu itu." Kata Raja Dewa Mabuk Sakti menerima benda bentuk pipih itu dari Lin Wei Zhong lalu di simpannya di dalam saku bajunya.
" Baiklah, tapi kamu jangan berdusta kepadaku..! Atau aku tidak akan merasa segan dan sungkan lagi untuk menghadapimu, orang tua licik." Kata Lin Wei Zhong dengan nada keras dan serius di wajah tampannya itu kepada Raja Dewa Mabuk Sakti yang membalasnya dengan senyuman kecil.
" Ikuti saja dan lihat sendiri apakah Aku menipumu atau tidak." Kata Raja Dewa Mabuk Sakti yang kini melesat bak seekor kijang yang amat lincah luar biasa telah pergi lebih awal ke arah luar hutan bunga Xia merah muda dengan di ikuti oleh Lin Wei Zhong yang memapah Xiu Xiu di dari arah belakang pria tua itu.
Brrr...!
Zhang Xiao Long menunggu di bawah paviliun di depan pintu keluar hutan bunga Xia merah muda sambil mencoba untuk menenangkan anak balita perempuan yang menangis di atas bangku batu di paviliun itu.
" Cobalah kau diam sejenak dan tidak menangis lagi agar Aku tak merasa pusing mendengar suara tangisanmu itu,anak kecil bawel." Kata Zhang Xiao Long menatap lekat -lekat anak balita perempuan itu.
" Ayahh..! Ibuuuu...! Kakak Yi...!Huhuhuhu..!" Jerit anak balita perempuan itu dengan mengucek -ucek sepasang matanya dengan jari -jari kecilnya itu.
" Aish, lihatlah aku akan menangkap seekor anak kelinci untuk mu asalkan kamu tidak menangis lagi ,ya ?" Bujuk Zhang Xiao Long menggaruk -garuk belakang kepalanya yang tak gatal karena Ia merasa kewalahan menghadapi suara tangisan bocah perempuan itu.
Zhang Xiao Long menengok ke berbagai arah di sekitar paviliun untuk melihat apakah ada anak ekor kelinci yang bisa di tangkapnya untuk Zhang Xiao Long dapat membuat anak balita perempuan itu tak menangis lagi.
Tapi, di sana tak ada seekor pun anak kelinci yang berkeliaran di sekitar paviliun melainkan seekor burung parkit warna kuning dan hijau yang sedang hinggap di salah tangkai bunga Xia di bagian kiri paviliun itu.
" Ah,burung yang cantik itu bisa ku jadikan teman mainmu,ya anak manis." Kata Zhang Xiao Long tersenyum lebar seraya menangkap burung parkit itu dan memberikannya kepada anak balita yang seketika berhenti menangis itu.
" Burung cantik..! Aku mau burung cantik..!" Sorak anak balita perempuan itu yang menerima burung parkit cantik itu dari Zhang Xiao Long.
" Berhenti..! Berikan burung cantik itu kepadaku! Karena burung itu punya ku..!" Terdengar suara marah dari seorang anak perempuan usia empat atau lima tahun kepada Zhang Xiao Long.
" Ei atas dasar apakah burung cantik itu milikimu? Asal kamu tahu ya aku yang lebih dulu melihat dan menangkapnya ?" Tanya Zhang Xiao Long dengan nada keras kepada anak perempuan cantik manis di hadapannya dan anak balita perempuan lain.
"Ya,kamu tak perlu tahu..! Pokoknya burung cantik itu punyaku..Dan harus menjadi milikku Bu Hui..!" Hardik anak perempuan itu dengan nada galak kepada Zhang Xiao Long seraya menggerakkan telapak tangan kanannya untuk merebut burung parkit dari tangan Lin You You.
Wutt..!!
Plak..!
Bu Hui terbelalak kaget karena telapak tangannya itu di tepis dengan cepat dan tangkas oleh anak laki -laki tampan yang mencegahnya mengambil burung parkit dari tangan anak balita perempuan di bangku batu paviliun.
" Kurang ajar sekali kau budak hina ! Aku akan buat perhitungan denganmu..!" Hardik Bu Hui yang menerjang dengan kedua telapak tangannya ke arah Zhang Xiao Long dengan kecepatan yang luar biasa mengagumkan.
Wutt..!
Bughh..!!
Dukk..!!
Zhang Xiao Long dengan cepat pula menapakkan telapak tangan kirinya di antara kedua telapak tangan anak perempuan itu yang kemudian telah Ia tepis begitu cepat sampai dagu anak itu terkena pukulan tangan kiri Zhang Xiao Long hingga anak itu jatuh duduk di tanah dengan suara keras.
" Aduhh..Sakit..! Huhuhuhu..!!" Pekik Bu Hui yang menangis keras dan membuat sejumlah orangtua berpenampilan ala tokoh dunia persilatan telah hadir di sekitar Zhang Xiao Long yang dengan luar biasa tangkas pula melompat di depan Lin You You untuk melindungi anak balita perempuan yang sedang asyik bermain burung parkit di paviliun.
Bersambung..!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 423 Episodes
Comments
Sylius
mulai rebutan, ayo..gelut"
2023-03-13
0
Sylius
UWU pasti menggemaskan, kalau bisa lihat langsung.
2023-03-13
0
Sylius
😂 nama rajanya cukup sangar
2023-03-13
0