Di hari itu kelas tengah bebas pelajaran
di kosong semua karena semua orang sedang berhalangan semua guru
tidak hadir mengajar para murid.
Semua murid murid tengah sibuk dengan dirinya sendiri ada yang keluar dan ada juga yang tidur bahkan ada juga yang anak laki laki yang sedang mojok sambil menonton hpnya
dipojok kelas,
"Aku suka dengan siputih gayanya yang
keren bikin aku semangat,"ucap salah satu siswa.
"*keren sih biru aku suka ngeliat nya
caranya main lincah."uacap salah satu dari mereka.
"*mending sih hijau mainnya lincah lagi,"ucap dari teman mereka lagi.
Itu lah pembicaraan mereka yang terdengar
dari tadi, *entah apa yang mereka bicarakan
hanya Tuhan dan author yang tau.
Pioana tengah asyik mengerjakan tugas tugas ulangan,di sampingnya terlihat ada Popo yang sedang asyik memakan kuaci,
sedangkan teman mereka yang bernama Tania sedang asyik dengan kebiasaan
nya mengupil dari kecil.
hingga suatu ketika saat Popon dan piona
sedang asyik memakan bakso di samping nya,tiba tiba Tania bersih dan upilan nya mengenai wajah Popon dan piona.
"haiiiicin ! Tania tiba tiba bersin.
"Aduh apa nih, lengket dan berlendir lagi
iow, jorok sekali sih kau Tan,"Ucap Popon sambil membersihkan wajah nya yang terkena upilan Tania.
"Iya nih, kalau kamu yang punya hobi ngupil,
kalau mau bersin liat liat situasi dulu dong,
Jang sampai kena kami juga kali,"Ucap Piona
"Liat nih mana,ingus mu masuk ke dalam
mangkok bakso ku lagi,"Ucap Popon
Tania meminta maaf kepada kedua temannya
itu kalau dia tidak sengaja bersin bersin
sampai sampai mengenai temannya itu.
"maaf aku , tidak sengaja nanti aku
ganti deeh, Ucap Tania meminta maaf.
"Sudah tidak apa-apa kok,lagian masih
enak nih, Ucap Nara polos sambil mencicipi bakso yang terkesan ingus Temannya tadi.
Piona dan Popon serta Tania terdiam dan
serentak berdiri, melihat salah satu teman nya yang satu ini kelakuan aneh bin ajaib dari dulu.dan saling pandang satu sama lain nya.
"Iiiih, dasar bocah, udah tau itu
kena ingus, masih saja dimakan."Ucap
mereka bertiga serentak.
Sementara itu Tania mengeluarkan dirinya
dari jendela dan melihat ke arah belakang dan depan, mencari seorang cowok idaman nya.
Piona yang sedang duduk di dekat nya,
menegur nya,
"Eh, Tan kamu ngapain sih, segitu nya??"Tanya piona
"Diam kamu pio, aku lagi nyari calon
imam buat anak, anak ku nanti,"Jawab Tania
Lalu di susul oleh Nara dan mengatakan"Udah pio biarkan saja apa yang mau dia lakukan
nanti juga dia kena karma nya."Jawab Nara
Sementara Popon malah asyik tidur di
dalam kelas, ketiga temannya membiarkan
nya tertidur di dalam kelas.dan sengaja
tidak mengganggunya.
ya ampun anak yang satu malah asyik tidur, ucap piona.
Tania masih saja melakukan aksi nya, tidak lama kemudian dia melihat seorang anak lelaki yang bernama rahadi, yang sedang
berjalan kearah belakang nya.
Tani pun menyapa anak lelaki itu.
"Selamat pagi bang,Adi,",sapa tania sambil menyapa Hardi.
"Pagi juga Tan"Balas anak cowok yang bernama Hardi itu.
"Bang,har mau ketanin ya, aku ikut dong bang."Ucap Tania menawarkan diri nya sendiri.
"Iya, Tapi aku pergi sama pacar ku,"Jawab Hardi
Saat mendengarkan Hardi sudah punya
pacar,Tania mengurungkan niatnya untuk pergi dengan Hardi,Dia tahu kalau cowok idaman nya itu ternyata sudah punya
pacar,
"Sama pacarnya ya, apa pacar Abang
itu Alya, ucap Tania.
"Bukan,Alya hanya sebatas menemani abang makan dan pergi aja, pacar abang nama berby,"Ucap Hardi.
Tidak lama kemudian datanglah seorang perempuan yang bernama berby, dari arah depan dan menghampiri mereka berdua.
"Hey ! kamu ngapain kamu mengoda
pacar orang, apa tidak tahu kalau
dia pacar ku."Ucap anak perempuan itu sambil menggandeng tangan Hardi.
"Siapa juga yang godaain pacar mu, orang
hanya sebatas nanya aja," Jawab Tania
Setelah itu Tania kembali masuk ke dalam kelas dengan wajah yang cemerut, ketiga temannya memperhatikan nya.dan mengeledeknya.
"kenapa kamu Tan,kok jadi cemberut
sih , apa jangan jangan kamu gagal ya,"Ucap ketiga temannya itu.
Tania hanya bisa diam saat di nganggu
oleh teman teman nya itu,dia masih
berpikir dia belum terlambat karena
sebelumnya jalur kuning melingkar
selama itu juga dia masih mempunyai
kesempatan.
"Aku nggak boleh nyerah gitu aja, Kata orang sebelum jalur kuning melingkar di jari
selama itu juga kita masih punya kesempatan,"pikir Tania dalam hati.
Dia masih berisi keras untuk mendapatkan cowok idaman nya dengan cara apapun juga
dia harus mendapatkan nya*.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments