Hari Minggu adalah hari libur Nasional
yang terjadi setiap pekan, hari di mana waktu bagi semua orang untuk bermalas-malasan
dan bangun tidur siang tidak seperti biasanya.
Tapi tidak dengan piona, bagi piona hari Minggu adalah hari yang paling di bencinya
setelah ia menikah dengan Om Om rese
dan menyebalkan yang bernama Dimas
Atmajaya.
Gadis itu tengah sibuk membersihkan setiap barang di apartemen mereka.
Disana terlihat Dimas sedang asyik menonton TV,dan menaikkan kaki nya di atas meja, sementara piona tetap melanjutkan perkerjaan nya.
Sekarang Dimas tidak melakukan apapun dan hanya asyik sendiri tanpa mempedulikan piona yang dari sibuk .
"Dasar Om Om rese dan nyebelin, suka nya nyiksa aku pagi-pagi gini mana lapar lagi."Ucap Piona dalam hati.q
Bagaimana gadis itu tidak marah pagi-pagi Dimas sudah membangun kan nya hanya untuk di suruh membersihkan apartment
layak nya majikan dan pembantunya.
"Misi Om mau di lap dulu meja nya,"Ucap Piona.
Dimas mengangkat kakinya Tanpa mengalihkan pandangan dari acara yang di tonton nya.
Piona langsung mengelap meja itu dan berbalik meninggalkan Dimas.
"Hey bocah nakal !, kalau kerja yang benar ini
masih kotor meja nya, Ucap dimas kembali memerintahkan piona.
"Ya Om maka nya jangan naroh kaki di meja kan jadinya kotor lagi mejanya,"Ucap Piona kesal dan kembali berbalik mengelap meja itu.
"Suka-suka aku lah ini rumah aku, jadi terserah aku mau ngelakuin apa pun di sini."Ucap Dimas asal
"Terserah !."jawab piona sambil cemberut.
"Hey ! gadis cilik apa kamu tidak ikhlas mengejar semua ini, apa kamu mau jajan mu aku potong, atau sekalian tidak usah aku berikan."Ancam Dimas sambil tersenyum sinis.
"Ikhlas kok Om, jangan di potong dong uang
jajan pio."Ucap Piona
"Maka nya kalau kerja yang ikhlas jangan manyui kayak gitu, aku hanya menyuruh mu membersihkan aptermen pada hari Minggu saja, karena orang-orang yang biasa nya beres-beres dan masak tidak datanng."Ucap Dimas
"Jadi pio ku juga harus masak Om,"Ucap Piona
"Ya, jika kamu bersedia, tapi sebaiknya jangan dech,"Larang Dimas.
"Low kok jangan kok Om,pio kan bisa masak,"Jawab piona.
"Iya, tapi aku nggak mau hal yang kemarin itu terjadi lagi,"Ucap Dimas
Dimas melirik gadis di sampingnya itu, dia tidak yakin jika gadis itu memasak bisa-bisa dia masuk rumah sakit, dia tidak mau mati mendadak hanya karena memakan makanan piona.
"Tidak perlu, kita beli yang sudah jadi saja
aku tidak mau memakan makanan mu, cepat pergi dan bereskan semua perkerjaan mu."Perintah Dimas
Dasar Om Om nyebelin a, seenaknya saja bilang masakan ku tidak enak,"Gerutu piona sambil pergi meninggalkan Dimas.
"Apa kamu bilang barusan?."Tanya Dimas
tiba tiba sambil menatap piona.
"Tidak Om pio tidak ngomong apa-apa kok."Ucap piona sambil berlalu pergi.
Piona menyapu lantai aptermen mereka dalam diam piona memperhatikan Dimas yang masih saja terlihat asyik sendiri menoton tv,
Piona masuk ke dalam kolong kaki Dimas,Dimas tidak mau menurunkan kaki, sampai-sampai piona berjongkok di bawah kaki Dimas
Berbagai sumpah serapah sudah melengkapi Otak piona,ingin sekali ia memuntahkan kata-kata kasar itu untuk pria yang sudah menjadi suami nya itu.
Suami? bahkan piona tidak pernah sama sekali memgangap pria itu sebagai suami,
mana ada Dumai yang suka menyiky istri sendiri di pagi hari.
Tetapi piona memilih untuk diam, karena jika ia ngomong bisa-bisa uang jajannya di potong, lelaki itu tidak pernah main-main dengan ucapan nya, piona memilih untuk berhati-hati.
"Hey gadis nakal, cepat beresin cawan dan piring yang ada di meja ini."perintah Dimas yang melihat piona sedang tegah sibuk mengepel lantai.
"Tungu sebentar Om, lantainya baru selesai pio pel, nunggu lantainya kering aja dulu."Ucap Piona
"Kalau sekarang kata ku, ya sekarang jangan
kembangkan,"Ucap dimas.
Baik Om."Ucap Piona sambil menghampiri meja.
Sssttt
Brrugggghh
Piona terpeleset karena lantai yang licin
sehabis di Pell membuat piona terjatuh
dan mengenai Dimas dan menindih bawah nya.
Dimas dan piona saling bertatapan
lama, baru kali ini mereka saling
berdekatan seperti itu, mereka saling berpandangan sibuk dengan pikirannya masing-masing.
"Kenapa Om? liat nya kok gitu amat pengen nyosor ya,"ucap piona sambil mengoda
Dimas mengerjap kaget dia langsung mendorong piona hingga gadis itu terjatuh kelantai.
"Awwww !"Pekik Piona
"Aduh Om kenapa sih? sakit tahua main dorong aja,"Ucap Piona kesal
"Dasar gadis mesum, salahmu sendiri
kenapa kamu bilang seperti itu nyosor
Katamu? bahkan aku tidak Sudi jika bibir ku menyentuh pipimu."Ucap Dimas gugup.
"Biasa aja kali Om, ngomong nya gak usah
nyakitin gitu, gini -gini aku belum pernah ciuman tahu."Ucap Piona tak terima.
"Siapa juga yang mau mencium bibir busukmu itu, sudah lah aku lebih baik ke kamar saja dari pada ngurus dirimu yang tidak berguna itu,"Ucap Dimas sambil beranjak pergi meninggalkan Piona.
Piona menatap punggung Dimas yang
memasuki kamar mereka dengan sendu,
entah kenapa hatinya sakit saat mendengar kata-kata Dimas barusan.
"Dasar Om nyebelin, belum nyium juga udah jijik duluan, emang aku apaan aku juga tidak Sudi menciummu dasar Om nyebelin, tapi bibir nya kayaknya empuk deh kalau dicium."Gumam Piona sambil memegang bibir nya sendiri dan tersenyum simpul.
Piona beranjak bangun dan menyelesaikan pekerjaan nya."
Piona bingung gimana caranya mau memasukkan pakaian dalam mesin cuci
yang terletak tidak jauh dari dapur,ia teringat dengan kata enter dan of,enter yang artinya
memasukkan dan Of mematikan.
Piona mencoba menekan tombol enter yang artinya memasukkan, setelah mesin cuci terbuka dia langsung menyimpan
semua pakaian didalam mesin cuci dan memasukkan deterjen dan membaca aturan pakainya.
"Masukkan 1 sendok deterjen kedalam pakaian yang akan anda cuci."Ucap Piona membaca tulisan tersebut."p
Setelah selesai Piona pergi ke ruang tengah
untuk menonton sambil memakan apel
yang dia ambil dari kulkas.
"Pionaaa!"Teriak Dimas saat melihat busa yang berkeluaran dari mesin cuci.
Piona mendengar teriakan Dimas yang
memanggil nya dari dapur, dengan gontai ia berlari menghampiri Dimas.
"Apa lagi sih nih Om Om gila, bikin aku kesal aja,"Gerutu Piona sambil menghampiri Dimas.
"Piona apa yang kamu lakukan kedalam
mesin cuci, kenapa banyak sekali bisa yang keluar?"Tanya Dimas saat Piona baru sampai menemuinya.
"Nggak tahu Om,Pio nggak ngapa-ngapain
Om sumpah deh"Ucap Piona membela diri nya dengan mengacu kan kedua jari nya.
"Sebenarnya berapa banyak deterjen yang kamu masukin itu piona,"Tanya Dimas dia menekan nama Piona.
"Nggak tahu Om mungkin setengah bungkus,lagian Pio nggak pernah nyuci pake mesin cuci waktu dikampung tidak ada mesin cuci, makanya Pio ngak tau cara nyuci pake mesin cuci disini."Ucap Piona membela diri nya.
"Setengah bungkus katamu? apa kamu sudah gila deterjen ukuran jumbo dan kamu. masuki
setengahnya kedalam mesin cuci"Ucap Dimas dengan nada tinggi.
"Aku nggak tahu Om,kan ditulisannya juga
,* masukin satu sendok deterjen kedalam pakaian yang akan anda cuci*pakaian kita kan banyak Om makanya Pio tambahin beberapa sendok"Ucap Piona mendadak tinggi, dia kesal karena di marahin Dimas terus-menerus.
"Baiklah, sebaiknya kamu buang semua air
di mesin cuci dan pakaiannya kamu
cuci ulang!"perintah Dimas sambil memijat
kepala nya.
Piona mengeluarkan semua pakaian
dimensin cuci dengan kesal dia sudah
capek -capek berkerja tapi malah harus di kerjakan ulang.
"Tunggu!"Ucap Dimas tiba tiba
Dia mengambil salah satu pakaian nya yang
berwarna putih di antara cucian Piona, kini
baju nya sudah tidak berwarna lagi terkena
luntur oleh pakaian yang lain.
"Pionaaa!"Teriak Dimas kesal.
"Ampun Om, maafkan Piona!,"Ucap Piona sambil berlari meninggalkan Dimas.
"Dasar gadis itu ada ada saja yang di lakukan nya membuat ku ingin mencium nya saja,"Ucap Dimas sambil tersenyum.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments